“Mengapa monyet kurus jelek ini mahal sekali?”
Tanya seorang pembeli kepada penjaga toko Pet Shop. Dan, langsung dilanjutkan dengan kalimat: “Sedangkan monyet yang lebih besar itu harganya hanya Rp. 100.000,- saja padahal lancar mengetik. Malahan, monyet disebelahnya lagi lebih murah tuh. Bisa nyanyi lagi…”
Si penjaga toko menjawab: “Mengapa monyet yang dua ini lebih murah harganya, dibanding dengan monyet kurus jelek itu, yang harganya mencapai Rp. 1 juta,- walau tidak bisa mengetik dan menyanyi. Karena hanya monyet yang kurus ini, yang bisa menyuruh ke dua monyet lainnya itu, untuk mengetik dan menyanyi….”
“Oooh, gitu…” gumam si calon pembeli, sambil melanjutkan: “Pantesan mahaaal….”
Itulah Leader
Seorang leader mungkin saja tidak bisa mengetik.
Seorang leader mungkin saja tidak bisa menembak jitu.
Seorang leader mungkin saja tidak bisa menghafal dengan baik.
Seorang leader mungkin saja tidak bisa dan tidak tahu NLP, Hypnosis dan sebagainya…
Namun, intinya adalah leader bisa “menyuruh”, mengajak (influence), mempengaruhi, menggerakkan atau “mengapusi” (membohongi) orang lain untuk melakukan sesuatu. Baik disadari ataupun tidak disadari orang lain saat melakukan ajakannya. Lupakan sejenak, leader yg baik atau leader yg buruk, karena bukan itu konteks dari tulisan ini.
Seorang leader sangat mahir mem-pacing dan me-leading orang lain untuk melakukan apa yang diinginkannya, baik karena tujuan mereka sama, ataupun hanya untuk kepentingan leader tersebut.
Pertanyaan berikutnya, mana yang harus kita pilih untuk mendidik anak-anak kita?
Jadi orang CERDAS atau CERDIK?
Melatih anak-anak menjadi cerdas itu sangatlah mudah. Apalagi dengan teknik-teknik NLP, sungguh sangat banyak strategi untuk mencetak anak-anak cerdas. Misalnya teknik cara mengingat, bisa diajarkan dalam 5-10 menit saja.
Teknik cara menghafal, bahkan saya sering mengajarkan anak-anak sekolah cara “menyontek” yang aman ha ha ha… Tentunya bukan dengan “kepekan”, tapi dengan menghafal buku secara imajiner. Dan, saat ujian, mereka hanya perlu membuka buku di halaman tertentu yang sesuai dengan jawaban dari soal, persis seperti membuka buku, namun secara imajiner. Seakan-akan ada buku di depannya. Asyik, bukan? Idenya sederhana, dari memodel MIND MAP-nya Bapak Tony Buzan yang saya kembangkan sendiri.
Banyak sekali teknik untuk melatih anak menjadi cerdas, namun melatih anak menjadi cerdik, tentu tidak mungkin dengan membaca buku. Gimana caranya? Aneh banget, ada anak cerdik karena membaca buku he he he… Untuk ide atau inspirasi, okelah. Namun, untuk situasi nyata, sebaiknya anak tersebut…
Dilatih dengan tantangan
Ya, ditantang agar otaknya mendapat stimulus, rangsangan, sehingga otak mereka akan terus aktif merespon, membuat respon baru, memilih respon, mencari ide baru, mencari solusi baru dan sebagainya. Nah, bagaimana membuat tantangan? Mudah sekali… berikut ini beberapa ide.
1. Tantangan yang menekan
Misalnya melakukan atau mengerjakan sebuah kegiatan yang dibatasi oleh waktu yang sempit. Buat tantangannya dari waktu yang lebih longgar dulu, lalu terus tingkatkan tekanannya ke waktu yang sangat ketat. Amati responnya, bagaimana si anak merespon saat tertekan, saat stres, apakah dia bisa tetap tenang, apakah dia menyerah, apakah dia memiliki daya tahan baik saat ditekan?
Bentuk kegiatan, bisa olah raga, permainan atau yang lainnya. Belajar di keramaian, saat dia belajar, Anda putar musik yang keras dan sebagainya.
