Selamat datang di Portal NLP Indonesia, penuh berisi sumber informasi mengenai aplikasi ilmu Neuro-Linguistic Programming (NLP) di Indonesia.
NLP (tm) diciptakan oleh sepasang jenius : Dr. Richard Bandler dan Dr. John Grinder, dengan tujuan memodel keunggulan manusia sehingga bisa diduplikasikan ke orang lain. Mengapa PortalNLP ini dibuat? Silahkan simak dulu di bagian Misi di atas.

PENGUNJUNG BARU
Jika Anda pengunjung baru dan BELUM familier dengan NLP, silahkan mulai membaca artikel dari Kategori "Dasar NLP", setelah itu silahkan membaca yang lebih aplikatif.

TANGGAPAN
Tangggapan/komentar tidak dimoderasi, jika Anda mendapatkan pesan "Pesan Anda Menunggu Moderasi", berarti posting komentar Anda mengandung kata-kata "possible spam" dan terfilter OTOMATIS oleh mesin Anti Spam.
Manajemen Portal memiliki hak sepenuhnya untuk menghapus atau mengedit Komentator yang tidak menggunakan nama dan email yang asli, komentar yang dinilai tidak sopan, tidak produktif, mengadu domba, atau yang bersifat negatif lainnya.

Ketika Meta Model Menjadi Alat Untuk Berempati

Meta Model? Meta Model yang buat nanya-nanya itu?

Yak, tepat sekali!

Masak sih bisa buat berempati? Bukannya malah bikin orang sebel ya?

Ya, memang bisa bikin orang sebel, kalau belum tahu cara menggunakannya dengan benar.

Loh, memangnya gimana cara menggunakan Meta Model dengan benar?

→ continue reading

HYPNOTHERAPY #23 : Humor tidak Selalu Menyenangkan, Mau bukti?.

Sahabat pembaca portal NLP yang mengagumkan.

Pengalaman menakjubkan yang saya alami ini tak mampu saya rahasiakan. Saya tidak sanggup menyimpannya sendiri saja dalam ingatan saya . Saya pikir begitu juga yang dialami peserta HUMOR GROUP THERAPY di Surabaya, Sabtu 6 Juni 2009.

Semakin terlibat dalam kegiatan memandu sebuah proses pembelajaran, membuat saya yakin bahwa sebenarnya sayalah muridnya, dan para peserta adalah Guru-Guru terbaik yang selalu memperkaya khasanah ilmu.

***  → continue reading

Meng-Indonesia-kan NLP dan meng-NLP-kan Indonesia…

Well, saat menuliskan judul di atas, saya tersenyum-senyum sendiri… Karena mudah dirasakan bagi kawan-kawan seusia saya, judul itu akan mengingatkan pada slogan-slogan Orde Baru yang senang pembolak-balikan kata seperti itu. Mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olah raga. Menyehatkan masyarakat, dan memasyarakatkan kesehatan.

Terlepas dari gaya bahasa itu sering dipakai di Orde Baru, gaya bahasa itu mengandung kearifan linguistik yang menarik. Hanya dengan membolak-balik kata, sudah tercipta dua pengertian yang berbeda secara drastis. Bahkan keduanya mengandung kedalaman linguistik yang sarat makna.
Mungkinkah NLP di-Indonesia-kan dan Indonesia di-NLP-kan?

Meng-Indonesiakan NLP
Kata meng-Indonesiakan NLP, setidaknya memiliki beberapa presuposisi (re : asumsi) bahwa : → continue reading

Delete Aja: Terapi ala Orang IT

Ted, kemarin kan abis review. Wah, pusing berat, aku dibantai abis.

Loh, kok sekarang masih utuh?

Hehehe…bisa aja lo. Maksudnya, aku kemarin dimarah-marahin sama bosku.

Ya, udah biasa kan?

Iya sih. Cuman kok rasanya, sampai sekarang rasa takut itu masih terasa terus ya. Padahal biasanya aku tuh bebal loh.

Terus?

Ya, bantuin donk. Kemarin aku dengar si X kamu bantuin untuk diet udah mulai berhasil tuh.

