Apa iya problem bisa menjadi solusi ? Masa sih? Bukankah problem ya problem, solusi adalah hal lain? Bila pertanyaan tersebut mampir kepada diri anda, Santai saja. Anda tidak sendirian. Saya pun demikian. Lho !!! Kok , gitu sih.
Ada bagusnya mari simak ilustrasi berikut. Sengaja diambil dari cerita-cerita mengenai kasus yang ditangani Milton H. Erickson .
1. Ratu bunga dari Milwaukee
Ada salah satu murid Erickson yang meminta bantuan karena bibinya yang berusia 52 tahun, masih gadis, suka menyendiri, tidak pernah bergaul bahkan menyapa tetangganya. Khusus untuk kasus ini Erickson sengaja datang ke rumah Gadis tua dan mengunjunginya sebagai seorang tamu. Ia mendapatkan sejumlah fakta sang Gadis tua persis seperti yang dinyatakan keponakannya dan fakta baru bahwa ia ternyata rajin mengunjungi kebaktian di gereja setiap minggu meskipun tanpa pernah melakukan tegur sapa. Fakta lainnya sang Gadis tua ternyata sangat suka dan sibuk menanam jenis bunga tertentu di rumahnya.
Setelah bertamu cukup lama, saat pamitan Erickson meminta kepada sang tuan rumah untuk menanam sebanyak mungkin bunga tersebut dalam pot. Kemudian ia diminta untuk memberikan bunga yang dia tanam kepada siapapun dari komunitas gereja pada saat-saat peralihan hidup; pernikahan, kehamilan, kelahiran, ulang tahun, mendapatkan pekerjaan, kenaikan jabatan, kepindahan rumah, dll.
Saat Gadis Tua ini meninggal sekitar 10 tahun berikutnya, ia di komunitasnya dikenal sebagai orang yang hangat, peduli dan saat orang menyebut namanya , komentar orang di komunitasnya “Ratu Bunga dari Milwaukee telah tiada”.
2. Apa yang dapat Anda pelajari dari kasus tersebut?
Bisa jadi banyak hal. Seringkali saat problem datang, fokus Anda hanyalah pada problem. Mengerucut pada problem. Akibatnya, anda tidak terbuka pada sejumlah sumber yang sebenarnya Anda telah miliki untuk mengatasi problem.
Erickson memandang bahwa manusia mempunyai resources dalam dirinya untuk mengatasi problem yang dirasakannya. Keinginan untuk membuka diri memandang problem secara terbuka dan menyadari seluruh resources yang telah dimiliki dan berani melakukan berbagai kemungkinan kreatif adalah justru solusi.
Semakin anda menutup dan menahan problem, semakin jauh diri anda dari solution. Semakin anda membuka diri dalam memandang problem, semakin upaya-upaya solution menghampiri Anda. Bagaimana bisa? Karena saat itu seluruh resources dapat anda sentuh dengan mudahnya.
Apakah ada contoh yang lain dari pengalaman di negeri sendiri? Silakan nikmati kasus berikut
3. Yasmina, gadis yang menolak perjodohan
Yasmina, mahasiswi semester 7 berkunjung ke rumah saya . Memang sudah ada jadual bimbingan. Saat ia datang, wajahnya kuyu, lesu dan ada air mata tertahan. Suaranya pun terdengar parau saat ia mengetuk pintu dan mengucapkan salam.
Saya mempersilakan duduk dan mengatakan padanya, “Saya tak tahu persis apa perasaan kamu hari ini, bila itu memang baik untuk diungkapkan, silakan”
“Pak, bolehkah saya kabur dari rumah saya dan tinggal di rumah bapak untuk beberapa waktu?”
“Mengenai tinggal di rumah saya, itu kita bisa bicarakan dengan istri saya, selama kamu memberikan alasan yang jelas ingin menghindar dari rumah”
“Kemarin ayah saya memberitahu bahwa seorang laki-laki pilihan ayah saya akan datang sabtu depan untuk dijodohkan kepada saya. Saya tidak suka dijodohkan. Saya lebih suka kabur ketimbang saya dijodohkan dengan orang yang tidak sesuai dengan kriteria yang saya inginkan”
“Yasmina, jadi bila dijodohkan dengan orang yang ternyata sesuai dengan kriteria kamu, kamu pun bersedia ?
