Portal NLP ™

Membebaskan Belenggu Pikiran Dengan Neuro-Linguistic Programming

Posted by Krishnamurti On March - 11 - 2007 8 Comments

“Bagaimana mungkin Anda bisa terbang tinggi, jika Anda masih membawa ransel yang berat di pundak Anda?” demikian jawaban saya jika ada peserta training yang bertanya bagaimana cara mencapai sukses dengan cepat.

Salah satu ransel yang berat ini adalah kemarahan dan teman-temannya seperti kekesalan, kekecewaan, kesedihan dsb. Marah itu memang menyakitkan. Marah itu bahaya. Marah itu tidak nyaman. Marah itu energi negatif. Marah itu disimpan jadi berat, namun jika dibuang sering seperti bumerang yang kembali lagi ke si pengirim. Uh, sebeeel dan sereeem…

Bagaimana melepaskan ransel yang berat tersebut?

Teknik ini saya dapatkan dari seorang sahabat yang berasal dari Jerman saat kami training bersama di sesi NLP Malaysia tahun lalu. Beliau sudah menekuni teknik ini belasan tahun. Teknik Releasing berikut ini memang sudah saya sesuaikan dengan budaya Indonesia dan dikombinasikan dengan teknik NLP lainnya agar menjadi sangat sederhana (sebagaimana hobi saya yang ingin membuat segala sesuatu menjadi sederhana he..he..) dan setiap orang bisa melakukannya sendiri.

Urutan proses kegiatannya adalah sbb:

1. Ambil sikap yang nyaman, bisa posisi duduk atau tiduran. Masuk kedalam diri dalam suasana hening (Deep Trance State) sampai Anda nyaman. Salah satu teknik sederhana favorit saya adalah menghitung mundur dari 3, 2 dan 1 sambil bernafas sangat perlahan di setiap hitungannya.

2. Anda hening beberapa saat. Setelah itu, lakukan kalimat sugesti diri (self suggestion) berikut ini dengan teknik:

Tanda * = artinya dengan lembut dan perlahan tariklah nafas yang dalam dan saat hembuskan nafas dalam tempo lambat katakan kalimat disebelahnya.

* Aku lepaskan… (hening sejenak)

* Aku bebaskan… (hening sejenak)

(Jika muncul gambaran memory, boleh gunakan teknik gambarannya dibuat menjauh sampai hilang.

Jika muncul suara, boleh gunakan teknik suaranya dibuat terdengar makin perlahan sampai hilang.)

* Segala rasa marah.. (hening sejenak)

* Segala rasa sedih… (hening sejenak)

* Segala rasa kecewa.. (hening sejenak)

(boleh ditambahkan kata lainnya bila menurut Anda mengganggu emosi Anda, lebih spesifik lebih baik)

* Yang bersemayam dalam diriku… (hening sejenak)

* Ke alam semesta dengan ikhlas… (hening sejenak)

* Sekaraaang…

3. Rasakan perasaan Anda saat ini, jika masih ada rasa, suara atau gambaran kemarahan dan kawan-kawannya yang muncul, silahkan lakukan kembali langkah 2 dalam kondisi Deep Trance.

Setelah Anda kuasai dan mahir dengan teknik ini, Anda dapat mempraktekannya kapanpun dan dimanapun dengan melakukan langkah 1 tanpa harus pejamkan mata. Karena Deep Trance State bisa Anda ciptakan kapanpun Anda perlu.

Setelah ransel berat tersebut lepas, maka Andapun siap untuk terbang tinggi, setinggi dan sejauh yang Anda inginkan.

Hidup memang sederhana, bukan?

Krishnamurti

Categories: Trauma/Phobia

8 Responses

  1. Anti Roesfian says:

    Mas Khrisna, saya sangat setuju dengan pola NLP Anda, membuat saya merasa lebih rileks. Thanks dengan tips praktisnya.

  2. Sri Redjeki says:

    Thx Pak Krisna…. memang belajar menajdikan HIDUP itu SEDERHANA rasanya semakin harus saya terapka.
    Setuju danluar biasa Pak, emang benar kalau saya mendapat sukses dan promosi dengan amarah saya pasti tidak akan bisa bekerja dengan baik.
    Metodenya saya terapkan Pak. Saya harus mampu melepas dan menerima diri penuh, seutuhnya seperti yang telah Tuhan ciptakan, SAYA baik dan sempurna.
    Thxn Sukses…..
    Ketulusan yang luar biasa, ketika saya membaca tulisan – tulisan Bapak.

  3. atika muliyandari says:

    terima kasih mas krishna…aku setuju untuk membuat sesuatu menjadi sederhana.

  4. Merry Ng says:

    Thx Pak Krisna, saya akhirnya menemukan apa yang saya cari, mulai hari ini akan saya terapkan dalam hidup saya teknik ini. sekali lagi Thx.

  5. yuda says:

    wah coba ah….

  6. Erna S. Sehuddin says:

    Ternyata meredam kemarahan sesederhana itu ya? Saya sudah coba lho, hasilnya OK. Tapi bila musibah datang beruntun, misalnya ibu saya baru saja wafat, 5 hari setelah wafat, ayah saya di operasi besar dan sudah 25 hari di ICU. semua menguras uang & kesedihan. Jadinya tensi cepat naik, kesenggol sedikit nangis! Di kantor, di rumah, jadi aneh! Mau terapi seperti ini udah nggak mempan lagi! Mungkin harus yang lebih tinggi lagi terapinya ya?

  7. hade says:

    Terima kasih atas artikel ini. Saya sering menerapkan hal ini beberapa tahun ini dalam sholat, khususnya pada bacaan-bacaan yang hafal artinya…:-)

    Sholat menjadi lebih khusuk.

    Terima kasih.

  8. Krishnamurti says:

    Dear Hade,
    Syukurlah jika demikian, semoga artikel ini menambah keyakinan diri bhw hidup kita bisa menjadi lebih baik lagi. Terima kasih juga

Leave a Reply