<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: How To Handle Abreaction And Catharsis</title>
	<atom:link href="http://portalnlp.com/?feed=rss2&#038;p=373" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://portalnlp.com/?p=373</link>
	<description>Membebaskan Belenggu Pikiran Dengan Neuro-Linguistic Programming</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Sep 2010 07:10:26 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Adi W. Gunawan</title>
		<link>http://portalnlp.com/?p=373&#038;cpage=1#comment-4330</link>
		<dc:creator>Adi W. Gunawan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 09:34:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://portalnlp.com/?p=373#comment-4330</guid>
		<description>Hi Pak Fadholi,

Senang berkenalan dengan Bapak. Saya akan menyelenggarakan kelas pelatihan hipnoterapi 100 jam di Jakarta bulan Juli. Informasi lengkap bisa lihat di www.quantum-hypnosis.com atau www.adiwgunawan.com. 

Salam hangat,

Adi W. Gunawan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hi Pak Fadholi,</p>
<p>Senang berkenalan dengan Bapak. Saya akan menyelenggarakan kelas pelatihan hipnoterapi 100 jam di Jakarta bulan Juli. Informasi lengkap bisa lihat di <a href="http://www.quantum-hypnosis.com" rel="nofollow">http://www.quantum-hypnosis.com</a> atau <a href="http://www.adiwgunawan.com" rel="nofollow">http://www.adiwgunawan.com</a>. </p>
<p>Salam hangat,</p>
<p>Adi W. Gunawan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fadholi</title>
		<link>http://portalnlp.com/?p=373&#038;cpage=1#comment-4329</link>
		<dc:creator>Fadholi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 09:01:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://portalnlp.com/?p=373#comment-4329</guid>
		<description>Pak Adi ysh,

Membaca artikel dan paparan Bapak. Saya yang selama ini penasaran dengan Hypnotheraphy dan sangat tertarik menjadi tercerahkan. Enam bulan ini saya sedang giat-giatnya belajar NLP, termasuk sudah ikut kelas salah satu master NLP Insonesia. Mohon penjelasan untuk kelas Hypnotheraphy Bapak.

Salam kenal,

Fadholi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Adi ysh,</p>
<p>Membaca artikel dan paparan Bapak. Saya yang selama ini penasaran dengan Hypnotheraphy dan sangat tertarik menjadi tercerahkan. Enam bulan ini saya sedang giat-giatnya belajar NLP, termasuk sudah ikut kelas salah satu master NLP Insonesia. Mohon penjelasan untuk kelas Hypnotheraphy Bapak.</p>
<p>Salam kenal,</p>
<p>Fadholi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Adi W. Gunawan</title>
		<link>http://portalnlp.com/?p=373&#038;cpage=1#comment-4327</link>
		<dc:creator>Adi W. Gunawan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 05:41:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://portalnlp.com/?p=373#comment-4327</guid>
		<description>Hi Pak Daday,

Senang bisa mendapat sapaan Bapak kembali. Saya yang justru sangat berterima kasih kepada Bapak dan juga rekan-rekan lainnya yang telah bersedia membuka hati dan memberikan saya kesempatan untuk berbagi pengharapan, ilmu, pengetahuan, dan pengalaman. 

Sebagai sesama terapis saya sangat menghargai apa yang Bapak lakukan. Dan saya juga belajar banyak pada pengalaman rekan-rekan terapis lainnya. Mereka semua punya kelebihan dan keunikan. 

Guru yang sesungguhnya adalah klien-klien kita. Mereka lah pengajar yang &quot;memaksa&quot; kita untuk terus berkembang dan semakin meningkatkan diri.

Dan buku yang paling lengkap dan tak kan pernah habis dipelajari adalah buku sumber dari segala sumber buku yaitu Buku Kehidupan.  

Saya juga belajar banyak dari para tokoh hipnosis/hipnoterapi Indonesia.

