Royaltipun Berubah Jadi Beca
Mewakili Anda para pembaca, sebagian dana dari Royalti buku ini, sudah saya belikan beca untuk Mas Karno yang mangkal di tikungan jalan Malioboro dan Sosrowijayan.
Saya akan belikan beberapa beca lagi bagi mereka yang memiliki semangat juang untuk sukses dalam kehidupan ini, namun belum memiliki sarana yang memadai.
Demikian kalimat ini saya tuliskan di halaman 3, di buku perdana saya berjudul “Share The Key” yang isinya, jujur sebenarnya sungguh hal-hal yang sederhana saja. Karena hanyalah kumpulan artikel-artikel pilihan saya di www.PortalNLP.com yang dikelompokkan. Selain itu, saya bukanlah seorang penulis buku. Dan, akhirnya bisa berbentuk bukupun karena hasil keroyokan dari teman-teman di Penerbit Kanisius, Jogja. Judul bukunya dari Pak Budi, ide foto cover depan dari Mas Santo, bahkan jas-nya pun minjem jas Mas Istoto he..he..
Nah, pada artikel ini saya hanya ingin berbagi sedikit mengenai pengalaman batin yakni dialog batin. Namun, agar sedikit keren, judul artikel ini saya ganti jadi Mission Dialog, biar banyak yang baca he..he.. Padahal maksudnya dialog batin. Biar ndak ketok ndeso ne…
Mengajak orang berbuat sesuatu Tanpa Men-contohkan?
Saya memang punya cita-cita menjadi orang yang berguna bagi bangsa ini. Apa bentuknya, saya juga tidaklah terlalu tahu. Yang penting berbuat sesuatu untuk orang banyak.
Kapan tepatnya muncul kalimat ini, saya tidak tahu persis, tapi yang saya tahu adalah sejak SMP. Ada seperti tekad yang muncul dalam diri saya saat itu untuk membantu kaum papah.
Banyak waktu yang saya habiskan untuk berada di kehidupan orang-orang kecil. Saya sempatkan untuk mengamati, kadang hanya mendengar cerita kehidupan mereka. Mungkin, karena saya tinggal di kota Palembang yang saat itu di belakang rumah kami banyak kampung-kampung yang berdiri di atas rawah-rawah…
Saya sering membuat kelompok dan gerakan untuk berbuat sesuatu untuk kaum kecil ini. Namun, biasanya berakhir dengan kecewa. Banyak orang yang bersemangat di awal, namun melempen di akhir. Pernah di sebuah pelatihan untuk anak-anak jalan, banyak sekali yang membantu, bahkan saya di dukung banyak trainer. Tapi, sayangnya banyak juga yang hanya datang untuk menonton ha ha… Bukan membantu saudara kita yang memang bau badannya sangat menyengat itu. Awalnya saya sering sedih melihat teman-teman yang demikian.
Namun, berjalannya waktu sayapun menyadari…
Tidak semua orang punya misi.
Tidak semua orang mau melayani.
Tidak semua orang mau berbagi dengan ikhlas.
Tidak semua orang mau peduli dengan orang lain.
Ya, sudah. Saya putuskan untuk berjalan sendiri saja. Ada yang mau ikut, silakan. Tidak ada yang ikut, saya jalan sendiri saja kemana kaki mau melangkah. Toh, saya tidak tertarik dengan duniawi. Buat saya, harta benda hanyalah pendukung mewujudkan misi ini.
Contohkan saja, berbuat saja, lakukan saja…
Mission Dialog
Salah satu pergolakan dalam diri yang sempat menjadi debur besar, akhirnya tertenangkan saat dialog batin dalam diri saya, yang muncul saat buku Share The Key mau dicetak sekitar pertengahan tahun lalu. Saya tuliskan berupa syair demikian:
100% Royalti Buku ini…
Sebuah malam duduk berdiam, terpejam hening…
Terbunyi lembut sauara halus, suara senyum sang Bidadari…
Suara yang memutar wajah anak-anak sang negeri laut…
Tangan terulur memohon, harapan kalau berkenan…
Ah, suara ini hanya membuatku risau galau.
Ingatkan akan janji hati yang sering kusampai.
Manusiaku menawar agar sepakat bisa dicapai.
Tidak ada jawab, hanya senyuman dan senyuman.
Ah, menyulitkan karena hanya senyuman.
Ya, akhirnya kuputus kepasrahan.
Pergolakanpun menjadi sunyi, sangat sepi.
Berkarya adalah bagianku.
Royalti bukanlah bagianku.
Kukembalikan seluruh royalti buku ini.
Kepada anak-anak negeri yang membutuhkan.
Agar layar karya terus terkembang melaju tanah harapan..
