1. Humor itu apaan sih?
Humor adalah State. Humor adalah kemampuan yang diduga hanya dikembangkan oleh Manusia. Humor melibatkan aktifitas fisik, emosi, dan terlebih adalah pemikiran. Humor menggunakan pemikiran lateral yang juga digunakan dalam pembuatan karya-karya kreatif dan pengalaman Aha para penemu.
Humor punya silogisme tersendiri. Dalam humor ada ketimpangan, ada kesenjangan, ada loncatan, ada kekurangan, ada kontradiksi, ada kekagetan, ada keterkejutan, ada wawasan, ada kesadaran baru, dan hal yang penting ada riang.
2. Sense of humor
Sense of Humor adalah kompetensi. Agar kompeten dalam hal humor seseorang harus mampu disosiatif (membuat jarak dengan dirinya), transcendent (melesat mengatasi kenistaan dirinya), meta/beyond (keluar melampaui kungkungan dirinya), memetakan peristiwa, fakta dan cerita dan menggunakan beragam cara pandang (perceptual position), dan mendapatkan fokus (trance) dalam memutuskan sikap dan tindakan terbaik untuk diri sendiri.
Dengan demikian sense of humor tidak selalu identik dengan tertawa. Ada memang humor yang memancing tawa, itupun lebih mengarah kepada mentertawakan diri sendiri, cermin dari kesediaan menerima diri. Mentertawakan orang lain apalagi dengan tujuan merendahkan orang lain, tentunya bukanlah humor. Dan kalau toh itu dipandang humor, bukanlah humor yang sehat dan menyehatkan.
Dalam perilakunya bisa saja orang yang mempunyai sense of humor menjadi tercenung, tersenyum, tertawa lirih, tertawa terbahak-bahak, bahkan merenung, diam menangis. Bukan menangis sedih yang membuat kerutan wajah berlipat. Namun tangisan riang dengan wajah bersinar.
3. Humor itu hypnotic state?
Karena keadaan hypnotic dicirikan ada by pass dan bridge among mode of thinking, frame-deframe-reframe, dissociatif, regressif bahkan progressif, trance, cataleptic dan ada perilaku lain yang mucul akibat perubahan dari dalam diri, maka humor dapat dikategorikan hypnotic state.
Karena ciri-ciri itulah, saya menduga Drs. R.H. Wiwoho, MSc, dalam workshop Mastering Hypnosisnya menjadikan HUMOR sebagai bagian dari materi yang dilatihkan.
4. Tujuh contoh perubahan menempuh lajur humor
Berikut ini saya tuliskan tujuh kasus yang saya temukan kembali dari perjalanan hidup saya sebagai diri pribadi, sebagai karyawan, sebagai anggota organisasi, sebagai dosen, sebagai trainer juga sebagai pengasuh pontren hypnotherapy.
Semua cerita berikut dijamin nyata, ada dan pernah terjadi. Tentu saja identitas dari para pelaku harus saya hormati, sehingga saya harus mengubah nama para pelaku, tempat dan waktu kejadian.
Ada cerita saya pribadi di dalamnya, bagi yang telah mengenal saya tentu dengan mudah menebaknya. Sebagian besar adalah cerita para guru saya yang datang menghampiri saya melatihkan menggunakan Humor untuk menjadikan mereka terbebaskan dan merdeka.
Mengenai angka 7, mengikuti tradisi filosofi ulayat juga dalam budaya Arab untuk menggambarkan banyak. Cuman itu, tiada lain. Agar lebih percaya lagi saya berani bersumpah “ hidup bahagia, kaya raya, banyak karya dan kontribusi pada sesama, bersama hadirat Allah sepanjang hayat, saat qiamat, juga kelak di akirat”. Hehehe. Amin Allahumma Amiin.
Kasus 1. Bila bapak saja nggak mau tahu, apalah lagi yang diharapkan dari saya
Dalam sebuah rapat organisasi, sang Ketua Umum ngomel , mendatangi kursi sang Sekjen dan berkata “ Pokoknya saya nggak mau tahu anggota organisasi kita ini semakin banyak yang mengundurkan diri dan malah pindah ke organisasi lain, menjadi anggota pesaing organisasi kita pula!” .
