Panaspun tidak terasa…
Panas yang sangat tinggi itu terasa hanya seperti udara ’panas’ biasa saja, saya dengan tenangnya mengambil air kolam ikan di belakang rumah dan menyiram rumah saung di atas kolam ikan, yang sedang terbakar hebat.
Saya terus menyiram rumah saung yang mendapat siraman api dari kebakaran sebelah rumah, agar apinya tidak merembet ke tempat lain. Saking besar apinya, akhirnya saung berukuran 2×2 meter itupun lenyap he..he.. Perjuanganpun selesai dan api tidak merembet ke rumah utama, yang bisa berakibat merembet ke rumah tetangga lainnya.
Merenung Bingung setelah selesai kebakaran…
Kok, saya bisa tidak merasakan panas yang membara? Padahal seluruh rumput, tanaman dan pepohonan disekitar kebakaran menjadi kering kerontang, akibat hawa sangat panas yang ditimbulkan dari kebakaran di sebelah rumah, yang saking hebat kobaran apinya, diperlukan 7 pemadam kebakaran untuk meredamnya, walau hanya 1 rumah dan 1 buah pabrik home industri yang terbakar hangus.
Saya tidak tertarik membahas mengapa bisa terjadi kebakaran, mengapa apinya bisa sangat besar dan sulit dipadamkan? Namun, saya lebih tertarik pada:
- Kok, saat itu saya bisa tidak terlalu merasakan panas api, yang sangat besar di sekitar saya.
- Kok, saya sepertinya sudah tahu akan ada bencana besar yang terjadi.
Sehingga, beberapa hari sebelum kejadian, saya seperti ditarik oleh sebuah kekuatan dalam diri ini, untuk melakukan meditasi, kontemplasi dan puasa. Yang saya sendiri tidak tahu apa tujuannya. Saya hanya ikuti hati saya saja…
Sungguh, sebuah pengalaman batin yang sulit dijelaskan… Namun, saat bertemu dengan salah satu Guru saya, Bpk Tjokorda Gde Rai di Ubud, Bali, awal Maret 2009 lalu, yang tujuan awalnya adalah ingin mengucapkan selamat ulang tahun ke beliau, mulai terkuak sedikit pertanyaan saya, yakni yang disebut dalam bahasa Bali adalah Taksu atau awam menyebutnya…
Intuisi… (sebenarnya gak tepat juga sih…)
Sesuatu kekuatan yang ada di dalam diri kita (Unconscious), yang bisa kita dengar, kita lihat, kita rasakan, saat kita sadar atau menyadarinya. Duh, agak sulit menjelaskannya ya… Gak apa2, deh. Anggap aja ini penjelasan gaya saya, dari pengalaman saya sendiri, bukan dari text-book. Jadi, bisa jadi berbeda dengan penjelasan orang lain…
Saya sering berdialog dan ngobrol dengan Unconscious saya, demikian juga Unconscious saya sering menyampaikan sesuatu untuk saya. Seperti teman dalam diri saya, seperti Jimmy jangkrik-nya si Pinokio he..he..
Nah, karena saya sering bertanya, jadinya kami seperti sering ngobrol aja, kayak sahabat akrab, kembaran atau… Dan, saat sebelum terjadinya kebakaran besar di sebelah rumah saya, Minggu, 1 Maret 2009 sekitar jam 01:30, kamipun makin sering berdialog. Dan, sayapun sering dapat…
Bocoran info…
Saya diberi ”firasat” akan terjadi sebuah bencana besar di sekitar saya, seperti energi marah yang sangat besar, seperti energi emosi tinggi, yang saya tidak tahu apa’an. Intuisi saya mengajak saya untuk menyumbangkan uang hasil pelatihan di beberapa tempat, khususnya hasil dari kelas pelatihan yang sifatnya pelayanan.
