HYPNOTHERAPY #23 : Humor tidak Selalu Menyenangkan, Mau bukti?.
Sahabat pembaca portal NLP yang mengagumkan.
Pengalaman menakjubkan yang saya alami ini tak mampu saya rahasiakan. Saya tidak sanggup menyimpannya sendiri saja dalam ingatan saya . Saya pikir begitu juga yang dialami peserta HUMOR GROUP THERAPY di Surabaya, Sabtu 6 Juni 2009.
Semakin terlibat dalam kegiatan memandu sebuah proses pembelajaran, membuat saya yakin bahwa sebenarnya sayalah muridnya, dan para peserta adalah Guru-Guru terbaik yang selalu memperkaya khasanah ilmu.
***
“Karena saya trainer pada training-training motivasi, saya ingin mempunyai kemampuan humor dan membuat kelas training saya hidup penuh gelak tawa dan semangat” kata Mas Doblang.
“Lho, saat Anda mengungkapkan kalimat barusan, dengan nada tersebut, apakah ada gelora yang membuat Anda tergerak ?” . Tanya saya.
“ Tidak, pak datar-datar saja”.
“Humor Anda ini sungguh hebat, Mas. Anda punya keinginan membangkitkan motivasi orang lain, namun Anda sendiri tak termotivasi” Peserta lainnya tertawa.
“Bisa jadi Anda lupa bahwa memotivasi orang itu hanya dapat Anda lakukan bila Anda sendiri pun tergerak oleh kalimat Anda!” . Peserta lainnya tertawa.
***
Sungguh ! Mas Doblang ini mencuri perhatian saya. Caranya menggerakkan badan nyaris seperti robot. Langkahnya, bicaranya, bahkan mimik wajahnya nyaris datar-datar saja.. Saat berbicara cenderung pelan, monoton dan wajahnya hanya memperagakan sedikit ekspresi.
Usai menjelaskan konsep SUBMODALITY, saya mengundang 2 peserta untuk duduk di kursi HUMOR. Maju ke depan Mas Doblang si wajah robot dan Mas Guyu, yang kerap membanyol dan membangkitkan tawa. Lalu saya meminta kepada keduanya untuk memasuki pengalaman yang dalam benak mereka adalah pengalaman HUMOR.
Saya takjub. Mas Guyu dengan mudah masuk ke dalam pengalaman Humor. Kalibrasi wajahnya sudah berubah. Mesem-mesem, perutnya bergerak-gerak, bahkan mulutnya ditutup mencoba menahan agar tawa meledak.
Saya kagum. Mas Doblang perlu waktu lebih lama memasuki pengalaman Humor. Kalibrasi wajahnya tetap saja seperti pada saat perkenalan. Wajah tegang, ekspresi datar, pipi tak berona, bibir melengkung ke atas tanpa senyum.
Setelah itu, saya menggali submodality mereka dan menuliskan hasil perbandingan submodalitynya di kertas flipchart.
VISUAL Guyu Doblang
Jumlah citra banyak Satu
Bergerak/diam bergerak Diam
Ukuran besar Kecil
Bentuk jelas Hablur
Warna/hitam-putih warna hitam-putih
Fokus/tidak focus focus tidak focus
Terang/gelap terang gelap/samar
Lokasi di depan di belakang
Bingkai/tidak bingkai indah tak berbingkai
Datar/3 Dimensi 3 dimensi Datar
Pelaku/Penonton pelaku Penonton
Dekat/jauh dekat Jauh
AUDITORY Guyu Doblang
Volume sedang Sunyi
Tinggi nada sedang Rendah
Timbre - -
Tempo aneka Lambat
Nada melodi Monoton
Irama Riang Datar
Waktu sebentar Lama
Arah suara stereo Mono
Harmoni - harmoni
KINESTETIK Guyu Doblang
Lokasi pada tubuh menyebar tidak jelas
Sensasi raba menyebar tidak tahu
Suhu hangat Dingin
Detak jantung ragam Lambat
Tarikan nafas ragam Lambat
Tekanan tidak ada ada tekanan
Berat ringan Berat
Intensitas - -
Gerak/arah gerak Diam
OLFACTORY/
GUSTATORY Guyu Doblang
Manis - -
Asin - -
Asam - -
Pahit - -
Pedas - -
Kecut - -
Gurih gurih -
Aroma ada aroma -
Fragrance - -
Ketajaman bau - -
“Wow,…. Masya Allah, ternyata beda!”. Demikian komentar peserta lainnya. “ Seperti peserta lainnya, saya juga takjub kepada kawan dari Doblang yang menguraikan pengalaman Humor dengan submodality seperti itu.