Sang Sekjen, santai , senyum, menarik nafas dan menjawab “ Bila Bapak saja yang menjadi ketua umum dari organisasi ini sudah tidak mau tahu, apalah lagi yang diharapkan dari saya?”
Kasus 2. Yang bercerai sebelum menikah
“Dewi Asri kapan nih ngundang meghadiri pernikahanmu? Bukankah ta’aruf (perkenalan) kamu dengan Mundinglaya sudah cukup lama, dan bukankah masing-masing keluarga sudah ridho?
“Wah… Pak, Bu…. Saya takut menikah..”
“Apanya yang kamu takutkan…?”
“Kayaknya yang saya lihat di TV banyak orang yang kemudian bercerai setelah beberapa bulan menikah…
“ Lalu orang tersebut setelah itu….?
“ Menikah lagi Pak… Bu…..
“Dari ceritamu, kamu kan bisa mengambil kesimpulan bahwa menikah itu tidak berbahaya, bahkan menyenangkan, buktinya orang-orang yang di TV itu menikahnya saja 2 kali, bercerainya 1 kali, itu membuktikan bahwa menikah lebih enak . Hehehe. Jadi kapan menikah ?“
“ Dengar cerita bapak tadi, hehehe, Insya Allah saya setujui usulan Mundinglaya untuk aqad dan walimah mawlid ini”
“ Syukron Jaziylan!”
Kasus 3. Di sini kita kan bikin PR bukan untuk kawin, apalagi nyandung (poligami).
Saat bersekolah di SMP, Lutung Kasarung, seringkali dikerumuni gadis-gadis gareulis yang meminta menjawab sejumlah PR bahasa Inggris, Matematika dan Fisika. Karuan saja pria lain yang merasa lebih kasep (ganteng), beunghar (tajir) dan menak (turunan ningrat), menjadi cemburu bahkan dengki. Salah satunya adalah Indra Jaya.
Suatu kali di kantin samping sekolah, ketika Lutung Kasarung dirubung gadis-gadis gareulis (cantik), Indra Jaya datang dan berkata, “Hei geulis-geulis, jangan dekat-dekat dengan Si Lutung Kasarung. Dia kan anak seorang ahli nyandung. Bisa-bisa kalian dicandung pula”.
Gadis-gadis gareulis kaget, terdiam dan melihat wajah Lutung Kasarung. Menyadari tatapan nu gareulis dan kata-kata provokasi Lutung Kasarung, Lutung Kasarung menjawab “ Yeuh nu gareulis, apa yang dikatakan Indra Jaya itu sangat benar. Tak ada yang perlu dipersalahkan. Saking ahli nyandungnya, ayah saya sempat menikahi sembilan wanita termasuk ibu saya. Bahkan saya sangat bangga karenanya. Ayah saya mempunyai kemampuan memberikan pengaruh baik sehingga sejumlah orangtua dari wanita datang minta agar anaknya diperistri”.
Nu gareulis kaget mendengar uraian Lutung Kasarung “Kemampuan memberi pengaruh baik ini menurun pada saya. Karena itu saya mampu berprestasi baik sehingga nu gareulis datang bertanya kepada saya. Saya tidak tahu siapa dan prestasi ayah anda, Indra Jaya. Mudah-mudahan saja cara-cara anda merebut perhatian dengan cara-cara kampungan seperti ini adalah buatan anda bukan diturunkan dari ayah Anda”. Kata Lutung Kasarung lagi
Indra Jaya bingung harus menjawab apa. Apalagi Purbasari , gadis tergeulis yang ditaksirnya yang ada di antara nu gareulis berkata, “ Sudahlah Lutung Kasarung, abaikan saja omongannya, lagipula kita disini cuma bikin PR, bukan untuk kawin, apalagi nyandung”.
Kasus 4. Karena masalah-masalah itulah Anda dibutuhkan
Seorang karyawan yang dikenal professional dalam masa percobaan di perusahaan baru. Awalnya ia bangga dapat bergabung dengan perusahaan tersebt karena selain mendapatkan paket remunerasi dan beneft yang di atas pasar , ia juga diberi kesematan untuk seluas-luasnya melakukan eksperimentasi, sesuatu yang hapir sukar diperoleh di perusahaan sebelumnya yang seluruh prosesya sudah baku.