Awalnya, saya cukup ”protes”. Wong, duit hasil pelayanan tidak seberapa, kok malah disumbangkan lagi semuanya… Rugi dong gue he..he.. demikian gumam saya. Namun, itu hanyalah sebentar, dan belajar dari pengalaman, akhirnya selalu saya akan ikuti intuisi ini, panggilan hati ini, suara ini atau apapun namanya… Dan, saat terjadi…
Kebakaran besar
Saya bisa sangat dan sangat tenang… Saya bisa sangat tenang melakukan hal berikut:
- mengungsikan semua anggota keluarga
- membereskan semua surat-surat penting
- mengatur orang-orang yang panik
- menelpon Radio Sonora untuk laporan
- bahkan, sempat merekam kebakaran dengan kamera video
Bahkan (lagi) tanpa disangka, kegiatan saya memadamkan api, terekam oleh kamera video saya he..he.. seru banget nontonnya… Karena setelah kejadian, saya sendiri masih bingung dari mana keberanian saya untuk masuk kembali ke dalam rumah dengan tenang saja, dimana di bagian belakang rumah sedang terbakar hebat.
Ada hal yang menjadi pengalaman menarik yakni saya minta maaf dengan api yang besar tersebut, ngobrol dengan api, berdamai dengan api dan minta ijin dulu sebelum memadamkannya, alkisah api yang sedang membakar belakang rumahpun bisa menurut dan padam hanya dengan 2 siraman ember air…
Aneh, tapi itulah yang terjadi… Dan, kebakaran lebih besarnya dapat dihindari… karena 2 titik sumber api yang bisa membakar rumah, dapat dipadamkan…
Baiklah, yang ingin saya sharingkan dalam artikel ini adalah apakah semua orang bisa melatih intuisinya? Mestinya ”Ya”, lalu bagaimana melatihnya? Pasti bisa dilatih, bukan? Saya sangat meyakininya dan…
Bagaimana melatih kepekaan Intuisi?
Saya tidak tahu persis apa dan bagaimana saya melatih intuisi saya. Yang bisa saya bagikan adalah apa strategi yang sering lakukan untuk melatih kepekaan ini. Salah satunya adalah puasa.
Puasa
Berbagai macam puasa, pernah saya lakukan. Salah satu favorit puasa saya adalah hanya makan nasi putih atau vegetarian, belum tahu jelas apa hubungannya dengan intuisi, saya juga nggak tahu. Wong, namanya juga sharing he..he..
Fokuskan Pikiran
Setelah saya belajar NLP, dalam 6 tahun ini, makin sangat sering saya melatih VAKOG saya secara rutin. Selalu saya sempatkan melatih salah satu alat indra ini. Idenya sederhana saja, tidak perlu latihan khusus, misal: saya melatih VISUAL dengan mengamati sesuatu yang menarik perhatian, kadang saya gunakan kamera digital untuk mengabadikannya.
Saya melatih AUDIOTORI dengan mendengarkan bunyi tertentu, bahkan saya sering melatih untuk mendengar orang ngobrol di jarak yang jauh, seru sih karena sering salah arti he.. he…
Saya melatih KINESTETIK hanya sekedar merasakan nafas masuk, nafas keluar saja.