2. Tantangan yang membosankan
Rancanglah secara sengaja sebuah situasi yang menimbulkan kebosanan, kebingungan, gak tahu mesti ngapain, lalu amati apa yang dilakukan si anak saat mengalami hal tersebut. Ada idenya? Bagaimana responnya dengan situasi yang monoton?
Ciptakan tantangan-tantangan lainnya, yang baru, yang unik, yang disesuaikan dengan kondisi situasi saat ini, saat main internet, listrik dipadamkan, apa responnya? Kalo dia teriak minta dinyalakan, coba lakukan saat Anda berada diluar rumah, apa responnya?
Jika tidur selalu menggunakan AC, sekali-sekali dimatikan (dirusak secara sengaja) dan amati apa responnya? Masih banyak sekali ide lainnya, silahkan Anda kembangkan sendiri. Yang paling penting adalah…
Anak manusia tuh Canggih
Ingat, mindset dasarnya adalah si anak bisa dilatih untuk menyikapi, mengatasi situasi apapun. Karena anak manusia sangatlah adaptif. Semakin si anak fleksibel dalam sebuah situasi yang berubah-rubah, maka si anak dapat dikatakan sebagai anak cerdik. Latihlah dengan memberikan tantangan-tantangan yang melingkupi aspek-aspek: Penglihatan (Visual). Pendengaran (Audiotori), Perasaan (kinestetik: indra peraba), Penciuman dan Pengecapan. Berikan tantangan seperti mereka bermain GAME yang levelnya terus meningkat, dari mudah ke sulit, bahkan sangat sulit. Lalu, apa kunci sukses dari sebuah tantangan?
Curiousity: Kunci Sukses Tantangan
Betul-betul, Anda harus kreatif, jeli, pintar untuk membangunkan dulu rasa ingin tahu si Anak. Curiousity. Semakin besar rasa ingin tahu si anak, bisa dibangun, semakin baik hasilnya. Dan, curiousity-lah yang menjadi dasar penemuan NLP di dunia ini. Ya, karena ada rasa ingin tahu yang sangat besar dari DR Bandler dan DR Grinder.
Cinta adalah Kunci Terpenting!
Amati betul, bagaimana situasi emosi si anak saat itu, sebelum tantangan diberikan. Jangan sampai salah strategi. Si Anak sedang sakit, sedang down, Anda teriak-teriak. Hasilnya bisa baik, bisa juga buruk. Juga, ada baiknya Andapun menguasai teknik-teknik untuk recovery mental, jika terjadi sesuatu yang membuat anak tersebut kaget banget atau shock he he he…
Yang mana cara yang paling tepat? Cara yang paling baik? Cara yang paling benar?
Tidak tahu, yakini saja selama Anda memang secara sengaja merancang dan ingin melatih anak Anda dengan NIAT TULUS, dengan CINTA, dengan SAYANG, yakinlah hasinya akan BAIK juga. Yakinlah TUHAN akan merestui NIAT TULUS Anda terhadap manusia kecil titipanNYA ini. Teknik dan Cara akan menyusul dengan sendirinya. Gak usah terlalu dipikirin…
Demikian catatan ringan ini, yang saya sarikan selama setahun terakhir keliling Indonesia bersama Shahnaz Haque, Prof Arief dan teman-teman Psikolog, juga para Ahli Gizi untuk berbagi kepada para orang tua dalam mendidik anak mereka menjadi ANAK TANGGUH!
Mohon banget, tambahkan ide-ide Anda di kolom komentar, dibawah ini. Apa dan bagaimana pengalaman nyata Anda dalam membuat dan mendidik anak Anda menjadi anak yang Cerdik dan Tangguh…
Saya tunggu saharing pengalaman nyata Anda. Dan, jika Anda mengijinkan, pengalaman Anda akan saya sharingkan juga di acara saya Motivasi Pagi di Radio Sonora 92.0 FM Jakarta, setiap Senin Pagi jam 06:00-08:00.