Akan tetapi betapa kagetnya ia, ketika di semua lini dalam rentang perhatiannya sungguh di bawah standard. Ia menemui Human Capital Director, meminta waktunya dan mengeluh “ Masya Allah perusahaan ini kok di bawah standard. Belum ada ISO, belum ada SOP, belum ada policy dalam hal-hal yang strategis. Hubungan dengan pelanggan belum terbentuk sistemnya. Pekerjanya kurang disiplin dan bekerja tidak mengindahkan kaidah K3. Para Managernya tidak mendidik, melatih dan mendelegasikan tugas kepada bawahannya. Management gaya apa yang diterapkan di Perusahaan ini ? “
“Baik, terima kasih Anda langsung menyampaikan kepada saya keluhan Anda. Jawaban saya adalah akan mengagetkan Anda. Bila perusahaan ini di atas standard. ISO, SOP, dan policy dalam hal-hal yang strategis ada dan diterapkan dengan baik. Hubungan dengan pelanggan sangat baik dengan system yang memudahkan dan menguntungkan kedua belah pihak. Pekerjanya sangat disiplin, produktif dan bekerja mengindahkan kaidah K3. Para Managernya sangat mendidik, melatih dan mendelegasikan tugas kepada bawahannya. Bila perusahaan ini dalam kondisi seperti itu, apakah perusahaan ini akan membuka lowongan untuk professional hebat dengan remunerasi di atas harga pasar? Tegasnya, apakah Anda saat ini akan ada disini?
Sang karyawan professional terdiam, lalu tersenyum , tertawa, kemudian berkata “ Terima kasih, Anda sudah mengingatkan saya mengenai hal ini. Iya ya… justru masalah-masalah itulah saya dibutuhkan”.
Kasus 5. Untunglah ! kerja itu meskipun dimarahi tetap dibayar
Seisi kantor pusat kayanya sudah tahu cerita Prita Lidia, sang Manager Pemasaran yang dimarahi Presdir di rapat awal tahun dan ditunjukkan kekeliruannya dalam pembuatan laporan dari departemennya yang untung saja tidak berpengaruh terhadap pengambilan keputusan bisnis.
Sejak kejadian itu Direktur dan Manager terbagi ke dalam 3 kelompok. Kelompok pendukung Prita yang ingin tetap Prita bertahan dan berkarya, Kelompok kontra Prita Lidia yang melakukan maneuver agar ia dikucilkan bahkan dipecat dan Kelompok tidak peduli dengan argument “lho itu kan masalahnya, ngapain gua pikirin”.
Mengetahui keadaan ini tidak kondusif, Direktur Pemasaran, atasan Prita Lidia memanggilnya untuk bicara delapan mata (baik Prita maupun sang Boss berkacamata). “Prita, satu bulan lalu Presdir marah di muka umum, dan saya dapati kamu santai saja, sumringah, bahkan kerja kamu lebih produktif dan lebh baik, bahkan sang Presdir sempat ngomong menyesal dengan kelakuannya bulan lalu. Kamu ini punya ilmu apa, sih …?
“Saya sebenarnya hanya punya ilmu sadar diri saja pak!”
“Apa itu ilmu sadar diri..?”
“ Saat Presdir marah dan menunjukkan kekeliruan yang saya lakukan , awalnya ada emosi yang mendesak, darah naik ke kepala dan memicu pikiran untuk segera keluar saat itu juga. Pikiran itu segera saya tepis dengan menarik nafas yang penuh dan rileks. Pikiran segar datang dan mengatakan kepada saya, ‘ Amboy … enaknya bekerja di sini, ketika saya melakukan kekeliruan pun, saya mendapatkan perhatian dalam bentuk pembicaraan bernada tinggi yang membangunkan. Dan yang penting pak. Sekalipun kata orang saya dimarahi, bahkan dimarahi pun saya mendapatkan bayaran. Apa saya nggak perlu bersyukur pak?”
Kasus 6. Apa iya menjadi pemandu NLP akan menyebabkan perceraian?
Salah satu peserta workshop, sambil mengantar pemandu workshop ke bandara, memulai obrolan dan bertanya, “ Kang, akang tahu Bandler bercerai? Anthony Robin bercerai? Bahkan pemandu NLP dari negeri sendiri pun seperti si X, Y dan Z pernikahannya bubar. Apa yang salah dengan NLP sehingga banyak tokoh NLP yang kawin-cerai? “
Pemandu workshop malah bertanya balik “ Saya mencium ada gelagat dalam pertanyaan Anda, apakah Anda sedang merencanakan atau dalam proses perceraian?” Penanya yang mendapatkan jawaban berupa pertanyaan, kemudian terdiam sedemikian lama dalam posisi body cataleptic.
