Portal NLP ™

Membebaskan Belenggu Pikiran Dengan Neuro-Linguistic Programming

Posted by Ronny F. Ronodirdjo On November - 2 - 2008 24 Comments

Bertiga puluh tiga orang, saya dan kawan-kawan berada di ruang Cempaka Hotel Santika selama 7 hari yang lalu. Hawa yang demikian riang, penuh rasa ingin tahu dan amat asyik menyenangkan…, hawa terbaik bagi proses pembelajaran.

Tidak sulit menjadi saksi bahwa salah satu di antara kami di awal kedatangan demikian kaku, demikian bisu, demikian menyendiri. Dulu kami tidak mengerti mengapa ada orang yang demikian? Namun berkah yang diberikan Tuhan YME melalui ilmu NLP, telah mengajarkan pada kami mengenai ilmu kalibrasi…, mengenai ilmu yang berpusat pada struktur pengalaman bukannya terjebak pada ikatan konten peristiwa.

Kami mengerti setiap perilaku punya niatan positif minimal di konteks tertentu, dan perilaku-perilaku tertentu… (hampir-hampir saja) selalu memiliki struktur yang istimewa. Jadi kami hanya perlu menemukan intensi/niatan positifnya, kami hanya perlu mencermati struktur istimewanya… Lantas kami membantunya untuk men-utilisasi kapabilitas-nya itu -mungkin dengan cara reframe atau yang lainnya- agar menjadi keunggulannya itu menjadi unleashed!

Beberapa dari peserta ternyata lantas terkejut saat melihat kawan yang tadinya sedemikian sunyi itu sudah mulai dapat tertawa terbahak-bahak. Beberapa bahkan mengaku menangis bahagia saat mengetahui bahwa sahabat baru itu sudah mengalami transformasi. Bahkan diapun sudah dapat menciptakan anchor bagi dirinya untuk tertawa dan bahagia. Hmm sesungguhnya tidak terlalu mengejutkan bagi yang sudah mengerti hakekat kapabilitas. Bukankah sesuatu yang dapat dilakukan seseorang di waktu sebelumnya, telah menunjukkan bahwa dirinya punya kapabilitas itu?

Sesungguhnya saat kita tengah mendapati bahwa seseorang mampu melakukan suatu excellency (keluarbiasaan), maka Tuhan YME sedang menunjukkan pada kita bahwa kitapun punya kapabilitas yang sama, sumber daya yang sama.

Kita sudah memiliki semua resources pemberian Yang Maha Kuasa, bolehlah kita sederhanakan sedikit bahwa tugas kita adalah mengakses, meng-amplify, membuat tombol rahasia bernama anchor, agar dapat men-utilisasi kembali dan menerapkan secara appropiate di berbagai konteks yang lain. Beberapa resources masih perlu di-organisasi dan diurutkan ulang (kami menyebutnya sebagai editing ataupun mungkin lebih lengkapnya installation), agar menjadi strategi terbaik yang dapat kita miliki dan bagikan pada orang lain.

Namun pada hari ke tujuh, sontak kami semua toh tetap saja terkejut saat kawan itu, mengatakan “Rileks saja….. menghadapi ujian NLP Practitioner ini, karena ujian yang sebenarnya adalah setelah kita lulus dari ujian NLP Practitioner ini.”

Sungguh-sungguh suatu kata-kata yang luar biasa, menunjukkan kemampuan positive reframing yang memberdayakan kawan-kawannya semua – yang tadinya merasa perlu membantu untuk memberdayakan dirinya?

 

Jadi sebenarnya siapa yang memberdayakan siapa nih?

Karena pengalaman selalu menjadi guru yang terbaik, pertanyaannya tinggallah apakah kita selalu siap menjadi murid yang baik untuk mendapatkan pembelajaran dan pemberdayaan?

Terima kasih 32 sahabat ku, saya sungguh banyak belajar dari Anda semua.