Republik Indonesia, 17 Agustus 2008
Krishnamurti
Setelah saya mengambil keputusan ini, mengikuti dialog batin ini, menjalankan panggilan hati yang tertentu, semua rasa yang bergolakpun terlepas dan melayang tinggi. Batinpun terasa plong dan bertumbuh. Ada bayangan Jiwa yang makin membesar dalam diri ini. Apa itu? Sungguh, saya tidak tahu… Saya hanya tertarik untuk melakukannya saja…
Bagaimana mengetahui apakah ini Dialog Batin?
Tentu sangatlah tidak mudah mengetahui dengan pasti apakah dialog yang dialami ini adalah benar sebuah Mission Dialog. Karena bisa saja ternyata Internal Dialog. Jadi, sungguh saya sendiri tidaklah tahu, saya hanya punya beberapa pengalaman batin saja. Yang kebetulan sangat sering saya kenali sejak saya SD sampai sekarang. Semoga ini tepat.
Jadi sekali lagi maaf, ini bisa saja salah. Ini hanyalah pengalaman pribadi sekali. Karena niat berbagi, yang siapa tahu berhikmah untuk orang banyak, maka saya tulis artikel ini.
Berikut kira-kira yang saya lakukan, jika ada emosi dalam diri yang memerlukan dialog batin:
1. Anda benar-benar perlu mencari dan menemukan tempat atau suasana yang benar-benar hening. Tidak harus berada disebuah tempat. Bisa dimana saja. Bisa di ruangan pribadi Anda, di rumah. Bisa ke sebuah tempat yang memiliki emosi khusus untuk Anda. Seperti tempat-tempat yang memiliki sejarah tertentu,
2. Sebaiknya Anda benar-benar membuat sebuah komitmen untuk bisu, tapa bicara selama dialog batin ini. Hanya berdiam, berdiam dan berdiam.
3. Waktu dialog batin, sebaiknya tanpa batas. Biarkan saja berdiam dan mengalir dengan lambat, bahkan kadang sangat lambat. Kadang saya hanya berdiam diri sampai larut malam, hanya bersila, hanya duduk, hanya diam sampai seperti ada suara atau gambaran, yang memberi tahu, yang membukakan jalan, bahkan mungkin hanya tersenyum…
4. Apapun yang muncul dan dirasa saat itu, baik sekali untuk langsung tuliskan di selembar kertas. Catat atau gambarkan, apa yang dirasa perlu. Ikuti saja, lakukan saja tanpa perlu berpikir. Kadang bisa yang muncul seperti puisi, syair atau warna. Pokoknya, nikmati saja…
5. Yang penting dari selesainya kegiatan ini adalah Berdoa dan bersyukur akan kesempatan yang indah ini. Jangan pernah lupa untuk berdoa dan bersyukur. Jangan pernah terlupakan.
Bahkan, baik juga untuk terus bersyukur dan bersyukur. Mengapa? Karena seperti lapisan bawang, masih ada lagi dialog-dialog batin yang lebih besar yang akan muncul dari batin ini.
Banyak hal yang muncul dalam diri saya, karena proses yang sederhana ini. Walau, kadang hanya sebuah ungkapan rasa yang berupa syair pendek. Tapi, tuliskanlah…
Ungkapkanlah…
Katakanlah…
Sampaikanlah…
Lupakan salah atau benar…
Lupakan apa kata orang…
Lupakan penilaian orang…
Karena ini urusan hati…
Ini adalah bahasa batin…
Tidak perlu dinilai…
Demikianlah yang muncul saat ada perasaan yang muncul tentang Bidadari dan misi dari buku Share The Key dibuat untuknya. Jelas Bidadari belum paham saat ini, karena masih kelas 2 SD, namun suatu saat nanti, saat dewasa, saya sangat yakin dia akan memahami cinta papinya… Berikut bunyi dialog-nya:
Kutabur Bibit Kasihmu
Kupeluk Bidadariku yang lucu
Kucium Bidadariku yang cantik
Kudoa Bidadariku yang pintar
Semoga engkau…
Menjadi Cahaya yang lembut
Menjadi Cahaya yang indah
Cahaya terangi sesama
Kutabur bibit kasihmu
Untuk Murti seluruh
Untuk Murti dunia
Untuk Murti papi…
Agar terbentang jalan lapang
Seluas langkah niat karyamu
Semoga…
Bidadariku jadi Pelanjut
Misi yang tercanang
Jogjakarta, 19 Oktober 2008
Papi
Demikianlah pengalaman saat menyelesaikan buku Share The Key yang pertama. Artikel ini saya buat, karena saat ini saya sedang terus berdialog batin untuk menyelesaikan buku Share The Key yang kedua. Bahkan, foto cover-pun sudah dilakukan oleh King Foto, sungguh sebuah foto yang sangat kreatif yang sesuai dengan subtema dari buku Share The Key yang kedua yakni “Damaikan Setan dan Malaikat dalam Pikiranmu”.