Saat itu sang pemandu nyerocos “Meminjam prinsip Cognitive Behavior Therapy, anda perlu menjernihkan cara berpikir. OK lah Bandler bercerai, Anthony Robin bercerai, Beberapa pemandu dan motivator NLP yang anda kenal di Indonesia bercerai. Tapi itu hanyalah beberapa orang saja dari sedemikian banyak yang belajar NLP. Saya malah punya daftar banyak orang yang belajar NLP keluarganya damai, bahagia dan sukses. Bila Anda dalam proses perceraian, tak perlulah dikaitkan dengan NLP, toh bila proses pembinaan rumah tangganya tidak pernah dilakukan itu sama dengan proses perceraian sedang dilakukan. Berbeda degan Anda, saya malah berpikir NLP telah mengubah hidup mereka menjadi keluarga yang sakinah, mawadah wa rohmah (damai, penuh cinta dan kasih)”.
“ Lalu darimana akang tahu bahwa saya dalam proses perceraian? “ . Sang pemandu menjawab “Dari mulai Anda mengajukan pertanyaan tentang perceraian dengan argument NLP dan sebagian kecil tokohnya sebagai pembenaran . Dan ketahuilah saya menjadi tahu persis Anda dalam proses perceraian justru dari pertanyaan Anda barusan !” .
“ Sialan…. Ketahuan deh….Hahaha! “ kata sang Penanya sambil nyengir kuda.
“Kena deh lu….. Hahaha!” kata sang pemandu workshop tergelak.
Kasus 7. Ketika Bos memamerkan pukulan Karatenya
Lima manager dipanggil oleh Direktur yang hampir pensiun. Undangan rapat dadakan pagi hari. Tak ada satupun yang tahu agenda yang akan dibicarakan. Direktur dan 5 manager mengepung meja bundar. Direktur menatap satu persatu peserta lalu menarik nafas panjang menahan dan menghmebuskannya. Lalu diam menatap ke depan dengan tatapan kosong . Hening mencekam .
Eka yang duduk di samping kanan Boss menoleh ke kanan dan berbisik ke Dwi yang duduk di samping kanannya “Stt… ada apa nih, coba dong mulai ngomong, ente kan paling berani ama si Boss”. Saat yang sama Tri menyentuh dengan siku kiri sambil berbisik “ngomong dong!!!”. Sementara itu dari sebrang meja, Catur dan Panca mengedip-ngedipkan mata memberi kode untuk membuka pembicaraan.
Tiba-tiba saja, Boss memandang sekeliling menatap nanar Panca, Catur dan Dwi lalu mengangkat tangan kanannya, mengepalkan tangan dan menggebrak meja . “Barak…..Brakkk ……Brakkkk!!!! “. Meja bundar kecil kayu itu ambrol, gelas-gelas goblet berisi air berjatuhan. Dalam keadaan genting itu, Dwi yang mengetahui Sang Direktur sering dihampiri hipertensi, segera keluar, kemudian muncul lagi membawa air segelas. Ia meminta sang direktur untuk tenang dan meminum air. Setelah tenang, ia meminta rapat diskors dan dimulai lagi setelah makan siang. Sang Direktur menyetujui dan membubarkan rapat.
Eka, Dwi, Tri, Catur dan Panca kembali ke tempatnya masing-masing. Eka alerginya kumat, di sekurjur badannya tiba-tiba saja muncul bintik-bintik merah. Tri segera mengambil alat hirup dari tasnya untuk mengatasi asthmanya yang tiba-tiba saja datang. Catur ulang kali keluar masuk toilet. Panca kelihatan agak tenang mengubur diri dalam ruangannya, dan ternyata sedang sibuk mengirimkan update CV terakhirnya ke sejumlah executive search. Sementara Dwi kembali lagi ke pekerjaannya seperti tak terjadi apa-apa.