Atau, mungkin juga kita jadikan buku bersama, yang isinya pengalaman nyata Anda semua. Nanti hasil penjualannya kita jadikan dana sosial bea siswa untuk anak-anak yang belum mampu sekolah, ya siapa tahu? Yang penting, kita bercita-cita dulu he he he…
Jakarta, 18 Maret 2009 jam 01:45 menulis karena ada misi yang terbangkitkan…
Krishnamurti
Mindset Motivator
NB:
Setiap sharing pengalaman, baiknya cantumkan Nama, Alamat, Email, HP dan Account Face Book Anda, siapa tahu nanti jadi buku, saya akan cantumkan nama para kontributor buku tersebut…




















Sungguh artikel yg menginspirasi. Sy sbg seorang ayah, setiap hari selalu saja dibuat kagum dg tingkah polah anak yg sangat ‘natural’ dan sering mengejutkan kita dg pertanyaan2 yg tak disangka-sangka. Anakku pernah bertanya ‘orang utan itu apa ya?’ jawab sy, ‘orang utan adalah jenis binatang seperti monyet besar yg byk ditemui di hutan kalimantan’. Anakku bertanya lagi,’kok dinamai orang utan, kenapa nggak binatang utan? Orang utan bukannya orang di hutan?’ Sungguh sebuah curiousity yg selalu ada disetiap diri anak. Kita sbg ortu hanya perlu memberi ruang agar curiousity itu tumbuh dgn baik, bukan malah mematikan dg mencekoki pola pikir manusia dewasa… Tks mas Krisna tipsnya.
Maaf bgt ada kesalahan nulis nama, seharusnya ‘mas Krishna’…
Salam utk Guru…
Salam sejahtera utk Mas Krishna…
Saya “cukup” setuju dengan teknik yg dilakukan oleh mas krish..memang anak2 tidak pernah dapat memilah sesuatu yang “akan” ditindaklanjuti, baik pada saat usia ” Gold” atau menuju Kedewasaan….tapi ada teknik yg saya terapkan terhadap anak saya sebelum mrk memperolehnya dari “Angkasa Luar” hehehehe….
Sebelum Leading, saya selalu memberikan “Pencerahan” dengan Memilah, Memprioritaskan & Membersihkan pikiran mereka, sebelum mereka menyadari bahwa hal yang mereka lakukan adalah Membereskan suatu Masalah/Kejadian ( Kebiasan Sikap Berkesinambungan ) dan kita sebagai orang tua harus memberi contoh sebelum menjadikan mereka lebih cerdik ( jgn sampai melewati hehehe )…dan saya selalu memberi hadiah dari alam ( mungkin jgn di contoh ), seperti Menikmati hujan bersama, menaiki pohon smpai pucuk tertinggi dll. Artinya, kebersamaan untuk mendukung “hasil” atas keputusan/tindakan yang diambil…
Dan melatih terus secara bertingkat dengan kompetisi menghitung secara berjenjang….dengan diberikan “tekanan” VAK yang simultan…hehehehe keras ya mas Krish…( dulu ayahnya kalo main gundu/kelereng, selalu pulang bawa uang, ngakalin terus hehehehehe )..padahal saat itu usia mereka 7 & 5 tahun…& saya tidak pernah membenarkan & menyalahkan, tapi meluruskan….agar mereka mencari tahu kebenarannya…secara tidak langsung saya sudah menanam “Memory” pada mereka….agar pada saatnya nanti, mereka dapat lebih Cerdik dari saya…
Dan hingga saat ini, saya meyakini yang membedakan antara kita tiap orang adalah akal yang terarah dan selalu terisi oleh “Hitam Putih” nya kehidupan di lingkungan sekitar.
“Yah, kok ban mobil 4 ya?” tanya anak perempuan saya yg berusia 5 th, tinggal ayahnya garuk2 kepala ( pdhal tidak gatal )..tksh mas Krish.
Ma’af mas Krish Ralat…seharusnya “agar mereka mencari tahu Pola dan Keberagaman” , bukan ” agar mereka mencari tahu kebenarannya….”-red.
Hai Om…Tiffany suka cerita monyetnya. Tadi Tiffany ajak papa baca dan akhirnya papa terangin dech artinya sama Tiffany. Makasih yaaa…mudah-mudahan semua anak-anak bisa menjadi tangguh dan cerdik…muach…
Terima kasih Pak Kris, pagi pagi sudah mendapat pencerahan.
Perkembangan anak memang harus disikapi dengan bijak.