“Mas Guyu, apa value Anda tentang Humor sebelum Anda hadir dalam pembelajaran ini? “ tanya saya.
“Bagi saya humor itu ibadah, humor itu keseharian saya dan humor itu dimodelkan oleh Nabi bahkan oleh Tuhan”. Katanya sambil menahan gelak.
***
“OK, nah, mas Doblang, apa value Anda tentang Humor sebelum ikut pembelajaran ini? ”Bagi saya humor itu membuat kita bisa turun derajat, dipandang kurang serius bahkan kehilangan kharisma dan kewibawaan”. Katanya dengan nada datar.
“OK, mas Guyu, terima kasih, silakan kembali ke kursi Anda. Sementara mas Doblang, tetap duduk di kursi humor ini.” . Peserta lainnya tertawa.
***
“Mas Doblang, apakah benar panjenengan menginginkan mempunyai kemampuan humor, agar antara lain, kelas-kelas training motivasi Anda lebih hidup dan bergairah? “
“ Benar, kang…!
“Tapi ada resikonya lho mas, seperti value yang Anda miliki saat ini, kalau anda punya kemampuan humor, anda malah bisa turun derajat, dipandang kurang serius bahkan kehilangan charisma dan kewibawaan. Apa benar anda siap dengan resikonya?”.
“ Sampai detik ini, melihat peserta-peserta lain yang lebih sukses, value saya bisa saja saya ubah. Kayaknya mereka ok-ok saja tuh. Punya kemampuan untuk serius. Bahkan Mbak Seuri yang leluconnya saru saja saya pandang lebih memiliki wibawa dan harisma, bahkan mereka lebih menikmati hidup. Lebih nyantai. ”
***
“ Bener nih pengen punya kemampuan humor?, apapun resikonya.“
“Bener, kang !!! . Saya iri, ingin dapat merasakan humor seperti Mas Guyu merasakan Humor. Saya ingin merasakan humor seperti Mbak Seuri mudah melepas tawa”.
“ Memang menurut Anda, apa yang dirasakan Mas Guyu tentang humor..?
“ Kayaknya menyenangkan … Ya…!”
***
“ Baiklah kalau begitu, nah pengalaman apa dalam hidup Anda yang anda pandang menyenangkan? Ada sebagian orang yang mengatakan pengalaman saat pertama kali jatuh cinta, ada pengalaman malam pertama, saya tak tahu pengalaman Anda…?”
“ Pengalaman jatuh cinta aja deh Kang…” katanya. Pipinya merona merah, senyum mengembang, Ada gerakan mata cepat dan berbinar.
***
“ OK baik, prosesnya sama seperti tadi, perlahan saja kembangkan senyuman Anda, santai saja, perlahan-lahan tutup mata Anda, dan biarkan diri Anda berwisata ke kejadian saat Anda pertama kali merasakan Jatuh Cinta! Saat anda datang di gerbang pengalaman Jatuh Cinta, Cobalah berbagi pengalaman itu kepada kita. Tidak perlu mengatakannya. Cukup memberi tanda dengan menggerakkan salah satu jari tangan kanan Anda. Ini memberitahukan kepada saya dan peserta lain bahwa Anda sudah berada di pengalaman jatuh Cinta”. Setelah beberapa detik, jari telunjuk tangan kanan Mas Doblang bergerak kencang”.
“OK Baik, hadirkan kembali seluruh pengalaman indrawi Anda pada saat itu. Apa yang Anda lihat ?! Apa yang anda dengar ?! Apa yang anda hirup ?! Apa yang anda kecap ?! apa yang anda sentuh ?! Beranikanlah dan ijinkanlah diri Anda untuk alami kembali pengalaman indah saat Jatuh Cinta. Kapanpun menurut Anda, anda sudah mengalami kembali saat ini Jatuh Cinta dengan utuh, silakan Anda buka mata, cukup tersenyum dan tak perlu bocorkan rahasia kepada peserta lainnya”. Peserta lainnya tertawa.