Salam hangat,

Adi W. Gunawan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hi Pak Daday,</p>
<p>Senang bisa mendapat sapaan Bapak kembali. Saya yang justru sangat berterima kasih kepada Bapak dan juga rekan-rekan lainnya yang telah bersedia membuka hati dan memberikan saya kesempatan untuk berbagi pengharapan, ilmu, pengetahuan, dan pengalaman. </p>
<p>Sebagai sesama terapis saya sangat menghargai apa yang Bapak lakukan. Dan saya juga belajar banyak pada pengalaman rekan-rekan terapis lainnya. Mereka semua punya kelebihan dan keunikan. </p>
<p>Guru yang sesungguhnya adalah klien-klien kita. Mereka lah pengajar yang &#8220;memaksa&#8221; kita untuk terus berkembang dan semakin meningkatkan diri.</p>
<p>Dan buku yang paling lengkap dan tak kan pernah habis dipelajari adalah buku sumber dari segala sumber buku yaitu Buku Kehidupan.  </p>
<p>Saya juga belajar banyak dari para tokoh hipnosis/hipnoterapi Indonesia.</p>
<p>Salam hangat,</p>
<p>Adi W. Gunawan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Daday Rahmat Hidayat</title>
		<link>http://portalnlp.com/?p=373&#038;cpage=1#comment-4326</link>
		<dc:creator>Daday Rahmat Hidayat</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 04:13:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://portalnlp.com/?p=373#comment-4326</guid>
		<description>Yth. Pak Adi Wijaya Gunawan,
Suatu kebanggaan bagi saya bisa menimba ilmu Hypnotherapy, langsung dari seorang master seperti Pak Adi, yg selalu mengupdate ilmunya, bahkan dari hasil pengalaman prakteknya bisa juga memperkaya pengetahuan yg dimiliki. 
Saya baru menyadari bahwa proses belajar hypnotherapy bukan hanya di dalam kelas saja, namun bisa saja terjadi proses belajar  saat menghadapi suatu kasus yg dihadapi dalam praktek. Saya tahu pasti, karena saya mengalaminya saat interaksi dengan Pak Adi.

Tidak sembarangan guru hypnotherapy bisa menangani kasus abreaction, karena kasus ini seringkali muatannya mirip kesurupan dalam kasus tertentu. 
Abreaction dan kesurupan boleh jadi sarana untuk merilis atau mengeluarkan emosi yg terpendam.

Walhasil, dengan teknik penanganan abreaction yg diberikan pak Adi saat kelas QHI, saya sekarang dengan mudah dan simple bisa menangani orang kesurupan atau trance, tidak perlu lagi pakai ajian ajian tertentu atau japa mantra untuk penyembuhan orang kesurupan.
 
Komentar saya : Pak Adi memang luar biasa, dan tidak salah saya telah belajar dari sumber yg mumpuni.
Kreatifitas yg timbul saat interaksi dengan para murid, bisa saja menghasilkan variasi dan improvisasi dari ilmu hypnosis, misalnya Hypno NLP, Hypno EFT, surogate EFT (EFT jarak jauh) dsb.
dan kalimat yg paling saya ingat dari Pak Adi adalah seorang guru/instruktur/trainer berhak dicabut izin mengajarnya bila sudah tidak mau lagi belajar.

Terima kasih Pak Adi atas pencerahan dan inspirasi yg diberikan. Semoga kita bisa mencerahkan alam semesta.

Terima kasih juga kepada rekan rekan di forum ini, salam kenal dan semoga saja diskusi di forum ini bermanfaat bagi peningkatan kwalitas hidup manusia.
Wassalam

Daday Rahmat Hidayat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yth. Pak Adi Wijaya Gunawan,<br />
Suatu kebanggaan bagi saya bisa menimba ilmu Hypnotherapy, langsung dari seorang master seperti Pak Adi, yg selalu mengupdate ilmunya, bahkan dari hasil pengalaman prakteknya bisa juga memperkaya pengetahuan yg dimiliki.<br />
Saya baru menyadari bahwa proses belajar hypnotherapy bukan hanya di dalam kelas saja, namun bisa saja terjadi proses belajar  saat menghadapi suatu kasus yg dihadapi dalam praktek. Saya tahu pasti, karena saya mengalaminya saat interaksi dengan Pak Adi.</p>
<p>Tidak sembarangan guru hypnotherapy bisa menangani kasus abreaction, karena kasus ini seringkali muatannya mirip kesurupan dalam kasus tertentu.<br />
Abreaction dan kesurupan boleh jadi sarana untuk merilis atau mengeluarkan emosi yg terpendam.</p>
<p>Walhasil, dengan teknik penanganan abreaction yg diberikan pak Adi saat kelas QHI, saya sekarang dengan mudah dan simple bisa menangani orang kesurupan atau trance, tidak perlu lagi pakai ajian ajian tertentu atau japa mantra untuk penyembuhan orang kesurupan.</p>
<p>Komentar saya : Pak Adi memang luar biasa, dan tidak salah saya telah belajar dari sumber yg mumpuni.<br />
Kreatifitas yg timbul saat interaksi dengan para murid, bisa saja menghasilkan variasi dan improvisasi dari ilmu hypnosis, misalnya Hypno NLP, Hypno EFT, surogate EFT (EFT jarak jauh) dsb.<br />
dan kalimat yg paling saya ingat dari Pak Adi adalah seorang guru/instruktur/trainer berhak dicabut izin mengajarnya bila sudah tidak mau lagi belajar.</p>
<p>Terima kasih Pak Adi atas pencerahan dan inspirasi yg diberikan. Semoga kita bisa mencerahkan alam semesta.</p>
<p>Terima kasih juga kepada rekan rekan di forum ini, salam kenal dan semoga saja diskusi di forum ini bermanfaat bagi peningkatan kwalitas hidup manusia.<br />
Wassalam</p>
<p>Daday Rahmat Hidayat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Daday Rahmat Hidayat</title>
		<link>http://portalnlp.com/?p=373&#038;cpage=1#comment-4325</link>
		<dc:creator>Daday Rahmat Hidayat</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 04:13:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://portalnlp.com/?p=373#comment-4325</guid>
		<description>Yth. Pak Adi Wijaya Gunawan,
Suatu kebanggaan bagi saya bisa menimba ilmu Hypnotherapy, langsung dari seorang master seperti Pak Adi, yg selalu mengupdate ilmunya, bahkan dari hasil pengalaman prakteknya bisa juga memperkaya pengetahuan yg dimiliki. 
Saya baru menyadari bahwa proses belajar hypnotherapy bukan hanya di dalam kelas saja, namun bisa saja terjadi proses belajar  saat menghadapi suatu kasus yg dihadapi dalam praktek. Saya tahu pasti, karena saya mengalaminya saat interaksi dengan Pak Adi.