 

Terima kasih pada 4 sahabat lainnya.

Saya juga senang untuk menceritakan bahwa saya juga demikian berterima kasih pada 4 sahabat lain yang mendukung acara ini, saya tuliskan sesuai kehadirannya di Ruang Cempaka. Mas Teddi PY, Kang Asep HG, Mas Krishnamurti, dan Mas Yan Nurindra.

 

Mas Teddi PY

Darinya, saya mendapatkan pelajaran untuk tetap memiliki suatu semangat anak muda yang terus haus dan mau belajar. Tanpa dia sadari, saya seperti diingatkan terus untuk terus belajar juga dari semua kawan di Indonesia. Tulisan Mas Teddi yang saya dapatkan di milis beberapa hari kemudian, memberikan feedback pada saya bahwa “barangsiapa yang mau masuk pada zone belajar, dialah yang akan belajar paling banyak!”

Biasanya orang senang mencari celah kesalahan/kekurangan orang lain, namun satu manusia langka ini justru mencari yang sebaliknya di setiap orang yang ia jumpai.

 

Kang Asep HG

Tiba-tiba di hari minggu Jawara dari tanah Pasundan ini menghadiahi saya 4 buku langka, ke empatnya belum ada di rak buku saya. Ke empat bukunya semua dibubuhi dengan sebuah metaphor indah yang menunjukkan kualitas Santri terbaik dari Stephen Gilligan, Sang Pewaris Milton Erickson. Saya belajar suatu “karma baik” yang mengajarkan suatu nilai “muámallah pertukaran ilmu”. Suatu Complex equivalence yang akan selalu memberdayakan diri sendiri: “Memberikan adalah Mendapatkan “.

Biasanya…, Complex Equivalence menyelinap menjadi jadi belief system dalam formatnya yang negatif. Namun Kang Asep melalui buku itu, dengan elegan menunjukkan kemampuan yang berlawanan.

 

Mas Krishnamurti

Sosok ini hadir berkali-kali mendampingi ke 32 rekan peserta yang tengah bercermin, menggali dan mengagumi semua karunia dari Yang Maha Kuasa di dalam diri masing-masing. Mas Krisna dengan gayanya yang ringan tangan, membantu memberikan contoh-contoh yang memberdayakan kawan-kawan mengenai bagaimana aplikasi NLP di kehidupan sehari-hari. Teknik sederhana, namun mengena, fokus pada struktur, adalah intisari dari setiap percontohan yang diberikan Mas Krishna pada semuanya.

Beberapa kawan bahkan diajaknya ikut rekaman di radio Sonora, dibukakan akses dan rahasia dapurnya. Tak kurang ia masih membagikan kaos, buku dan lain-lainya kepada sahabat-sahabat baru di sana.

 

Mas Yan Nurindra

Terpana, itulah kata yang tepat untuk melukiskan bagaimana ekspresi kawan-kawan melihat kepiawaian Mas Yan saat mendemonstrasikan hipnosis secara ‘nge-flow’  dan penuh contoh utilisasi. Sungguh beruntung, saat semua sudah kenyang-kenyangnya mempelajari NLP tentang bagaimana “suatu masakan” seharusnya disiapkan, bagaimana bumbu semestinya diracik, bahan makanan seyogyanya diolah, dan rahasia strategy urutan pemrosesan. Eh lha kok ‘mak bedunduk’ tiba-tiba saja Sang Maestro Koki Hipnosis tampil dengan memikat mengenai bagaimana cara menyajikan semua masakan itu menjadi menu istimewa.

Mas Yan seolah menuntun semuanya -dalam kondisi trance- untuk melihat, mendengar, merasa apa artinya flow, apa artinya utilisasi, apa artinya waking hypnosis.

 

Uuuuugggghhhhhhhh

Lha kalau begini…. sungguh beruntung dong 32 peserta pelatihan ini mendapatkan 4 sumber ilmu dadakan tanpa rencana.

 

Ups!

