Tanggal 10 November di Indonesia diperingati sebagai Hari Pahlawan, tanggal tersebut dipilih untuk mengenang pertempuran di tahun 1945. Tulisan ini disusun sebagai sumbangsih portalNLP memperingati Pahlawan yang telah dimuliakan nyawanya oleh sang pencipta. Tulisan ini juga dibuat untuk memprovokasi pembaca agar membangunkan, membangkitkan, memberdirikan dan menggerakkan Pahlawan yang sedang nyenyak tidur di dalam DIRI.
1. Pahlawan dengan Selaksa Wajah
Pahlawan beragam wajahnya. Pahlawan dapat dilihat pada sosok pejuang di Nusantara yang rela meregang nyawa demi menjadi manusia merdeka. Pahlawan dapat didengar dari tuturan Sengkon dan Karta . petani lemah yang berjuang melawan peradilan sesat. Pahlawan dapat dirasakan emosinya dari sebuah patung Pangeran Kornel Sumedang yang menyambut uluran tangan kanan Daendles dengan juluran tangan kiri.*
Hal yang paling membahagiakan adalah Pahlawan ada dalam keseharian kita. Wujudnya dapat beragam. Office Boy rajin di kantor yang ceritanya mengumpulkan uang halal untuk menyekolahkan 2 anak, 1 keponakan dan menanggung ibunya yang renta di kampung adalah Pahlawan. Manager yang rela bermalam-malam bekerja memastikan semua hal pada tempatnya, sehingga perusahaan tetap untung, dan nasib sekian ribu karyawan beserta keluarganya tetap sejahtra adalah pahlawan. Bila demikian halnya, maka percayalah, ada Pahlawan pula dalam diri Anda.
Bila kita pelajari cerita-cerita rakyat dari negeri sendiri, juga cerita mitologi dari berbagai negeri, sesungguhnya Pahlawan itu manusia biasa. Alam, keadaan, lingkungan, musuh atau kekuatan dirinya menjadi pendorong keluarnya Pahlawan dari dirinya.
2. Pahlawan dengan sekaligus sifat Nista dan Mulya
Pahlawan, berbadan, berpikiran dan berperasaan sama seperti manusia lainnya. Pahlawan tidak hanya dipenuhi sifat-sifat keutamaan seperti gagah, berani, pikiran jernih dan tajam, retorika mantap dan cepat mengambil keputusan, tegas dalm bertindak dan tenang dalam pembawaan.
Pahlawan juga seperti Rocker. Ia juga manusia , punya rasa , punya hati, jangan samakan dengan pisau belati. Pahlawan dalam segmen hidupnya dapat diliputi sifat-sifat nista, seperti rapuh, khawatir, pikiran kusut dan tumpul, kelu dalam berbicara dan lamban ambil keputusan, ragu saat bertindak dan cemas dalam pembawaan.
3. Pahlawan dan Nama Baik
Pahlawan tidak selalu mendapatkan pengakuan dan nama baik. Setiap hari hadir jutaan Pahlawan, lahir tindakan nyata Pahlawan, lahir semangat gerak Pahlawan, namun pengakuan dan nama yang mencuat hanyalah beberapa, tak sebanyak jari di telapak tangan kita. Memang nama dan pengakuan bukanlah yang Pahlawan kejar. Mereka menyatakan keberadaannya dengan karya. Mengutip WS Rendra » Nama itu hampa, ketenaran itu kosong, hanya karya yang nyata ». Dengan kata lain Pahlawan lebih fokus pada beramal baik alih-alih mengagungkan nama baik.
4. Pahlawan dalam mitologi
Joseph Campbell, seorang Psikolog Amerika yang terinspirasi oleh karya-karya Carl Gustav Jung dan juga dikenal sebagai ahli mitologi, meneliti mitologi berbagai bangsa dan menuliskan benang merah dari peristiwa yang dialami para Pahlawan ini. Ia menuliskannya dalam buku Hero with A Thousand Faces.
4.1.
Pahlawan diperkenalkan dalam dunia kesehariannya dan ia menerima panggilan untuk menempuh perjalanan. Pahlawan ini pada awalnya enggan bahkan menolak panggilan tersebut akan tetapi ia mendapatkan dukungan dan penguatan dari orangtua bijaksana untuk melampaui rintangan awal, ia menghadapi sejumlah ujian dan juga mendapatkan sejumlah penolong. Ia kemudian sampai di gua yang sempit, sulit di jangkau dan dalam, tempat ia mendapatkan siksaan (ujian) terberat. Dia mendapatkan pedang atau perhiasan yang berguna untuk kembali kepada dunianya. Dirinya mengalami transformasi akibat pengalaman ini dan Dia kembali ke dunia nyata dengan memperoleh kejayaan, harta, tanah dan kemulyaan.