Tidak sembarangan guru hypnotherapy bisa menangani kasus abreaction, karena kasus ini seringkali muatannya mirip kesurupan dalam kasus tertentu. 
Abreaction dan kesurupan boleh jadi sarana untuk merilis atau mengeluarkan emosi yg terpendam.

Walhasil, dengan teknik penanganan abreaction yg diberikan pak Adi saat kelas QHI, saya sekarang dengan mudah dan simple bisa menangani orang kesurupan atau trance, tidak perlu lagi pakai ajian ajian tertentu atau japa mantra untuk penyembuhan orang kesurupan.
 
Komentar saya : Pak Adi memang luar biasa, dan tidak salah saya telah belajar dari sumber yg mumpuni.
Kreatifitas yg timbul saat interaksi dengan para murid, bisa saja menghasilkan variasi dan improvisasi dari ilmu hypnosis, misalnya Hypno NLP, Hypno EFT, surogate EFT (EFT jarak jauh) dsb.
dan kalimat yg paling saya ingat dari Pak Adi adalah seorang guru/instruktur/trainer berhak dicabut izin mengajarnya bila sudah tidak mau lagi belajar.

Terima kasih Pak Adi atas pencerahan dan inspirasi yg diberikan. Semoga kita bisa mencerahkan alam semesta.

Terima kasih juga kepada rekan rekan di forum ini, salam kenal dan semoga saja diskusi di forum ini bermanfaat bagi peningkatan kwalitas hidup manusia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yth. Pak Adi Wijaya Gunawan,<br />
Suatu kebanggaan bagi saya bisa menimba ilmu Hypnotherapy, langsung dari seorang master seperti Pak Adi, yg selalu mengupdate ilmunya, bahkan dari hasil pengalaman prakteknya bisa juga memperkaya pengetahuan yg dimiliki.<br />
Saya baru menyadari bahwa proses belajar hypnotherapy bukan hanya di dalam kelas saja, namun bisa saja terjadi proses belajar  saat menghadapi suatu kasus yg dihadapi dalam praktek. Saya tahu pasti, karena saya mengalaminya saat interaksi dengan Pak Adi.</p>
<p>Tidak sembarangan guru hypnotherapy bisa menangani kasus abreaction, karena kasus ini seringkali muatannya mirip kesurupan dalam kasus tertentu.<br />
Abreaction dan kesurupan boleh jadi sarana untuk merilis atau mengeluarkan emosi yg terpendam.</p>
<p>Walhasil, dengan teknik penanganan abreaction yg diberikan pak Adi saat kelas QHI, saya sekarang dengan mudah dan simple bisa menangani orang kesurupan atau trance, tidak perlu lagi pakai ajian ajian tertentu atau japa mantra untuk penyembuhan orang kesurupan.</p>
<p>Komentar saya : Pak Adi memang luar biasa, dan tidak salah saya telah belajar dari sumber yg mumpuni.<br />
Kreatifitas yg timbul saat interaksi dengan para murid, bisa saja menghasilkan variasi dan improvisasi dari ilmu hypnosis, misalnya Hypno NLP, Hypno EFT, surogate EFT (EFT jarak jauh) dsb.<br />
dan kalimat yg paling saya ingat dari Pak Adi adalah seorang guru/instruktur/trainer berhak dicabut izin mengajarnya bila sudah tidak mau lagi belajar.</p>
<p>Terima kasih Pak Adi atas pencerahan dan inspirasi yg diberikan. Semoga kita bisa mencerahkan alam semesta.</p>
<p>Terima kasih juga kepada rekan rekan di forum ini, salam kenal dan semoga saja diskusi di forum ini bermanfaat bagi peningkatan kwalitas hidup manusia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Isywara Mahendratto</title>
		<link>http://portalnlp.com/?p=373&#038;cpage=1#comment-4302</link>
		<dc:creator>Isywara Mahendratto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 13:01:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://portalnlp.com/?p=373#comment-4302</guid>
		<description>Salam kenal pak Adi ...

