Makan Gado-gado Pake NLP

Wah, gimana sih tuh tukang gado-gado. Aku bilang pedes kok malah manis begini.

Emang kamu tadi bilang ke dia berapa cabe-nya?

Ya kubilang aja, pedes gitu.

Nah, makanya, lain kali bilang berapa kamu mau dia kasih cabe. Siapa tahu menurut dia itu udah puedes buanget. Jadinya memang nggak kepikir untuk nambahin lagi.

Iya juga yah.

  → continue reading

HYPNOTHERAPY#24 : Forgiveness therapy dan EFT kok nggak manjur sih? Harus pake apa nih kang?

Forgiveness therapy dan EFT kok nggak manjur sih? Harus pake apa nih kang?

Pertanyaan ini diajukan oleh seorang sahabat praktisi Hypnotherapy yang mengeluh ” bila berbicara serasa kurang lepas dan ada yang mengganjal dan menahan”. Hasil hypnoanalisa yang dilakukannya menyatakan bahwa ada peritiwa yang mengganjal dan memicu keadaannya.

Sambil ngobrol saya bilang “ Coba panggil kembali ke dalam kesadaran peristiwanya, mari kita amati apa yang terjadi pada dirimu”. Tak lama kemudian wajah sang kawan yang berkulit kuning itu memerah dan menghitam, bibir terkatup, gigi gemeletuk dan leher ada tanda-tanda ketegangan. Nafas tertahan dan kemudian “Wuh… sialan tuh orang, padahal aku sudah lakukan Forgiveness Therapy dan EFT nih “katanya “ Ehhh masih muncul dan memicu emosi juga” uijarnya lagi. → continue reading

NLP Dalam Hidup Saya

Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan

Sudah hampir 5 tahun sejak pertama kali saya mengenal NLP. Sebuah masa yang pendek jika dilihat dari angkanya, sekaligus panjang saat dirunut tiap detik yang ada di dalamnya. Betapa tidak? Begitu banyak hal—hal-hal yang belum pernah terpikir oleh saya sebelumnya—terjadi ketika saya belajar dan mempraktikkan NLP secara serius.

Wah, kok kayaknya canggih betul ya? Apa iya begitu?

Ah, setelah membaca artikel ini sampai habis, simpulkan saja sendiri deh.

→ continue reading

Mengapa Fitnah Itu Lebih Kejam Dari Pembunuhan?

Si A itu galak.

Si B itu nyebelin lho.

Demikian 2 kalimat yang saya dengar beberapa waktu belakangan di sebuah kantor. Beruntung, alih-alih mode gosip, yang muncul dalam kepala saya adalah alarm Meta Model. Ya, 2 kalimat tersebut jelas-jelas mengandung pelanggaran Meta Model, yang tidak saja punya efek hipnotik pada pendengarnya, melainkan juga mengandung sugesti (content) yang berbahaya.

Wah, yang bener? Kalimat sederhana itu?

→ continue reading

Delete Aja: Terapi ala Orang IT

Ted, kemarin kan abis review. Wah, pusing berat, aku dibantai abis.

Loh, kok sekarang masih utuh?

Hehehe…bisa aja lo. Maksudnya, aku kemarin dimarah-marahin sama bosku.

Ya, udah biasa kan?

Iya sih. Cuman kok rasanya, sampai sekarang rasa takut itu masih terasa terus ya. Padahal biasanya aku tuh bebal loh.

Terus?

Ya, bantuin donk. Kemarin aku dengar si X kamu bantuin untuk diet udah mulai berhasil tuh.

→ continue reading

Tip Praktis NLP#67: Balon Cinta “Biarkan Hukum Alam Semesta Bekerja”

( Teknik berikut ini akan saya bawakan di acara Terapi Musik, Radio Sonora 92.0 FM dan jaringannya (Palembang, Bangka, Pontianak, Bandung (Raka FM), Semarang, Jogja, Solo (Ria FM) dan Surabaya) pada hari Minggu, 24 Mei 2009 jam 22:00-24:00 )

“Saat Anda mengalami masalah yang SANGAT BERAT dan RUMIT, bagaimana Anda menyelesaikannya?”