4.2. Bila dirinci, maka ada 12 langkah perjalanan yang dilalui oleh sang Pahlawan, yaitu:
1. Dunia keseharian , Pahlawan dengan penderitaan,kebosanan dan gangguan jiwa.
2. Sebuah Panggilan Perjalanan , saat dunia keseharian tidak bisa lama untuk dinikmati dan sang Pahlawan sudah matang untuk melakukan perubahan.
3. Penolakan panggilan, saat Pahlawan takut, bahkan terganggu pada awalnya dan menghindari tantangan .
4. Bertemu dengan Mentor, yang membesarkan hati, mendukung dan memacu Pahlawan untuk terus maju.
5. Melampaui rintangan awal, Pahlawan mulai merasakan ujian-ujian nyata dan dicekam rasa ketakutan.
6. Ujian, Berkawan dan Musuh, saat Pahlawan merasakan tekanan dan kecemasan terbesar dibandingkan sebelumnya, menggodanya untuk terjerembab namun akhirnya menemukan orang yang dapat membantu dan seringkali orang berbahaya yang dapat menyakitinya.
7. Mendekati Goa yang dalam saat sang Pahlawan memasuki sisi yang selama ini gelap mengenai kebenaran hakiki, diri yang tersembunyi, dan sisi yang selama ini selalu diingkari hampir sepanjang hidupnya.
8. Siksaan Tertinggi yang Pahlawan mencoba menggunakan keseluruhan bagian dari diri sejatinya yang sebelumnya menakutkan dan mempermalukannya.
9. Mendapatkan hadiah mencengkeram Pedang ketika Pahlawan perlahan-lahan menemukan gairah baru dan mulai merasakan mantap dan menggerakkan kekuatan diri sejatinya.
10. Kembali ke dunia nyata, saat Pahlawan harus menyesuaikan temuan gairah barunya dengan tuntutan dari dunia nyata, suatu masa percobaan bagi pahlawan yang tidak sabar dengan para pihak yang selalu menghambatnya.
11. Kebangkitan, saat Pahlawan memandang sekilas pada ematian yang akan terjadi, mengambil makna ujian dan penilaian diri atas ” Apa yang telah saya lakukan atas hidup saya?
12. Kembali dengan Ramuan Mujarab , saat pahlawan membagi apa yang telah dipelajarinya terhadap Pahlawan muda dalam kehidupan nyata.
5. Ending cerita Pahlawan
Seorang peneliti dari
5.1. Comic, saat akhir cerita sang Pahlawan sama dengan awal cerita digelar. Cerita-cerita komedi masuk ke dalam genre ini. Dari negeri Sendiri Film Si Kabayan, Warkop, Benyamin S, Bing Slamet termasuk tipe Film dengan Comic ending.
5.2. Dramatic, saat akhir cerita sang Pahlawan kalah dalam perang, tanahnya dirampas, kerajaannya dihancurkan, istrinya hilang , anaknya meninggal, namun Pahlawan mendapatkan pembelajaran sangat berharga dalam hidupnya.
5.3. Happy, saat akhir cerita sang
6. Perjalanan Klien menemukan Kesembuhan = Perjalanan Pahlawan
Apakah Joseph Campbell hanya melakukan penelitian untuk mendapatkan saripati itu? Tentu tidak. Pahlawan termasuk “archetype” dalam terminology Carl Gustav Jung. Pahlawan ada dalam “ketidaksadaran bersama” (Collective unconscious) suatu bangsa. Pemahaman mengenai ketidaksadaran bersama ini sama dengan memahami sebagian strategi manusia dalam cipta-rasa dan karsanya, termasuk strategi manusia untuk berjuang menemukan kesembuhan dirinya.
Dari pengalaman 15 tahun sebagai psikolog, seorang klien yang datang kepada konselor, psikoterapis, kyai, dukun, sanro, orang pintar bila dicermati mereka sedang melakukan perjalanan seorang Pahlawan.
Agar jelasnya marilah kita cermati contoh kasus Kyay Fatah (lengkapnya lihat di Portal ini tulisan berjudul “Kisah-kisah Penyembuhan dengan Memaafkan”).
