Sahabat, pembaca portal NLP yang budiman,
Akhir tahun 2008, saat melakukan muhasabah (membandingkan hal yang telah dicapai dengan standard yang ditentukan) , dan menelusuri kembali setiap jejak yang pernah dilewati , saya teringat kembali akan hal yang dikuliahkan Betty Allice Erickson tentang Hidup.
1. Hidup adalah kerja keras
Orang menemukan makna hidup antara lain dengan cara bekerja. Kadang ada pekerjaan yang ringan, mudah, seenteng membalikkan telapak tangan. Namun tak kadang ada pekerjaan yang berat, yang membuat semua energi terkuras. Hal yang menarik adalah semua kerja pada dasarnya adalah kerja keras. Pekerjaan mudah pun bila ditunda-tunda, kelak menjadi sebuah kerja keras saat waktu sudah kepepet.
Setiap satu pekerjaan usai, datang lagi pekerjaan yang lain. Bahkan bisa jadi tanpa menunggu tuntasnya satu pekerjaan, pekerjaan-pekerjaan lainnya datang menghampiri, menagih untuk dilihat, diraba digarap. Selesainya suatu pekerjaan seringkali dipandang sebagai ukuran kesuksesan.
2. Hidup bisa jadi tidak adil
Anda dapat saja memandang hidup ini tidak adil. Anda bisa jadi melihat hal yang buruk menimpa orang yang baik. Anda bahkan kaget menemukan kenyataan hal yang baik diterima orang yang buruk.
Ada orang yang bekerja susah payah sampai tidak tidur namun penghasilannya bahkan tak cukup untuk sekedar makan. Sementara Ada orang yang menganggur tidak bekerja, namun uang datang padanya seperti hujan di kota Bogor. Pada saat Anda menganggap orang lain beruntung, itu seakan sama dengan sebagian yang lain termasuk Anda sedang memperoleh kemalangan. Dengan logika yang sama, sebenarnya pada saat tertentu ketika Anda merasa beruntung, ada orang lain merasakan kemalangan. Silakan mempersoalkan ketidak adilan dalam hidup, namun tentunya ini sia-sia saja.
3. Hidup memiliki derita baik secara perasaan maupun tubuh
Apa yang kita miliki bisa hilang. Pakaian, handphone,rumah, pekerjaan, hewan peliharaan, kekasih, pasangan hidup, keturunan, orangtua, jabatan, dll. Semakin Anda terikat dengan apa yang Anda miliki, siaplah untuk mudah mengalami penderitaan. Semakin Anda terikat dengan karya Anda siaplah anda menerima derita terhadap apapun akibat karya Anda. Ketampanan, kecantikan perlahan akan pergi, keterikatan Anda terhadap ketampanan dan kecantikan akan mengakibatkan penderitaan.
5. Apapun yang ada dalam hidup akan berakhir
Setiap hal ada akhirnya. Kesenangan ada akhirnya. Hubungan kerja ada selesainya, entah karena mengundurkan diri, diputus, pensiun atau meninggal dunia. Hubungan cinta ada usainya, bisa jadi karena kematian, perceraian, pisah ranjang, bosan, dan seabreg alasan termasuk KDRT, PIL dan WIL. Kesenangan pun ada ujungnya. Demikian pula sakit, kecewa, derita pun ada akhirnya.
6. Setiap pilihan dalam hidup ada harganya
Apapun yang anda pilih termasuk yang tidak ada pilih ada harganya, ada efeknya,ada akibatnya, ada pengaruhnya. Sayangnya kita tidak tahu persis berapa harga yang harus kita bayar akibat memilih atau tidak memilih. Memilih menikah, ada harganya. Memilih tetap jomblo ada harganya. Memilih mengikuti keinginan boss ada harganya, tidak mengikuti keinginan boss ada harganya.
