Siang bolong jam 13.15 di Ruang Mawar Hotel Santika Jakarta, tiba-tiba suasana menjadi senyap, saat NLP Trainer mengundang Pak Yan sebagai “model of excellence” yang diminta mendemokan hypnosis skill di kelas Master Practitioner of NLP™. Laiknya seorang penari yang gemulai menarikan tariannya, Pak Yan secara piawai sekali menunjukkan kebolehannya melansir proses hypnosis dengan sangat smooth! Jurus Ericksonian dan Non Ericksonian bergulir satu demi satu yang menunjukkan tingginya “flying watch” (alias Jam Terbang menurut tukul). Hari ini Pak Yan hadir sebagai tamu penting di kelas Master Practitioner of NLP™, bukan sebagai trainer, namun sebagai “model of excellence” untuk di-crack habis ilmu-nya secara luarbiasa sekali.
Tema Master Practitioner adalah Modeling, secara praksis, bukan teoritis. Proses modeling hari ini sangat terasa memenuhi iklim ruangan, saat acara live modeling dimulai. Semua mata peserta Master Practitioner of NLP™ sudah beralih ke modus Periveral Viewing, menyerap habis excellency di depan mata itu dengan metode Deep Trance Indentification.
Sementara peserta melakukan proses unconscious modeling, di sudut lain dari ruangan -dengan rileks- Trainer NLP mengawal proses itu dengan mengkodekan language pattern, belief systems, mental syntax (VAK, Modal Operator dan Meta Program), dan fisiologi dari demonstrasi hypnosis itu.
Peserta Master Practitioner of NLP™ selama 5 hari sebelumnya sudah disuguhi, mengunyah dan mencerna berbagai teknik modeling melalui proses terstruktur yang dirangkai indah. Rangkaian pembelajaran berlangsung secara conscious melalui latihan, dan juga terjadi unconscious installation melalui proses nested loop. Sebelum peserta mengalami 2 hari lagi ke depan untuk menggenapkan ilmu NLP, diberikan kesempatan melakukan proses live encoding alias live modeling yang merupakan ilmu NLP kelas tinggi warisan rahasia dari Eyang Guru Bu Kek Siansu… Hehehehe, kok jadi ngelantur kayak cerita silat saja….
Ilmu live modeling, merupakan teknik di kelas mahir bagi seorang pembelajar NLP. Terdiri dari 3 jenis pendekatan modeling, ketiganya saling melengkapi dan saling mengisi, melibatkan conscious process dan unconscious process. Sungguh mencengangkan, batu penjuru yang diletakkan dengan baik dan sistem metodis yang diciptakan oleh sepasang jenius Dr Richard Bandler dan Dr John Grinder ini. Hmmm, keduanya tidak sekedar hanya memformulasikan NLP dari berbagai sumber terserak.
Mereka bukan pemulung yang cuman tinggal mengumpulkan dan memasukkan benda-benda di dalam karung. Ibaratnya, mereka mampu melampaui pembelajaran di level “hakekat” keunggulan, dan dengan luarbiasanya mampu menggubahnya dalam bahasa “syari’at” dengan langkah-langkah yang sederhana. Mereka menciptakan suatu teknologi NLP yang terlihat, terasa dan terdengar mudah bagi orang awam, sehingga sering pembelajar baru menjadi jumawa. Saat kita merasakan kemudahan yang diciptakan oleh NLP, bukanlah berarti bahwa menciptakan NLP itu sendiri adalah mudah. Kedua “dedengkot” ini dengan sukses telah meletakkan dasar modeling, mengembangkannya dan menjadikan proses pembelajaran keunggulan menjadi mungkin dan mudah dilakukan. Puji Tuhan, moga mereka berdua dan para Co-Developer awal NLP lainnya diberkati Tuhan YME, dilipatgandakan amal jariyahnya, amien. Demikian juga bagi guru-guru NLP saya lainnya….
Mengikuti kelas Master Practitioner of NLP ™ disebut kelas mahir, karena dalam di kelas ini peserta belajar dan memakai metode modeling yang berlandaskan semua teknik NLP. Melibatkan kemampuan mengenali pelanggaran Meta Model, mengenali penggunaan Milton Model, mengenali bagaimana submodality dipakai dalam predikat, adverb dan adjective, reframing, struktur belief systems, anchor, analog marking, kemampuan membedakan struktur dengan konten, mengenali state of mind, kemampuan associates dan disassociate, periveral viewing, dan lain-lain.
Entah sebenarnya berapa tahun harus diperlukan untuk mendapatkan keahlian hypnosis tingkat tinggi, jika seseorang memodel tanpa penggunaan NLP. Luar biasanya, memodel hypnosis proses yang dilakukan hypnosis di kelas hari ini, sungguh begitu gamblang. Seperti melihat suatu sketsa prototipe model pesawat yang mudah ditiru. Ini semua mengingatkan kembali semangat yang ada di Santa Cruz California pada tahun 70-an. Sebanyak 13 orang dalam kondisi waking deep trance memotret ilmu hypnosis menggunakan Periveral Viewing, kemudian cepat-cepat beralih melanjutkan proses Deep Trance Identification dan dilanjutkan dengan secara conscious meng-crack belief system, language pattern dan state of mind / fisilogis-nya.
Saat diminta mempresentasikan hasil cracking tersebut, dua orang peserta mewakili rekan yang lain mempresentasikan di atas panggung. Dan sungguh membanggakan, peserta Master Practitioner ini memang luar biasa! Bayangkan, saat saya mengambil Master Practitioner yang pertama kali saja, belum mampu melakukan hal itu. Wow…, sungguh membuat iri!
