a. Cinta dalam narasi budaya
“Cerita cinta nggak ada matinye “kata kawan saya, Bang Suryadi, asli Betawi. Karya-karya sastra penuh dengan cerita Cinta dengan ragam rupanya. Romeo and Juliet, Layla wa Majnun, Siti Nurbaya dan Syamsul Bahri, Galih dan Ratna, adalah tokoh-tokoh Cinta romantik. Sejarah peradaban manusia pun dipenuhi pula dengan cerita Cinta. Julius Cesar-Cleopatra-Mark Anthony dari Negara di sekitar mediterania. Atau dari nusantara Koesno (kelak dipanggil Soekarno) -Inggit Garnasih-Fatmawati. Bahkan kitab-kitab suci agama pun menyenandungkan kisah Cinta. Kita mengenal sosok Rama dan Sinta juga Yusuf dan Zulaikha.
b. Cinta kalau toh perlu didefinisikan
Cinta itu keadaan. Cinta itu State. State Cinta yang unik ini terdengar dalam sejumlah syair. “Cinta itu seperti kupu-kupu yang terbang tinggi hinggap di mana saja yang ia ingini” kata tembang di era 80-an. “Jatuh Cinta berjuta rasanya, biar siang biar malam amboy rasanya” senandung Edi Silitonga, “Cinta itu bukanlah logika” nyanyian Agnes Monica.
Cinta itu berupa pikiran. Tentu saja bukan pikiran analitik. Bukan pula pikiran sistematik, juga bukan pikiran logic apalagi argumentative. Kepada seorang yang sedang jatuh cinta, mubazir mengingatkannya untuk menggunakan ketajaman logika, juga menyadarkannya dengan fakta-fakta. Pikiran dalam State Cinta adalah pikiran yang dipenuhi dengan lambang. Pikirannya masuk ke dalam jenis pikiran heuristic, yang sangat digerakkan oleh emosi.
Cinta itu adalah cara mengindra. Dalam state Cinta uniknya seluruh panca indera sekalipun digunakan dengan cara yang sama namun menelurkan hasil pengindraan yang lain bahkan bertentangan. Kadang ini jadi ukuran kedalaman State Cinta seseorang. “Kalau cinta sudah melekat, tahi kucing serasa coklat” kata seorang remaja, menyatakan berubahnya kualitas representative system dan cara beresponnya.
Cinta itu adalah perasaan bahkan gabungan ragam perasaan yang bertentangan. Harap-cemas, rindu-dendam, riang-sedih, berani-takut galau menjadi satu.
Cinta itu adalah perbuatan. Perbuatan yang dilandasi state Cinta didasari kesiapan berkorban, merendah, menghamba , melayani dan kesiapan menistakan diri, bahkan meleburkan (meniadakan) diri sendiri.
c. Cinta itu keadaan hipnotik
Bila Anda perhatikan ulang, dalam State Cinta, seseorang itu mengalami depotentiate critical thinking. Anda temukan pula dalam State Cinta seseorang itu Fokus dan fix attention . Anda juga tahu dalam State Cinta, seseorang itu bisa masuk ke dalam dirinya dan menyatu. Anda mungkin pula tengarai dalam State Cinta, kata-kata dari orang yang menjadi objek cinta diikuti tanpa prasarat.
Dari pengamatan tersebut ternyata State Cinta mempunyai ciri-ciri : depotentiate critical thinking, Fokus dan fix attention , masuk ke dalam dirinya dan menyatu (trance). kata-kata diikuti tanpa prasarat. Ciri-ciri tersebut adalah cirri-ciri dari keadaan Hypnotic.
Bila demikian halnya, dengan prinsip utilisasi, maka untuk pemanfaatan bagi penyembuhan , pembelajaran dan kesuksesan, State Cinta yang pernah dialami seseorang dapat diAKSES, diAMPLIFY, diANCHOR dan diAPPLY.
d. Terapi Cinta
Berangkat dari prinsip hypnosis, maka Anda dapat membuat ramuan terapi Cinta untuk pemberdayaan diri. Prinsip ramuannya adalah :
- Carilah tempat yang relatif tenang
- Tetapkan apa yang menjadi outcome Anda
- Anda dapat memulai dengan berdo’a kepada Tuhan yang Cinta adalah salah satu dari namaNya.