Demikian tanya seorang teman sesama lulusan angkatan 2004 program training “Money & You” dan “Business School for Entreprenuer” di Kuala Lumpur, Malaysia, pertengahan Mei 2009 lalu, saat saya diminta sharing pengalaman setelah pelatihan tersebut.

Kebetulan sebagai alumni, kami boleh kembali hadir untuk refreshing di program training yang sudah berjalan lebih dari 30 tahun ini, yang telah menghasilkan lulusan seperti: Anthonny Robbins (World-class Business Coach), Robert Kiyosaki (Rich Dad/Poor Dad), Jack Canfield dan Mark Victon Hansen (Chicken Soup of the Soul), Spencer Johnson (Who Moved My cheese) dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sebagai manusia biasa, pastilah sayapun pernah mengalami masalah yang berat (paling tidak menurut saya) dan juga rumit. Dapat dipastikan, hampir semua orang mengalaminya sebagai tangga ujian naik kelas yang lebih tinggi. Namun, salah satu strategi yang sering saya gunakan adalah saya tidak menyelesaikannya dengan kekuatan diri sendiri, namun saya… → continue reading

NLP Untuk Menikmati Hari Ini

“Yesterday is history. Tomorrow is mystery. Today is a gift, that’s why we call it PRESENT.”

Demikian kalimat terkenal yang tentu Anda tahu kalau sudah pernah nonton film Kung Fu Panda. Nasihat bijak nan berharga itu dituturkan oleh Guru Oogway kepada Po yang begitu gelisah menjalani latihannya untuk menjadi seorang Pendekar Naga. Film yang “NLP banget” ini memang saya tonton berkali-kali karena memiliki banyak pesan moral yang disampaikan dengan gaya humor sehingga membuat kita disassociated dan bisa meraih makna dengan lebih mudah.

Tapi, omong-omong, kenapa juga ya saya tiba-tiba membahas film ini?

Begini ceritanya.

Sempat saya berpikir bahwa mempelajari NLP adalah untuk menghapus berbagai hal buruk yang pernah saya alami di masa lalu. Wajar saya saya berpikir demikian, sebab memang yang paling terkenal dari NLP ya itu, terapinya itu lho. Meskipun kini banyak dikampanyekan bahwa “NLP is NOT therapy”, tetap saja terapi adalah cara paling gampang ‘menjual’ NLP. Dibandingkan dengan teknik “Disney Creativity Strategy”, Anda tentu lebih sering mendengar “Fast Phobia Cure” dibicarakan, bukan?
→ continue reading

Meng-‘crack’ struktur perilaku ‘proses pembelian’ dengan NLP

Siang tadi saya ke sebuah Mall yang konon terbesar di Indonesia yang terletak di bilangan Slipi/Tomang bersama keluarga, setelah seminggu meninggalkan mereka untuk memberikan pelatihan Licensed Practitioner of NLP di Yogyakarta yang luar biasa sukses.

Saat masuk foodcourt, saya segera disadarkan bahwa sistem pembelian harus memakai kupon uang-uangan yang dibeli di loket. Seingat saya, emang sudah lama sekali Mall ini memberlakukan sistem ini untuk mengelola footcourt mereka. Tentunya ada ada alasan tertentu yang mereka miliki sehingga memutuskan menggunakan cara ini. Mungkin saja ini adalah cara untuk mengontrol agar omset setiap counter dapat diketahui dengan pasti dan tidak terjadi manipulasi jumlah pembelian dan komisi. Beberapa Mall memang memberlakukan sistem bagi hasil dan bukan sistem sewa ruang murni. Dengan cara bagi hasil ini, maka jika untung dinikmati bersama, rugi juga demikian halnya.

Well, sebagai seorang praktisi NLP, tentunya kita tidak akan melewatkan kesempatan melakukan information gathering dan getol dalam mengamati perilaku dengan attitude “ingin tahu”. Di Mall ini, saya memutuskan untuk menyalurkan hasrat mengamati perilaku pembeli yang ada di foodcourt ini, tentunya mengamati menggunakan keilmuan NLP. Saya tahu Anda penasaran bagaimana cara meninjau struktur proses perilaku dari kacamata NLP.
→ continue reading

Mempertahankan State saat Khutbah Jum’at

”Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli (kesibukan pekerjaan)”

Ada fenomena menarik saat melaksanakan ibadah Sholat Jumat, terutama adalah saat mendengarkan 2 Khutbah menjelang pelaksanaan 2 rakaat Sholat. Yaitu fenomena terkantuk-kantuk bahkan sampai tertidur lelap (baca: mendengkur). Sampai-sampai ada ungkapan bahwa terapi Insomnia terbaik adalah saat mendengarkan Khutbah Jumat.

