Selamat datang di Portal NLP Indonesia, penuh berisi sumber informasi mengenai aplikasi ilmu Neuro-Linguistic Programming (NLP) di Indonesia.
NLP (tm) diciptakan oleh sepasang jenius : Dr. Richard Bandler dan Dr. John Grinder, dengan tujuan memodel keunggulan manusia sehingga bisa diduplikasikan ke orang lain.

Mengapa PortalNLP ini dibuat? Silahkan simak dulu di bagian Misi di atas.
Sebagai pengunjung Anda wajib membaca Menu DISCLAIMER untuk mengetahui seluk beluk aturan main PortalNLP ini. Dengan tetap melanjutkan membaca isi Portal NLP, berarti Anda sudah menyetujui isi Disclaimer yang dimaksud.

PENGUNJUNG BARU
JIka Anda BELUM familier dengan NLP, silahkan mulai membaca artikel dari Kategori "Dasar NLP", setelah itu silahkan membaca yang lebih aplikatif.

TANGGAPAN
Tangggapan/komentar tidak dimoderasi, jika Anda mendapatkan pesan "Pesan Anda Menunggu Moderasi", berarti posting komentar Anda mengandung kata-kata "possible spam" dan terfilter OTOMATIS oleh mesin Anti Spam.
Manajemen Portal memiliki hak sepenuhnya untuk menghapus atau mengedit Komentator yang tidak menggunakan nama dan email yang asli, komentar yang dinilai tidak sopan, tidak produktif, mengadu domba, atau yang bersifat negatif lainnya.

Tip Praktis NLP#85 Gending Jawa “Relaksasi Magis untuk Penyembuhan Diri”

Getarkan lubukmu. Layangkan cintamu. Lembutkan nafasmu.

Biarkan api hatimu menyala ungu. Biarkan bergerak hangat. Biarkan bergerak halus. Biarkan bergerak tanpa arah. Agar sang Sufi menari di lentikmu. Menyatu… Menyatu dengan alam. Menyatu dengan semesta.

Biarkan apimu menaik gemulai. Perlahan… dan bergelora akbar… → continue reading

Revisiting ‘My’ NLP

Seiring dengan proses editing naskah saya, saya pun melakukan peninjauan kembali naskah tersebut dari awal hingga akhir. Sebuah proses yang melelahkan, namun sekaligus mencerahkan.

Kok mencerahkan?

Ya, karena rupanya saya jadi berkesempatan untuk meninjau kembali berbagai pemahaman yang sejauh ini telah begitu mapan saya tanam dalam diri saya tentang NLP. Uniknya, saya menemukan buanyak pemahaman baru, yang belum pernah terpikir sebelumnya. Serangkaian simpul-simpul baru pun terjalin menyusun bangunan pemahaman yang semakin luas.

Apa saja sih?

→ continue reading

Tips Membuang Ketakutan Seseorang Secara Conversational

Rupanya Pulau Bali masih tetap mempesona, daerah Nusa Dua-pun masih memikat mata dan jiwa. Gabungan pasir, matahari dan budaya, selalu memanggil kembali untuk pergi ke sana.

Mungkin karena berasal dari kampung…, maka bagi saya yang paling menarik dan paling saya sukai dari Pulau Bali justru adalah jajanan Nasi Jenggo. Nasi bungkus seharga Rp 1.500,-, yang dijual dipinggir-pinggir jalan! Dibungkus dengan daun pisang. Saya biasa makan 2-3 bungkus. Yang paling enak adalah yang di seputaran seberang gedung mall besar di daerah Kuta. Sambalnya itu lho…

Anda tentunya pernah mengalami makan yang seenak itu, makanan yang bagi orang lain mungkin biasa saja… , namun buat Anda… Wuihhh, enak bukan main.