Saya melatih O dan G (lupa tulisan tepatnya) dengan hanya minum tanpa tambahan perasa, misal teh pahit, kopi pahit dan minuman lainnya yang asli. Juga mencium wangi bunga atau wangi lainnya yang masih asli…
Lakukan dengan rutin dan teruslah melatihnya. Itu saja kuncinya. Saya lebih tertarik untuk latihan menempa diri ini dengan ilmu NLP yang saya pelajari, dari pada berdiskusi tentang NLP itu sendiri. Berikut ini, mungkin sederhana sekali yaitu…
Berdoa
Hal lain yang rutin saya lakukan adalah berdoa, kapan saja, dimana saja. Saya tidak ingin ada waktu yang terlepas dari doa, tidak perlu waktu khusus, tapi saya usahakan kapan saja, bahkan saat menulis artikel ini, pada jam 00:10. Ada dorongan yang sangat kuat untuk berbagi cerita ini…
Baik juga Anda melatih intuisi ini dengan melakukan Dzikir, Wirit, Meditasi, Rosario, Mantra atau apapun yang sesuai dengan Iman Keyakinan Anda, karena saya tidak berbicara dalam konteks agama, namun saya meyakini dan dapat menjelaskan prosesnya dalam struktur NLP, semuanya yang saya sebutkan tadi, sungguh sangat berguna dalam melatih intuisi… Perbanyaklah, perkuatlah, lakukan terus menerus saja… sehingga akan membuahkan hasil…
No Mind
Pikiran kita berhenti berpikir dan membiarkan diri ini bergerak, berjalan, berkarya mengikuti panggilan hati, mungkin juga panggilan Jiwa, karena saya belum tahu dengan jelas mana Hati, mana Jiwa…
Saya hanya terus melatih diri agar pikiran berhenti berpikir. Itu saja kunci membuka potensi intuisi ini, semoga benar…
Jimbaran, Bali, 2 Maret 2009
Krishnamurti – Mindset Motivator




















Semangat pagi Pak Kris. Menarik sekali artikelnya. Menjadi tenang saat dalam kepanikan, tentu akan sangat membantu kita ya, meski tidak mudah untuk melakukannya. Cuma dalam No mind, kok masih agak susah dimengerti ya, padahal menurut Anda itu kunci membuka potensi intuisi ini? Berkenankah menjelaskan point terakhir Pak? Salam
Hai Emmy,
Ya, suatu situasi dimana kita tidak lagi dlm posisi berpikir logika, tapi hanya mengikuti irama alam. Kayak gak mikir, gitu. Tapi tetap bergerak.
Coba nanti sy jelaskan, dg artikel lainnya. Thanks ya
Met jumpa lg Om,
Sy sangat setuju dgn ngobrol dgn api, berdamai dgn api. Mmg sudah seharusnya qta berkomunikasi dgn alam yg smakin tdk ramah skarang ini.
Sy jg dpt ilmu & pengalaman ttg menghindarkan dari bencana, salah satunya angin puting beliung. Dimana saat angin mulai bertiup kencang, seharusnyalah qta keluar rumah, mengajak dialog sang ‘raja’ angin (dlm hati aja) sekaligus berdoa yg menyatakan bahwa qta sama2x makhluk Tuhan.
Alhamdulillah, kami msh terlindung dari musibah krn angin ribut td.
Semoga seluruh umat manusia dpt memiliki rasa kepekaan thd alam, tentu qta nyaman numpang hidup didalamnya yaaa Om….
Selamat pada Pak Krish,
sungguh suatu hal yang luar biasa dalam situasi yang mencekam karena adanya kebakaran anda masih dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki.
berdialog dengan api dan juga berdialog dengan alam bagi kita umat manusia jaman sekarang perlu dilatih atau diajarkan, agar bial ada bencana jangan selalu menyalahkan pada alam.
Dialog dan komunikasi dengan alam, juga dialog dengan siapapun dan dengan siapapun perlu ditingkatkan.
mari belajar berkomunikasi dan berdialog.
Halo Gaddafi,
Wah, pengalaman yg luar biasa indahnya. Pengalaman ini akan meningkatkan BELIEF di dalam diri kita sendiri. Bhw kita adalah bgn dr alam ini, bhw kita sangatlah kecil dibandingkan alam semesta ini…
Bersyukur sekali pernah mengalami hal itu…
Hai Wid,
Sy sendiri tdk menyangka bisa demikian, krn gak pernah mikir sebelumnya he..he.. Terima kasih atas sharing Anda yg menguatkan ini.
Salam sukses selalu, mari kita terus saling belajar berkomunikasi dan berdialog…
Pak,
Masih bingung dengan konsep No Mind !, sejauh ini justru saya selalu mendapat wejangan untuk tidak membiarkan pikiran kita kosong karena resikonya adalah akan “diisi” oleh sesuatu yang bukan dari diri kita.
Nah… apakah dalam hal ini “pikiran kosong” tidak sama dengan “No Mind” ?? mohon pencerahan anda.