1. Dunia keseharian , Kyay Fatah mengalami penderitaan sukar menjalin hubungan dengan orang baru, kurang percaya diri, dan seringkali dihantui kecemasan..
2. Sebuah Panggilan Perjalanan , Kyay Fatah merasakan jalan yang dilalui selama ini harus segera dihentikan, banyak peluang di depan harus diraih, ia merasa saatnya meninggalkan kebiasaan lama dan lahir menjadi orang yag baru
3. Penolakan panggilan, saat Kyay Fatah merasakan takut, bahkan terganggu oleh munculnya bayangan-bayangan kegagalan untuk melangkah dan cenderung untuk menghindari tantangan.
4. Bertemu dengan Mentor, Kyay Fatah bertemu dengan sejumlah orang yang membesarkan hati, memberitahu jalan dan mendukungnya untuk terus bergerak menuju hal yang diinginkan. Kyai di salah satu pesantren, ia pandang sebagai mentornya.
5. Melampaui rintangan awal, Kyay Fatah mulai merasakan ujian-ujian nyata dari kehidupan nyata dan lagi-lagi ia dicekam ketakutan yang muncul dari kebiasaan masa lalu dan rasa menyakitkan yang muncul dari masa lalu.
6. Ujian, Berkawan dan Musuh, saat Kyay Fatah tertekan dan cemas dan merasakan kejatuhan yang luar biasa, ia menemukan kawan seperjalanan (Guru-guru teman kerjanya) yang membantunya menemukan langkah terbaik, pada saat yang sama ia pun bertemu dengan sosok musuh (orang-orang yang memicu ingatannya terhadap kekalahannya di masa lalu).
7. Mendekati Goa yang dalam saat Kyay Fatah akhirnya memasuki dirinya yang selama ini nyaris dihindarinya, mengenai kebenaran hakiki pada dirinya, mengenali DIRI yang tersembunyi, dan sisi hidup yang selama ini selalu diingkarinya.
8. Siksaan Tertinggi saat Kyay Fatah menyadari dan menerima kelemahan diri yang selama ini ia takuti dan ia hindari.
9. Mendapatkan hadiah mencengkeram Pedang ketika Kyay Fatah mendapatkan kesadaran baru dan menemukan gairah baru dan mulai merasakan mantap dan menggerakkan kekuatan diri sejatinya.
10. Kembali ke dunia nyata, saat Kyay Fatah harus menyesuaikan temuan gairah barunya dengan tuntutan dari dunia nyata. Ia mereka pikir, rasa dan tindakan sehingga sesuai dengan dunia nyata.
11. Kebangkitan, saat Kyay Fatah dapat mengambil hikmah dari ujian dan menilai dirinya dan mengetahui jawaban ” Apa yang telah saya lakukan atas hidup saya?
12. Kembali dengan Ramuan Mujarab , saat Kyay Fatah membagi inti sari kehidupan kepada murid-muridnya di sekolah sebagai pembekalan untuk menjalani kehidupan.
7. lalu bagaimanakah menemukan Pahlawan dalam diri Anda?
Paling tidak ada 2 cara, yaitu CARA REFLEKTIF dan HYPNOTHERAPY.
7.1. Cara Reflektif
Merujuk pada karya Joseph Campbell, maka Anda dapat melakukan kegiatan reflektif sebagai berikut :
1. Dunia keseharian ,
1. Gambarkan diri anda dalam keseharian!
2. Penderitaan apa saja yang Anda alami?.
2. Sebuah Panggilan Perjalanan ,
1. Buatlah diri Anda hening, tenang, nyaman dan kenali panggilan perjalanan hidup Anda!Tuliskanlah!
2. Bila lebih dari satu, lihat, dengar dan rasakan mana yang lebih jelas, lebih nyaring dan lebih menyedot diri
3. Penolakan panggilan,
1. Masuki diri Anda dan temukan keengganan memenuhi panggilan tersebut!
2. Temukan argument, opini, kilah, keluhan !
4. Bertemu dengan Mentor,
1. Dengan kesadaran diri, carilah dari perbendaharaan kawan, kenalan, mitra Anda seseorang yang dapat dijadikan MENTOR !
2. Dengan kesadaran diri, carilah pula orang yang belum menjadi kawan, kenalan, mitra Anda yang karena kapabilitasnya dapat dijadikan MENTOR !