Jakarta, 19 Januari 2010
Krishnamurti yang sedang terus dialog batin untuk merangkai padu ide-ide yg bersliweran agar jadi karya yg enak…




















Pengalamanya hampir sama dengan saya om krish..
saya suka tergerak untuk berbuat banyak hal saat melihat ketidak adilan, kemiskinan…(meski sy sendiri lahir dr org tua yg tidak kaya )
Tapi saya merasa kecil, lemah…dan bodoh…sehingga saya tidak bisa berbuat banyak selain hanya bisa berbisik” seharusnya tidak begitu….”
seperti tadi pagi…
saya buka warnet baru 1 minggu, tetanggaan sama penjual mie ayam…
saat saya bingung dengan sampah sampah saya di tempat yg baru ini…si tukang mie ayam menyarankan untuk membuangnya di sungai kecil sebelah bangunan antara ruko saya dan kiosnya…
Tuhan…saya ingin mengingatkanya…sungai kecil itu ujungnya ke areal persawahan di belang bangunan…apa jadinya kalo semua sampah dibuang ke sungai seperti tukang mie ayam itu…
Dua hari…saya tergelitik untuk mencari solusi…
Tidak bisa saya menasehati dengan gaya sok dewasa…
Tapi pagi ini…saya bangun dengan semangat tinggi…
Menyapa si tukang mie ayam yg sedang membuang sampahnya, sambil membawa sampah saya….untuk di bawa pulang dan di buang ke tempat pembuangan sampah yg saya tau, meski jaraknya 1.5 kilo dr warnet saya…
Dan saat hari ke 8…dia ikut gotong royong membuat bak sampah di ujung jalan…semoga seterusnya dia ikut buang sampahnya juga disana…
Dear Wening,
Thanks atas sharingnya yg menguatkan ini, ya hanya dg mencontohkan, walau hanya hal kecil, kita bisa berbuat sesuatu yg “semoga” bisa menggugah org lain…
Perjuangan kebenaran memang berat, namun teruslah berjuang…
Sejuk … damai … tenang …
disaat hati ini bergejolak, disaat saya tidak tahu apa yang harus saya pilih … saya menangis membaca artikel ini. Terima kasih pak …
Dear Yuli,
Sy ikut berdoa utk situasi Anda saat ini, semoga artikel ini menguatkan batin Anda & teruslkah berkarya dan berkarya…
Pak Khrisnamurti,
Semakin hari
Menjadi semakin berarti
Bagi insan duniawi
Semoga misi ini
Akan menggugah isi hati
Dan memberi inspirasi
Untuk setiap pribadi
Sungguh suatu kebanggaan
Adalah satu kehormatan
Dimasa yang akan datang
Bersama menorehkan karya gemilang
Salam,
Heriyanto
PruDynamic
indahnya berbagi.
semua yang kita miliki hanyalah titipan Illahi,
alangkah indahnya bila semua titipan yang kita miliki juga dapat bermanfaat untuk orang lain.
Terima kasih mas Khris, atas pencerahannya.
sungguh merupakan ide yang luar biasa, terima kasih untuk share the key bagaimana berdialog dengan batin dan hati kita yang mungkin selama ini jarang atau bahkan tidak pernah terpikirkan untuk kita lakukan.
dialog ini membuat hati jadi lebih damai dan bisa membuat pikiran lebih jernih untuk menggapai impian dalam hidup.
Thanks mas buat share the key nya
Rasanya sungguh Mak nyes & teduh skali…,
Seperti indah nya bunga sakura yang bisa menimbulkan ke-pesonaan & ke-bahagiaan mata hati yang memandang.
salam sukses selalu
D1Q-Arek Suroboyo
Dear Heriyanto,
Thanks atas doanya, saya yakin jika misi kita selaras, suatu saat kita akan berjalan bersama, berbuat sesuatu utk bangsa ini…
Dear Wid,
Ya, semua ini hanya titipan. Bukan berarti kita tdk boleh berkelimpahan, namun jangan terikat akan kelimpahan itu sendiri.
Teruslah berbagi dan berbagi…
Dear Bambang,
Ide ini sederhana saja. Hanya kadang kita terlupa utk melakukannya. Sayapun sering terlupa he he…
Bersyukur, banyak teman yang mengingatkan. Termasuk saat mau menulis buku. Thanks atas doanya, teruslah berkarya.
Dear Dicky,
Sykurlah jika bisa mak nyus he he… Semoga artikel ini menguatkan yooo…
mantab sekali sharingnya mas Krishna.