Senang .... ketemu portal NLP. Artikelnya bagus bagus dan mencerahkan. 

Ternyata mas Kris nongkrongnya juga di sini he he he.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal pak Adi &#8230;</p>
<p>Senang &#8230;. ketemu portal NLP. Artikelnya bagus bagus dan mencerahkan. </p>
<p>Ternyata mas Kris nongkrongnya juga di sini he he he&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Teddi P. Yuliawan</title>
		<link>http://portalnlp.com/?p=373&#038;cpage=1#comment-4228</link>
		<dc:creator>Teddi P. Yuliawan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 06:56:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://portalnlp.com/?p=373#comment-4228</guid>
		<description>Salam kenal Pak Adi...

Terima kasih atas artikel komprehensifnya. Saya sendiri pernah mengalami, meskipun sudah berkali-kali menggunakan teknik Time Line Therapy, klien yang mengalami ketakutan saat proses terapi. Rupa2nya, beliau ini memang punya ketakutan pada ketinggian. 
Jadilah kita mesti tenang dan cerdik untuk mengatasi agar proses terapi dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan perubahan pada klien. 

Betul sekali yang diuraikan Pak Yan. Sebagai terapis pemula, paling baik mulai berlatih dari yang sifatnya empowerment. Karena saat sudah mahir melakukan model2 empowerment (baca: membangun resource positif), akan menjadi alat yang ampuh untuk mengatasi kondisi2 tak terduga seperti abreaction.

Saluuut...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal Pak Adi&#8230;</p>
<p>Terima kasih atas artikel komprehensifnya. Saya sendiri pernah mengalami, meskipun sudah berkali-kali menggunakan teknik Time Line Therapy, klien yang mengalami ketakutan saat proses terapi. Rupa2nya, beliau ini memang punya ketakutan pada ketinggian.<br />
Jadilah kita mesti tenang dan cerdik untuk mengatasi agar proses terapi dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan perubahan pada klien. </p>
<p>Betul sekali yang diuraikan Pak Yan. Sebagai terapis pemula, paling baik mulai berlatih dari yang sifatnya empowerment. Karena saat sudah mahir melakukan model2 empowerment (baca: membangun resource positif), akan menjadi alat yang ampuh untuk mengatasi kondisi2 tak terduga seperti abreaction.</p>
<p>Saluuut&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Adi W. Gunawan</title>
		<link>http://portalnlp.com/?p=373&#038;cpage=1#comment-4216</link>
		<dc:creator>Adi W. Gunawan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 00:38:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://portalnlp.com/?p=373#comment-4216</guid>
		<description>Dear Pak Yan,

Terima kasih banget untuk masukan Bapak. Sangat mencerahkan dan memperluas cakrawala pemahaman mengenai hipnosis/hipnoterapi. 

Saya setuju dan mendukung sepenuhnya pendapat dan pandangan yang Bapak tulis. Benar, seharusnya demikianlah kita mempelajari hipnosis/hipnoterapi.

Pada level pemula kita belajar sekian banyak pengetahuan dan teknik yang berguna sebagai landasan pijak berpikir dan bertindak. Ini adalah landasan sains.

Selanjutnya setelah semuanya terintegrasi ke struktur kognisi maka dengan sering praktik kita akhirnya akan menguasai seni hipnosis/hipnoterapi. 

Pada level mahir maka teknik yang digunakan adalah teknik &quot;Tanpa Teknik&quot; karena apapun yang dilakukan terapis sudah merupakan teknik terapi. Dengan kata lain terapis bekerja berdasarkan intuisi (Trusting Mindset), yang seringkali sekan-akan tidak sejalan dengan berbagai teknik awal yang ia pelajari namun justru mampu memberikan hasil terapi yang dahsyat. 