→ continue reading

How To Handle Abreaction And Catharsis

Dalam proses terapi, baik dilakukan dalam kondisi sadar sepenuhnya, light trance, maupun deep trance, klien, cepat atau lambat, pasti akan mengalami suatu luapan emosi. Luapan emosi ini, bisa yang ringan hingga yang sangat intens , merupakan bentuk pelepasan tekanan psikis yang selama ini terpendam di pikiran bawah sadar. Luapan emosi ini dikenal dengan istilah abreaction atau catharsis.

Istilah abreaction pertama kali digunakan dalam psikoterapi saat Josef Breuer mengembangkan “cathartic method” seperti yang dijelaskan dalam buku Studies in Hysteria, yang ia tulis bersama Sigmund Freud di tahun 1895.

Secara teknis, abreaction atau catharsis adalah proses terapeutik berupa lepasnya emosi yang intens yang diikuti dengan terungkapnya suatu emosi yang bersifat traumatik dengan tujuan tercapainya suatu resolusi. Saya menjelaskan hubungan antara simtom, pelepasan tekanan psikis, emosi negatif, dan kesembuhan di artikel saya yang berjudul “Teori Tungku Mental” yang bisa anda baca di http://www.quantum-hypnosis.com/index.php?pid=dtl_artikel&id=48.

Pada definisi di atas tampak bahwa tujuan utama terjadinya abreaction adalah untuk mencapai suatu penyelesaian atau resolusi dari suatu masalah. Namun sayangnya pemahaman ini jarang diungkapkan dengan jelas. Banyak yang mengira bahwa saat klien menangis atau meledak emosinya maka dengan demikian masalah telah berhasil diselesaikan. Benarkah demikian?
→ continue reading

Bahasa Itu Punya Nyawa

Tulisan ini merupakan catatan kecil selama mengikuti Training Hypnotherapy Fundamental di Yanurindra School of Hypnotism di Jakarta, 6 Juni 2009. Saya beruntung mendapat kesempatan untuk duduk mengikuti kelas Hypnotherapy Fundamentalnya Pak Yan.

Catatan saya yang pertama, bahwa training ini simple, mendasar dan cukup membekali peserta untuk menjadi seorang terapis atau seorang hipnotis panggung atau hypno stage. Metodenya dengan banyak praktik (workshop) sehingga peserta tidak terjebak dalam metode belajar verbalistik. Belajar yang baik adalah dengan cara melakukannya, bukan hanya sekedar melihat dan mendengarkannya.

Catatan saya yang kedua, setelah menyimak, memperhatikan demo-demo yang diberikan oleh Pak Yan dan sekaligus mencoba mempratikannya, saya punya catatan khusus bahwa antara ilmu hypnosis dan NLP (neuro linguistic programming) memiliki kesamaan spesifik yakni ”bermain-main soal bahasa”. Hal ini semakin mengukuhkan bahwa sukses itu hanya soal ”permainan bahasa”. Bahasa mempengaruhi pikiran dan pikiran menentukan tindakan/perilaku.

→ continue reading

Setelah Membaca Artikel Ini, Mana Yang Jadi Lebih Mudah?

Artikel ini adalah menjawab pertanyaan  (komentar) Mas Teddi, terhadap artikel saya yang berjudul “Susah Mana, Belajar A atau Belajar B?”. Nah, agar mendapatkan konteks pembelajaran dalam artikel ini, alangkah baiknya baca dulu artikel “Susah Mana, Belajar A atau Belajar B?” (artikel sebelum artikel ini), baru kemudian Anda membaca artikel ini.

Nah, setelah Anda membaca artikel itu, tepat di bawah artikel itu, dalam urutan pertama, Mas Teddi menuliskan kalimat ini :

Nah, setelah membaca artikel ini, mana yang jadi bertambah susah, Hipnosis atau NLP? Hehehe…”

Well,
Saya menganggap luar biasa pertanyaan itu, karena selain komentar itu merupakan komentar yang pertama, juga rumusan katanya sedemikian ambigunya untuk dapat mengetahui alasan penulisan komentar itu.
→ continue reading

Susah Mana : belajar A atau belajar B? Alasannya?