Beberapa detik kemudian Mas Doblang membuka mata, senyum berkembang, dan tangan kanannya diarahkan ke depan muka, menutup mulutnya menahan tawa.
“Baik, menurut Pak Wiwoho dan kang Mas Ronny, mentor-mentor NLP saya. NLP itu content free. Jadi tidak perlu diungkap,tidak perlu bocorkan baik sedikit atau banyak, saya khawatir peserta lain terangsang oleh cerita Anda” . Peserta lain tertawa.
Nah, kembali ke SUBMODALITY pengalaman menyenangkan Anda, saat jatuh cinta. Saya akan mengajukan pertanyaan rinci dari daftar SUBMODALITY, urutan prosesnya seperti tadi.
Berikut adalah data hasil elisitasi SUBMODALITY Mas Doblang saat jatuh cinta.
VISUAL
Jumlah citra Banyak
Bergerak/diam Bergerak
Ukuran Besar
Bentuk Jelas
Warna/hitam-putih Warna
Fokus/tidak focus Focus
Terang/gelap Terang
Lokasi di depan
Bingkai/tidak bingkai indah
Datar/3 Dimensi 3 dimensi
Pelaku/Penonton Pelaku
Dekat/jauh Dekat
AUDITORY
Volume sedang
Tinggi nada Sedang
Timbre -
Tempo Aneka
Nada Melodi
Irama Riang
Waktu Sebentar
Arah suara stereo
Harmoni HarmonI
KINESTETIK
Lokasi pada tubuh menyebar
Sensasi raba menyebar
Suhu hangat
Detak jantung cepat
Tarikan nafas ragam cenderung cepat
Tekanan tidak ada
Berat ringan melayang
Intensitas -
Gerak/arah gerak
OLFACTORY/GUSTATORY
Manis -
Asin -
Asam -
Pahit -
Pedas -
Kecut -
Gurih Gurih,
Aroma ada aroma
Fragrance ada fragrance tertentu duh masih terasa di hidung
Ketajaman bau sedang lembut
“Terima kasih, Mas Doblang, Anda benar-benar GURU bagi saya dan peserta lainnya”
“ Sama-sama, kang…!”
“ Apakah submodality Anda saat merasakan Humor sama dengan saat anda mengalami jatuh Cinta?
“Beda pak…
“ Bila anda bandingkan antara submodality Anda mengalami jatuh cinta dan submodality mas Guyu alami humor, apa pendapat Anda?
“ Kayaknya hampir banyak sama, Ya…
“ Jadi Humor versi submodality siapa sih yang Anda inginkan? Versi Anda atau versi Mas Guyu? “
“ Versi Mas Guyu campur versi Jatuh Cinta saya mas… Hahaha
“ Anda ini kok senyum-senyum terus, Apa sudah ketemu jawabannya menemukan Humor melalui SUBMODALITY?
“ Saya dapat insight aja Kang”
“Apa insightnya?”
“ Saya hanya perlu mengotak-atik submodality saat saya mengindrai pengalaman HUMOR sebelumnya, dan mengalaminya seperti submodality saat mengindrai pengalaman Jatuh Cinta”
“ Baik, mari saya pandu, sambil melihat kembali apa yang sudah kita tulis di flipchart.
***
“ OK dapatkan gambaran HUMOR anda sebelumnya,…
“Ya sudah dapat…
“ Mulailah anda coba ubah citra gambarnya menjadi banyak…
“ Baik pak….saya bisa…
” lalu, buatlah pelan-pelan saja gambar yang Anda lihat diam pelan-pelan saja , perlahan menjadi bergerak…”
“ OK….ya …!
“ kemudian, ukurannya yang tadinya kecil biarkan perlahan dan pasti seperti zoom membesar…!
“ Lanjut…
“ Apa perlu saya pandu terus….
“ OK kang , bisa sendiri…..