Benar Pak Yan,tulisan ini memang bukan untuk membuat miris rekan-rekan yang ingin belajar hipnoterapi. Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa hipnoterapi sangat dahsyat, seperti juga NLP, jika dipelajari dan dipraktikkan, tentunya dengan dilandasi integritas dan pengetahuan yang benar. 

Sedikit sharing Pak. Saya pernah berdiskusi dengan seorang rekan psikolog mengenai penanganan emosi seorang wanita yang dalam kurun waktu 12 tahun melakukan aborsi 5 x dari hasil hubungan dengan pria yang bukan suaminya. Wanita ini hingga saat diterapi belum menikah. 

Menurut rekan psikolog ini untuk membantu wanita ini menyelesaikan masalah emosinya, terutama perasaan bersalah, berdosa, takut, menyesal, kecewa, dll karena tindakannya itu akan membutuhkan upaya dan waktu yang tidak sedikit.

Namun dengan memproses dan mengeluarkan emosi yang terpendam sekian lama di &quot;reservoir&quot; pikiran bawah sadarnya melalui abreaction/catharsis yang difasilitasi dengan konstruktif maka masalahnya dapat diselesaikan hanya sekejap. Hanya dalam 1 sesi (1 jam) saja dan tuntas.

Beberapa bulan kemudian waktu dilakukan follow up hasilnya tetap positif. Masalah emosi yang berhubungan dengan kejadian itu telah benar-benar clear. 

Di sisi lain pernah ada rekan yang bercerita bahwa ada teknik penanganan abreaction yang agak &quot;lain&quot;. Tekniknya yaitu terapis memabantu klien mengeluarkan emosinya (abreaction) dan setelah itu membiarkan pikiran bawah sadar klien yang membereskannya sendiri. 
Alasannya yaitu pikiran bawah sadar sangatlah cerdas dan pasti mampu memnbereskan sendiri masalah yang tadinya tersembunyi dan berhasil diangkat keluar. 

Sewaktu ditanya komentar saya mengenai teknik ini saya menjawab bahwa saya tidak kompeten mengomentarinya karena saya tidak pernah melakukan cara ini dan kedua saya tidak punya dasar teori yang cukup untuk memahami cara kerja teknik ini.

Hingga saat ini saya masih terus mencari literatur pendukung untuk bisa memahami teknik di atas.  

So.. bagi rekan-rekan semua mari kita memajukan hipnosis/hipnoterapi bersama-sama.