Salam sukses selalu pa kris…waduh saya jadi terhenyak tentang kejadian tersebut, Mungkin kalau orang lain yang mengalaminya tidak mungkin demikian ceritanya. Seru banget…ijinkan saya lebih jauh untuk mengetahui kunci utama daripada kesuksesan pa kris,itupun kalau pa kris bisa menyempatkan diri untuk …memberitahukanny sekarang.terus terang saya mulai mengoleksi buku-buku karangan pa kris. ok ya pa,supaya saya lebih fokus,dan bisa menerapkan dalam kehidupan saya sehari-hari.makasih ya pa.
Emang, pacak hebat apo kalo kito melatih VAK kit0…Tolong oi enjuk tahu, biar kami pacak pulo…
Halo Paidi,
Konsep NO MIND tuh spt gak mikir, gak menilai, ngikuti hati. Bhs Jawa spt ELING lat WASPODO. Tapi bukan KOSONG…
Monggo dicoba dulu
Yan,
Sebelumnya thanks atas doa Anda.
Apa ya kunci utama, ehm… asa salah satu filosofi yg sampai saat ini sy pegang dg erat yakn:
“Setia melakukan hal-hal kecil yang mungkin kurang berarti…”
Demikian, semoga menjawab…
Daniel,
Betul nian, apolagi setelah aku balek dr Orlando th lalu, ternyato submodality itulah kuncinyo NLP, penemuan setelahnyo cuma terapan atau kembangan bae dr itu….
Jadi semakin aku latih VAKOG, semakin tajam pula potensi VAKOG ini, nah jadilah kita makin cangggih he he he
Mak itu bae… Latih dulu bae…
Betul nian itu Pak. Setiap uwong itu ado kelebihannyo. Semakin diasah semakin tajem. Dak usah toleh-toleh kiri kanan.
Ilmu baru. Masih sulit mengerti. Bagaimanapun terima kasih
Mas Krish, memang, agar VAKOG menjadi tajam dan peka perlu pelatihan terus menerus. Tapi apa tips nya, share buat kita dong. Biar lebih mudah dipraktekkan dan dapat digali lebih dalam potensi VAKOG tersebut.
Makasih…pa kris
atas jwabanya….
Apapun yang kita lakukan, dan kita berikan, harus dilandasi dengan keikhlasan. Berbuat dari hal kecil penuh dengan perasaan dan fikiran
positif, menjadikan kita bangga pada diri sendiri. Apakah perasaan itu
tidak menjadikan kesombongan kita terhadap sang pencipta? No mind, eling, rileks, pasrah, tenang, bisa dimasukan kesabaran dan keikhlasan. Fokus…yakin dan keyakinan yang tertanam di otak/fikiran, untuk mencapai mimpi kita, keinginan kita, misi kita. satu hal yang kita
harus sadari bila kita bisa/sukses bahwa kita tidak punya apa-apa.
Apa betul demikian pa kris….
Mengubah perilaku, kebiasaan, yang dianggap negatif salahsatu pengembangan NLP yang bisa diterapkan kepada diri sendiri.
kalau ditujukan untuk perubahan orang lain gimana ya…
duh……makasih banyak ilmunya ya pa, salam sukses selalu.
Daniel,
Yo, betul. Fokus bae, latih terus sampai sangat tajam. Ide2nyo sederhana nin, hanya aku terlatih bae…
Bangunlah kota Plembang tuh…
Mas Eko Hadi,
Gak apa2, sebenarnya ini ilmu sederhana aja kok. Enjoy aja, diterapkan, nanti juga paham sendiri he..he..
Dear Shyannie Hendrawan,
Oke, nanti sy siapkan artikel ttg kegiatan sy melatih VAKOG yg sebenarnya sangat mudah & sederhana. Semoga bisa cepat sy tuliskan…
Hai Yan,
1. Thanks atas sharingnya, sungguh melengkapi. Ikhlas adalah kunci segalanya. Kalau tdk ada ikhlas, berat tentunya utk sy menulis artikel2 di portalNLP ini, yg menjadi dagangan sy he..he..