VISUAL HUMOR JATUH CINTA
Jumlah citra satu banyak
Bergerak/diam diam bergerak
Ukuran kecil besar
Bentuk hablur jelas
Warna/hitam-putih hitam-putih warna
Fokus/tidak focus tidak focus Focus
Terang/gelap gelap/samar terang
Lokasi di belakang di depan
Bingkai/tidak Tak berbingkai bingkai indah
Datar/3 Dimensi datar 3 dimensi
Pelaku/Penonton penonton pelaku
Dekat/jauh jauh dekat
“Selanjutnya, silakan ubah submodality auditory”
“Baik….!”
AUDITORY HUMOR JATUH CINTA
Volume sunyi sedang
Tinggi nada rendah Sedang
Timbre - -
Tempo lambat Aneka
Nada monoton Melodi
Irama datar Riang
Waktu lama Sebentar
Arah suara mono stereo
Harmoni harmoni HarmonI
“Nah, sekarang, ciptakan submodality Kinestetik”
“ Semakin mudah aja nih…”
KINESTETIK HUMOR JATUH CINTA
Lokasi pada tubuh tidak jelas menyebar
Sensasi raba tidak tahu menyebar
Suhu Dingin hangat
Detak jantung Lambat cepat
Tarikan nafas Lambat ragam cenderung cepat
Tekanan ada tekanan tidak ada
Berat Berat ringan melayang
Intensitas - -
Gerak/arah Diam gerak
“OK ini terakhir, saat ini alihkan semua submodality Olfactory/Gustatory”.
“ Siap, laksanakan…!”
OLFACTORY/
GUSTATORY HUMOR JATUH CINTA
Manis - -
Asin - -
Asam - -
Pahit - -
Pedas - -
Kecut - -
Gurih - Gurih,
Aroma - ada aroma
Fragrance - ada fragrance tertentu duh masih terasa di hidung
Ketajaman bau - sedang lembut
“ So jadinya gimana nih HUMOR anda…saat ini”
“ Amboiiiii, seperti Jatuh Cinta rasanya….enak tenan kang…hahahaha. Akhirnya saya bisa menikmati apa yang selama ini orang lain nikmati melalui humor. Hahaha. ”.
***
“ So, sekarang sambil Anda tetap duduk di kursi humor ini, dan mendengar gemuruh tawa rekan-rekan serta merasakan rona merah di wajah Anda, perlahan tutup mata Anda dan rasakan kembali HUMOR dalam seluruh submodalitynya. Alirkan state humor ke seluruh tubuh Anda. Perbesar dan silakan buat saklar pemicu (anchor).”
“ Sekarang, silakan Anda ciptakan gambaran yang Anda inginkan saat Anda mempunyai kelas pembalajaran. Ciptakan saat Anda menyiapkan diri dari rumah, saat Anda mengecek ruangan, saat peserta datang dan duduk di kursi, saat Anda memulai kegiatan training dan menutup kegiatan training. Buatlah dalam gambaran lengkap meliputi seluruh submodality, dan indrailah pengalaman itu seperti terjadi sekarang!”
“ Saat anda telah mengindrai apa yang Anda inginkan sekarang, dan state itu anda rasakan kuat sekarang, amplify state tersebut dan buatlah anchor. Setelah Anda merasakan bahwa Anda mantap sebagai trainer yang penuh humor dan mampu memunculkan motivasi dari diri sendiri dan menggerakkan motivasi peserta, anda dipersilakan perlahan membuka mata dan mengucapkan hamdalah”.
Tak lama kemudian Mas Doblang perlahan membuka mata dan berkata lirih “ Alhamdulillah…”.
***
“ Mas Doblang, apakah maksud kedatangan Anda hari ini ke pembelajaran ini sudah tercapai?
“ Alhamdulillah…. Saya termotivasi, saya jadi terpikir cara-cara menciptakan humor , dan ternyata cukup mudah. Hanya dengan mendaur ulang dan mengemas SUBMODALITY…!
“ Apa iya mudah…?
“ Ya mudah lah…. Setelah tahu caranya.!!!”