Kemudian NLP Trainer duduk di depan menjelaskan berbagai pertanyaan yang muncul. Beruntung NLP Trainer menjelaskan dengan gamblang, mengenai setiap langkah hypnosis kedalam perspektif NLP. Bagaimana tepatnya urut-urutan proses/strukturnya ditinjau dari NLP, bagaimana induksinya, bagaimana terjadi submodality remap, sumber daya apa yang diambil dari bawah sadar, dan seterusnya. Uniknya, bahkan NLP Trainer kemudian menunjukkan bagaimana hubungan proses terapi ini dengan semua presuposisi dalam NLP.
Yah, semoga tulisan ini dapat dipakai untuk mengobati kerinduan kawan-kawan yang sering bertanya, bagaimana sih sebenarnya modeling proses itu. Kami tunggu kisah yang lebih dahsyat dari Anda semua!




















Kang Mas Ronny,
Bila saja moment yang diceritakan dalam artikel ini direkam dalam bentuk VCD dan saya dapat memilikinya dan mempelajarinya, seperti dulu Resi Bandler tertarik pada awalnya dengan memirsa rekaman Perls, tentunya artikel ini akan mudah saya bayangkan, saya kecap dan saya rasakan untuk kemudian menjadi perbendaharaan saya untuk mempraktikannya dengan gaya saya. Kapan dan dimanakah saya mendapatkan VCD nya?
Terima kasih
Asep Haerul Gani
Wah…. jadi tambah lama tambah pengin Nglajutin tingkat ke Master…..!
Selamat Mas Ronny
hmm..FUNTASTIC..membaca tulisannya saja saya seperti berada disana. (Future pacing, LOA, WFO, time line… mode on) I’m the next master pract of NLP.
Modelling ruh dari Licensed Master Practitioner dari Mas Ronny
mantap Mas Ronny, terimakasih semakin meng-attract- saya senantiasa Lifetime Learning
Kelas Mas Ronny yang dipadu dengan pemaparan teknik-teknik Pak Yan? Wah, saya tidak bisa lagi menetralisir rasa iri saya untuk itu…
NLP Licensed Practitioner Class-nya Mas Ronny semakin dalam menjadi cita-cita dalam benak saya yang mudah2an dapat segera terealisasi.
Sementara hal tersebut masih dalam angan-angan, saya sangat berterimakasih sekali apabila rekam adegan tersebut dapat saya saksikan pula meskipun tidak secara ‘live’ sama seperti usul Pak Asep.
Sukses selalu untuk Mas Ronny, dan juga Pak Yan dan Kang Asep tentunya..
Menarik sekali ulasan singkat Pak Kiai…modeling itu mudah pada saat sudah tahu caranya. Dan semakin mudah saat sudah mulai mempraktikannya.
Bagi yang merasa bahwa NLP itu mudah, maka musti berterima kasih pada para jenius pengembangnya. La nek belum paham mengapa harus berterima kasih pada mereka, silakan simak buku2 dan kisah2 awal tentang proses modeling mereka. Jikalau sudah bisa menikmati berbagai notasi linguistik, programming, dan neurologis, ya berarti memang sudah pantas mengatakan modeling sebagai sesuatu yang mudah.
Yuk…wujudkan rasa penasaran kita dengan belajar lebih dalam…
Kang Asep…
Hatur nuhun sudah mampir….
Saya tunggu saringnya juga yah….
Mas Marwoto Adi…
Dahsyat, sekarang comment-nya sudah pakai “single binding”….
Pak Qodrisyah…
TOP tenan…
You are the next!
Mas Iwan Ketan…
Apa kabar?
Saya dengar makin sukses dan berkibar-kibar…
Salam hangat!
Halo Mas Willy Wong…
Wah, lama nggak muncul, bagaimana dengan ebook-nya moga makin sukses dan terus berkarya!
Wah…
Rupanya “berkongsi pendapat” dengan Pak Asep nih
Mas Teddi.
Benar sekali, di kelas kemarin saya melihat Mas Teddi dan kawan-kawan benar- benar luarbiasa sekali dengan attitude pembelajar yang kasat mata!
Saya yakin,
Dalam racikan tangan Mas teddi, NLP di Indonesia akan makin dikenal dan membumi….
Mas Ronny,
Sebenarnya saya masih selalu membuka portalnlp dan mengikuti postingan2 para kontributor disini, hanya saja jarang banget kirim komentar
Sukses juga untuk Mas Ronny, dan karya2 terbarunya selalu saya nantikan pula..
Sip Mas Willy,
Mari kita majukan Indonesia…
ups .. pengeeeeennnnnnn …..
Subhanallah !!! Dahsyat sekali anugerah Tuhan yang diberikan kepada manusia berupa PIKIRAN . Banyak sekali teknik yang bisa kita lakukan untuk memaksimalkan kemampuannya, baik untuk keamanan, kesehatan, maupun kesejahteraan hidup manusia. Namun di dalam perjalanan memaksimalkan potensi yang luar biasa ini, jangan sampai kita melupakan nilai – nilai spiritual, nilai luhur dari iman dan agama kita masing – masing. Itulah mengapa kita dianjurkan untuk mengawali dan mengakhiri segala sesuatu dengan berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Sukses selalu untuk kita semua. Oya, Kalau diperkenankan saya minta dikirimi artikel tentang penelitian hypnotis Pak, e-mail saya di erwinalexandra@gmail.com Suwun.