2. Menurut sy, perasaan tuh netral2 aja, asal jangan berlebihan, bisa jadi kesombongan, betul sekali masukan Anda.
3. Buat sy, sukses saat kita tdk terikat dg apa2… he..he..
4. Tentu bisa NLP utk membantu perubahan pd org lain…
Selamat Pagi Pak Kris….
Izin sharing ya… sebenarnya saat saya tulis komentar ini, conscius menghalangi tangan untuk menulis dengan alasan “ini bukan tempatnya” tapi memang Uncons yang ingin dia bantah “Tulis aja, lepaskan aja”…
Hari jumaat lalu, Direktur HRD ditempat saya magang sekarang cerita, kalau beliau dirumah punya keramik cantik, disana terukiri kata-kata mutiara yang indah. Keanehannya, keramik itu sering berubah posisi… tanpa ada yang tau siapa yang merubahnya. Kemudian beliau coba berkomunikasi dengan sikeramik. Dan sikeramik berkata ;
“Terima kasih telah merawat saya… menjaga saya… dan membersihkan saya. Pada Tuan yang dulu saya tidak pernah diperhatikan, bahkan sering diinjak-injak… tapi wajah saya kok dicoret-coret ?”
Pak Direktur kemudian tersentak… setelah komunikasi, besoknya tulisan mutiara nan indah itu beliau hapus.
Dulu nya hal seperti ini aneh bagi saya, dan sulit saya percayai..alhamdulllah setelah belajar NLP (khususnya berdamai dengan Unconscius) segalanya jadi masuk akal. Ditambah lagi , saya jadi teringat bahwa alam ini, Angin, laut, tanah , hewan , batu dan semesta memiliki cara tersendiri untuk berDzikir membesarkan AsmaNya… Allahu AKbar…
Hari itu , terbesit dalam hati, Ya Allah perluas KEPEKAAN ku. Si Uncons bilang, “Mad pelajari ya ! bergurulah kepada beliau”… Menariknya adalah keinginan saya dihari jumaat, mulai diberikan petunjuk melalui Portal NLP ini lewat tulisan pak Kris… Subhanallah dan Alhamdulillah aku bersyukur kepadaMu ya Rab… Terima kasih pak Kris Ya…
Oh ya…izinkan saya untuk berbagi penjelasan bagaimana kondisi No Mind State. Sederhananya yang biasanya saya sharingkan kepeserta training, seperti disaat kita membawa motor atau mobil. waktu pertama kali belajar, kita masih lihat, posisi rem dimana, kopling nya dimana, gas dll. Tapi karena kita dah mahir, kalau ada polisi tidur (bukan poisis sedang tidur ya..he..he..) gak mikir lagi injak remnya, atau gas harus dipelankan. Dengan santainya itu terjadi. nah kondisi inilah No Mind State, gak pakai mikir. Sebenarnya kita semua sudah menglaminya, mungkin belum ngeh selama ini….
minggu lalu saya sharing tentang Subconscius programing, itulah kata-kata dari peserta. “Oh berarti selama ini saya sering menolak suara dan komunikasi dari unconscius.” saya hanya bilang tidak ada yang baru…he…he…
Pak Kris saya mau tanya dong…
Kemarin waktu saya memberikan training, Unconscius muncul gak total, yang saya rasakan melalui emosi cuma 20 % lah. Jadi dampak yang saya rasakan capek, badan berat dan suara tertahan di Tenggorokan….
Break siang selesai shalat dhuhur, saya berdoa kepada Allah, semoga beliau beri petunjuk dan training berjalan lancar. Alhamdulillah training berjalan dengan baik, namun saya merasa masih ada kejanggalan…
nah… kalau kejadian seperti ini, baik nya apa yang saya lakukan Pak ?
(ini pertanyaan nya Unconscius lho suruh nanya..he…he….)