Saya mempunyai pengalaman dengan kedua anak saya. Anak pertama perempuan saya beri nama PIOUS namun biasa dipanggil PIYO. Sejak masih TK, Si Piyo ini saya biasakan untuk selalu mengerjakan apa-apa yang ada di dalam buku, baik mewarnai maupun mengerjakan soal. Disamping itu si Piyo saya ikutkan les menari.
Sekarang si Piyo sudah kelas satu SD. Kebiasaan mengerjakan latihan yang ada di dalam buku terbawa samapai sekarang. Ketika ada buku atau majalah baru yang ada isian dan latihan, dia terbiasa mengerjakannya. Tidak perlu banyak perintah dia sudah terbiasa melakukan hal tersebut.
Keberanian dia untuk menunjukkan ketrampilan menari sudah cukup bagus. Terbukti dia sudah berani tampil di pentas, baik di sekolah maupun panggung pertunjukkan waktu perayaan hari kemerdekaan.
Si Piyo juga berani menghadapi kenyataan. Si Piyo sering saya ikutkan lomba-lomba, walaupun belum pernah menjadi juara. Lomba terakhir lomba yang dia ikuti adalah lomba Olimpiade Sains Kuark untuk lomba ini dia masuk ke semifinal yang akan dilaksanakan besok tanggal 18 bulan April yang akan datang. Mohon doa restunya.
Tujuan saya mengikutkan dia untuk ikut berlomba adalah untuk membuat dia berani bersaing untuk menunjukkan kemampuannya, serta menerima keadaan diri sendiri kalau dia masih kalah, ambil hikmahnya, untuk perbaikan diri.
Anak yang kedua Iman, masih berumur dua tahun. Senang menirukan sesuatu, menurut saya dia mudah belajar. Saya sering membiarkan si Iman menyentuh bagian tubuh saya sembari bertanya, apa ini dan apa itu. Menyentuh kepalapun saya biarkan, sambil saya tunjukkan ini rambut, hidung dll. Karena si Iman masih kecil, Saya memang tidak melarang dia untuk menyentuh kepala saya, yang menurut sebagian orang itu tidak sopan. Saya membiarkan sambil saya tunjukkan namanya.
Keberanian untuk melakukan sesuatu, menurut saya, bagi anak itu sangat perlu. Tidak perlu banyak larangan, yang bisa membuat anak menjadi penakut.
Itu pengalaman saya, semoga bermanfaat. Maaf maaf kalau ada yang kurang berkenan
Selamat Pagi…
Pak Kris… kalau saya belum nikah dan gak punya anak bagaimana dong ? boleh ya ikut nimbrung triknya… he…he….
Karena diatas Pak Kris membahas tentang “Curiosity dan Pacing and Leading” saya mau sharing pengalaman membagikan ilmu tehnik mengajar masuk alam bawah sadar ( digelombang alfa) untuk para guru. Merupakan training pelayanan yang saya bawakan hingga sekarang….
Menbangun Penasaran anak…
Untuk membuat anak penasaran, saya membagikan tehnik metafora + nestedloop. Karena metafor adalah salah satu cara termudah menyentuh alam bawah sadar. yang tujuan nya adalah ;
Pertama : Critical area atau RAS (reticular activating system) anak terbuka, sehingga auto sugesti barier (pintu gerbang alam bawah sadarnya) terlewati dan masuk di level “alfa”
Kedua ; Menbuat anak bertanya-tanya bagaimana kisah selanjutnya …? (curiosity mulai muncul )
Selain itu, metafora adalah cara penyampaian mata pelajaran (fisika, matematika, bahasa ingris, dan materi apapun), untuk memudahkan siswa dan anak memahaminya.
Metafor akan lebih powerfull lagi, jika bisa dilakukan dengan memasuki dunia imajinasi anak. Dengan cara, kalau di NLP disebut dengan Asociate dan Disasociate.
Oke… berikut salah satu contoh aplikasinya. Anggap saja kita akan menjelaskan kepada anak-anak tentang matematika … yang bagi sebagian orang mitosnya mengerikan….