Apakah Anda mengenali bahwa kita punya kemampuan untuk mengingat pengalaman makan enak, lantas bereaksi menjadi kepingin lagi makan enak. Ini mengandung arti  pikiran kita mampu mempengaruhi fisiologi kita. Alangkah baiknya, sebaiknya jangan    teruskan membaca artikel ini, karena dipenuhi dengan kata-kata yang akan mempengaruhi pikiran pembaca.

→ continue reading

Advanced Hypnotic Abreaction Techniques

Abreaction adalah topik yang sangat menarik untuk dibahas. Setiap hipnoterapis dalam praktik membantu klien mengatasi masalahnya pasti pernah mengalami klien yang meledak emosinya. Nah, ledakan emosi ini yang disebut dengan abreaction atau catharsis.

Saya pernah membahas abreaction di artikel sebelumnya dengan judul ìHow to Handle Abreaction and Catharsisî. Jika anda belum membacanya saya sarankan untuk mengunjungi http://www.quantum-hypnosis.com/index.php?pid=dtl_artikel&id=60.

Materi yang saya tulis di artikel ini adalah materi update, hasil penelitian, pengujian, dan pengembangan yang dilakukan oleh Tim Advanced Research & Development Quantum Hypnosis Indonesia, dan saya ajarkan di kelas 100 jam sertifikasi hipnoterapis melalui pelatihan Scientific EEG & Clinical Hypnotherapy.

Penggunaan abreaction dalam terapi bukanlah hal baru. Freud juga menggunakan teknik ini dan menemukan bahwa simtom histeria pada klien hilang seketika dan tidak bisa muncul lagi jika klien berhasil secara menyeluruh membangkitkan kembali memori-memori beserta emosi yang menjadi penyebab histeria.
→ continue reading

Tip Praktis NLP#84: Mission Dialog “Royaltipun Jadi Beca”

Royaltipun Berubah Jadi Beca

Mewakili Anda para pembaca, sebagian dana dari Royalti buku ini, sudah saya belikan beca untuk Mas Karno yang mangkal di tikungan jalan Malioboro dan Sosrowijayan. → continue reading

NLP Untuk Berat Badan Ideal? Mau???

Ted, nggak salah tuh?

Apanya yang salah dan enggak?

Ya itu, mau sharing tentang NLP dan slimming.

Emang apa yang salah?

Kok tiba-tiba menclok ke dunia per-slimming-an?

Nggak menclok kok.

Terus?

→ continue reading

Tip Praktis NLP#83: Dekapan Hati “Rasa Takut Kehilangan Bunda Dorcepun Menjadi Ikhlas”

“Ha ha ha ceritaku masuk juga ya. Makasih Pak Krishna semoga menjadi inspirasi semua orang”

Demikian pesan dari Bunda Dorce masuk ke Black Berry Messenger saya → continue reading

Makan Gado-gado Pake NLP

Wah, gimana sih tuh tukang gado-gado. Aku bilang pedes kok malah manis begini.

Emang kamu tadi bilang ke dia berapa cabe-nya?

Ya kubilang aja, pedes gitu.

Nah, makanya, lain kali bilang berapa kamu mau dia kasih cabe. Siapa tahu menurut dia itu udah puedes buanget. Jadinya memang nggak kepikir untuk nambahin lagi.

Iya juga yah.

  → continue reading

Tip Praktis NLP#82: Gemericik Air “Membuat Anda Lupa Diri”

Anda tidak mesti belajar “Hipnotis” untuk mencapai relaksasi. Anda bisa menghipnotis diri Anda sendiri (Self Hypnosis).