Sesungguhnya sayalah yang paling beruntung dan paling banyak belajar dari ini semua. Sungguh!

 

Terima kasih sahabat dan saudara-saudaraku.

 

Mari kita tutup artikel ini dengan membuka suatu teknik powerful untuk dipraktekkan setiap hari :

 

 

  1. Setiap masuk kamar mandi, pastikan berdo’a sesuai agama masing-masing.

  2. Sebelum mulai mandi, pastikan masuk ke kondisi associated seorang pembelajar.

  3. Nyalakan keran di atas bak mandi, tatap mengucurnya air itu secara dis-associated sambil di visualisasikan bahwa ilmu pengetahuan (dariNYA) akan senantiasa mengalir bagi siapapun yang mau mencermati tanda-tanda kebesaranNYA.

  4. Saat mengguyurkan air, lakukan guyuran pertama dengan cepat, seraya mengatakan WUUUUSH! Pastikan menggunakan teknik swish pattern (bagi yang belum ikut Pract, baca di hal ini di artikel lain banyak sekali kok yang membahas), niatkan untuk mengguyurkan ilmu pengetahuan sesuai keinginan Anda.

  5. Utilisasi semua senses, untuk mendapatkan ‘roso’ bahwa : Rasa dingin / hangat air yang dirasakan badan adalah tanda masuknya ilmu pengetahuan menyatu dalam diri kita.

  6. Utilisasi semua senses, untuk mendapatkan ‘roso’ bahwa : Air yang mengalir jatuh melalui tubuh kita adalah tanda telah dibuangnya hal-hal yang tidak berguna, penyakit, negative thinking, melalui guyuran air tersebut.

  7. Bersyukur secara associated.

  8. Keluar kamar mandi berdo’a.

Nah, kembangkan lebih jauh metode di atas dengan mengasosiasikan sabun, sampo, odol, handuk dan pakaian sebagai apapun yang relevan dengan cita-cita dan pembelajaran Anda.

 

Salam penuh utilisasi kehidupan!

Categories: NLP & Belajar

24 Responses

  1. Tidak bisa berkata-kata…

    Siiiiiing………..

  2. marwoto adi says:

    Alhamdulillah…

  3. Mochammad Rivai says:

    Selamat kepada peserta training NLP mas Ronny FR

    semoga sukses selalu semua’ semoga ilmunya bermanfaat bagi semua

  4. Fitra says:

    Alhamdulillah mas !
    Sy udah melakukan hal tsb dari sejak sy smp dulu !
    Hanya dulu ga pake judul swish pattern :-)
    Dari dulu sih niatnya membersihkan & mensucikan diri lahir batin . . . . dst
    dan Alhamdulillah hasilnya lebih dari “sekedar” mandi bersih, tapi juga suci lahir batin, pikiran & perasaan, wah pokoknya smuanya bersih & suci mas!
    Yo wis, sbg murid yang menuruti contoh baik dari gurunya
    kulo manut wae, Mas Ronny !
    Makasi mas!
    Semoga Allah SWT selalu melimpahi Mas Ronny dgn keberlimpahan Ilmu, Kebaikan dan Rezki yang Halal, Berkah dan Banyak !

  5. mastono says:

    mas Rony,

    Sampai hari inipun saya masih tetap mengunyah-unyah pelajarannya.
    Tidak seperti biasanya selesai acara, selesai juga belajarnya. Sampai sekarang bukan males tapi malah cari tambahan lainnya.

    ….. mudah dan luar biasa

  6. Yan Nurindra says:

    Hebat !

    Itu adalah kata singkat yang paling tepat …

    Bukan hal mudah untuk “mengumpulkan” 30 orang yang mau “menyepi” selama 7 hari … apalagi diantaranya ternyata banyak “jagoan” yang sudah malang-melintang di belantara “pemberdayaan diri” …!

    Bukan hal yang mudah untuk membangun suasana & merangkai kata dalam 7 hari penuh …..