Memang bisikan dari hati tak perlu dianalisa dan pakai itung-itungan. begitu truinggg…ide keluar, catat, lakukan untuk memuliakan kehidupan dan DIA selalu memperhatikan apapun yang kita lakukan, ‘Gusti mboten sare’. Cukuplah bagi kita jika hati selalu disinari cahayaNYA.
Dear Mas Sugiri,
Setuju sekali, Gusti mboten sare… Memang, gak perlu itung2an krn gak bisa diitung he he..
Sukses selalu ya & teruslah melajuuu…
terimaksih pak krishna, dahsyat…
ternyata, dialog batin yg bapak ajarkan mampu membuka matahati(semoga selalu) saya. tanpa ada kata “apa untungnya bagiku, jika berbagi”. sekali lg makasih sdh berbagi, semoga tuhan selalu melindungi anda dan kelg, shg mampu mewujudkan obsesi bpk menjadi org yg berguna bagi bangsa. amien
Dear Tari,
Ya, kita sendirilah yg bisa membukanya krn kita diberi kuasa oleh NYA, bukan org lain. Itulah serunya.
Thanks atas doanya yooo…
Tenang, teduh, dan damai…
Artikel ini sangat bermanfaat dan memberikan banyak pembelajaran, khususnya buat saya,
Terima kasih Pak…
Dear Bahari Antono,
Ikut senang mendengarnya, sy hanya ingin berbagi. Itu saja…
Skrg malah jadi ikutan: Tenang, teduh, dan damai… he he…
terimakasih pak khrisna, atas artikel yang penuh inspirasinya, saya sering membaca tentang tulisan untuk berdialog dengan keheningan, dan artikel pak khrisna ini yg telah membuka pintu kebingungan yg selama ini
Dear Putu,
Sy ikut senang mendengarnya. Syukurlah jika demikian. Skrg setelah pintu itu terbuka, lanjutkan dg melangkah lebih jauh utk berkarya bagi kehidupan ini…
kata yang disukai oleh banyak orang termasuk saya dalam dialog batin adalah hening. Ketika ening dan eneng kita lebih mudah berdialog dengan diri. banyak benang kusut terurai melalui metode ini. lanjut terus dialog batinnya dengan berdiam = membisu mas kris. salam dari pertapaan yung fo keuskupan pangkalpinang
Dear Pastor Titus,
Thanks atas sharingnya. Ening dan Eneng… akan saya jadikan kata penting dalam hidup saya.
Salam juga untuk pertapaan yung fo keuskupan pangkalpinang.
Mas Krishna,
Salam hening…dalam keheningan ada keluarbiasaan yang mas Krishna lakukan.Sekali dayung banyak pulau terlewati,
Pulau pertama Orang-orang yang membaca dan terinspirasi langsung dari buku itu.
Pulau kedua…tentu sedulur yang menerima hadiah becak tersebut.
pulau ketiga …keluarga orang yang ternafkahi dari becak tersebut.
pulau berikutnya..Saya membaca buku itu,dan saya ikut menularkan beberapa metode yang ada dalam buku itu kepada orang-orang sekitar melalui training dan seminar,saya percaya ada teman yang melakukan apa yang saya lakukan.
Pulau berikutnya..orang-orang yang memetik langsung atau tidak langsung dari isi maupun fisik buku mas Krishnamurti.
Dear Tukiyo,
Thanks atas doa & sharingnya yg menguatkan ini. Semoga Mas juga terus berbagi & berbagi agar makin banyak yg menjadi lebih baik dan lebih baik…
Langsung praktek di depan monitor sambil baca…..
Dear Hade,
Itulah cara yg terbaik dlm belajar, krn saat langsung praktek, semua yg kita baca dg cepat akan ter-install dan menjadi sikap hidup kita yg baru.
Selamat…
luar biasa dahsyat Kang Krishna,
memang hening itulah kita menemukan hati kita sejujurnya
lanjutkan share to key ke 2 .
indahnya berbagi…2x saya mendengar pencerahan bapak di pru,menakjubkan,d makin mnambah semangat saya untuk berbagi walaupun masih di lingk kecil,bermula dg membuka jalan unt penddkan usia dini di lingk d bisa mengajak yg lain unt bgabung,ttpi sya tdak bisa terjun langsung spti yg bpak lakukan,saya bag mencari dana d memberi tempat wlaupun di lapangan/kdang hal rmah,dan wlaupun blum bsa banyak,smga dng mengenal d mulai mbca buku d pencerahan bpk di portal,smakin mnambah smangat saya untk berbagi,d smga pula saya diberi kelimpahan d kesuksesan di pru,shg bsa bbuat lebih banyak lagi…salam dahsyat d dahsyat unt bapak…
Terima kasih sharingnya mas Krish…energi positif terus masuk ke relung hati dan jiwa pembacanya, semikian pula sang penulis menuai kebajikannya yang luar biasa pula..