Fenomena yang kedua adalah meskipun berada di dalam Masjid dan mendengarkan khutbah, namun pikiran kita teraktivasi untuk memikirkan hal-hal di luar materi khutbah. Karena mendengarkan Khutbah Jumat adalah bagian dari Ibadah Sholat Jumat, idealnya saat itu kita sudah berada pada state ibadah, yaitu pada gelombang otak alpha menuju theta. Sehingga kita fokus mendengar dan menyimak esensi khutbah sambil menyiapkan diri masuk ke state Sholat (theta menuju delta).
→ continue reading

Bantu Anak Menghadapi U.A.N. Dengan NLP

Saat Anda mengikuti Pelatihan Licensed NLP Practitioner, Anda akan kami kenalkan dengan para alumni yang sudah mengikuti di batch sebelumnya. Minggu lalu saat batch 3, beberapa alumni juga banyak yang datang berkunjung. Menarik sekali, beberapa dari mereka menceritakan mengenai pengalamannya diminta menjadi trainer oleh sekolah SMA/SMP dimana mereka dahulu sekolah. Meka diminta memberi pelatihan motivasi untuk membantu adik-adik kelasnya agar dapat efektif dalam menghadapi UAN.

Tentu saja, kami semua senang sekali mendapati cerita itu dan merasa bersyukur, betapa alumni Sinergy Lintas Batas rajin berbagi dan membantu orang lain dengan ilmu NLP yang dimilikinya. Bukankah membuat kebaikan 1 kali dalam 1 hari adalah niat yang baik dari setiap alumni Sinergy Lintas Batas?

SUGESTI NEGATIF

Dari berbagai cerita yang saya dengar, termasuk pengalaman waktu kecil dulu, tanpa disengaja guru-guru sekolah terkadang menekankan pentingnya belajar menghadapi ujian. Sayangnya cara menekankan itu dilakukan dengan cara yang keliru. Mereka sering menggambarkan betapa sulit dan mengerikannya UAN, dan ditambah dengan menakut-nakuti dengan berbagai cara. Tujuannya siiiiiih baik, agar anak mau belajar dengan bersungguh-sungguh…

→ continue reading

Pertanyaan di Saat Krisis

Khawatir. Demikian kata yang akrab dengar beriringan dengan merebaknya berita tentang krisis ekonomi global yang muncul beberapa waktu belakangan.Betapa tidak? Beberapa rekan sudah merasakan sendiri pemangkasan yang dilakukan oleh perusahaannya. Rekan yang lain bahkan sudah diberi paket hemat untuk dapat bekerja secara mandiri atau mencari perusahaan lain yang mampu mempekerjakan mereka.

Semua karena apa?

Krisis. Krisis. Krisis. Begitu kata orang. Harga naik karena krisis. Kredit macet meningkat karena krisis. Penjualan menurun karena krisis. Budget dipotong karena krisis. Saham anjlok karena krisis. Krisis. Krisis. Krisis.

→ continue reading

Mumpung Krisis

Krisis ekonomi global. Nilai rupiah menurun. Dolar semakin tinggi. IHSG menakutkan. Ekspor menurun. Budget dipotong. Karyawan dikurangi.

Para presiden pusing. Para menteri pening. Para pialang kriting.

Jika Anda sama dengan saya, maka kata-kata di atas adalah kata-kata favorit berbagai media beberapa minggu belakangan. Sampai-sampai, saya menemukan sebuah lelucon yang menceritakan seorang anak yang mengatakan bahwa ayahnya bekerja di klub gay, alih-alih jujur mengakui bahwa sebenarnya sang ayah bekerja di Lehmann Brothers!