    Sukses untuk seluruh peserta & sukses untuk Mas Ronny F.R. ! Semoga NLP semakin menjadi inspirasi bagi pergerakan diri untuk selalu menjadi yang lebih baik …..

    Transformasikan NLP agar lebih membumi …….! Bukan sekedar pengayaan istilah tetapi miskin makna …..!

    Satukan NLP dalam budaya lokal, tradisi lokal, pikiran lokal …..
    Pasti mak .. josss ……

    Sekali lagi selamat …. bagi seluruh rekan yang telah menyatu dalam penggodokan 7 hari penuh di Cempaka Room …..

    Merdeka !

    Yan Nurindra

  7. Halo Mas Teddi…

    Siiiiiiiiiing juga deh… :)

  8. Mas Marwoto Adi,

    Wa syukurillah…

    Thanks sudah mampir. Salam kenal…

  9. Untuk Mas Mohammad Rivai…

    Terioma kasih sudah mampir, dan juga do’anya.

    Sukses juga untuk Anda dan pembaca Portal NLP semuanya…

  10. Mas Fitra, luar biasa!

    Bagus sekali habit itu untuk selalu diaplikasikan, tidak hanya untuk men-sucikan diri. Namun untuk mengguyur kita dengan “ilmu-ilmu” yang kita ingnkan, melalui metaphorical air itu.

    Tentunya secara varian Swish Pattern…

    Salam!

  11. Halo Kang Mastono…,

    Saya senang mendapati sahabat seperti Anda.
    Selalu merasa haus akan ilmu dan senang mempraktekkannya…

    Salam sukses selalu!

  12. Untuk Mas Yan…

    Sip…
    Mari kita maju terus bahu membahu…

    Supaya tidak hanya “kaya:” akan istilah, namun memang lihai dan piawai dalam berpraktik dan dalam memberdayakan diri sendiri dan lingkungan sekitar.

    Salam

    RFR

  13. Ikhwan Sopa says:

    Sungguh, “sebuah” tujuh hari yang sangat langka dan luar biasa. Belajar NLP dan Hypnosis kepada para “Mbah-nya”, ibarat memasuki lorong yang makin dalam dan makin hangat menuju realitas “dunia berkelimpahan”.

    Makasih banyak buat guru-guru saya Mas Ronny, Mas Yan, Mas Krishna, buat teman-teman, dan buat Anda semua para Mbah-Mbah NLP dan Hypnosis. Anda semua memang EDAAAAAN!!!

    Ikhwan Sopa
    Master Trainer E.D.A.N.
    http://milis-bicara.blogspot.com

  14. Rahmadsyah says:

    Pak Ronny Selamat ya…

    Dan Kepada Praktisi selamat telah menambah mindset baru…
    dan Terima kasih saya kepada Pak Yan , “Transformasikan NLP agar lebih membumi …….! Bukan sekedar pengayaan istilah tetapi miskin makna …..!” kata-kata diatas sungguh memberi inspirasi dan makna terdalam bagi saya…
    Apalagi kalau kata-kata diatas tidak hanya dibaca sepintas, tapi juga sekaligus dihadirkan sub-sub modalitasnya, … mungkin cukuplah sudah kalimat diatas menjadi ATTITUDE NLPers….

    wallhu’alam

  15. Sip Mas Sopa…

    Makin dipraktekkan semakin EDUN…!

    Selamat!

  16. Mas Rahmadsyah…

    Terima kasih sudah berkunjung….
    Anda memang luar biasa dan selalu penuh inspirasi!

    Selamat juga ya Mas!

    Ronny FR

  17. Asep Haerul Gani says:

    Fabiayyi ‘Ala i Robbikuma Tukadziban “Sungguh Nikmat Tuhan Mana lagi yang kaudustakan” begitu ayat Al Quran disitir oleh buyut murid KH Ahmad Dahlan, kelahiran Kauman, Ngayogyakarto Hadiningrat, Kyai Ronny Furqoni Ronodirdjo.