Saat istirahat, usai sholat Dzuhur, Eka, Tri , Catur, Panca melabrak Dwi yang dituduh tak berespon tepat atas kelakukan Boss. Dwi menjawab dengan ringan “ Lho…. Apanya yang harus dikhawatirkan sih. Coba deh…kita putar lagi apa yang kita lihat tadi. Si Boss itu dulunya atlit Karate. Tadi ia pukulkan tangannya ke meja , tiga kali, mejanya ambrol. Yang rusak… ya mejanya si Boss. Dia kan yang akan ganti. Kalau toh karena mukulnya itu menjadikan tangannya sakit, maklum udah ngak pernah berlatih lama, toh yang sakitnya pun si Boss. Coba ruginya kita apa…..? Udah yuk kita kembali rapat! ”.
4. Epilog
Saya tidak tahu persis perubahan apa yang sedang terjadi pada diri Anda usai membaca tulisan ini. Saya tidak tahu persis kesadaran apa yang muncul di benak Anda setelah membaca tujuh kasus ini. Sekalipun demikian, biarlah kesadaran Anda yang luhur memilihkan yang terbaik untuk Anda. Biarkanlah kesadaran Anda kemudian menjelajahi kembali pengalaman di masa lalu, dan memunculkan Humor-humor dalam diri Anda, sehingga Anda semakin bugar, segar, merdeka dan bahagia.
Pun Sapun Ampun Paralun
Pakena Gawe Rahayu, Pakeun Nanjur di Juritan Nanjeur di Buana
Saat Purnama di Patapan Suryalaya
Asep Haerul Gani




















Pak Asep, menurut saya humor itu memang sangat mujarab untuk yang lagi capek, mumet dan sumpek.Tapi tidak semua orang memiliki sense of humor. Ada orang yang selalu serius. Untuk yang bertipe seperti ini, kadang susah untuk mengajaknya masuk dalam humor kita. Dengan pikiran-pikiran seriusnya, humor kita ngak bisa mengalihkan pikirannya pada apa yang kita maksudkan dalam humor kita tersebut.Humor dalam diri sendiri rasanya kurang afdol, enakan humor dengan orang lain, akan lebih siiiiiip. Melatih disosiatif, transcendent, meta/beyond,perceptual position dan trance, perlu banyak latihan, apalagi untuk orang yang sense of humornya kurang. Untuk yang tinggi sense of humornya, semua itu akan mengalir dengan lancar sendirinya, tanpa disadari. Salam sukses terus Pak Asep.
Sahabat Shyannie Hendrawan,
Terima kasih atas pendapat Anda.
Herannya, humor itu serius lho. Jadi mengajak orang yang serius untuk melatih sense of humornya pun sangat mungkin. Dalam perjalanan hidup saya, saya mengenal banyak orang yang dikenal serius abis, namun ternyata ia juga punya sense of humor yang OK punya.
Humor itu ibarat permainan, yang dapat dimainkan solitair , dua, bahkan public colaboratif. Untuk pengembangan diri sendiri dan membentuk hidup bermakna setiap saat, maka humor solitair, membangun humor dengan diri sendiri sangatlah penting. Untuk membangun komunikasi antara 2 pihak, temasuk dalam kegiatan konseling atau terapi maka humor dialektik dapat dilatih. Untuk kemampuan public speaking, training, pengajaran, maka humor public colaboratif dapat dikembangkan.
Kembali, lagi-lagi perlu keinginan, latihan dan belajar.
Salam sukses selalu sobat.
Asep Haerul Gani
Assalamu’alaikum Bos Asep
kumaha kabarna Bos ?
Bos, gimana kalo bapak ngadain pelatihan humor public colaboratif, humor dialektik ato humor solitair di pontren hypnotherapy?
Saya ikutan Bos !!!
Salam hangat dari Nagrak
Wassalamu’alaikum Bos Asep
Wassalamu’alaikum Kang Fitra
Kabarna pangesto.
Kang Fitra, gimana kalo Anda jadi EO untuk pelatihan humor public colaboratif, humor dialektik ato humor solitair seperti yang Anda usulkan. Toh pontren hypnotherapy mobile dapat berada di mana saja tergantung lurah santrinya . Mengenai tempat, kan bisa saja di Nagrak.
Karena Anda EO nya, otomatis Anda ikutan , Hahaha?
Saya tunggu kabarnya!