“ Hahaha
“ Hahaha
***
Pun Sapun Ampun Paralun
Pakena Gawe Rahayu, Sangkan Nanjung di Juritan Nanjeur di Buana.
Asep Haerul Gani
CATATAN :
Sebagai ungkapan humor atas komentar terhadap artikel ini, panduan latihan humor group therapy.pdf akan dikirimkan kepada Anda.




















(On June 13th, 2009 at 2:32 am)
Sy baru dengan alam NLP itupun karena saya berinteraksi dengan pak david rugian di Tarakan KAL TIM mohon bimbingannya untuk bisa lebih jauuuuh kenal dengan NLP
(On June 13th, 2009 at 2:36 am)
sy baru kenal dengan alam NLP lewat sentuhan pemikiran Pak David Rugian di Tarakan KALTIM mohon bimbingannya agar lebih cinta dengan NLP
(On June 13th, 2009 at 2:38 am)
Wah..ulasan sangat menarik sekali Kang Asep…Sebagai sebuah hidangan pembuka untuk mendarat di Bumi Sriwijaya….Kata wong Palembang….BELAJAR KETAWO…samo KELAKAR….He..he…
(On June 13th, 2009 at 5:16 am)
Menarik dan sangat aplikasi, terimakasih Kang Asep.
(On June 13th, 2009 at 9:14 am)
Saat membaca jadwal acara Pak Asep di Surabaya, saya benar2 menyesal karena bertepatan dengan jadwal pelatihan internal kantor, padahal saya sangat tertarik sekali untuk dapat hadir.
Terapi humor dengan NLP dan CBT-nya tentunya luar biasa sekali Pak, ditunggu sharing2 selanjutnya..
Kapan nih Pak diadakan di Semarang?
Salam hormat..
(On June 13th, 2009 at 2:01 pm)
Sdr. Irwan,
Ada baiknya akrabi kembali Pak David Rugian di Tarakan KALTIM sehingga memperoleh cara-cara cepat dan praktis untuk lebih cinta dan lebih jauh terhadap NLP.
Sesuatu akan dicintai dan dikenali lebih jauh, karena dirasakan membawa nilai manfaat. Untuk itu dapatkan nilai manfaat bagi diri sendiri dari setiap “konsep” atau “latihan” NLP. Kemudian ajarkan orang terdekat sehingga manfaatnya menyebar ke seluruh ummat.
Salam hangat dari Ciputat,
Asep Haerul Gani
(On June 13th, 2009 at 2:04 pm)
Hallo Bung Daniel,
Tahun 2004-2006, saat sering ulang-alik ke tanah Sriwijaya, saya mendapatkan cerita ketawo dan kelakar ala wong kito dari pak cik mak cik dan barudak dekat Sungai Musi.
Mari kita buat WFO dan Timeline sehingga HUMOR GROUP THERAPY jilid berikutnya digelar di bumi Sriwijaya.
Salam untuk keluarga.
Asep Haerul Gani
(On June 13th, 2009 at 2:06 pm)
Mas Wid,
Terima kasih, silakan mengambil manfaat dan menularkannya kepada sejawat demi pemberdayaan masyarakat sekitar.
Salam hangat
Asep Haerul Gani
(On June 13th, 2009 at 2:14 pm)
Bung Willy Wong,
Sebaiknya terima saja kenyataan tersebut, dan ikhlaskan. Kata sahabat saya, ustadz Yusuf Mansyur, “Semua ada wayah (waktu)nya”.
Setiap pembelajaran apapun menjadi luar biasa, karena para peserta menyumbang ekstrak pengalamannya ke dalam pembelajaran.
Bila memang benar-benar berminat mengadakan di Semarang dan ingin kembali berlatih bersama mengenai HUMOR GROUP THERAPY khususnya dalam memanfaatkan NLP,HYPNOTHERAPY,dan PEMIKIRAN KREATIF; silakan jadi EO nya di Semarang, Saya tinggal terbang, datang, memandu pembelajaran,lalu pulang.
Salam hormat dari Saya dan Istri untuk Anda dan keluarga.