    Tulisan ini adala tanggapan. Ungkapan syukur atas nikmat yang saya dapatkan 25-26 Oktober 2008 saya akan buat dalam bentuk artikel Hypnosis ke-N atau Hypnotherapy ke-N.

    Sungguh saya beruntung, hadir dengan name tag “TAMU” sama seperti kangmas Teddy dan sebagai tukang ngintip yang memberikan peluang terlebih dahulu kepada Kyai Ronny untuk buka baju terlebih dahulu sehingga ngintipnya semakin siip.

    Sebagai murid/santri, banyak hal yang saya pelajari selama 2 hari termasuk belajar dari keteguhan mbak Ida, wanita cantik, lenjang, bertutur kata halus, lembut, suka dengan pakaian berwarna hitam yang merupakan salah satu determinant kesuksesan sang Kyai.

    Apa yang saya pelajari selama 2 hari itu:

    (1). Kemampuan sang Kyai mempertahankan vitalitas, edurance, kualitas suara, rentang perhatian, semangat, humor, coach saat latihan, fokus pada 1 dan banyak hal dalam waktu yang panjang (per hari 8 jam)

    (2) Kemampuan mengatasi kejenuhan dan ketaatan pada SOP. Bukan Lisence namanya bila tidak mengikuti standard. Mengikuti standard tidak harus jenuh dan membosankan. Mengikuti standard dapat menjadi hal yang menyenangkan.

    (3) Kemampuan meng-utilisasi keunikan peserta sehingga mendukung kegiatan pembelajaran. Para peserta yang hebat-hebat itu mau menerapkan ilmu kanthong kosong kanthong bolong dan beraliansi sehingga pembelajaran menjadi lebih berbobot dan bermakna.

    (4) Kemampuan melakukan indirect hypnosis sejak tampil di detik awal sehingga para peserta mampu trance-sendent, self distance, flexible. Lha mas Sopa saja yang biasanya EDAN bisa fleksibel milih moda perilaku kalem menenangkan. Mas Widyarto Sipit yang di forum Cangkringan di lantai 5 Kompas suka bikin ulah membenarkan ke arah yang sesat, ganti modus menyesatkan ke arah yang benar. Mbak Atiek dan Uda Adi , Dra. Psi dan Drs. Psi yang dalam forum-forum training dan coaching diam dalam bergerak beralih menjadi bergerak dalam diam. Mas Noer yang punya aji-aji linuhung bahkan mau menanggalkan sementara kesaktiannya dan menggerakkan mata ke kanan atas, ke kiri bawah hanya untuk menguji kedahsyatan Eye Accessing Cues.

    Dari sisi content, karena sama-sama Drs. Psi, sama-sama pernah berguru dengan Gus Dur, sama-sama beranjak dari kaum mustad’afin, sama-sama senang dengan mengunjungi tempat-tempat mulya (keramat), saya mendapatkan cara pemahaman terbaru terhadap hal yang sempat saya pelajari khususnya NLP, Hypnosis dan Hypnotherapy.

    Saya yakin itu semua bukan hanya diperoleh Kyai Ronny dari Hadratus Syaikh Richard Bandler saja , melainkan dari saripati pengalaman ngangsu kawruh jatining urip dari berbagai Wiku, Resi dan Mursyid dari Masyriq (Timur) dan Maghrib (Barat).

    Sebagai tanda hormat saya ijinkan saya pilih 5 kata mewakili 5 Representational System yang menggambarkan penilaian saya atas 2 hari dari 7 hari training Licensed NLP Practitioner. Training ini sungguh “Cemerlang, Gempita, Lezat, Harum dan Mantab”.