- Ingatlah kembali sebuah peristiwa Cinta yang pernah Anda alami di masa lalu, bisa berupa Cinta yang romantic, Cinta Ibu atau Pengasuh Anda, Cinta Sahabat Anda, dll.
- Akses peristiwa Cinta tersebut, akses kembali dengan seluruh panca indra
- Intensifkan (Amplify) dan rasakan menjalar ke seluruh tubuh,
- Temukan pusat energinya (Centre) , kemudian
- Buatlah jangkar (Anchor) bisa berupa kata (misalnya anda gumamkan “CINTA), gerakan (misalnya mengetuk jantung Anda), pengecapan (misalnya membangkitkan rasa manis diujung lidah Anda), bayangan (misalnya membayangkan gambar jantung ), penciuman (misalnya membaui parfum yang Anda sukai).
- Bayangkan Anda sedang berproses mencapai outcome Anda dengan disertai energi Cinta.
- Lakukan proses ini berulangkali hingga energi Anda untuk bergerak dari keadaan saat ini menuju ke keadaan yang diinginkan menjadi otomatis.
- Anda dapat mengakhiri latihan ini dengan berdo’a kepada Tuhan , yang kasihNya selalu menyertai Anda untuk berterima kasih.
e. Berlatih
Setelah Anda mengenal dasar pemikiran, prinsip hypnosis dari State Cinta dan proses terapinya. Sekarang saatnya Anda berlatih dan bereksperimen dengan diri Anda sendiri.
f. Epilog
Contoh-contoh penanganan kasus dengan Terapi Cinta akan digelar pada tulisan terpisah. Sambil menunggu dengan sukacinta, selamat berlatih, berlatih dan berlatih.
Pakena Gawe Rahayu Sangkan Nanjung Di Juritan Nanjeur di Buana
Pun Sapun Ampun Paralun,
Asep Haerul Gani




















“Ehhhmmm paling cepet ketika kita mereview peristiwa romantic, dengan si dia “.
Kita tunggu Terapi Cintanya Kang Asep…
Salam.
“Mas eF”…
asyik, jatuh cinta lagi.
Mas Ef, kata “kita” dalam tulisan Anda saya tafsirkan sebagai “saya” saja, sebab dalam beberapa kasus yang pernah saya temui, ada orang yang sukar untuk mereview peristiwa tersebut, karena memorynya terlanjur tertutupi trauma . Hehehe.
Lho, formula terapi cintanya sudah diuraikan, tinggal digunakan saja. Silakan menantikan contoh kasus terapinya saja.
Selamat bercinta.
Asep Haerul Gani
Sahabat Wid,
Seperti asyiknya jatuh cinta, demikian pula asyiknya bangun cinta. Bukankah Christina berdendang ” jatuh bangun aku mengejarmu…”.
Selamat jatuh dalam pelukan Cinta.
Selamat bangun mendekap Cinta.
Asep Haerul Gani
Tulisan artikel yang menarik kang di dunia yang nyaris kehilangan cinta (menurut saya lho), sampurasun ….
Pak Tjia Irawan,
Beruntung Anda masih memasukkan kata nyaris kehilangan, berarti masih ada sejumlah pihak yang masih mengamalkan Cinta sebagai karya dalam hidupnya. Dipilihnya kata kehilangan pun menunjukkan Anda masih memandang Cinta itu sebagai mempunyai nilai tinggi dan perlu dijaga keberadaannya.
Tantangan bagi umat manusia terbesar di dunia ini adalah menampilkan Cinta dengan Cinta. Di perilaku-perilaku yang kerap dipandang sebagai bukan Cinta pun bila ditanya lebih lanjut ternyata intentionnya Cinta.
Sejumlah peran siap dimainkan, dan Cinta adalah intention dasar dari peran-peran itu. Keadaan di setiap peran itu menantang kepiawaian pemeran untuk mewarnai fisiologi, nada, kata dan tindakannya dengan Cinta pula.
Sungguh, hidup ini sedemikian indah dalam pandangan pencinta.
Salam untuk keluarga, TCI chapter Semarang juga komunitas NLP yang Anda bangun .