Salam hangat dari tepian Selat Sunda
Wassalamu’alaikum Kang Fitra,
Asep Haerul Gani
Kang….mana atuh info ngeunaan pesantren hipnoterapi tea ? Aya artikel nu paling gres kang ? E-mail keunn atuh..manawi teu kaabotan…
Nuhun….
Kang Iwan Apriyana,
Info Pontren Hypnotherapy terkini, sedang istirahat dulu. Bila Kang Iwan dan komunitas di Bandung siap disambangi, pontren Hypnotherapy dapat digelar di sana. Saat ini saya hanya punya waktu Sabtu, Ahad ada silaturahmi rutin dengan Pun Biang di Garut.
Artikel paling gress ngeunaan naon kang Iwan? Naon nu dipikaresep?
Salam ka kanca di Nagreg.
Asep Haerul Gani
muantab kang Asep
ternyata humor itu cukup menyenangkan yah
bahkan menjadi terapi yang dahsyat
makasih banyak atas inspirasinya kang
muantab pula Mas iwanketan,
Selamat melatih kemampuan humor pada diri Anda sehingga Anda menjadi orang yang bahagia dan membahagiakan sesama.
Seperti lekatnya ketan demikian pula semoga humor dengan keseharian Anda.
Salam.
Asep Haerul Gani
…Oooo…indahnya sudut pandang….?!!…; Humor is amazing state!!…
Makasih Kang…; kita tunggu nich ke-EO-an nya Fitra…
Wassalam
kun
Mas Kun yang dimulyakan (Mukarom),
Dalam humor, keadaan yang seakan bertentangan bisa bersekutu. Anda dapat menemukan keindahan dalam oxymoron seperti : Keindahan yang buruk atau keburukan yang indah; Sadar yang tidak sadar atau tidak sadar yang sadar; tahu akan ketidaktahuan atau tidak tahu bahwa tahu; sedih yang lucu atau lucu yang sedih; kegilaan yang waras atau kewarasan yang gila; daim yang bergerak atau pergerakan yang diam, konsisten dalam inkonsistensi atau inkonsisten dalam konsistensi; masalah yang melegakan atau kelegaan yang bermasalah; cinta yang penuh benci atau kebencian yang penuh cinta; terang yang meggelapkan atau kegelapan yang terang; Yin dalam Yang atau Yang di dalam Yin; …
Anda dapat menambahkan daftar panjang…. dan dalam Ericksonian Hypnosis anda akan menemukan hal itu antara lain dalam Hypnotic language pattern. Kemampuan untuk nyebrang antar konsep; loncat setiap pola, dan membuat jembatan antara perspektif ini adalah HUMOR.
Sok atuh kang Fitra, geura dur!
Wassalam
Asep Haerul Gani
Hhhhhmmm…semakin membuat PENASARAN…indah sekali uraian Akang GURU…;…sebagai Jembatan antara perspektif??… Hhhhmmm….SIANCAI… SIANCAI….(kata komik silat khoo ping hoo)….
Uda FITRA….; WHERE R U??…ayolah….kita “mainkan”…??!!…
Salam
kun
Mas Kun,
Penasaran itu terjemahan dari bahasa inggris “Narketing” ya?
Uda Fitra bisa jadi sedang sibuk menyiapkan UN , sekaligus sedang belajar basa Sunda agar dapat meneliti keunikan ulayat yang nembrak di sekitar NAGRAK.
Sok atuh kang Fitra.
Salam
Asep Haerul Gani
Ass.Wr.Wb
Wah Pak Asep benar2 urang Sunda, kalo orang sunda apapun bisa jadi humor bahkan NLP pun….Seandainya orang Indonesia (baca politik) tetap humoris mungkin carut marut acara nyontreng jd berkurang, dan caleg yg gagal pun jarang yg stresss.
Pak Asep kalo ngadain NLP humor, saya daftar ya….
Wassalam
Yanyan
Wass. Wr. Wb.
Ah kang Yanyan mah ada-ada sajah, kata sapa saya asal Parahyangan? Sanggah Anda”nama saya kan nama pasaran Parahyangan”. Ah saya dapat saja sangkal kata Anda”Kan nama saya mah Parahyangan dan nama Arab”. Kabayan pan asalna Parahyangan, karyanya adalah tawa, amalnya adalah bahak. Wajar saja, saya yang kawannya, ada bakat bakal tawa Anda.