Tulisan ini merupakan jawaban atas undangan Mas Yan agar memberikan tanggapan pada Status FB-nya beberapa saat yang lalu. Tentunya ada “Outcome” tertentu yang diinginkan oleh Mas Yan dengan pertanyaan ini “Susah mana belajar NLP atau belajar Hypnosis? Alasannya?”. Apalagi sampai-sampai ia mengundang Kang Asep dan saya untuk menanggapinya…

Secara mantap, tulisan Mas  Yan di Status FB berjudul di atas mengundang respon yang luar biasa. Langsung direspon cepat oleh beberapa orang, dengan semangat membara… Sayang saya sendiri terlambat membacanya, baru ‘ngeh…’  setelah salah satu teman mem-forward ke milis alumni NLP Practitioner Sinergy Lintas Batas…. Weleh.. weleh..weleh… Mas Yan memang jago melakukan suatu “pancingan berkait” yang kontroversial.  Karena sudah terlambat, saya memilih menjawabnya di sini aja ya Mas….

Well, memenuhi undangan itu, saya akan menganalisis pertanyaan ini tidak hanya dari sudut pandang NLP, tapi juga sudut pandang hypnosis. Lho, memang sih hanya sedikit yang tahu, bahwa justru hypnosis adalah disiplin yang jauh-jauh sudah dipelajari ketika saya masih berstatus mahasiswa psikologi di Yogyakarta.  Waktu itu rasa penasaran membawa saya mengikuti kursus hypnosis gaya tradisionil… Sementara NLP kemudian saya pelajari sekitar 1998. Hmm, jadi tulisan ini mewakili NLP atau Hypnosis, atau Psikologi? Yah, anggap saja mewakili penulisnya sendiri….

PRESUPPOSITION
Pertanyaan “Susah Mana” adalah pertanyaan yang di dalam ilmu logika disebut sebagai mengandung “asumsi”, kalau di dalam NLP secara mudah disebut mengandung “Presupposition”. Sedangkan dalam Hypnosis disebut mengandung apa hayo?

Susah mana, A atau B: apa asumsi dari kalimat ini? Penulisnya mengasumsikan bahwa keduanya –baik A maupun B- adalah susah, pertanyaannya adalah “mana yang lebih susah?”. Atau mungkin, penulisnya, ingin agar pembaca tulisannya menelanasumsi yang sengaja ditanam’ alias disemai (seeding) alias diinstall (unconscious installation) bahwa  A dan B memang susah. Atau penulisnya sedang mengajari para pembacanya: agar hati-hati jangan asal menjawab, sebelum mengerti asumsinya… Yang terakhir sepertinya yang paling ekologis.
→ continue reading

NLP in Business #1: NLP dan Keuntungan Bisnis

Bahasa bisnis adalah bahasa keuntungan.

Ya, bukan bisnis kalau tidak berniat mencari keuntungan.

Wah, kok kesannya materialis betul ya?

Yah, tergantung definisi materialis yang digunakan sih. Yang jelas, bukan lah tujuan seseorang untuk berbisnis melainkan memang ia ingin mendapatkan keuntungan dari bisnis tersebut. Sebab kalau bukan cari keuntungan, maka ia tentu akan membangun yayasan. Hehehe…

→ continue reading

Supercharging Your Suggestions

Sugesti adalah satu kata yang pasti akan dibicarakan saat kita membahas mengenai hipnosis/ hipnoterapi karena berhubungan dengan salah satu teknik yang digunakan untuk meng-instal program pikiran tertentu ke dalam harddisk biokomputer seseorang.

Sugesti penting untuk dibahas karena merupakan salah satu dari 4 teknik terapi, dalam konteks hipnoterapi, yang digunakan untuk membantu klien mengatasi masalah mereka yaitu:

  1. Sugesti dan imajinasi pascahipnosis (posthypnotic suggestion and imagery)
  2. Menemukan akar masalah (discovering the root cause)
  3. Melepaskan (release)
  4. Pemahaman baru / relearning (new understanding)

Sugesti berasal dari kata “suggestion” yang berarti saran, ide, atau pendapat yang, dalam konteks hipnoterapi, ditawarkan hipnoterapis kepada klien untuk dijalankan oleh pikiran bawah sadar klien sehingga terjadi perubahan perilaku seperti yang diharapkan dan diinginkan klien.