Anda juga tidak harus beli CD khusus untuk relaksasi, Anda bisa membuatnya sendiri. Mudah, kok… → continue reading

Tip Praktis NLP#81: Daaar!!! “Setan Pikiranpun Ngacir”

“Bagaimana Anda bisa membuat Impian dengan baik, jika masih ada Setan yang menganggu di pikiran? Jernihkanlah dulu pikiran Anda…” → continue reading

Agenda Spiritual NLP

Saya memulai pengembangan Spiritual NLP dengan alasan yang amat sederhana. Sebuah alasan yang berangkat dari keawaman saya mengenai ranah spiritual dan agama. Ya, saya bukanlah seorang ustadz, apalagi ahli agama. Saya adalah praktisi psikologi. Sementara itu, jauh di atas profesi saya, saya adalah seorang Muslim, yang menikmati keislaman saya.

Nah, dalam kondisi sedang menyelami perjuangan untuk mendekat pada Sang Pencipta, saya menemukan bahwa umur manusia begitu singkat jikalau digunakan untuk hal-hal yang tidak mendekatkan saya pada tujuan akhir: bertemu Allah sebagai ahli surga.

→ continue reading

Tip Praktis NLP#80: Mister Bean “Hanya 5 menit Bos Nyebelin Jadi Wakakakak…”

“Ampun!!! Saya mau berhenti aja. Saya nyerah deh… Saya sudah tidak tahan dengan Bos saya yang nyebelin banget, mana gaji gak naik-naik. Huh! Sebel!” → continue reading

Spiritual NLP

Wah, apa nih?

Ya, Spiritual NLP.

Maksudku, apa lagi nih? Memangnya NLP kurang, kok musti dispiritualkan?

Begitulah.

Wah, bukannya NLP itu sudah komplit? Kurang apa lagi?

Beneran pengen tahu?

→ continue reading

HYPNOSIS #26 : Hebat mana Ericksonian Hypnoterapy dengan NLP ?

Setiap kajian Ericksonian Hypnotherapy , Saya sering mendapat pertanyaan tersebut dari peserta yang kebetulan pernah belajar NLP.

Sungguh menarik untuk menjawab pertanyaan peserta apalagi untuk membongkar map nya. Apa sesungguhnya yang dimaksud dengan Hebat, apa kriterianya, dan seberapa penting Hebat itu dalam peta hidup dan kehidupannya.

Pertanyaan itu dijawab mereka dengan Hebat adalah Efektif atau Mangkus atau Manjur. Indikatornya adalah kecepatan waktu, ketepatan treatment dll.

Alih-alih menjawab pertanyaan mereka secara langsung, saya kasih tahu bahwa sebagai Psikolog saya belajar banyak approach terapi. Saya belajar Hypnotherapy, Gestalt Therapy, Part Therapy , Transactional Analysis, Logotherapy, Ego State Therapy, Behavior Therapy, RET, CBT, dll. Dalam menangani kasus, tentunya keunikan kasus ybs akan mengantarkan saya memilih approach mana yang paling efektif bagi klien. Ada kadang-kadang hanya dari satu teknik, ada dari gabungan beragam teknik bahkan ada teknik modifikasi, dan seringkali teknik yang muncul sendirinya saja tidak dapat dikategorikan pada salah satu pendekatan.

→ continue reading

HYPNOSIS # 25 : Lama saya sudah belajar Hypnosis, namun Saya belum mampu menghypnosis, Mengapa?

Pertanyaan tersebut saya dapatkan dari beberapa sahabat yang menurut pengakuannya sudah belajar lama tentang hypnosis.

Saya sungguh kagum dengan sahabat-sahabat ini. Kagum ingin mengetahui bagaimana modus belajarnya. Ingin kenal proses belajarnya dan lebih lagi ingin tahu apa proses yang belum dilakukan sehingga kompetensi “menghypnosis” belum menjadi bagian dari perilakunya. → continue reading

HYPNOSIS#24 : Di mata anda sebagai Psychotherapist, apa sih manfaat NLP?

Di mata anda sebagai Psychotherapist, apa sih manfaat NLP?

Setelah saya ingat-ingat kembali, pertanyaan serius tersebut diajukan pada 3 kesempatan.