7. Hukum rerata (rata-rata) umumnya benar
Ahli statistik memperkenalkan kurva normal, seperti itula pula hidup. Sebagian besar orang mendapatkan di tengah kurva, sedikit orang yang mendapatkan di kiri dan kanan kurva. Karena itu sangat sedikit orang yang berkelimpahan sama sedikitnya dengan orang yang sangat melarat. Umumnya orang berkeluarga dengan satu pasangan, sangat sedikit yang tidak berkeluarga tetap melajang, juga sangat sedikit pula orang yang berkeluarga dengan banyak pasangan.
8. Apa yang ada dalam kepala dan hati Andalah sebenarnya yang nyata
Boleh saja Anda mendapatkan stimulus berupa makian, cercaan, hinaan, NAMUN aoa yang muncul dalam kepala Anda dan apa yang timbul dalam hati Anda itulah yang sebenarnya nyata. Bila pikiran Anda nyaman, hati Anda tenang, itulah kenyataannya. Sebaliknya bila pikiran Anda terganggu dan hati Anda resah, itulah senyatanya Anda. Apa yang Anda pikirkan tentang diri Anda dan Apa yang anda rasakan dengan diri Anda itulah kenyataan tentang diri Anda.
9. Apa yang kita terima dalam hidup tergantung pada prestasi dan juga keberuntungan atau kesialan atau kombinasi dari keduanya.
Boleh jadi Anda telah menunjukkan langkah cerdas, namun bisa jadi keberuntungan berpihak pada teman Anda, sehingga Anda tidak mendapatkan promosi, posisi, tender atau gratifikasi. Bisa jadi Anda heran karena Anda menganggap selama ini kerja asal-asalan, dan nasib baik sedang berpihak pada diri Anda, sehingga Anda mendapatkan apa yang diinginkan dan membuat iri orang lain.
Sahabat pembaca, boleh jadi Anda tidak sependapat terhadap satu, sebagian atau ke-9 butir refleksi yang intinya disampaikan Betty Allice Erickson. Apapun tanggapan Anda , Anda mempunyai kebebasan untuk merumuskan hidup sesuai refleksi Anda. Dan tentunya selalu ada harga untuk setiap pilihan Anda.
Selamat merancang dan menikmati hidup yang bermakna di tahun 2009.
Pun Sapun, Ampun Paralun,
Pakena Gawe Rahayu, Sangkan Nanjur di Juritan Nanjeur di Buana
Wahanten Girang, Muharram 1430 H
Asep Haerul Gani




















Hhhmmm…mendasar sekali kang Asep..
Makasih artikelnya..
Life is alot of choices..
Thinking is full of Choices…
Just..ARRANGE your mind…
salam berbahagia selalu..
kun
pilihan tentang karya yang akan kita lakukan adalah sebagaimana pikiran kita mampu memunculkan apa-apa yang terbaik menurut pikiran kita sendiri (internal reality program that existed in it-self)
internal reality program that existed in it-self terbagi menjadi 2 bagian inti yaitu
1. internal reality that dug from result of information acceptance reaction that have the character of external program
2. internal reality that is idea or idea that have the character of processing of ownself information without influence from outside
hal yangbaru dijelaskan diatas merupakan bagian dari pada internal reality that dug from result of information acceptance reaction that have the character of external program
tetapi ada yang lebih menarik yaitu untuk mencapai sesuatu yang dahsyat bukan saja kita lalui dengan hal-hal yang bersifat pamper it-self with situation that give easiness,…………………..tetapi ………………..ada sebagian yang menyukai kalau hidup yang hebat itu kalau mencoba hidup dengan menderita,penuh kekurangan, penuh masalah dan selalu dalam keadaan sakit………….woooowwwww…….mereka menganggap jika mendapatkan penderitaan itu selezat menmakan pizza hut dengan toping yang lengkap……………..jadi mulailah tahun baru ini dengan penderitaan dan rasa sakit bagi yang memang menyukai hal itui………..tetapi jika anda tidak menyukainya silahkan memulai dengan sesuatu yang dahsyat …..caranya gimana ikutillah pelatihan pak ronny yang suuuuuuppperrrrr………hahahahahaha…………….thanks alot
Assalamu’alaikum Bos Asep !