..Wah..Bang Krishna…kalo’ dalam serial khoo Ping Hoo…seperti sudah menjadi ‘Bu Kek Sianshu’ nya…alias manusia ‘setengah dewa’ nich…heheheh
hehehehhe…; gak kalah dech dgn ‘dukun2′ digunung2?? …qqiqiiqiqiqiqiqiqqi….
hhhhmmmm…ternyata Allah menciptakan kita, manusia dengan kemampuan2 yang kita sendiri (saya khususnya) belum memahaminya…; banyak mungkin kemampuan2 yang sudah dikasih oleh NYA,..tapi tidak kita explorasi dan kembangkan….!?; seperti contoh Crita “LIVE” nya Abang tadi… SERAAAM sih sebenernya..??!…tapi berkat kepekaan intuisi yang extraordinary spt tadi ,yg sereeeem….gak berasa sereeemm ya..?…LUAR BIASA!!..
Dalam Agama saya, Islam..memang dianjurkan beramal, saling sharing, bahkan ALLAH tidak segan2 bisa MERUBAH umur seseorang menjadi lebih panjang…kalau kita banyak2 bersedekah, amal…; PUASA juga sangat dianjurkan oleh Rasululah..yang rutin puasa selang seling, 1 hari Shaum. 1 hari tidak…yang ternyata dgn Puasa ini dapat ‘mempertajam’ Unconscious kita…
Kami tunggu cerita2 ‘seru’ lainnya Bang…
Sukses selalu…sang ‘the real master praktisi’ krishnamurti…
Salam berbahagia selalu
kun
mas krisna, bersyukur sekali saya membaca artikel mas yg sekaligus merupakan kisah nyata, saya dalam tahap belajar seperti yg mas krisna sering lakukan…mohon kiranya saya diberi kesempatan belajar sama mas krisna…..
Dear Ayumas,
Syukurlah jika artikel jadi memperkuat keyakinan Anda, tentu silahkan saja utk belajar lebih dalam, sy senang bisa berbagi…
Sukses selalu yaaa…
Bang Kun,
Thanks atas sharing dan masukan yg makin menguatkan dan sangat berhikmah utk semua. Nanti sy kirimkan videonya ya…. seru… banget…
Mas Rahmadsyah,
Wah, jadi makin nambah nih keyakinan sy ha ha ha atas sharingnya, sangat empowering… Sungguh….
Salam… salam… dan salam…
Kalau baca pengalaman Mas Krishna seperti ini ingin rasanya ikut training Mas Ronny untuk jadi ashli NLP. Nunggu ngumpulin duit dulu nih…., semoga Tuhan segera ngasih duit dalam waktu dekat untuk training ini…
Dear Hade,
Yg penting bukan jadi ahli NLP, nanti malah makin bingung he he.. Baiknya ilmu NLP ini diterapkan ke bidang2 yg kita minati. shg terjadi perubahan yg quantum dlm diri kita.
Thanks God Mas Krish.
Wah, kejadian yang luarbiasa bisa teratasi dengan hal biasa yang dilakukan secara rutin dan tenang. Gems sungguh takjub kepada Tuhan maha dahsyat bisa menciptakan seorang manusia seperti Mas Krish yang selalu eling padaNya dan likungan sehingga dapat mengerti dan mengatasi setiap kejadian alam dengan arif dan bijaksana. Memang hal yang paling sulit adalah berdamai dengan diri sendiri, Gems saja masih sering mengikuti ego sendiri dalam bertindak dan mengambil keputusan tanpa berkompromi dengan hati nurani, sehingga bisa berjalan sesuai tujuannya. Terima kasih Tuhan untuk setiap peristiwa yang disharingkan sungguh makin membuat diri ini menjadi nul, Tuhan selalu tuntun dan arahkan setiap hambaMu untuk mensyukuri setiap peristiwa yang boleh kami jalani, amin.
Mas Krishna,
Pengalaman Anda tersebut sangat mengagumkan dan mengharukan (terharu karena kita sebagai manusia yang kecil dan lemah, tapi diberi kekuatan yang besar oleh Yang Maha Besar dan Kuasa, ALLAH SWT).
Ijinkan saya sekedari sharing disini.