Salam hangat,

Adi W. Gunawan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Pak Yan,</p>
<p>Terima kasih banget untuk masukan Bapak. Sangat mencerahkan dan memperluas cakrawala pemahaman mengenai hipnosis/hipnoterapi. </p>
<p>Saya setuju dan mendukung sepenuhnya pendapat dan pandangan yang Bapak tulis. Benar, seharusnya demikianlah kita mempelajari hipnosis/hipnoterapi.</p>
<p>Pada level pemula kita belajar sekian banyak pengetahuan dan teknik yang berguna sebagai landasan pijak berpikir dan bertindak. Ini adalah landasan sains.</p>
<p>Selanjutnya setelah semuanya terintegrasi ke struktur kognisi maka dengan sering praktik kita akhirnya akan menguasai seni hipnosis/hipnoterapi. </p>
<p>Pada level mahir maka teknik yang digunakan adalah teknik &#8220;Tanpa Teknik&#8221; karena apapun yang dilakukan terapis sudah merupakan teknik terapi. Dengan kata lain terapis bekerja berdasarkan intuisi (Trusting Mindset), yang seringkali sekan-akan tidak sejalan dengan berbagai teknik awal yang ia pelajari namun justru mampu memberikan hasil terapi yang dahsyat. </p>
<p>Benar Pak Yan,tulisan ini memang bukan untuk membuat miris rekan-rekan yang ingin belajar hipnoterapi. Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa hipnoterapi sangat dahsyat, seperti juga NLP, jika dipelajari dan dipraktikkan, tentunya dengan dilandasi integritas dan pengetahuan yang benar. </p>
<p>Sedikit sharing Pak. Saya pernah berdiskusi dengan seorang rekan psikolog mengenai penanganan emosi seorang wanita yang dalam kurun waktu 12 tahun melakukan aborsi 5 x dari hasil hubungan dengan pria yang bukan suaminya. Wanita ini hingga saat diterapi belum menikah. </p>
<p>Menurut rekan psikolog ini untuk membantu wanita ini menyelesaikan masalah emosinya, terutama perasaan bersalah, berdosa, takut, menyesal, kecewa, dll karena tindakannya itu akan membutuhkan upaya dan waktu yang tidak sedikit.</p>
<p>Namun dengan memproses dan mengeluarkan emosi yang terpendam sekian lama di &#8220;reservoir&#8221; pikiran bawah sadarnya melalui abreaction/catharsis yang difasilitasi dengan konstruktif maka masalahnya dapat diselesaikan hanya sekejap. Hanya dalam 1 sesi (1 jam) saja dan tuntas.</p>
<p>Beberapa bulan kemudian waktu dilakukan follow up hasilnya tetap positif. Masalah emosi yang berhubungan dengan kejadian itu telah benar-benar clear. </p>
<p>Di sisi lain pernah ada rekan yang bercerita bahwa ada teknik penanganan abreaction yang agak &#8220;lain&#8221;. Tekniknya yaitu terapis memabantu klien mengeluarkan emosinya (abreaction) dan setelah itu membiarkan pikiran bawah sadar klien yang membereskannya sendiri.<br />
Alasannya yaitu pikiran bawah sadar sangatlah cerdas dan pasti mampu memnbereskan sendiri masalah yang tadinya tersembunyi dan berhasil diangkat keluar. </p>
<p>Sewaktu ditanya komentar saya mengenai teknik ini saya menjawab bahwa saya tidak kompeten mengomentarinya karena saya tidak pernah melakukan cara ini dan kedua saya tidak punya dasar teori yang cukup untuk memahami cara kerja teknik ini.</p>
<p>Hingga saat ini saya masih terus mencari literatur pendukung untuk bisa memahami teknik di atas.  </p>
<p>So.. bagi rekan-rekan semua mari kita memajukan hipnosis/hipnoterapi bersama-sama.</p>
<p>Salam hangat,</p>
<p>Adi W. Gunawan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yan Nurindra</title>
		<link>http://portalnlp.com/?p=373&#038;cpage=1#comment-4214</link>
		<dc:creator>Yan Nurindra</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 17:49:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://portalnlp.com/?p=373#comment-4214</guid>
		<description>Dear All,

Tulisan yang sangat luar biasa dari Pak AWG, seperti komentar Kang Ronny, bahwa tulisan ini menyentuh berbagai aspek, mulai dari teori pendukung sampai dengan tataran operasional.

Secara singkat saya mencoba menyimpulkan bahwa pesan utama dari tulisan ini adalah Hypnotherapy bukanlah suatu “permainan” atau suatu tindakan yang mengandalkan unsur “coba-coba” ! Karena Hypnotherapy bersentuhan langsung dengan jiwa manusia.

Tetapi saya juga berharap bahwa tulisan inipun tidak serta-merta membuat orang untuk “miris” mempelajari Hypnotherapy, atau mendadak membayangkan resiko yang begitu fatal jika terjadi suatu kesalahan atau ketidak-siapan prosedur.

***

Jika saya ditanya, apakah dengan menguasai berbagai teori Hypnotherapy moderen, mulai dari teori dari prosedur regressi yang benar, teori untuk membuat tempat kenyamanan, teori mencari akar permasalahan, dan puluhan teori lainnya, serta merta membuat seseorang terampil dalam melakukan Hypnotherapy ? Saya pasti akan menjawab dengan tegas dan jelas, yaitu : “Tidak” ! Lho ….?

Saya sering mengatakan bahwa Hypnosis adalah suatu “seni” yang ditulis ulang, nah sebagai suatu “seni”, maka harus berlangsung suatu attitude yang dikenal dengan istilah : “Trusting Mindset”, artinya menyerahkan sepenuhnya apa yang akan terjadi pada proses berlangsungnya Hypnotherapy sepenuhnya kepada intuisi kita. Tentu saja yang dimaksudkan “intuisi” disini merupakan ekspresi dari berbagai pengetahuan pendukung serta teori yang telah kita peroleh. Oleh karena itu “latihan” merupakan hal mutlak untuk dapat memainkan “seni” ini, dan harus selalu dilakukan dalam mode : Trusting Mindset.

***

Secara singkat, sebagai suatu “skill” yang dibangun melalui proses berlatih, maka “bermain” dengan Hypnosis &amp; Hypnotherapy mau tidak mau akan membawa kita kepada suatu “kesalahan” demi “kesalahan”, tidak berbeda seperti saat kita belajar bersepeda. Bahkan “kesalahan” demi “kesalahan” ini akan membuat kita semakin maju dan memahami esensi dari Hypnosis &amp; Hypnotherapy.