Asep Haerul Gani
Assalamu’alaikum Abah Asep
Kumaha kabarnya Bah ???
Bah, ini t’eh mirip state of excellence ya, hanya menggunakan sumber energinya adalah energi cinta alias The Power of Love
Mantapphhhh . . . . Bah !!!
Salam cinta tuk keluarga
Wassalamu’alaikum
Wassalamu’alaykum Jang Fitra.
Aya hibar pangdu’a.
Anda benar prinisip “State of excellence” dilakukan.
Salam cinta untuk seluruh siswa dan guru di SMAN Nagrak.
Wassalamu’alaikum
Asep Haerul Gani
saya malah jd bingung dengan artikel diatas apa yg dimaksdu dg cinta neh…wah ada-ada saja ya kalo semua didefinisikan…
Sahabat Uphie Vedder,
Anda benar, State “bingung” itu pula yang mengiringi penulis saat membuat artikel ini.
Saya sempat ditanya oleh Swara, keponakan saya , Siswi kelas 1 SMP, 20 tahun lalu, ” Mang , ari cinta teh naon ?”. Saya alih-alhih menjawab dengan membuat definisi, membuat serangkaian aktifitas antara lain cari tahu siapa
pria di SMP nya yang membuatnya kesengsem, teringat-ingat, dipuja-puja, dsb. Saya atur agar sang pria main ke rumah kakak saya, dan beberapa hari kemudian, Swara menampakkan sindrom “susah makan, susah tidur, melulu natap photo si pria, sering menyebutkan nama si pria, menceritakan apa yang dilakukan si pria, kesel kalau si pria dilecehkan….. Pada saat itulah saya bicara, “Swara, apa yang kamu alami ini, adalah Cinta……”. Dengan tersipu malu, ia menjawab ” Oh… kitu nya Mang, aya-aya wae Mang Asep mah….!
Karena definisi adalah pembatasan, relakan saja bila ada keterbatasan dalam pembatasannya. Hehehe.
Jadi, karena Cinta itu aktifitas rasa, jangan dipikirkan, jangan dibicarakan, TETAPI rasakanlah….!!!
Salam,
Asep Haerul Gani
iya bener, cinta ngga ada matinyeee
Pak Abdurrasyid,
Wah, rupanya banyak juga yang sependapat dengan sahabat saya Bang Suryadi. Sukses dengan Cintanya yang selalu hidup.
Asep Haerul Gani
Assalamualaikum Ajengan Asep..
Kayaknya artikel2nya sudah lebih dari cukup untuk dibukukan deh. Apalagi yang ini nih, hipnosis mazhab cinta.
Ditunggu atuh…
Wassalamu’alaykum Kang Mas Teddi,
Terima kasih atas komentarnya. Komentar yang sama saya terima pula dari sejumlah pembaca melalui japri dan sms. Insya Allah saya perhatikan, karena ini pun telah menjadi salah satu outcome saya.
Saya masih terkena OC (obsessive compulsive) untuk menulis mengenai Hypnosis dalam seluruh aspek kehidupan, sehingga dapat menyampaikan ide dasar sederhana seperti yang dilakukan Dr. Stephen Heller “There’s No Such Things as Hypnosis”.
Sumangga antosan.
Salam.
Asep Haerul Gani
Cinta…..jangan pernah memberi pembatasan pada kata indah tersebut…..karena saya merasakan dampak darinya begitu besar…….Saya bisa bertahan selama ini dalam mengarungi hidup karena cinta…….
Terapi yang selalu saya terapkan adalah : ketika malam menjelang, dimana anak – anak saya telah terlelap, saya memandangi mereka satu persatu dengan perasaan cinta…..lalu saya bergumam terhadap diri saya sendiri……” apa yang telah saya perbuat untuk mereka? banggakah mereka dengan bapaknya? pantaskah saya dibanggakan oleh mereka?…..”
Mas Heru,
Terima kasih atas testimoni Anda mengenai efek terapetik Cinta sehingga Anda menemukan hidup yang penuh makna.
Lagkah-langkah yang Anda lakukan dapat menjadi inspirasi bagi pembaca portalNLP ini untuk tetap hidup, bersemangat dan sukses dengan merasakan energi Cinta dan menularkannya kepada sesama.