Asep Haerul Gani
(On June 13th, 2009 at 4:16 pm)
Artikel kang asep emnk selalu menarik,Btw boleh boleh request dunk,gmn kalau kang asep juga berikan artikel ttg SANTET… thanks n GBU.
(On June 13th, 2009 at 10:00 pm)
Saudara Karsy,
Terima kasih, Request diperbolehkan dan tanggapannya adalah saya sampai saat ini bukan termasuk salah satu dari : 1)peneliti tentang santet, 2) ahli santet,dengan demikian belum dapat menulis tentang tema tersebut dari sudut NLP ataupun Hypnosis.
Terima kasih telah mampir.
Asep Haerul Gani
(On June 15th, 2009 at 1:52 am)
saya terkesan dengan artikel kang asep, saya masih awam tentang NLP, namun sangat sering masuk ke portal ini, untuk mengetahui NLP, alangkah senangnya dapat berbagi keceriaan melalui humor yang berwibawa
salam.
(On June 15th, 2009 at 2:01 am)
Nuhun Kang Asep…telah berbagi cara menjadikan humor sebagai resource yang berharga untuk mensyukuri hidup.
(On June 15th, 2009 at 2:34 am)
Pak Edi Setiawan,
Sama seperti Anda saya pun awam (umum) dan selalu belajar mengenai teknologi yang dinamakan NLP ini sehingga kadar keawaman berubah perlahan menjadi khas (khusus) setelah mempraktekkan dalam kehidupan (practitioner).
Berbekal sering masuk dan keluar portal NLP pun, anda dapat menjadi practitioner bila mau mengujicoba pengetahuan yang Anda peroleh, semakin Anda mendapatkan manfaat dan menjadi otomatis, Anda kemudian dapat berbagi hasil pembelajaran Anda kepada orang lain.
Salam Humor Ang Awan.
Asep Haerul Gani
(On June 15th, 2009 at 2:40 am)
Kang Teddi P Yuliawan,
Sami-sami nuhun kang. Hidup akan menghadirkan apapun, bila saja kita mau menerimanya, apapun ringan-ringan saja. Lagi-lagi hal itu memerlukan kemampuan untuk mendidik sang “Ego”, “Nafs”, “Diri”, “Aing”. Humor dalam temuan saya adalah kemampuan yang menjembataninya.
Salam Humor dan Syukur.
Asep Haerul Gani
(On June 15th, 2009 at 1:46 pm)
Asw.. wr wb.
Wah, membaca artikel Kang Asep, jadi semakin tidak sabar untuk bertemu langsung dengan orangnya. Kapan ke medan lagi Kang Asep??
hadi85ngl@yahoo.com
(On June 15th, 2009 at 2:22 pm)
Wassalamu’alaykum Wr. Wb.
Pak Hadi,Insya Allah usai menerima tiket pesawat CGK-MDN PP dan voucher menginap di Tiara Hotel Medan dari EO di Medan, saya akan kunjung ke Medan, Kapan?. Hehehe.
Salam sukses.
Asep Haerul Gani
(On June 16th, 2009 at 1:25 am)
kl0 di b0g0r dg siapa kang/mas ,.sy pngen ngerasain NLP scr lngsung ,.saat ini cuma lewat artikel p0rtalnlp dan mas ronny ,.mh0n jwbny ,.mks
(On June 16th, 2009 at 1:46 am)
Yth. Pak Adi Kurniawan,
Saat ini saya belum memiliki daftar nama sahabat NLP Practitoner, NLP Master Practitioner, NLP Trainer dan NLP Master Trainer yang tinggal di sekitar Bogor.
Untuk mengalami langsung, Selain Anda dapat mengikuti pembelajaran pada kelas publik yang diberikan oleh para kontributor portal NLP ini (silakan hubungi melalui nomor yang tertera di Kontributor Portal)anda pun dapat melakukan pembelajaran ala pesantren dengan cara membuat komunitas pembelajar, menyediakan tempat belajarnya dan menjemput serta mengantar pemandunya. Selama waktunya cocok (Sabtu/Minggu) saya bersedia menjadi pemandunya, dan membuka Pontren Hypnotherapy cabang Bogor, yang menu kajiannya adalah NLP dan Hypnotherapy.