Kumaha kabarna ti ciwandan and ciputat ?
wuaahhh . . . . suatu artikel yang me-remind sy bhw kita manusia hanya bisa berencana, berusaha dan berdoa seoptimal mungkin, lalu berikutnya kita manusia hanya bisa menyerahkan ke hadirat Allah akan hasilnya
Subhanallah
Nuhun Bos !
Wassalam
Mas Kun,
Terima kasih pula, apapun persepsi Anda tentang hidup adalah BENAR. Bila Anda nyoreang (flashback, regress) Anda punya HAK untuk melihat, mendengar, mengecap, meraba, menciumnya dengan cara tertentu. Demikian pula saat Anda memproyeksikan hidup ini ke depan.
Kalangan psikolog berpendapat antara STIMULUS dan RESPON ada ORGANISME. Organisme inilah yang akan menentukan pola respons seperti apa.
Sukses bagi Anda seperti yang Anda inginkan.
Asep Haerul Gani
Mas David,
Belajar NLP bagi sebagian orang analogi sama dengan belajar menggunakan 5 Indra dengan jernih tanpa melibatkan “judgement”.
Enak-Enek, Baik-buruk, Mulya-Nista, dan deretan panjang pasangan kata ini dapat Anda tambah, namun semuanya ada akibat ada judgement dan akibat Anda memperbandingkan. Saat stop memperbandingkan, saat mengindra setiap kenyataan dengan unik, maka yang ada adalah keunikan.
Bagi sebagian orang memilih “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian; bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”, Sebagian orang lagi memilih melahirkan repon yang tepat di setiap kenyataan, Sebagian lain lagi berhak memilih seperti yang mereka inginkan.
Tugas coach, mentor adalah melatih agar mereka mampu menyadari dan memanfaatkan keunikannya untuk BEBAS memilih.
Selamat memilih.
Asep Haerul Gani
Wassalamu’alaykum Uda Fitra,
Kabar Banten selalu baik.
Apa yang anda tulis tentu saja sesuai dengan map Anda.
Sukses selalu menata hidup di tahun 2009. Salam untuk istri, anak, komunitas Al Kautsar.
Asep Haerul Gani
pak asep yang jossssssss,……..kapan buat artikel yang baru lagi nihhh…….mengenai loa atau advanced nlp for influence subconscious mind system……thanks alot…..kalau diperkenenkan saya boleh gak nyumbang sedikit kebodohan saya berupa artikel……….hahahahha……………..matur suwun sangeettt………..bravo pak asep………
Mas David, waduh mengenai LOA saya bukan ahlinya. Tentang NLP, jangankan yang advance, yang beginners saja saya belum khatam, mengenai sumbangan artikel, silakan dikirimkan saja ke email adress saya, sumbangan kebodohan ….? sebaiknya nggak usah, di saya juga masih banyak, ini saja sedang berusaha dikurangi. Hehehe. Ciao mas David
Assalamu’alaikum. Wr.Wb.
Terima kasih saya ucapkan kepada semua penulis artikel yang ada di portal ini. (Semoga ucapan terima kasih ini bisa diterima oleh semua penulis, sekali lagi terima kasih)
Jujur saya katakan bahwa saya sering baca-baca artikel yang ada di sini, kadang saya unduh sebagai bahan untuk memotivasi siswa atau teman saya.
Saya menemukan portal ini tanpa sengaja. Entah bagaimana ceritanya tahu-tahu saya sudah masuk ke portal ini. Dan sekarang rasanya jadi kecanduan banget untuk selalu menyempatkan mampir ngangsu kawruh di sini. Walaupun baru kali ini saya meninggalkan jejak saya.
Ooh iya, saya baru mengerti sedikit nlp ya di sini. Banyak istilah yang asing namun tetap saya lahap artikelnya, yang penting saya tambah ruang di otak atau benak saya untuk menambah ilmu di sini.
Alangkah beruntungnya saya, bisa menemukan petunjuk Allah lewat penulis yang begitu hebat, semangat membagi ilmunya tinggi.