” Anak-anak pagi ini sebelum kita belajar, kakak akan bercerita tentang pahlawan bertopeng.” ada yang kenal pahlawan bertopeng ? ( perhatikan kondisi kelas. Kalau anda mengetahui tokoh idola mereka semakin bagus) …
“suatu hari, pahlawan bertopeng sedang terbang diudara. dia sedang berkeliling, apakah ada yang meminta bantuannya. tiba-tiba dia mendengar ada yang menjerit-jerit ” …
” Pahlawan bertopeng … tolong…!!!”
Pahlawan beropeng mencari dimana asal suara itu… kemudian dia melihat di suatu tempat. disana ada segerombolan kambing, sedang berkumpul. Didepan mereka ada seekor serigala…
” Pahlawan bertopeng datang “…
“siapa yang meminta tolong tadi”… kemudian diantara kambing itu ada yang menjawab ” pahlawan bertopeng tolong ! serigala itu mau memakan kami ” siserigala berdiri dengan siap menerkam… beberapa saat kemudian, serigala berkata kepada pahlawan bertopeng ..
” Hai…Pahlawan bertopeng. Aku tidak akan menerkam mereka, asalkan kamu bisa menjawab pertanyaanku “… “oke .. siapa takut ” kata Pahlawan bertopeng.mulailah serigala mengajukan pertanyaannya..
“sekarang aku akan menyebutkan angka bilangan dari ; 0.1.2.3.4.5.6.7.8. dan 9 . diantara angka-angka ini, manakah yang termasuk bilangan (Cacah, prima dan Genap)….???
” Pahlawan bertopeng diam sejenak, memikirkan apa jawabannya “…
Adik-adik… ada yang tau bilangan cacah itu apa aja ? mari kita bantu pahlawan bertopeng, agar kita smua menjadi PAHLAWAN…
Mulailah masuk materi.
Anita sebutkan bilangan cacah berapa aja ? Muhamad bilangan Prima apa aja ? mari kita cari tau kebenarannya di halaman 34 buku matematikanya. Dibuka bukuya ya… ( ambil momen ini untuk mengajar materi matematika sesuai satuan pembelajarannya. Selalu tingkatkan kepekaan anda, jika siswa sudah mulai bosan, atau hilang fokus lanjutkan lagi cerita pahlawan bertopeng). memasuki imajinasi anak adalah pacing yang sangat powerfull.
Alhamdulillah, cara ini saya gunakan dalam mengajarkannya untuk para guru. Feedback yagn saya dapatkan luar biasa. Ada guru yang mengatakan ” saya jadi gak sabaran mas… untuk mengajar (mempraktekkan) besok.” ada juga ” Training hari ini, saya tidak merasakan kalau saya sedang kurang enak badan “…
Kembali ke Metafora + nestedloop diatas. Anda bisa melakukannya dengan teka-teki, games, sulap dan apapun. Gantunglah teka-teki, games, sulap dan metafor yang anda berikan…. ( inilah metode yang dilakukan oleh para public speaker )…
Oh ya… pak Kris… tehnik lempar bola kekeranjang di tehnik sebelumnya, juga saya sharing keguru-guru kemarin. Cuma saya bawa kekonteks lain. Seperti ; tehnik membuat soal ujian… dalam 10 soal disarankan ada 2-3 soal yang sangat mudah. (untuk memotivasi) dan ada juga 1 soal tersulit. (agar anak tidak sombong)… saya juga bilang ma guru-guru. Jika ada anak yang sudah merasa dirinya, sulit matematika. Berikanlah tugas khusus untuk dia. Dimana tugas matematikanya yang paling mudah, dan kita yakin dia bisa mengerjakannya. (tujuan mematahkan belief negative anak, matematika sulit)…
Note ; saat bercerita mainkan intonasi dan body language anda… hindari jaim ya…. ada yang mau menambahkan ?…..
Makasih mas krish tentang latihan anak menjadi cerdik.
tuk kang rahmad yang semakin dahsyat makasih juga atas sharingnya
Tiba-tiba saja saya teringat dengan masa kecil saya yang penuh dengan tantangan. Dimana sejak usia 3 tahun saya ikut bapak angkat saya narik truk kontener. sampai usia menjelang masuk SD saya merasakan suka dukanya hidup di atas kontener.