Saya hanya orang awam, tp dulu sekitar th 82-83 pernah mempraktekan hipnosis (otodidak). Dan pengalaman waktu itu, subyek bisa ditingkatkan kualitas pendengaran/ perasaan/ antena receiver Brain-nya sekian puluh/ ratus/ ribu kali lipat dari normalnya (masalahnya tak ada alat untuk mengukurnya.. he..he..).
Kemudian sekitar thn 91, saya pernah belajar Prana melalui perguruan (tdk otodidak lagi..he..he..), berlatih pernafasan tenaga dalam, pemusatan pikiran (meditasi) dan doa. Disini saya memperoleh banyak pengalaman (spiritual). Misalnya: dengan memandang seseorang, saya bisa merasakan bagian tubuh orang tsb yang sakit, dan juga bisa tahu titik2 refleksi untuk penyembuhan bila tubuh sendiri/ orang lain sedang sakit, kemudian (sepertinya) bisa meredakan/ mengalihkan hujan (Wallahu’ alam) krn mungkin memang hujannya pas mau berhenti, dll..dll.
Dari kedua pengalaman itu dan juga pengalaman mas Krish diatas, koq saya merasa bahwa, hal itu sepertinya diluar disiplin ilmu hipnotisme dan kembangannya (mis: NLP). Saya justru cenderung mengatakan pengalaman Anda lebih berat kearah Spiritual, krn mungkin Anda sering berpuasa, berdoa, beramal dsb, sehingga hati nurani Anda menjadi bersih dan mudah menerima “Bisikan Alam” atau apalah namanya.
Otak Bawah Sadar (OBS) dan Otak sadar itu kalau di komputer saya ibaratkan sebagai hardisk dan hati itu sebagai prosesornya, jadi hati itu otaknya otak. Nah hipnosis (beserta derivative-nya) itu bermain di otak (hardisk cpu), makanya bisa “Install Ulang”, di “Copy” dan di “Maping”, juga bisa digunakan untuk alarm (anchor) meningkatkan konsentrasi, menambah semangat, motivasi, munculnya ide2 brilian dsb.
Tetapi meditasi atau no mind saat self hipnotis atau self healing, yang dilakukan dengan kepasrahan akan kekuasaan Yang Maha Kuasa, demi kesehatan, kemakmuran, dreams/ goal tertentu, akan di resonansi oleh hati. Getaran hati yang sangat-sangat dahsyat inilah yang akan menggerakkan, mengorganisir dan memacu seluruh kelenjar, cairan dan sel-sel didalam tubuh termasuk OBS. Getaran hati yang dahsyat ini juga yang akan menaikkan memori OBS yang diperlukan, membuang yang ingin dihapus, membuat link-link baru didalam sel-sel otak itu sendiri dan itulah yang membuat seseorang bisa menemukan jawaban suatu masalah yang paling rumit sekalipun atau menciptakan suatu penemuan baru dsb.
Jadi pada akhirnya, saya ingin mengatakan, bahwa ilmu yang diturunkan Allah ke manusia dalam bidang mengotak-atik cara pikiran berpikir, hubungan pikiran dengan hati, hubungan hati-pikiran-tubuh berkolaborasi itu amat sangat luas.
Jadi dalam hal ini, ada ilmu murni satu bidang tinjauan dan ada yang saling terkait atau “nyerempet2″, ada juga yang bertolak belakang dll.
Ibarat 3 orang buta menceritakan tentang gajah:
1. orang buta pertama, berkata gajah itu lebar dan tipis seperti tampah….
2. orang buta ke 2 berkata, gajah itu seperti batang pisang…
3. orang buta ketiga, berkata gajah itu seperti cacing….
Dear Gems,
Thanks banget atas doanya, semuanya kadang berjalan spt air mengalir… Yg penting kita yakin aja, kita di jalan yg benar.
Salam utk semua saudara di Ausie yooo…
salah satu kunci mencari sumber mata air adalah memandeg kan pikiran sadar, dan memasuki level sub conscious. Doa hati dan puasa memang melatih kepekaan “intuisi”. terimakasih sharing luarbiasa ini.
Dear Pastor Titus,
Thanks juga atas doanya utk “anak”mu ini, salam damai selalu