Lalu bagaimana ?

Yang harus disiasati adalah sedapat mungkin kita tidak melakukan kesalahan yang “fatal”. Seperti belajar naik sepeda, mungkin jatuh dan lecet2 sedikit adalah soal biasa, jangan ketika kita belum mahir mengerem kita bermain sepeda di jalan raya, tentu akan fatal akibatnya, mungkin kita akan tertrabrak mobil ?!

***

Dalam tingkat operasional, jika kita baru saja “lulus” dari pelatihan Hypnotherapy, mungkin sebaiknya hanya “bermain-main” dengan “empowerment”, sampai kita benar-benar memahami filosofi dan “roh” dari entitas Pikiran Bawah Sadar. Tidak masalah kita hanya menggunakan teknik “Direct Suggestion” selama sifatnya hanya empowerment, mirip seperti pemberian Vitamin C ke pasien dengan penyakit apapun juga ….!

Mungkin jika kita sudah mulai mahir, kita boleh sedikit-sedikit bermain dengan Future Pacing ?! Lalu mulai berlatih Positive Regression sambil melakukan uji coba “tempat kenyamanan” ….! Dst.

Nah, bayangkan … jika baru sehari selesai pelatihan Hypnotherapy lalu menangani kasus yang memerlukan pencarian akar permasalahan … dan dengan pede melakukan regression untuk mencari ISE (awal permasalahan) …. Wah … bakalan “bubar” …!

Atau baru saja memahami Regression lalu langsung mencoba PLR, tanpa berdiskusi tentang spiritual belief … ya bener … bisa membuat Client “miring” ….!

***

Kembali ke tulisan dari Pak Adi W. Gunawan, dimana secara lengkap Pak AWG telah memaparkan bahwa “abreaction” yang mungkin tampak sederhana (ah, kan tinggal di-sugesti dan di-elus-elus pundaknya dikit) dapat menghasilkan efek negatif yang sangat dahsyat ……

Dan walaupun Pak Adi telah memaparkan secara sepintas teknik-teknik yang harus dikuasai, sekali lagi harap diingat bahwa kita bersentuhan dengan jiwa manusia ! Kuasai “seni” ini tahap demi tahap ….!

***

Dan akhirnya ….. saya merekomendasikan rekan-rekan, terutama yang berminat untuk memahami Hypnotherapy secara serius untuk menimba A-Z pengetahuan ini dari Bp. Adi W. Gunawan yang saya kenal secara pribadi sebagai sosok yang selalu meng-upgrade diri dengan berbagai pengetahuan Hypnotherapy terkini.

***

Viva Hypnotherapist Indonesia !