Besarnya keinginan Anda merasakan NLP secara langsung sejalan dengan besarnya Anda menanggapi ajakan ini .
Salam,
Asep Haerul Gani
(On June 16th, 2009 at 3:47 am)
Sukses selalu untuk Bapa.
Pengalaman yang menarik serta bermanfaat, dan tambah menarik karena dijabarkan dengan bahasa yang sederhana oleh Trainer yang Amat Menarik & Humoris.
Salam Humor Pa….
(On June 16th, 2009 at 4:46 am)
Sukses juga untuk Ananda.
Wah-wah-wah, mentang-mentang bekerja di area Jawa Barat (jabar) sampai berkomentar pun diJABARkan juga.
Ananda Yeyen, silakan temukan humor dalam pekerjaan dan dalam keseharian hidup Ananda.
Salam humor,
Asep Haerul Gani
(On June 16th, 2009 at 6:43 am)
hati-hati kalo’ ketemu kang Asep, bisa-bisa Anda ketularan anchor humor-nya. Jangan-jangan setelah ikuti acara humor-Therapy Anda jadi lebih peka dalam tentukan respon yang lebih membahagiakan hidup Anda. Salam gedheg-gedheg dari suroboyo (bukan megapolitan, palagi metropolitan, masih dalam perdebatan layakkah disebut ‘mesopolitan’?)
(On June 16th, 2009 at 6:59 am)
Mas Rio Purboyo,
Mbok yao jangan buka rahasia dan jangan kasih tahu pembaca Portal NLP mengenai manfaat yang Anda dapatkan setelah mengikuti workshop Humor Group Therapy.
Seperti apa yang diulas pada waktu workshop 6Juni09 lalu humor pun merupakan bentuk mekanisme pertahanan diri. Bisa jadi dalam bentuk langsung,membuat Anda tidak nyaman. Dalam bentuk tidak langsung malah aman. Suroboyo atau Sidoarjo nih yang mesopolitan (dan yang Anda maksudkan)?
Saya bayangkan saja respon Anda layaknya sahabat saya orang Surabaya saat tertohok “Diancuk Kon, Kang!!!”
hahaha.
Salam hormat saya&istri untuk Anda dan Mbak Wulan, juga Mas Guntar beserta keluarga.
Salam Guyu,
Asep Haerul Gani
(On June 16th, 2009 at 5:54 pm)
salam kenal buat mang asep, saya pengin tahu lebih byk bagaimana berhumor ria tanpa kebablasan dan bermanfaat, jadi beda sama pepesan kosong,terima kasih. salam sejahtera!
(On June 16th, 2009 at 10:50 pm)
Alo* Bambang,
Jabat erat dan akrab.
Jawaban atas pertanyaan Anda tergantung pada Anda menjelaskan (dalam term NLP mengajukan pertanyaan-pertanyaan meta model) 5W dan 1H 3 kata berikut :
a. Kebablasan (apa ukurannya? kepada siapa? di mana? kapan saatnya? bagaimana caranya? Berapa banyak/sering? Mengapa itu penting buat Anda? )
b. Bermanfaat (apa buktinya? Untuk siapa? di mana ingin didapatkan? Kapan? Bagaimana caranya? Berapa banyak? Mengapa itu penting?
c. Pepesan kosong (ukuran Siapa?Apa indikatornya? Di mana itu mungkin terjadi? Bagaimana cara berhumor yg pepesan isi? Kapan? Berapa sering? Mengapa itu penting?
Secepat Anda mampu menjawab pertanyaan tersebut, secepat itu pula Anda menemukan jawaban berhumor yang poporsional, bermanfaat dan berpepesan isi.
Terima kasih,
Asep Haerul Gani
Catatan :* Dalam basa Sunda pasangan komplementer untuk kata “Mang(paman)” adalah “Alo (keponakan)”
(On June 21st, 2009 at 9:36 am)
Terima Kasih Pak Asep atas pembelajarannya tentang sub-modality… wah saya kurang cepat nih membaca artikel ini ketimbang sahabat pembaca yang lain. semoga masih berkesempatan untuk mendapatkan pembelajaran humor dari Pak Kiyai. hanya dengan merekondisi structur sub-modality saja ternyata bisa merubah pandangan terhadap pengalaman yang dianggap kurang menyenangnkan. oh iya pak, seperti yang dialami oleh mas Doblang setelah merubah sub-modality saya jadi ingin bertanya..?