→ continue reading

Tip Praktis#70: Laser Matahari “Membakar Kegelapan Trauma”

“Seluruh badan keringatan, himpitan batin kini mulai ringan. Rasa benci dan dendam mulai memudar. Hati dan pikiran jadi longgar”

Demikian SMS dari Budi Temanggung, juga masuk dari Sulis Gresik: “Berkat Matahari itu pikiran saya menjadi plong karna saya lagi berat pikiran”

Nio Surabaya: “Setelah coba terapi matahari, hati & perasaan saya lebih lega & bahkan sampai sekarang kehangatan sinar matahari masih terasa di hati dan perasaan saya. Makasih banyak”

Demikian dari sekian puluh SMS yang masuk ke redaksi Radio Sonora 92.0 FM saat acara Terapi Musik, Minggu, 31 Mei 2009 jam 22:00-24:00 lalu. → continue reading

Modeling Itu Mudah, Setelah Tahu Caranya

Artikel ini adalah proses chunk down dari artikel gubahan Pak Ronny mengenai proses latihan modeling yang dilakukan oleh para peserta program Licensed Master Practitioner of NLPTM selama 7 hari.

Yap, asyik sekali bertemu dengan orang sekelas Pak Yan Nurindra. Orang seperti Pak Yan inilah yang pantas menyandang sebutan expert, yang tidak hanya tahu, paham, dan bisa, juga kesemuanya itu telah terintegrasi dari dalam dirinya. Ibarat masakan, cara Pak Yan melakukan hipnosis itu memang sudah punya komponen utama yang membuat masakan tersebut enak disantap. Maka kalau dibedah satu per satu komponennya, barangkali kita sudah tidak menemukan lagi pola-pola yang eksplisit. Tidak heran, wejangan yang awal-awal kami dengar pada sesi demo tersebut adalah, → continue reading

Tip Praktis NLP#69: Terapi Matahari “Sumber Energi Cinta Berlimpah untuk Kesehatan”

“Mas Kris, td subuh saya hampir ketinggalan pesawat ke Bali utk konferensi. Sampe bandara lari sekencang2 panik, jantung deg2kan, untung naek pesawat. Di dlm pesawat kaki sakit, kepala nyut2an, nafas terengah2. Pagi hari yg buruk. Tiba2 keingat ide terapi matahari semalam di sonora. Saya praktekkan di gabung dgn tidur lelap. Hanya tidur 20 menit, bangun tidur segar sekali dan perasaan nyaman, sakit hilang. Terima kasih mas Krishna, sukses selalu.. Salam, erwin freddy”

Demikian SMS dari seorang sahabat pendengar Terapi Musik di Radio Sonora, Senin, 1 Juni 2009, pukul 14:39 → continue reading

Modeling Itu Mudah: Licensed Master Practitioner of NLP™

Siang bolong jam 13.15 di Ruang Mawar Hotel Santika Jakarta, tiba-tiba susana menjadi senyap, saat Pak Yan mendemokan penggunaan hypnosis skill di kelas Master Practitioner of NLP™. Laiknya seorang penari yang gemulai menarikan tariannya, Pak Yan secara piawai sekali menunjukkan kebolehannya melansir proses hypnosis dengan sangat smooth! Jurus Ericksonian dan Non Ericksonian bergulir satu demi satu yang menunjukkan tingginya “flying watch” (alias Jam Terbang menurut tukul). Hari ini Pak Yan hadir sebagai tamu penting di kelas Master Practitioner of NLP™, dan bersedia berbagai ilmu secara luarbiasa sekali.

Tema Master Practitioner adalah Modeling, secara praksis, bukan teoritis. Proses modeling hari ini sangat terasa memenuhi iklim ruangan, saat Pak Yan beraksi. Semua mata peserta Master Practitioner of NLP™ sudah beralih ke modus Periveral Viewing, menyerap habis excellency di depan mata itu dengan metode Deep Trance Indentification.