Terima kasih. Salam untuk semua penulis artikel dan pembaca semuanya.
Wasalam.
Eko Hadi P
Pare, Kediri
Wassalamu’alaykum Wr Wb pak Eko Hadi P dari Pare, Kediri.
Silakan bapa mengunduh artikel yang ada di PortalNLP ini baik sebagai bahan untuk memotivasi diri sendiri atau pun orang lain. Harapan saya rasa kecanduan yang bapak alami ini jenis kecanduan yang memerdekakan yang membuat Bapak semakin berjaya.
Mengenai banyaknya istilah yang asing , ini merupakan tantangan bagi para kontributor untuk membuat artikel yang mampu memperkenalkan jargon/term (istilah-istilah teknis NLP) dengan cara yang mudah bagi siapapun yang belajar NLP pertama kali melalui artikel.
Pak Eko Hadi P, alangkah beruntungnya pula kami, diberi kesempatan Allah untuk berbagi wawasan lewat pembaca yang begitu hebat dengan semangat menambah ilmunya tinggi.
Terima kasih. Salam untuk semua.
Asep Haerul Gani
Assalamualaikum.wr.wb
P Asep punteun,
‘Success is not a door way, but success is stairway the take one step at time’.
Sukses
adalah sebuah perjalanan bukanlah suatu tujuan.apakah betul?punteun pangjabarkeun,untuk menuntun kehidupan saya.Dalam artian bahwa hidup ini bukan hanya sekedar menunggu untuk di kuburrrrrrrrr.
Wassalamu’alaykum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
Kang Yan, Mangga,
Saya sempat bertanya definisi sukses kepada sejumlah orang, dan mendapatkan ragam jawaban . Ada yang memandang doorway, ada yang memandang stairway, ada yang memandang highway, bahkan ada yang memetaforakan sebagai busway. Apapun pandangan Anda mengenai sukses itu akan menjadi tolok ukur yang akan berakibat pada diri Anda.
Sukses bukanlah tujuan. Bisa benar bila Anda mempunyai tujuan bukan Sukses. Sukses adalah perjalanan, pun bisa Benar, bila melangkah atau bergerak saja atau menjalani saja Anda pandang sebagai sukses.
Bahwa hidup ini bukan hanya sekedar menunggu untuk dikubur (Seberapa anda yakin bahwa akan ada yang menguburkan Anda?). Anggaplah bahwa hidup ini bukan hanya sekedar menunggu ajal datang, lalu yang menjadi pertanyaan dengan apa anda ingin mengisi hidup ini? Apa yang akan jadi tujuan dalam hidup Anda? Apa sikap yang Anda persiapkan menghadapi kenyataan-kenyataan keseharian dalam hidup Anda?
Lagi-lagi pertanyaan reflektif kang Yan, selamat menjawab.
Asep Haerul Gani
Assalamu alaikum Om Asep,
Kenapa bisa begitu mudahnya para penulis membagi ilmunya disini?
pertanyaan inilah yang sulit saya temukan jawabannya namun saya beruntung bisa mengenal NLP, Allah yang menuntun saya pada perkenalan dengan salah seorang teman yang kebetulan pernah mengikuti Training ini. Saya menjadi tertarik karena dulu saya selalu berpikir bahwa untuk berbagi ilmu tidaklah mudah dan tentunya tidaklah murah..ternyata gak juga, Buktinya di NLP begitu banyak orang yang bersedia membagi pengalaman serta ilmunya disini. Murah atau mahalnya sebuah ilmu bergantung kepada Niat si pencari ilmu. Bagi orang tertentu 1000 rupiah bisa menjadi mahal karena dia merasa apa yang didapat tidak sebanding dengan harga yang dibayar , begitupun dengan 1 juta rupiah bisa menjadi murah karena apa yang didapat sesuai dengan harga yang dibayar atau bahkan lebih. Terima kasih kepada para kontributor dan para penulis yang saya kagumi. Terus terang saya sedang keracunan NLP saat ini..jadi sekali lagi terima kasih dan salam hormat saya untuk semua.