→ continue reading

Cara Mudah Mendapatkan Dana Pelatihan NLP

Semenjak di-launch iklan 7 days Licensed Practitioner NLP, banyak sekali email dan SMS  yang masuk dan minta informasi lebih jauh. Nah salah satu fenomena yang menarik adalah cukup banyak yang mengatakan ingin sekali hadir, namun masih belum siap dengan biayanya.  Bahkan ada  beberapa orang yang minta gratis, minta mencicil biaya pelatihan, dll… Akhirnya, saya jadi tergelitik menulis artikel ini. Beberapa bagian tulisan ini, diambil dari pelatihan saya yang lain.

Oke, mari kita berdiskusi agar  berada dalam kondisi lebih berdaya, daripada minta gratisan… Mendapatkan dan berharap dapat gratisan atau harga murah terkadang hanya akan mengurangi kesungguhan/kesiapan pikiran kita saat pelatihan… Mari kita buka pikiran kita semua, artikel ini cocok dipakai untuk mengikuti pelatihan NLP dari trainer siapapun juga kok…  Oke…

→ continue reading

Mengapa Mesti Membaca Doa?

Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan

 

Menjelang puasa, nuansa ruhani dan spiritual semakin mengelilingi kehidupan saya. Bulan magis ini memang luar biasa. Disebut sebagai bulan kemarau, agar orang tidak silau dengan kemudahan, dan menarik makna dari ‘kesulitan’.

 

Baru saja saya selesai mengisi kelas 2 hari tentang aplikasi NLP di bidang rekruitmen, saya pun mendapatkan ilmu baru. Bermula dari kebiasaan saya untuk menerangkan apa itu NLP, sebuah ilham pun hadir di hadapan.

 

Neuro-Linguistic Programming, ia disebut demikian, karena sebuah alasan. Neuro dan Linguistic, selalu dihubungkan dengan sebuah “-“, karena keduanya saling berkait. Neuro, alias saraf, adalah bahan baku dari pikiran dan perasaan. Dan, melalui penguasaan bahasa, kita bisa melakukan intervensi terhadap susunan saraf itu, yang otomatis berdampak terhadap pikiran dan perasaan yang ditimbulkannya. Dengan kata lain, kita bisa melakukan programming pada pikiran dan perasaan, juga re-programming jika program yang lama sudah tidak sesuai dengan kondisi yang kita alami.

 

→ continue reading

NLP dan Jodoh

“Pacaran itu tidak ada gunanya.”

 

Demikian yang pernah saya pelajari sewaktu aktif di aktivitas organisasi kerohanian dulu. Sekalipun saya tahu bahwa kalimat tersebut bersumber dari ajaran agama, saya masih belum benar-benar paham maksud dari ajaran tersebut. Pun, meskipun saya tahu bahwa pasti ada maksud baik dari ajaran tersebut, saya masih juga berpacaran selayaknya remaja pada umumnya.

 

Bagi saya dan teman-teman pada waktu itu, pacaran adalah sesuatu yang sah saja, asalkan dijalani dengan rambu-rambu yang tidak melanggar norma. Pacaran, selayaknya sebuah budaya di kalangan orang muda, dilakukan antara lain sebagai sebuah proses pengenalan dan pembelajaran sebelum pada waktunya nanti memutuskan untuk hidup berumah tangga dalam sebuah pernikahan. Meskipun memang, tidak semua remaja yang berpacaran memiliki rencana sejauh itu. Cukup banyak yang menjalani sebagai bentuk tren semata.

 

→ continue reading

Sebab Kita Tidak Hanya Bicara dengan Bahasa Tubuh

Sebuah kenyataan umum di antara para praktisi NLP, ketika berbicara tentang komunikasi maka ada angka-angka yang hampir tidak pernah absen disebut-sebut: 7-38-55. Seolah telah menjadi pedoman baku, angka tersebut—biasanya—berbunyi kira-kira adalah bahwa dalam komunikasi kata-kata hanya memainkan peran sebanyak 7%, tonalitas alias cara pengucapan sebesar 38%, dan fisiologi alias bahasa tubuh sebesar 55%. Dan, inilah yang kemudian selalu dijadikan dasar untuk mengajarkan pentingnya mengemas sebuah pesan melalui tonalitas dan bahasa tubuh yang sesuai.