Sementara peserta melakukan proses unconscious modeling, di sudut lain dari ruangan -dengan rileks- Trainer NLP mengawal proses itu dengan mengkodekan language pattern, belief systems, mental syntax (VAK, Modal Operator dan Meta Program), dan fisiologi dari Pak Yan.

Peserta Master Practitioner of NLP™ selama 5 hari sebelumnya sudah disuguhi, mengunyah dan mencerna berbagai teknik modeling melalui proses terstruktur yang dirangkai indah. Rangkaian pembelajaran berlangsung secara conscious melalui latihan, dan juga terjadi unconscious installation melalui proses nested loop. Sebelum peserta mengalami 2 hari lagi ke depan untuk menggenapkan ilmu NLP, diberikan kesempatan melakukan proses live encoding alias live modeling yang merupakan ilmu NLP kelas tinggi warisan rahasia dari Eyang Guru Bu Kek Siansu… Hehehehe, kok jadi ngelantur kayak cerita silat saja….

→ continue reading

Tip Praktis#68: Tutup lagi aja “Mencuci Pikiran Kotor yang Porno”

MAAF…! KAUM WANITA DILARANG MEMBACA artikel ini…

Artikel ini hanya untuk KAUM PRIA yang pikirannya sering JOROK, yang pikirannya suka ngelantur KOTOR, yang suka berkhayal PORNO, khususnya para kaum muda yang banyak sekali bertanya melalui SMS ke Radio Sonora 92.0 FM pada sesi Terapi Musik, setiap minggu malam jam 22:00-24:00

Sekali lagi maaf untuk Anda kaum wanita, kecuali bila Anda mau mengambil resiko tersebut, mungkin untuk di-forward ke teman pria Anda yang “piktor” he he…

Artikel ini juga baik sekali untuk para Ortu, dalam mengatasi putra-putra remaja Anda yang sering muncul pikiran kotor, pikiran jorok, tapi belum tahu cara efektif untuk mengatasinya. Umumnya, kita hanya melarang. Repotnya, khayalan gak bisa dilarang, gak bisa dilihat oleh orang lain he he…

Nah, sebelum digunakan untuk orang lain, marilah kita gunakan untuk diri kita sendiri dulu, sebagai sesama kaum pria, yang pasti pernah mengalami situasi ini saat remaja…

Dari penulis: Krishnamurti → continue reading

Tip Praktis NLP#67: Balon Cinta “Biarkan Hukum Alam Semesta Bekerja”

( Teknik berikut ini akan saya bawakan di acara Terapi Musik, Radio Sonora 92.0 FM dan jaringannya (Palembang, Bangka, Pontianak, Bandung (Raka FM), Semarang, Jogja, Solo (Ria FM) dan Surabaya) pada hari Minggu, 24 Mei 2009 jam 22:00-24:00 )

“Saat Anda mengalami masalah yang SANGAT BERAT dan RUMIT, bagaimana Anda menyelesaikannya?”

Demikian tanya seorang teman sesama lulusan angkatan 2004 program training “Money & You” dan “Business School for Entreprenuer” di Kuala Lumpur, Malaysia, pertengahan Mei 2009 lalu, saat saya diminta sharing pengalaman setelah pelatihan tersebut.

Kebetulan sebagai alumni, kami boleh kembali hadir untuk refreshing di program training yang sudah berjalan lebih dari 30 tahun ini, yang telah menghasilkan lulusan seperti: Anthonny Robbins (World-class Business Coach), Robert Kiyosaki (Rich Dad/Poor Dad), Jack Canfield dan Mark Victon Hansen (Chicken Soup of the Soul), Spencer Johnson (Who Moved My cheese) dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sebagai manusia biasa, pastilah sayapun pernah mengalami masalah yang berat (paling tidak menurut saya) dan juga rumit. Dapat dipastikan, hampir semua orang mengalaminya sebagai tangga ujian naik kelas yang lebih tinggi. Namun, salah satu strategi yang sering saya gunakan adalah saya tidak menyelesaikannya dengan kekuatan diri sendiri, namun saya… → continue reading

Scientific EEG Hypnotherapy

Saat menulis artikel ini saya sedang seorang diri, di kamar hotel di kota Camarillo, California, mencatat dan merenungkan apa yang saya pelajari dari salah satu pakar hipnoterapi terkemuka Amerika. Pelatihan ini berlangsung dua hari dan merupakan workshop private, one-on-one, di mana  saya belajar langsung dengan pakar EEG Hypnotherapy terbaik dunia, Tom Silver. Minggu lalu, selama sembilan hari non stop saya belajar langsung, juga secara private one-on-one, dengan satu-satunya pakar Mind Mirror, Anna Wise, di Berkeley.