“Mhhh… ya iya pak.
“Bila saya tidak salah dengar, ayah kamu kan hanya meminta kamu untuk menemui sang pria yang akan datang, saya tidak dengar bahwa ayah kamu memaksa kamu, bukan begitu? ”
” Iya pak, ayah saya hanya meminta saya bersedia menemui”
” Sebelum kita berburuk sangka dengan ayah kamu, pernah tidak kamu menanyakan kriteria calon menantu kepada ayahmu?
” Belum pak, saya keburu kesal, sehingga nggak kepikiran melakukan hal tersebut”
” Nah bila ternyata kriteria ayahmu dan kriteria kamu ternyata sama, dan kamu mau bekerjasama dengan ayahmu untuk memastikan apakah sang laki-laki yang akan datang memenuhi kriteria, bukankah ini kerjasama yang baik?
” Ya juga pak”
” Nah sejauh ini apa yang kamu dapatkan dari obrolan ini?”
” Saya akan membuat kriteria calon suami yang saya inginkan. Saya akan membuat indikator dari kriteria tersebut, seperti yang bapak ajarkan dalam mata kuliah psikodiagnostik observasi dan psikodiagnostik wawancara, lalu bekerjasama dengan ayah saya untuk menyiapkan dan menyamakan langkah untuk menemukan indikator tersebut melalui ngobrol dan kegiatan lain di rumah saat ia datang”
” Nah bagus itu, coba manfaatkan waktu sekarang untuk membuat kriteria, indikator dan cara-cara menggali kriteria ”
” Baik pak”
Yasmina kemudian sibuk menulis, saya melihat gurat wajahnya lebih membuka, senyum di bibirnya makin mengembang dan nafasnya pun semakin rileks. Lima belas menit kemudian, ia memanggil saya dan menyodorkan kertas. Saya tersenyum dan tertawa membaca apa yang ditulisnya. Ada kegilaan yang ditulis dan itu menyenangkan.
Agar pembaca tidak penasaran, saya beritahu. Salah satu kriterianya adalah “Beriman”. Indikator yang ditulisnya adalah “1. Melakukan wudhu dengan benar 2. Bisa menjadi imam saat sholat berjamaah 3. Bacan Qur’annya fasih 4. Satu pemahaman keagamaan 5. Memahami bahasa Arab .
Langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menggali indikator adalah : 1. Mengundang sang calon jam 16.00 WIB, sehingga ia akan sholat Maghrib di rumah. Sang ayah bisa diminta melakukan pengamatan saat ia berwudu. Karena pada sholat maghrib sang imam harus menyuarakan secara keras bacaannya, maka baik sang ayah ataupun Yasmina yang menjadi makmum akan mengetahui kemampuan tilawah (membaca) Quran. Pemahaman tentang mazhab akan dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan atas kasus-kasus mutakhir. Pemahaman bahasa Arab akan diuji dengan meminta bantuan untuk menyimpulkan tulisan dari salah satu naskah berbahasa Arab.
Yasmina menghilang dari peredaran. Beberapa jadual bimbingan ia tak datang. Lalu suatu saat saya menerima SMS “Pak, maaf saya tak dapat menjumpai bapak untuk bimbingan. Saya mohon bapak menyaksikan ‘aqad nikah saya pada tanggal ….. bulan …. tahun …. di rumah saya”
Saya jawab SMS “Dengan siapa nih nikahnya ?
Ada jawaban “Dengan laki-laki yang dulu ingin saya hindari bertemu pak. Hehehe. AlhamdulilLah, kriteria yang saya tulis di rumah bapak klop ada padanya. Syukron Jaziylan pak?”
4. Kegiatan Reflektif
Saat anda mengatakan “saya punya problem”, cobalah ajukan pertanyaan berikut pada diri Anda ?
1. Apakah sebenarnya problem Anda?
2. Apakah sebenarnya yang Anda inginkan Anda?
3. Resources apa sajakah yang Anda miliki untuk mencapai apa yang Anda inginkan?
4. Siapa sajakah pihak-pihak yang harus Anda temui untuk memberikan kepada Anda resources lain yang Anda perlukan?
5. Bukalah area kreatifitas Anda, terbukalah dan temukan sejumlah kemungkinan untuk menemukan cara-cara memenuhi keinginan Anda?