Terima kasih
Asep haerul gani
Assalamu’alaikum kiayi asep..
menakjubkan sekali artikel bapak yang ini, bener sekali cinta itu gak ada matinya. tapi orang (subjek) bisa mati karena cintanya sendiri.
ehmm…sungguh tragis bukan?!
yang saya ingin tanyakan kepada kang guru adalah bagaimana tekhnik kita sebagai terapis dalam menterapi seseorang yang trauma dalam cinta, dalam kategori apapun termasuk yang masih bisa merasakan cinta, tapi karena trauma yang lalu sengaja ia menapikkan jauh2 anugrah cinta yang ALLAH berikan kepadanya??
yang kedua, apakah harus ada 5w+1h dulu, sebelum kita memulai tekhnik hipnosis atau dalam anchoring dan submodality??
terus yang ketiga nya pak, semoga bapak dan ibu selalu dianugrahkan cinta yang luar biasa dari ALLAH SWT.. Aminn…
salam sayang dari ananda yang telah jatuh cinta pada keluarga pontren ciputat..
^_*
Wassalamu’alaikum ananda Yulistin,
Menakjubkan pula komentar Ananda “tapi orang (subjek) bisa mati karena cintanya sendiri”. Apakah pernyataan tersebut datang karena hasil pemikiran, hasil mendengarkan keluhan orang lain, hasil mengamati perilaku orang lain atau hasil dari secuil pengalaman sendiri.
Andaikan pun TRAGIS,bukankah itu pilihannya sendiri.
Menjawab pertanyaan” bagaimana tekhnik kita sebagai terapis dalam menterapi seseorang yang trauma dalam cinta, dalam kategori apapun termasuk yang masih bisa merasakan cinta, tapi karena trauma yang lalu sengaja ia menapikkan jauh2 anugrah cinta yang ALLAH berikan kepadanya?”. Bila Anda mau yang content free, Anda dapat melakukan elisitasi(memunculkan) seluruh submodality pada saat kawan Anda mengalami itu, kemudian cobalah melakukan modifikasi (Kang Mas Ronny menggunakan istilah trimming) atas setiap submodality. Modifikasi dapat dilakukan dengan mengatur nuansa submodality (seperti dalam gelap terang) atau memindahkan (seperti dalam hitam putih / berwarna). Lakukan modifikasi tersebut sehingga klien mendapatkan efek yang nyaman.
Jawaban atas pertanyaan “apakah harus ada 5w+1h dulu, sebelum kita memulai tekhnik hipnosis atau dalam anchoring dan submodality?”. Dalam pendekatan NLP boleh dikatakan tidak diperlukan mengajukan pertanyaan 5W+1H. Dalam setting psikoterapis, saat Anda harus membuat laporan yang berisi alloanamnesa, autoanamnesa, diagnosis dan prognosis serta rencana terapi, tentunya pertanyaan 5W+1H perlu Anda lakukan.
Terima kasih atas do’a ananda untuk saya, istri dan keluarga pontren ciputat.
Terima kasih
Asep Haerul Gani
terimakasih pak atas pencerahannya.
Komentar tersebut saya dapatkan dari hasil gabungan antara pemikiran sendiri, observasi, wawancara atau bahkan pengalaman, karena itu saya mampu menarik kesimpulan dari sisi kenegatifan maha daya cinta tersebut.
maaf sangadh jika saya salah menafsirkan hasil dari pengamatan saya tersebut.
terimakasih sekali lagi atas pencerahannya..
^_*
Anansda Yulistin,
Rekan-rekan praktisi NLP sangat tertarik justru dengan daya yang dimilikinya, bahwa arahnya negatif toh dapat diatur dan dibalikkan sehingga yang tadinya memperdaya menjadi memberdaya.
Tiada perlu meminta maaf, cukup sadarilah saja bahwa penafsiran apapun yang Anda cagkokkan ke dalam pemikiran Anda, akan berefek kepada perasaan Anda dan juga berakibat pada perilaku Anda. Selama Anda siap dengan semuanya, kan OK-OK saja.
Salam buat semua rekan di UIN Syarif Hidayatullah.
Asep Haerul Gani