3. Susunlah tindakan nyata (istilah yang saya dapatkan dari ngintip 7days Licence NLP Practitioner adalah New Behavior Generator) sehingga Anda mendapatkan pembelajaran dari sang Mentor
4. Susunlah langkah penerapan hasil pembelajaran dari sang Mentor dalam dunia nyata
5. Melampaui rintangan awal,
1. Masukilah dunia nyata dengan pembelajaran dari sang mentor!
2. Tantangan pasti ada, hambatan pasti ada, namun percayalah tantangan dan hambatan terbesar semuanya dalam diri Anda !
3. Ada perasaan berat, lalui saja sebentar lagi juga akan anda lewati.
6. Ujian, Berkawan dan Musuh,
1. Bayangkan ujian apa saja yang mungkin muncul dalam kehidupan nyata !
2. Bayangkan siapa saja yang dapat menjadi kawan seiring dalam perjalanan Anda!
3. Bayangkan siapa-siapa saja yang akan menjadi musuh Anda dalam perjalanan Anda!
4. Temukan cara-cara terbaik untuk membangun kekuatan dengan kawan seperjalanan
5. Temukan cara-cara membuat diri lebih kuat dari musuh, dengan cara mempelajari dan memiliki seluruh kekuatan musuh sekaligus menemukan melemakan Musuh.
6. Tentukan tindakan yang efektif sehingga lulus dalam setiap ujian , mampu mendapatkan kawan yang mengingatkan kelemahan dan musuh sebagai mitra tanding yang meningkatkan kekuatan.
7. Mendekati Goa yang dalam
1. Sediakan waktu untuk menatap ke dalam DIRI
2. Upayakan mampu mengenal sejumlah diri di dalam DIRI
3. Upayakan menemukan bisikan, hasutan, ejekan, pujian dari diri yang satu ke diri yang lain di dalam DIRI
4. Lakukan rekonsiliasi keseluruhan diri sehingga mampu melakukan SINERGI meLINTASi BATAS kepentingan masing-masing diri.
5. Temukan DIRI sejati.
8. Siksaan Tertinggi
1. Siaplah terbuka menerima DIRI SEJATI
2. Siaplah menerima apapun yang selama ini anda takuti dan hindari mengenai siapa Anda
3. Siaplah menerima apapun yang selama ini anda banggakan dan tempelkan pada diri anda sebenarnya bukanlah DIRI sejati Anda.
4. Siaplah menerima bahwa apa yang selama ini dipandang sebagai karya, tindakan, gelar, persepsi Anda dan orang lain tentang Anda sebenarnya bukanlah DIRI SEJATI anda.
1. Mendapatkan hadiah mencengkeram Pedang
1. Temukan hadiah apa yang Anda peroleh dari DIRI SEJATI anda ?
2. Apakah « PEDANG » bagi diri Anda ?
3. Tindakan apakah yang Anda rancang lakukan setelah Anda menggenggam PEDANG tersebut ?
2. Kembali ke dunia nyata,
1. Apa persisnya yang akan Anda lakukan saat kembali ke dunia nyata?
2. Apa saja yang perlu diubah dalam pikiran-perasaaan-tindakan sehingga langkah Anda efektif?
3. Apa sajakah yang perlu dicermati di dunia nyata sehingga langkah-langkah yang disusun dapat diterapkan?
3. Kebangkitan,
1. Aoa sesungguhnya makna hidup Anda?
2. Cara apakah yang Anda pilih agar hidup Anda bermakna?
4. Kembali dengan Ramuan Mujarab ,
1. Apakah yang anda persiapkan untuk generasi berikutnya sehingga mereka mendapatkan saripati pengalaman hidup Anda
5. Ending,
1. Di akhir kehidupan Anda , akhir cerita seperti apakah yang Anda inginkan?
2. Comic? Alasan? Langkah yang akan anda persiapkan
3. Dramatic? Alasan? Langkah yang akan anda persiapkan
4. Happy? Alasan? Langkah yang akan anda persiapkan
7.2. Cara HYPNOTHERAPY
Cara menemukan Pahlawan dari dalam Diri menggunakan Hypnotherapy akan dibahas khusus pada HYPNOTHERAPY #21. Saat Pahlawan Mengafiatkan Medician , yang mengurai contoh kasus dan penanganan kasus.