6. Temukan dan gabungkan dan persatukan semua resources dari yang Anda miliki , dari yang orang lain miliki dan dari area kreatifitas Anda menjadi langkah-langkah menuju apa yang Anda inginkan!
7. Siaplah terbuka untuk pengalaman baru menggunakan sifat ingin tahu, sabar, penasaran, senang dan riang saat anda melangkah menuju yang Anda inginkan.
Pun sapun ampun paralun,
pakena gawe rahayu, sangkan nanjung di juritan nanjeur di buana
Salam hangat dari Stanton Library, North Sydney
Asep Haerul Gani




















Sharing yang luar biasa, kang. Karena sering berada di Stanton Library tentu sudah banyak judul buku yang perlu kontainer untuk membawanya pulang.
Salam sukses.
Terima kasih pak Adiputera,
Seperti yang anda tulis, JUDUL bukunya sih banyak dibaca. Sama seperti di Indonesia entry mengenai NLP dan Hypnoterapy kurang dari jumlah jari yang ada di tangan dan kaki. Saya lagi coba menghubungi teman yang menjadi dosen di UNSW dan mencari Buku-buku 2nd hand .
Selamat menyiapkan workshop mengenai Parenting dan BP bersama Coach Syaiful Bachri dan dr. Stephanus Isaac Tanzil.
Salam hangat dari Stanton Library North Sydney
Asep Haerul Gani
Luar Biasa Kang Asep..!!…; seperti biasa… Kang Asep selalu membahas sesuatu dengan bahasa sederhana yang mudah dicerna dan dipraktekan….; jauh dari kesan2 bahasa NLP yang kadang “sangar”…; sangat cocok buat saya yang masih awam…
Tulisannya seperti…carilah HIKMAH dibalik musibah…(yang belum tentu musibah) ya ‘Kang?!
Salam,
kun
pengendus NLP
Pak Kun Mukarrom,
Uniknya dalam bahasa Arab , kata musibah itu NETRAL tidak dalam konotasi negatif. Dan dalam tradisi muslim saat mendapatkan musibah, maka respon yang perlu dilakukan adalah kembali kepada dasar kesadaran “Inna Lillahi wa Inna Ilayhi Raji’un” . Semuanya berasal dari Tuhan dan kepadanyalah ia kembali”.
Jangan berpikir bahwa tulisan saya mengandung NLP apalagi Hypnosis. Hehehe. Nikmati saja dengan suka cita. Hahaha.
Asep Haerul Gani , lagi-lagi dari Stanton Library North Sydney
terima kasih atas sharingnya pak
, apalagi ada step by step yg diberikan waaaah harus langsung di coba terima kasih pak
membuat saya tidak takut dengan masalah, krn kadang saya suka menghindar dari nya
semoga Allah merahmati
Sama-sama Dyah,
Semangat Al Baqarah ayat terakhir tentunya bisa menjadi penguat bagi Anda dan Saya, bahwa Apapun beban yang datang pada anda, percayalah bahwa Allah telah menyediakan resource dalam diri kita untuk mengatasinya.
Salam buat para santri.
Asep Haerul Gani, Stanton public library North Sydney
Assalamu’alaikum kang Asep
Disini saya menarik kesimpulan, terkadang seseorang fokus dari persolan tersebut bukan dari bagaimana cara menyelesaikan persoalannya. Pak apakah ini yang disebut dengan rfrming ?? kalo boleh nanya terus kenapa pak udah g ngajar lagi di kampus? Padahal saya ingin sekali belajar bersama dengan bapak?
Wassalamu’alaykum Wr Wb Sdr Rahmat,
Anda benar. Anda memperoleh apa yang anda fokus-kan. Frame seseorang adalah bagian dari map nya dan memberi pengaruh kepadanya. Re-framing dapat mengubah efek yang diperoleh.