Yang gagal ka Sanayan asalkan cara pandangnya ala Kabayan atawa Abah Nawas akan waras saja, tak akan langkahkan cara-cara janggal antarkan nyawa, tak akan dadak wafat dalam tambang. Yang gagal rasanya sadar saja, dan akan pasrah pada Allah.
Pak Yanyan nantang saya adakan bahasan bahak dan tawa? Kapan? Mangga kang Yanyan jalankan saja, saya mah akan datang, asalkan Ahad atawa saacan Ahad.
Prak!
Cag!
Wassalam
AsHaGan
ya! Betul..BEtul.. BEtul..(Pakai Intonasinya Ipin-Upin).
dengan humor state tertentu jadi lebih menarik dengannya.
trima kasih pak Kiyai.
Bang Al Falaq,
Apakah atau Siapakah nya yang ada dalam penggalan kalimat Anda?
Salam buat para aktivis di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat.
Asep Haerul Gani
Pak Asep is a person who has the best sense of humor I ever met. He..he..
Ananda Maria Ulfah,
Ah masa sih? Coba uraikan minimal 3 buktinya agar saya percaya. Hahaha Salam untuk suami juga sang buah hati.
Asep Haerul Gani
Untuk pembaca Portal NLP
Bagi yang berminat ikutan Sharing dengan Kang Asep mengenai Hypnosis Humor ini silahkan kunjungi http://www.empowering-you.info
Terima kasih
Barakallah Pak Ronny atas izin dan perkenan Anda
tambahan sedikit informasi
http://www.empowering-you.info : page (halaman) EVENTS
Kang Asep,
Ternyata Humor jg bisa bikin lega yah..
Mematahkan pola negatif ga selalu hal yang serius. Yang paling penting bisa melihat sisi lain yang positif. Syukur2 kalo itu bisa di bawa jadi humor. Salam Sukses selalu Kang…
Fuady
Jatilawang Banyumas
http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=35338
Mas Fuady ning Jatilawang Banyumas,
Ternyata Humor pun jg dapat bikin lega, luas, senang, bahagia, selama kadar dan dosisnya tepat.
Fleksibilitas, keluwesan, kemampuan melampaui, meta, adalah khas dari humor. Mampu melampaui keterjebakan pada dikotomi negatif-positif, baik-buruk, dst adalah ciri lain dari sense of humor.
Salam sukses selalu jua untuk panjenengan, Mas.
Asep Haerul Gani
Ciputat
setuju pak…saya lebih sering ngelucu (tepatnya sih melucukan diri) saat menjenguk orang sakit… niatnya sih agar si sakit tidak stres terhadap penyakitnya…nah pertanyaannya sampai kapan itu bertahan, trus klo hal itu malah membuat si sakit merasa iri karena dia tidak sama dengan kita (sehat wal afiat)?….di tunggu lho pak answer nya?…jazakallah..khairan jaza…
Ananda Agus,apapun ada takarannya.Jawabannya seberapa suasana riang yang Anda bangun membuat si pasien punya semangat untuk menjalani perawatan,dan melanjutkan kehidupan.
Asep Haerul Gani
Kang Asep,
Memang humor itu bisa bikin saya banyak temen lho… biarpun temen offline!
Trim Kang Asep….
Salam!
Marwoto Adi
Jazakumullah khairan jaza pak tas jawabannya… semakin membuka ranah kognitif saya..oh ya terima kasih ya pak atas filenya kemarin sangat membantu saya… salam tuk keluarga dan selalu dalam rahmat dan dipenuhi riskinya oleh Allah SWT..wassalam ^.^
Mas Marwoto Adi,
Anda benar. Dengan berhumor yang sopan, menghormati orang lain,dan mengajak fleksibilitas dalam memilih respons positif selain Anda menambah akrab dengan DIRI SENDIRI juga menambah sahabat baik offline maupun on line. Hehehe.
Trims Mas Marwoto,
Salam!
Asep Haerul Gani
Ananda Agus,
Syukurlah bila file itu memberikan manfaat dan meluaskan map Anda.
Oh ya, Sabtu, 30 Mei 2009 besok, silakan hadir bersama santri lainnya di Pontren Hypnotherapy Ciputat. Kita bedah hal-hal baru.
Terima kasih.
Asep haerul gani