–
Pun Sapun, Ampun Paralun
Pakena Gawe Rahayu Sangkan Nanjung Di Juritan Nanjeur di Buana
Asep Haerul Gani
* Dalam tataran praktik,historis, politik, inilah contoh pemanfaatan Handshake Induction untuk mempengaruhi pendapat lawan. Daendels yang semula memaksa dan murka untuk pembangunan jalan mengitari cadas (sekitar cadas pangeran) dibuat terbelalak, diam dan mau menerima alasan yang diberikan oleh sang Pangeran Sumedang setelah menyambut uluran tangan kanan sang Gubernur Jenderal dengan juluran tangan kiri. Entah Erickson atau Bandler yang kemudian menggunakan teknik berjabat tangan ini sebagai teknik induksi dalam konteks Hypnotherapy.




















What a great inspiration for me Bos !
Iit’s remind me that if there is someone have the greatness, Allah is reminding me that I can be like that too, even more !
You are right Ustadz Fitra,
Because of that , if you recite AL Qur-an, you may find some kind of journey of “Heroes and Heroine” . All is the good model or uswatun hasanah for us. You can learn from Adam and their sons, Abraham, Isma’il, Hajar, Sarah, Ishaq, Moses,Harun, Zakaria, Maryam, ‘Isa, Nuh, Muhammad, Israil, Sulaiman (Solomon), Dawud (David), Zukarnain, The 7 young caveman.
Please find your HERO in yourself first and let’s pull the Heroes and Heroine from your students.
Assalamu’alaykum.
Asep Haerul Gani
Kang Asep :
I love this long post…
Very inspiring!
You awaken the Hero ithin us!
Kang Fitra :
It’s seem like…. I feel so familiar with these proverb…?
=))
BTW, We wait your contribution in our New Blog!
Kang Mas Ronny,
Thanks for your response.
If the Hero within us still sleeping, we are not connect with our centre and we are in problem. To elicitate solution, the Hero have to awake, stand up and move to destination.
About long post, remind what Baduy’s Shaman said “be a natural, long not cut, short not add”.
Haturlumayan and haturnuhun.
Asep Haerul Gani
Assalamualaikum
Apakah mahasiswa/siswa yang tawuran membela pacar atau harga diri kampusnya di lecehkan oleh anak kampus lain disubut pahlawan? Makasih pak
pak asep, membaca tulisan bapak membuat perjalanan menuju diri tak lagi terasa sepi!
saya merasa tersentuh dan terbangkitkan untuk lebih bersemangat lagi! dan yang paling membuat saya tersentuh sampai menitikkan air mata, adalah pahlawan juga manusia. dan ia juga mengalami ‘peperangan’ dalam dirinya.
tulisan bapak juga membantu saya untuk merevisi pandangan saya tentang pahlawan sebagai superhero yang tanpa cacat.
terimakasih pak.
smoga kebaikanlah yang akan bapak dapatkan…
melalui ilmu dan tulisan yang bapak sebarkan
salam.
Wassalamualaikum Sdr.Rahmat
Untuk menjawab pertanyaan Anda, silakan merenungi surat Al A’raf 179. Bila saya menjawabnya, saya akan tergelincir menjadikan Anda tidak menggunakan hati, mata, telinga. Agar Anda menemukan Jannah, hindarilah sifat “Al An’am” yang “Ghafil”.
Salam hangat untuk Anda.
Asep Haerul Gani
Bung Adham BMW, nama Anda mengingatkan saya pada keagungan sang Sufi Ibrahim bin Adham dari Balkh yang heroik kisah hidupnya, menukar kerajaan dengan pakaian bulu domba sederhana, beralih status dari raja yang berkuasa menjadi sahaya yang melayani.
Sepakat dengan apa yang Anda rasakan, peperangan terbesar adalah perang dengan diri sendiri. Pertempuran paling menakutkan adalah bertempur menerima kelemahan dan cacat cela diri sendiri.
Selamat membangkitkan HERO dalam diri Anda.
Membaca nama Anda, ingatan saya terpaut terhadap Ibrahim bin Adham.
Salam,
Asep Haerul Gani
Pak, ini tulisan yang sangat menarik saya minta izin untuk mengkopinya ya pak???
Saudari Rahmie, silakan tulisan ini digandakan untuk kemanfaatan Anda dan banyak orang.Anda cukup menyebutkan sumbernya saja. Sukses menemukan HERO dalam diri Anda.
Salam HERO,
Asep Haerul Gani