Mengenai tidak mengajar lagi di kampus Anda, selama 13 tahun sejak 1995, langkah mengantar ke gerbang, sudah cukup, dan saat ini kampus sudah mandiri.
Sukses untuk Anda.
Asep Haerul Gani
Asswrwb.
Akaaaaaaaaang…….apa kabar??
eh salah alamat yak…?? maaf5X…saking senengnya ketemu tulisan Kang Asep…hehehe…
seperti biasa bahasa Kang Asep mudah sekali diserap (kek Obama lg kampanye hehehe…)
makasih ya Kang, tulisan ini byk membantu diriku…salam utk Teteh…
Wassalam
Wass Wr Wb
Kabar Baik, Teh Nunung. Saya dan istri alhamdulilLah baik. Semoga demikian pula dengan Anda dan keluarga. Lama tak berjumpa. Sukses selalu.
Wassalam
Ass Wr Wb
Kang Asep.. trimakasih
Benar² persis dengan apa yang saya perlukan.. tetapi kang… bagaimana ya supaya kita bisa tetap fokus pada solusi…. maaf saya tanyakan ini.. kadang sulit sekali untuk tetap fokus… mungkin krn sudah begitu banyak masalah… he he he
Makasih banyak kang…
Wassalam
Mas Sonny Wibowo,
Wassalamu’alaykum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Terima kasih juga Anda mau mampir di Portal NLP dan memberi Komentar.
Kang Asep.. trimakasih
Pertanyaan ” bagaimana ya supaya kita bisa tetap fokus pada solusi, kadang sulit sekali untuk tetap fokus, mungkin krn sudah begitu banyak masalah?
Jawaban ” Mas Sonny bila masalah diartikan sebagai adanya gap antara keinginan dan kenyataan, sebenarnya sederhana saja agar anda tidak punya masalah, ada 2 rute, yaitu terima saja kenyataan apapun itu atau hentikan berkeinginan! Saya yakin Anda nggak mau melakukan salah satu bahkan kedua rute yang saya tawarkan. Hehehe.
Mengenai fokus, intinya adalah berlatih. Ada 2jenis fokus:
1. Fokus kepada sejumlah hal dalam waktu yang sama
2. Fokus hanya kepada hal tertentu saja, dan yang lain sengaja diabaikan
Semakin kedudukan Anda naik, maka Anda perlu melatih fokus nomor 1. Caranya? Salah satunya melakukan 3 point focus. Kaifiahnya sebagai berikut. Ini adalah induksi hypnosis. Silakan Anda duduk menyandar di kursi, kemudian buat seluruh tubuh rileks. bukalah mata Anda. Arahkan perhatian mata Anda ke tangan kanan yang ada di atas paha anda, tangan kiri yang ada di atas paha kiri anda, dan untuk titik perhatian ke-3, carilah satu titik persis di hadapan mata Anda (misalnya photo yang tertempel di dinding). Lakukanlah terus menerus pada saat yang sama Anda memperhatikan 3 point tersebut. Bila sudah terlatih, tambahkan lagi satu point. Semakin terlatih, tambahkan lagi satu point. Demikian seterusnya.
Apabila Anda sudah terlatih mulaila Anda fokus pada 1 permasalahan, kemudian undang masalah yang kedua, fokuslah sekaligus pada masalah 1 dan masalah 2. Setelah terlatih undang masalah 3, fokuslan langsung ke 3 masalah terebut. Pelan-pelan saja, bila setiap minggu anda latih saja untuk dapat fokus pada 1 tambahan masalah, dan konsisten melatihnya , maka dalam 1 tahun anda sudah terlatih fokus pada 52 masalah sealigus.
Selamat mencoba ide ini.
Salam hangat dari Patapan Suryalaya
Asep Haerul Gani
Makasih banyak kang…
Wassalam
Ass. Wr. Wb
Kang trimakasih banyak… akan saya coba semua yang kang asep berikan…
trimkasih kang…
Wassalam
Wassalamu’alaykum Wr. Wb.
Mas Sonny Wibowo,
Ibarat sebuah mesin, perlu waktu lama untuk memicu dan menghidupkannya, dan bila sudah greng, maka percepatan geraknya akan melesat cepat.
Selamat memulai.
Wassalam
Asep Haerul Gani