    Pun sapun ampun paralun, Assalamu’alaykum

    Asep Haerul Gani

  18. Aduh Kangmas Asep

    Hatur nuhun apresiasinya…
    Bagi saya justru Anda dan para sahabat lah yang luar biasa, tak habis-habisnya saya kagum pada kebesaran hati Anda semua dalam mendukung kegiatan Practitioner yang lalu…

    Bagi saya teramat jelas bahwa luarbiasanya suasana kelas adalah resultan dari seluruh gaya (kekuatan) yang dimiliki dari para peserta dan tamu-tamu yang hadir. Semuanya secara Sinergy meLintasi Batas-batas individu dan perbedaan, yang ada hanya keselarasan arah…

    Nah,
    Lha sekarang, gimana ini…, bulan lalu saya sibuk menolak jika dipanggil seseorang sebagai seorang “guru”, lha kok sekarang kok malah sama Kang Asep kok malah memanggil saya dengan sebutan “Kyai” ?

    Rasanya jauh lebih mantabbh kalau saya jadi “mitra belajar” saja untuk teman-teman… Ya khan?

    Lagipula, panggilan Kyai ini bisa berbahaya (karena bersifat ambiguity) bagi orang Jateng yang jauh dari pesantren seperti saya ini. Lha gimana coba, di Jateng yang dipanggil Kyai adalah :

    - Gamelan Kraton
    - Kerbau di Solo
    - Nama benda-benda keramat : keris, batu, dll
    - “Penjaga” Gunung
    - dan sebagainya.

    Lha kalau di pesantren, istilah Kyai memang Joosh :)

    Nah, kalau Kangmas Asep ini memang cocok dipanggil sebagai “Ajengan” dalam istilah Sunda tentunya yang artinya juga sama dengan Kyai secara kurang lebihnya…, namun bukan ‘Ajengan’ yang dalam arti Bahasa Jowo lho ya….
    Sebab dalam istilah Jawa Tengah, Ajengan artinya “cuma berkehendak, tapi nggak jadi-jadi…”. Lha kan berbahaya kalau yang ini…. :)

    Duh duh, kok malah membahas ambiguity….

    Ndadk papa, kata ‘Ajengan’ ini adalah tambahan ambiguity baru yang belum ada di ranah NLP gaya barat (bahasa Inggris). Mungkin bolah-boleh saja kalau kita sebut sebagai “Cross Cultural Semantic Ambiguity”, hehehe, atau apatah istilah lain juga boleh. Lha wong cuma istilah saja kok repot….. .

    Yang penting ini adalah bentuk apresiasi atas kekayaan Tanah Air kita yang memiliki berbagai bahasa berbeda dan sejumlah diantaranya memiliki sifat homofonik (sama bunyi).

    Kegalauan teman-teman Indonesia yang sedang jadi pembelajar Ericksonian mengenai bagaimana mempraktekkan ambiguity dalam konteks bahasa Indonesia, akan terobati jikalau proses pembedahan linguistic ala NLP untuk Bahasa Indonesia semakin diperdalam.

    Lha wong keempat ambiguity yang ada di NLP khan muncul dari gejala bahasa yang ada di konteks grammar Inggris. Jadi daripada galau dalam menterjemahkan dan mempraktekkan ambiguity alam grammar Inggris, jauh lebih bijak menggali ambiguity yang muncul dalam bahasa Indonesia…

    Ohya, di pelatihan kemarin, sudah secara ekstensif kita lebih “galakkan” kemampuan kawan-kawan dalam menciptakan dan men-utilisasi ambiguity dalam konteks sehari-hari….

    Sip mas, mari kita gandengan tangan : Wong Jowo, Urang Sunda, Arek Suroboyo, Cacak Madura, Wong Kito, Uda Uni, Orang Medan, dan apalagi istilah daerah lain ya?

    Yuk kita gali bersama khasanah linguistic cross cultural kita…

    Insya Alloh kita akan temukan harta karun terpendam “rahasia linguistic” Bumi Pertiwi.

    Ohya, saya jadi ingat kalimat Mas Zein…

    Saya ucapkan terimaaa…. kasih, kepercayaan Anda semua pada Training Licensed NLP Practitioner, memang luar biasa..!