Dwi Sukmo
Wassalamu’alaykum, keponakanku yang baik, Ananda Dwi Sukmo,
Saya sempat mendengar orang berpendapat seperti Ananda. Setiap kontributor tentunya punya alasan masing-masing mengenai keinginannya berbagi di portal ini.
Saya melakukan hal ini didasari oleh pengalaman bahwa cara terbaik untuk belajar sesuatu justru dengan mengajarkannya dan menyebarkannya kepada orang lain. Selalu ditemukan hal yang baru saat menyampaikan “al yang sama” kepada orang lain.
Selain itu saya terinspirasi oleh pendapat Imam Syafi’i ,” Ilmu itu ibarat binatang buruan, tangkap dan jinakkanlah dengan cara menuliskannya”.
Hal lainnya, saya menyadari pula semakin berbagi, ilmu saya serasa semakin nambah. Seakan ada paradoks “berbagi sama dengan menerima”.
Lalu apakah dengan demikian ilmu menjadi murah? Tidak juga! Ilmu tetap akan diperoleh sepadan dengan upaya. Meskipun ragam tulisan di Portal NLP ini, tidak menjadi jaminan anda meningkat ilmunya, selagi setelah Anda membaca, tidak mengakibatkan perubahan pada diri Anda, dan tidak ada upaya apapun untuk berekserimen dengan diri sendiri, menguji coba dengan kenyataan , mendapatkan kesimpulan awal, mengujinya kembali hingga mendapatkan “kebenaran” yang datang dari ujicoba tidak sekedar baca-telan-percaya.
Semoga pula keracunan Anda akan NLP sudah ditemukan obatnya dan seluruh sistem diri Anda dapat mengecap, mengunyah dan menelan NLP dengan nikmat dan membuat diri anda semakin sehat, segar dan bahagia.
Pamanda di Banten,
Asep Haerul Gani
Hidup ini bagai di surga atau neraka relatif terhadap sudut pandanga kita. Benar ndak kang?. Tapi bagiku hidup ini bagai di surga kalau kita mau positive thingking, kegagalan, sakit, lapar dll dipikirkan sebagi suatu bentuk pembelajaran. Hidup jadi enteng dan selalu bahagia, karena kita menjadi orang yang setiap hari berdoa agar bisa mendapat kesempatan menolong atau melayani orang. Saya sudah buktikan hal ini, semakin banyak kita melakukan pelayanan semakin bahagia. Karena materi yang kita miliki hanyalah titipan. Terima kasih ilmunya.
Assalamualikum Kang….
Waduh tulisan kang Asep…nyufi buanget..Kayaknya apa yang Kang asep tulis mewakili sekali kehidupan actual..Kang Asep insyaAllah tulisan Kang Asep mau saya kemas jadikan training dalam bentuk relaksasi..hanya sebagai bonus ke peserta training dan ataupun tour..wah insyaAllah powerful ini diberi sedikit bumbu ke mahabbah wah lengkap kayaknya.. Kang saya barusan dapat insight juga, ternyata hidup itu adalah NIKMAT..titik..dan Nikmat..sekali lagi Nikmat…jadi walaupun kita dilanda susah, bangkrut, kolaps, rugi dan atau kalimat apapun yang menjelaskan arti kesialan…yakinlah bahwa masih ada tuch ruang kebaikan, kemanfaatan yang di terima orang lain..jadi kita katakan bahwa tidak ada yang sia sia tuch dalam kehidupan…bukan reframing Lho..tapi nyatanya emang begitu…diantara tangisan orang ada yang ketawa juga…ups..terlalu jauh nich nglanturnya….
Terima kasih Kang Asep…..semoga ilmunya dapat lebih bermanfaat dengan indahnya berbagi….
Saudari Puspita,
Anda benar. Seringkali pertanyaan yang menarik untuk diajukan adalah bukan “Apa yang terjadi pada diri saya ? ” tetapi “Apa respon yang saya pilih terhadap kejadian itu?”. keberadaan kita ada tergantung dari respon yang kita piih. Almarhum Fuad Hassan, salah satu mentor saya mengatakan “Respondeo Ergo Sum”, Aku berespon, maka aku ada.