Sempat memang saya setuju dengan teori ini, sampai suatu waktu saya menemukan sebuah artikel lain yang juga ditulis oleh seorang praktisi NLP, Dr. C. E. “Buzz” Johnson. → continue reading

Saya Bermimpi Tentang Indonesia

Sebelum Anda membaca lebih jauh dan menyelesaikan artikel ini, saya ingin mengklarifikasi bahwa tulisan ini bukan dibuat berdasarkan logika seorang ahli sosial politik, kenegaraan, atau perekonomian. Saya tidak mengerti satu pun di antara ilmu-ilmu tersebut, selain dari apa yang saya logikakan sendiri. Ini hanya sebuah kicauan dari anak bangsa, yang dengan apa yang dimilikinya ingin memulai sebuah langkah yang lebih bermakna bagi tanah airnya.

Saya tidak pernah berani bermimpi besar, sebelum saya mempelajari NLP dan mulai mempraktikkannya dalam kehidupan saya. Setiap mimpi selalu membuat saya takut dan ragu ketika tiba saatnya untuk memulai langkah untuk mewujudkannya. Sampai sebuah hal yang aneh terjadi di penghujung tahun 2007. Saya membuka kembali agenda saya yang lama tidak saya tengok. Saya menemukan beberapa lembar kertas bertuliskan visi dan misi hidup yang saya revisi di awal tahun, berikut beberapa impian yang ingin saya raih hingga beberapa tahun ke depan. Aneh, karena beberapa impian yang saya targetkan terwujud di tahun 2008, sudah 90 persen terwujud di tahun 2007.

→ continue reading

Fokus pada penyelesaian masalah

Pikiran itu energi. Sesuai dengan salah satu sifat dasar energi adalah membentuk. Energi membentuk, seperti energi listrik, energi ini tdak terlihat namun dapat dirasakan, dan merupakan sumber untuk membentuk energi lain, yakni dari setrum (arus) listrik dapat menggerakkan mesin atau menjalankan komputer.

Saya katakan bahwa pikiran itu energi, karena pikiran kitalah yang akan menggerakkan aktifitas kita dan bahkan membentuk nasib kita. Apa pun aktifitas Anda hari ini dan bahkan nasib Anda hari ini merupakan hasil dari aktifitas energi pikiran kita. Pikiran –bekerja sama dengan niat (spirit)– menentukan aktifitas kita hari ini.

Bermanfaat atau tidaknya sebuah energi sangat tergantung pada bagaimana seseorang dapat memanfaatkannya. Energi listrik yang mengalir di rumah kita, kemanfaatannya → continue reading

When problem become solution

Apa iya problem bisa menjadi solusi ? Masa sih? Bukankah problem ya problem, solusi adalah hal lain? Bila pertanyaan tersebut mampir kepada diri anda, Santai saja. Anda tidak sendirian. Saya pun demikian. Lho !!! Kok , gitu sih.

Ada bagusnya mari simak ilustrasi berikut. Sengaja diambil dari cerita-cerita mengenai kasus yang ditangani Milton H. Erickson .

1. Ratu bunga dari Milwaukee

Ada salah satu murid Erickson yang meminta bantuan karena bibinya yang berusia 52 tahun, masih gadis, suka menyendiri, tidak pernah bergaul bahkan menyapa tetangganya. Khusus untuk kasus ini Erickson sengaja datang ke rumah Gadis tua dan mengunjunginya sebagai seorang tamu. Ia mendapatkan sejumlah fakta sang Gadis tua persis seperti yang → continue reading

How to Persuade, Motivate, and Lead Others

The Map is not the Territory

“Peta bukanlah wilayah yang sesungguhnya.”Mengapa orang-orang memancing menggunakan umpan yang disukai ikan daripada menggunakan makanan manusia? Tentunya jika kita ingin membuat seekor ikan mendekat dan memakan pancing yang disediakan, kita harus menggunakan makanan yang disukai ikan, bukan? Jika kita ingin memotivasi seseorang, bukankah kita harus menggunakan cara yang serupa? Tapi apa yang terjadi adalah biasanya orang justru sering menggunakan apa yang mereka sukai untuk memotivasi orang lain dengan menganggap bahwa orang lain akan menyukai hal yang sama.

→ continue reading