Ketika masuk SMP ada perasaan minder di dalam diri saya. karena kondisi orang tua kandung yang sudah sepuh sedang kakak-kakak saya sudah pada kerja semua sehingga saya tak punya tempat untuk curhat dan lain sebagainya. Saya merasa hidup ini begitu berat sekali karena merasa sendirian ketika menghadapi kesulitan semasa sekolah.
ketika SMA, saya harus bekerja sampingan, supaya untuk tetap sekolah. Bahkan ketika mau masuk kuliah. Seluruh keluarga saya melarang untuk ikut UMPTN karena mereka khawatir tidak ada biaya.
Namun disini lah keunikan itu terjadi. Entah kenapa semakin menjelang UMPTN, saya merasa semakin yakin bahwa saya pasti bisa melewatinya. Walau di raport biologi selalu mendapat angka 5, impian saya untuk kuliah begitu besar.
saya saat itu berfikir, sangat mubazir sekali tenaga saya untuk sekolah sambil bekerja kalau tidak dimanfaatkan mendapatkan ilmu hingga ke jenjang ke perkuliahan.
Dan alhamdulillah, karena kondisi yang ter”jepit” dan ke”pepet” itulah akhirnya saya bisa tembus UMPTN, walaupun bingung juga pas udah lulus, karena bingung gak punya uang untuk bayar kuliah.
Dan lagi-lagi ketika ujian kehidupan semakin banyak itulah saya rasakan semakin banyak peluang-peluang untuk mendapatkan penghasilan.
Memang benar mas krishna, betapa ujian kehidupan seharusnya menjadikan kita cerdik, cerdas, cermat menuju kehidupan yang jauh lebih baik lagi
Terimakasih ya Allah atas kehidupan yang engkau berikan kepada ku penuh dengan cobaan yang mejadikan aku lebih baik dan lebih sukses hari demi hari
salam dari saya
wanktan
oke baget mas, aku ngerasa o rang tuaku sudah tepat bgt mendidik aku
seperti sekarang. dari dulu aku selalu di berikan kebebasan untuk melakukan yg terbaik.
a
Mas Krish, dengan pendekatan NLP, bagaimana kalau kita bikin sekolahan khusus untuk siswa ‘bodoh’. Kasihan mereka selama hidupnya tidak pernah menjadi pintar. Kita bantu mereka supaya jadi pintar dan merasakan bagaimana sih rasanya jadi orang pintar. Bgmn Mas? Terima kasih atas inspirasinya….
Dear All,
Syukurlah jika bisa berhikmah utk Anda, semoga juga utk yg lainnya.
Ya, kasihan anak2 hanya diajarkan utk jadi cerdas, pd dunia cepat sekali berubah. Shg sering kali kecerdasanpun ikut ketinggalan jaman.
Kalau kita bekali kecerdikan, walau dunia terus berubah, anak2 siap beradaptasi krn kecerdikannya…
Salam untuk Anak-anak Anda semua…
Salam Sejahtera….Mas Kris…
Luarrr…Biasaaa….
Ok sy ingin berbagi pengalaman,Sy dilahirkan menjadi anak pertama dari 8 bersaudara,Papahku sangatlah keras dlm mendidik anak-anaknya, bahkan orang lain yg melihat, banyak yg mencibir.yang msh teringat oleh sy sampai skg, wkt msh SD,Pulang sekolah tdk boleh main.telat pulang penggaris siap menampar kaki,sy suka di suruh belanja salah harus dikembalikan lagi,yg lucu tdk ada kembalian dikasih bumbu masaK cuma rp 200.tetap harus dikembalikan,Tugas sehar2 pompa air sampai penuh untuk kebutuhan.Bertengkar habislah kita,semua anak laki2 tdk boleh merokok.ingat wkt sy SMA lg kumpul sama teman di dpn umum lg merokok ketahuan. Papah dtg langsung mengangkat bahu sy hingga rumah.Malunya itu yg sy rasakan.Tapi skrg,seiring wkt terasa sangat berkesan,dan menjadikan anak2nya mandiri.Persudaraan kami semakin erat saling membantu satu sama lain,kini sy sdh punya anak 4.begitupun adik2 sy sdh mulai mapan.Dan tak ada yg meroko.padahal papahku peroko.Demikianlah… sebagian pengalaman saya,yang jelas apapun yg dilakukan orang tua itu untuk kebaikan kita.Makasih untuk kedua orang tuaku kalau tdk ada mereka mungkin tdk seperti ini.Rasa sayang dan doaku menyertaimu.trims.. ya mas kris…salam luar biasa……………..