Kali ini saya akan menceritakan apa itu Scientific EEG Hypnotherapy. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa hipnosis/hipnoterapi di tanah air saat ini berkembang cukup pesat. Ada banyak rekan atau lembaga yang mengajar hipnosis/hipnoterapi. Ini adalah kemajuan yang luar biasa. Mulai dari pelatihan 1 hari hingga yang 9 hari. Mulai dari pelatihan yang hanya 8 jam hingga 100 jam. Demikian pula saya mengajar hipnoterapi 100 jam melalui lembaga Quantum Hypnosis Indonesia (QHI).
→ continue reading

HYPNOSIS #23: Hypnosis itu Haram!

Pembaca Portal NLP yang bijak. Ada email yang disampaikan melalui jalur pribadi, komentar di Portal NLP , layanan pesan singkat dan pertanyaan langsung sebagai berikut,

“ Kang Asep, bagaimana hukumnya mempelajari Hypnosis? “

“Apakah mempelajari NLP dan Hypnosis itu dapat dibenarkan sesuai Syari;ah , Kang ?

“ Bukankah dalam Hypnosis itu digunakan kekuatan Jin sehingga ini bagian dari praktek kuasa kegelapan?”

“ Pondok pesantren kok mengajarkan Hypnosis sih? Kok kontradiksi sih harusnya kan mengajarkan kebaikan lha kok malah mengajarkan kesesatan? “

→ continue reading

Tip Praktis NLP#66: Dasar Lautan “Tempat Rahasia Menyimpan Rahasia”

Deni herdiana 23th karawang:

“Setelah mengikuti terapi dari Mas Krishna saya merasa sangat tenang dan metode ini akan sering saya lakukan, terima kasih Mas Krishna”

IKA 21 Yogya:

“Setelah mengikuti terapi tadi yang saya rasakan adalah saya memutuskan untuk memaafkan dan mengampuni org yang telah menyakiti saya… Karena perasaan sakit saya karena dia, sudah terkubur di dasar laut… Dan ini membuat saya lega”

Dini Kemayoran:

“Mas Kris, tadi aq ikutan trapi. Semua bebanku dari masa lalu sampai sekarang itu bentuknya seperti TITANIC yang tenggelam di Atlantik”

→ continue reading

NLP Untuk Menikmati Hari Ini

“Yesterday is history. Tomorrow is mystery. Today is a gift, that’s why we call it PRESENT.”

Demikian kalimat terkenal yang tentu Anda tahu kalau sudah pernah nonton film Kung Fu Panda. Nasihat bijak nan berharga itu dituturkan oleh Guru Oogway kepada Po yang begitu gelisah menjalani latihannya untuk menjadi seorang Pendekar Naga. Film yang “NLP banget” ini memang saya tonton berkali-kali karena memiliki banyak pesan moral yang disampaikan dengan gaya humor sehingga membuat kita disassociated dan bisa meraih makna dengan lebih mudah.

Tapi, omong-omong, kenapa juga ya saya tiba-tiba membahas film ini?

Begini ceritanya.

Sempat saya berpikir bahwa mempelajari NLP adalah untuk menghapus berbagai hal buruk yang pernah saya alami di masa lalu. Wajar saya saya berpikir demikian, sebab memang yang paling terkenal dari NLP ya itu, terapinya itu lho. Meskipun kini banyak dikampanyekan bahwa “NLP is NOT therapy”, tetap saja terapi adalah cara paling gampang ‘menjual’ NLP. Dibandingkan dengan teknik “Disney Creativity Strategy”, Anda tentu lebih sering mendengar “Fast Phobia Cure” dibicarakan, bukan?
→ continue reading