Pertama, saat saya diundang oleh Street NLP nya kang Teddy Prasetyamulyawan , di rumah makan minangkabau Blok M Plaza saat baru kembali dari Sydney usai selaraskan Indonesian indigenous psychotherapy dengan Ericksonian dan Self Relation Psychotherapy nya Stephen G Gilligan, PhD.

Kedua, saat saya dibujuk oleh wadya bala TMI dengan provokatornya mas Iwan Ketan, Rahmadsyah Nurdin, Syamsul Hatta, Fitra Faturochman untuk sharing di perguruan tinggi di bilangan Bekasi. Seingat saya Ki Noeryanto Dhipuro turut membersihkan tempat penyelenggaraan dari hawa-hawa negative.

Ketiga saat saya mendapatkan undangan dari Pimpinan Sinergi Lintas Batas, Kang Mas Ronny Furqoni Ronodirdjo untuk manggung di pelataran kantor SLB di bilangan Kuningan.

→ continue reading

HYPNOTHERAPY#24 : Forgiveness therapy dan EFT kok nggak manjur sih? Harus pake apa nih kang?

Forgiveness therapy dan EFT kok nggak manjur sih? Harus pake apa nih kang?

Pertanyaan ini diajukan oleh seorang sahabat praktisi Hypnotherapy yang mengeluh ” bila berbicara serasa kurang lepas dan ada yang mengganjal dan menahan”. Hasil hypnoanalisa yang dilakukannya menyatakan bahwa ada peritiwa yang mengganjal dan memicu keadaannya.

Sambil ngobrol saya bilang “ Coba panggil kembali ke dalam kesadaran peristiwanya, mari kita amati apa yang terjadi pada dirimu”. Tak lama kemudian wajah sang kawan yang berkulit kuning itu memerah dan menghitam, bibir terkatup, gigi gemeletuk dan leher ada tanda-tanda ketegangan. Nafas tertahan dan kemudian “Wuh… sialan tuh orang, padahal aku sudah lakukan Forgiveness Therapy dan EFT nih “katanya “ Ehhh masih muncul dan memicu emosi juga” uijarnya lagi. → continue reading

Tip Praktis NLP#79: Tiuuup Ikhlas “Teknik Lupakan Pacar Cinta Pertama”

“Duh, gara-gara Facebook saya jadi teringat lagi dengan pacar cinta pertama saya, nih!”

Demikian seorang cerita teman sambil menggaruk kepala, walau tidak ada ketombe he he… → continue reading

NLP Dalam Hidup Saya

Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan

Sudah hampir 5 tahun sejak pertama kali saya mengenal NLP. Sebuah masa yang pendek jika dilihat dari angkanya, sekaligus panjang saat dirunut tiap detik yang ada di dalamnya. Betapa tidak? Begitu banyak hal—hal-hal yang belum pernah terpikir oleh saya sebelumnya—terjadi ketika saya belajar dan mempraktikkan NLP secara serius.

Wah, kok kayaknya canggih betul ya? Apa iya begitu?

Ah, setelah membaca artikel ini sampai habis, simpulkan saja sendiri deh.

→ continue reading

Tip Praktis NLP#78: Diam “Biar Makin Akrab dengan sang Batin”

“Pak Krishna, bagaimana bapak membuat diri bapak selalu semangat?”

Demikian pertanyaan yang kerap muncul saat saya berbagi motivasi. Menurut saya ini pertanyaan yang aneh dan tidak masuk akal. Bagaimana mungkin saya selalu termotivasi, bagaimana mungkin saya bisa selalu semangat, bagaimana mungkin saya selalu percaya diri? Ya, tidak mungkinlah. Kalau saya selalu termotivasi, kapan saya tidurnya ha ha ha…

Jawaban canda yang selalu saya berikan adalah berikut ini: “Kuncinya agar kita selalu termotivasi dan bersemangat adalah dengan berdiam diri…” → continue reading