Memberi, melayani, hakikatnya adalah menyadari untuk tidak terjebak dan tidak terlekat.
Demikian komentar.
Asep Haerul Gani
Cak Memed,
Nyufi itu apaan sich? Jangan keliru mengamati. Dari segi bahasa kalau saya sudah mengenakan pakaian terbuat dari wol pantaslah dikatakan sufi. Hehehe.
Bahwa bahan ini akan Anda jadikan bahan training, monggo Cak, tidak akan dipungut fee apalagi melaporkan adanya pelangaran HAKI, infokan saja hasilnya pada pembaca portal NLP bagaimana efeknya. Bila berhasil baik, kan kita dapat memodel sehingga menambah nilai manfaat diri kita.
AlhamdulilLah dalam kehidupan saya sering menemui sebuah pengalaman yang saat mengalaminya bisa jadi saya sesali betul, namun dengan seiring berjalannya waktu pengalaman itu justru puncak pengalaman yang membuat kita menjadi MANUSIA.
Sukses dengan usaha EO, Konsultansi serta Wisatanya.
Salam buat konco di ngalaM.
Asep Haerul Gani
terima kasih pak Asep…
berkat artikel ini dan hypnosis bapak tempo hari… saya jd ikhlash dan lega melepas kepergian almarhum ayah saya..
allahummaghfirlahuu warhamhuu w’aafihii.. wa’fu ‘anhu..
Pun Ampun Kanu Maha Agung
Nu Kagungan Kun Fayakun..
hatur nuhun….
Ayi Engkun nu bageur, saya lanjutkan do’a Anda untuk Ayahanda tercinta “…. wakrim nuzulahu, wawasi’ madholahu, waj’alil-jannata maswahu”.
Semoga Anda dan keluarga dapat melanjutkan karya baik almarhum.
Pun Sapun Ya Robb al Ghofur
Pakena Gawe Rancage, Sangkan nangtung ditangtungkeun al Qoyyum, nanjeur ditanjeurkeun al Makar.
Mana yang lebih menarik untuk dipanjangkan ceritanya kang..Memanfaatkan yang sudah diciptakan atau menciptakan yang memberi manfaat?
hmmm..baru 2 kali sy melirik ke portal NLP..namun respon itu ada maka inilah saya..saya yang selalu ingin belajar dan tidak ingin terjebak/melekat-stagnan..
tak pelak lagi klo portal ini awal dari pangkal lorong pengalaman curhat dg writer yang insyaAllah berprinsip amal ma’ruf..
Bung Roiyan Dhuha,
Yang menarik bagi Anda tentunya adalah hal yang Anda dapat melakukannya sejak saat ini, esok, dan sepanjang hidup Anda. saya tidak tahu persis. Kalau toh saya perlu memilih, perlu diutamakan terlebih dahulu memanfaatkan apa yang sudah diciptakan- bila tidak maka melakukan kemubaziran.
Selamat melepas diri dari kelekatan dan Selamat belajar terus, sehingga dapat selalu menjadi lebih baik dan mulya.
Salam hangat.
Asep Haerul Gani
Merenung kehidupan atau intropeksi diri, itu yang biasa ku saya lakukan, tapi kadang kala penyesalan lebih mendominasi dari pada mencoba sekali lagi untuk sukses, terima kasih mas semoga ini semua bisa membantusaya, biar pun lambat saya dapat informasi ini tapi lebih baik dari pada tidak dapat.
mohon izin artikel ini saya arsipkan di blog saya ya mas.
Silakan mas Susilo,
Penyesalan boleh saja. Terendam dalam penyesalan yang membuat Anda lumpuh tentunya bukan langkah yang perlu dilakukan bila yang Anda inginkan maju terus dengan cara baru yang lebih efisien dan efektif.
Silakan artikel ini diunduh dan menjadi bagian dari blog Anda.
Selamat menata sukses.
Asep Haerul Gani