    Salam Ambiguity

  19. Krishnamurti says:

    Halo Mas Ronny, khususnya sobat NLP Graduate,

    Ya, ini adalah awal…
    Ya, awal perjalanan mengarungi kehidupan…
    Ya, kehidupan baru karena ada bekal baru…
    Ya, bekal yang bisa membuat kita terbang tinggi…
    Ya, setinggi yang kita inginkan dan yakini…

    Yakini, yakini dan yakini…akan terbang tinggi…
    Dengan kaki yang tetap berpijak bumi…

  20. Betul Mas Krishna…

    Saya jadi ingat waktu kecil di jaman komik Gundala Putra Petir, Laba-laba Merah, juga ada satu karakter kartun pahlawan lain yang terkenal, namanya Pangeran Mlaaar.

    Itu tepat sekali dengan gambaran meraih tinggi setinggi-tingginya, dengan kaki tetap berpijak di bumi.

    Kalau sekarang mungkin mirip salah satu karakter hero (pahlawan) dalam kisah Fantastic Four yang terkenal itu…

    Ya,
    Terima kasih Mas dengan metaphornya…

    Hebatnya kemarin, dalam kondisi alter state of mind, melalui utilisasi time line, salah satu peserta (WA) secara otomatik mengidentifikasikan dirinya sebagai elang putih bersih yang terbang tinggi di angkasa meraih cita. Setiap peserta mengidentifiassi dengan citra bawah sadarnya masing-masing, namun peserta ini yang satu-satunya membangun kesadaran diri sebagai elang putih…

    Nah, waktu sugesti diikuti dengan “perintah” supaya tangan menyentuh bumi, sontak terjadi distraksi sebentar di pikirarnnya (“Elang kok punya tangan?… menyentuh bumi lagi…?”). Namun karena “memilih untuk nurut”, maka kurang dari hitungan sedetik, kemudian langsung sontak menjulurlah suatu tangan dari tubuh elang yang sedang di atas angkasa itu, secara tiba-tiba sang elang memiliki tangan ke bumi!

    Imajinasi manusia memang luar biasa…, apalgi dalam alter state…. Benar-benar suatu karunia Tuhan yang terus perlu disyukuri dan di utilisasi…

    Demikian kisah kecil…
    Semoga berguna bagi semuanya

    Thanks Mas

  21. Apin Aviyan says:

    Mas Ronny & rekan2 NLP Practioners…

    Seru banget yach… jadi nyesel nggak ikut “nyepi” di Cempaka tempohari..
    Suatu saat saya juga ingin bergabung dan ikut merasakan “kehangatan” belajar dengan kedahsyatan yang dimiliki diri sendiri…

    Selamat dan sukses selalu untuk Mas Ronny dan teman2…

    Salam,
    Apin

  22. Dear Mas Apin…

    Lama tak sua…
    Muga-muga Mas makin sukses memimpin prajurit perbank-an di situasi yang semakin menantang saat ini!

    Saat nya berinvestasi di dalam pikiran melalui pelatihan-pelatihan pengembangan diri.

    Maju terus!

  23. arlin says:

    hikss…hiks….hiks….
    blum bisa nepatin janji………….
    belajar dari salah satu GURU NLP Indonesia

  24. Ronny FR says:

    Dear Mas Arlin
    Apa khabar? Semoga selalu sukses dan terus mencerahkan saudara-saudara kita di Ranah Minang…

    BTW,
    Jadi ingat omongan seorang teman..
    Dalam hidup ini ada dua pilihan lhoo : Memilih menjadi Termometer atau Thermostat.

    - Thermometer : mengukur suhu, hanya bisa bereaksi pada suhu.
    - Thermostat : mengatur suhu, yang menentukan suhu-nya mau berapa.

    Nah,
    Mas pilih yang mana hayo?

Leave a Reply