Yan Nurindra</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear All,</p>
<p>Tulisan yang sangat luar biasa dari Pak AWG, seperti komentar Kang Ronny, bahwa tulisan ini menyentuh berbagai aspek, mulai dari teori pendukung sampai dengan tataran operasional.</p>
<p>Secara singkat saya mencoba menyimpulkan bahwa pesan utama dari tulisan ini adalah Hypnotherapy bukanlah suatu “permainan” atau suatu tindakan yang mengandalkan unsur “coba-coba” ! Karena Hypnotherapy bersentuhan langsung dengan jiwa manusia.</p>
<p>Tetapi saya juga berharap bahwa tulisan inipun tidak serta-merta membuat orang untuk “miris” mempelajari Hypnotherapy, atau mendadak membayangkan resiko yang begitu fatal jika terjadi suatu kesalahan atau ketidak-siapan prosedur.</p>
<p>***</p>
<p>Jika saya ditanya, apakah dengan menguasai berbagai teori Hypnotherapy moderen, mulai dari teori dari prosedur regressi yang benar, teori untuk membuat tempat kenyamanan, teori mencari akar permasalahan, dan puluhan teori lainnya, serta merta membuat seseorang terampil dalam melakukan Hypnotherapy ? Saya pasti akan menjawab dengan tegas dan jelas, yaitu : “Tidak” ! Lho ….?</p>
<p>Saya sering mengatakan bahwa Hypnosis adalah suatu “seni” yang ditulis ulang, nah sebagai suatu “seni”, maka harus berlangsung suatu attitude yang dikenal dengan istilah : “Trusting Mindset”, artinya menyerahkan sepenuhnya apa yang akan terjadi pada proses berlangsungnya Hypnotherapy sepenuhnya kepada intuisi kita. Tentu saja yang dimaksudkan “intuisi” disini merupakan ekspresi dari berbagai pengetahuan pendukung serta teori yang telah kita peroleh. Oleh karena itu “latihan” merupakan hal mutlak untuk dapat memainkan “seni” ini, dan harus selalu dilakukan dalam mode : Trusting Mindset.</p>
<p>***</p>
<p>Secara singkat, sebagai suatu “skill” yang dibangun melalui proses berlatih, maka “bermain” dengan Hypnosis &amp; Hypnotherapy mau tidak mau akan membawa kita kepada suatu “kesalahan” demi “kesalahan”, tidak berbeda seperti saat kita belajar bersepeda. Bahkan “kesalahan” demi “kesalahan” ini akan membuat kita semakin maju dan memahami esensi dari Hypnosis &amp; Hypnotherapy.</p>
<p>Lalu bagaimana ?</p>
<p>Yang harus disiasati adalah sedapat mungkin kita tidak melakukan kesalahan yang “fatal”. Seperti belajar naik sepeda, mungkin jatuh dan lecet2 sedikit adalah soal biasa, jangan ketika kita belum mahir mengerem kita bermain sepeda di jalan raya, tentu akan fatal akibatnya, mungkin kita akan tertrabrak mobil ?!</p>
<p>***</p>
<p>Dalam tingkat operasional, jika kita baru saja “lulus” dari pelatihan Hypnotherapy, mungkin sebaiknya hanya “bermain-main” dengan “empowerment”, sampai kita benar-benar memahami filosofi dan “roh” dari entitas Pikiran Bawah Sadar. Tidak masalah kita hanya menggunakan teknik “Direct Suggestion” selama sifatnya hanya empowerment, mirip seperti pemberian Vitamin C ke pasien dengan penyakit apapun juga ….!</p>
<p>Mungkin jika kita sudah mulai mahir, kita boleh sedikit-sedikit bermain dengan Future Pacing ?! Lalu mulai berlatih Positive Regression sambil melakukan uji coba “tempat kenyamanan” ….! Dst.</p>
<p>Nah, bayangkan … jika baru sehari selesai pelatihan Hypnotherapy lalu menangani kasus yang memerlukan pencarian akar permasalahan … dan dengan pede melakukan regression untuk mencari ISE (awal permasalahan) …. Wah … bakalan “bubar” …!</p>
<p>Atau baru saja memahami Regression lalu langsung mencoba PLR, tanpa berdiskusi tentang spiritual belief … ya bener … bisa membuat Client “miring” ….!</p>
<p>***</p>
<p>Kembali ke tulisan dari Pak Adi W. Gunawan, dimana secara lengkap Pak AWG telah memaparkan bahwa “abreaction” yang mungkin tampak sederhana (ah, kan tinggal di-sugesti dan di-elus-elus pundaknya dikit) dapat menghasilkan efek negatif yang sangat dahsyat ……</p>
<p>Dan walaupun Pak Adi telah memaparkan secara sepintas teknik-teknik yang harus dikuasai, sekali lagi harap diingat bahwa kita bersentuhan dengan jiwa manusia ! Kuasai “seni” ini tahap demi tahap ….!</p>
<p>***</p>
<p>Dan akhirnya ….. saya merekomendasikan rekan-rekan, terutama yang berminat untuk memahami Hypnotherapy secara serius untuk menimba A-Z pengetahuan ini dari Bp. Adi W. Gunawan yang saya kenal secara pribadi sebagai sosok yang selalu meng-upgrade diri dengan berbagai pengetahuan Hypnotherapy terkini.</p>
<p>***</p>
<p>Viva Hypnotherapist Indonesia !</p>
<p>Yan Nurindra</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Toha Zakaria</title>
		<link>http://portalnlp.com/?p=373&#038;cpage=1#comment-4210</link>
		<dc:creator>Toha Zakaria</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 16:46:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://portalnlp.com/?p=373#comment-4210</guid>
		<description>Pak Adi, Sungguh Luar biasa Artikelnya. menambah wawasan dan semangat untuk terus belajar.
Ouw itu pak judul buku pak adi yang akan segera terbit. &quot;Quitters Can Win&quot; kalo ga salah pernah ada artikelnya ya. Tak sabar menunggu  terbitnya 2 buku pak Adi..
Semoga Ilmu pak Adi semakin berkah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Adi, Sungguh Luar biasa Artikelnya. menambah wawasan dan semangat untuk terus belajar.<br />
Ouw itu pak judul buku pak adi yang akan segera terbit. &#8220;Quitters Can Win&#8221; kalo ga salah pernah ada artikelnya ya. Tak sabar menunggu  terbitnya 2 buku pak Adi..<br />
Semoga Ilmu pak Adi semakin berkah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