Mas Kris….
Sukses ya,
Sebenarnya nyesel sekali tidak bisa nyaksiin mas kris di bdg.
tadinya saya pengen sekali berjabat tangan dan sharing langsung,karna sesuatu hal bertemu dgn orang tua.Kapan-kapan ada acara di bdg kabarin lg
ya mas Kris?trims…………….
Salam Mas Krish
Bravo untuk sharingnya kali ini
Saya juga mau sharing, ‘mengakali’ anak. Namun kali ini cerita anak saudara / abang saya
ceritanya gini,
Waktu itu izad – nama anak itu – sengaja memanjat pagar pintu depan halaman kami. Saya biarkan dia merambat naik sambil saya perhatikan keamanan posisinya.
Sampailah izad di posisi yang agak tinggi, kira-kira satu setengah meter dari tanah. Dia saat itu baru berumur 2 (tahun).
Sesampainya di posisi tersebut, dia ingin turun, lalu dia teriak-teriak,”izad mau turun, izad mau turun,begitu katanya. lalu saya dekati dia, tapi dia tidak langsung saya turunkan. Saya hanya mendekati dia saja.
Izad lalu berkata lagi – berteriak tepatnya, “Papa Pitra, Izad mau turun!” tapi tidak saya jawab melainkan saya katakan, “Ya udah turun aja!”
Izad bilang,”Izad ga bisa”
Lalu saya katakan ke izad, “Zad, turunin kaki izad pelan-pelan!’” dan dia mengikuti instruksi saya, dan akhirnya turunlah dia sampai di tanah
eh, malahan si izad, naik lagi, setelah tahu gimana cara turunnya
That’s all Mas Krish, sharing saya tentang memberi tantangan ke anak
Kalau saya sedang ngajari anak berani tidur sendiri.
Ternyata butuh waktu bagi merekauntuk bernai tidur sendiri…, sekarang malah saya yang jadinya tidur sendiri karena anak-anak tidur bersama ibunya…. hiks…
salam sejahtera pak Krishna…
saya siswi SMU 1Ambon. saya sangat berbahagia bpk bisa datang ke sekolah kami…..
saya termotivasi untuk harus lebih baik lagi dari bpk…
terimah kasih atas motivasinya.
konsep dasar adalah melatih anak sejak dini. Pengalaman sejak dini anak sangat berdampak besar ketika dia sudah menanjak remaja, dewasa dan tua. maka dalam karya di tempat kami, Bangka prioritas karya nya menyentuh aspek tersebut. Aneka cara melatih emosi , fisik, nalar dan kerohanian anak. Permainan anak-anak, menari, menyanyi, gerak dan menyanyi, melukis di sekolah minggu sangat membantu mengembangkan kecerdasan emosi anak. pernah saya mencoba, menghitung berang 1 genggam (melatih ketelitian, kejujuran, kesabaran dan kerjasama). memindahkan air di dalam bak ke ember dengan sendok makan (melatih kesabaran, kejujuran, kerjasama, ketekunan). banyak deh ide kreatif untuk mengembangkan anak. jadi ingat saat saat mendampingi anak anak di rumah retret puri sadana. makasih mas krisna. salam dari bangka
Dear Pastor Titus,
Sy siap berangkat jika diperlukan mendukung acara ini, krn mengingatkan saya saat msh anak2 he he…
Thanks telah memberikan hati yg terbaik utk anak2 generasi muda tsb…
saya mmpunyai anak didik paud yg cengeng banget,padahal dia yg suka bikin ulah,kadang guru lain pusing ma anak ini,dibujuk2 lembut malah tambah jadi,akhirnya saya bilang,adek …masih mau nangis di kelas?kalo masih nangisnya di luar aja biar bisa kenceng.di kelas ini bolehnya ketawa ama senyum.yg nangis diluar aja ya..e..e trnyata dia malah diam terus senyum.berhenti sendiri,nangisnya.kadang murid paud kami sering kabur dari kelas,klo dikejar malah tmbh lari .akhirnya saya kasih kode ya udah main yg jauh,terus…sambil melambai saya balik ke kelas,ternyata malah gantian mereka balik ngejar saya…