Apakah berarti setiap pengalaman humor mas doblang dalam artikel ini setelah direkstruturisasi menjadi pengalaman jatuh cinta? apakah setiap humor yang dipicu berarti juga pengalamn jatuh cinta ikut terpicu?
(On June 21st, 2009 at 10:26 am)
sya jg mau dong bs s[t itu.. sya kok rasanya sedih terus, datar, garing ya.. gak ada yg lucu
(On June 21st, 2009 at 1:35 pm)
Makasih pak asep.. dapet pengetahuan baru lagi..
(On June 22nd, 2009 at 3:03 am)
Bung Alfalaq,
Apakah ada perbedaan sub modality Anda saat “kurang cepat” dan “cepat” membaca artikel ini ?. Silakan ‘adjust” sumodality Anda untuk mendapatkan efek saat Anda cepat membaca artikel ini. Hahaha.
Mengenai pembelajaran humor, ikuti saja kajian-kajian di Pontren, di setiap kajian bukankah Humor bagian inheren dari pembelajaran di Pontren?.
Tanya “Apakah berarti setiap pengalaman humor mas doblang dalam artikel ini setelah direkstruturisasi menjadi pengalaman jatuh cinta?”.
Jawab : “Tetap pengalaman humor namun dengan submodality yang berbeda”
Tanya :” Apakah setiap humor yang dipicu berarti juga pengalaman jatuh cinta ikut terpicu?”
Jawab :” Tidak, subyek tetap dapat melakukan diferensiasi”.
Salam hangat.
Asep Haerul Gani
(On June 22nd, 2009 at 3:09 am)
Saudara Nova Sagita SW,
Bila Anda ingin mendapatkan bantuan untuk mengalami pengalaman yang berbeda, tentunya perlu melakukan sesuatu yang berbeda pula.
State of mind Anda dapat Anda ubah dengan mengubah fisiologi Anda, pikiran Anda atau Bahasa Anda.
Terima kasih
Asep Haerul Gani
(On June 22nd, 2009 at 3:10 am)
Sama-sama mas Adit,
Silakan dipelajari, diamalkan dan disebarkan.
Asep Haerul Gani
(On June 24th, 2009 at 4:40 pm)
Jadi ingat kalimat “Tertawalah maka dunia akan tertawa bersama anda.Menangislah maka anda menangis sendirian”
(On June 25th, 2009 at 9:41 am)
Pak Handi Yan,
Terima kasih atas kutipan yang memperindah artikel kolaboratif ini.
Sukses selalu.
Asep haerul Gani
(On June 26th, 2009 at 6:48 am)
Assalamu’alaikum bah Gani
Baca tulisan ini, jadi inget perjalanan setelah acara tersebut. Lintas Surabaya, Madura & keliling Keraton Sumenep, bah . . . .
HAHAHAHAHAHAHAHA
Ternyata ada ya wong Suroboyo belum pernah ke Sumenep
& ke Sumenepnya malahan bareng sama orang-orang yg berangkat dari Jakarta
HAHAHAHAHAHAHAHA
Salam dari santri abah di Ciputat yg cukup panas siang ini
(On June 26th, 2009 at 6:59 am)
Wassalamu’alaykum Wr Wb, Uda Fitra.
Kita sungguh beruntung saat itu karena mampu memperoleh HUMOR saat pelaksanaan training,selama perjalanan dan khususnya HUMOR ala SUMENEP dari pemandu wisata Kerajaan Sumenep.
Mengenai orang Surabaya belum tahu Madura wajar, karena terhalang oleh Selat, saya tanya ama kamu, apakah sebagai orang Pamulang dengan jarak kurang dari 25 km ke Monumen Nasional (Monas) Kamu sudah pernah naik sampai ke Puncak Monas? Bila jawabannya belum, kan sama lucunya. Hahaha
Hahaha
(On June 27th, 2009 at 3:19 am)
alhamdulillah sudah pak
(On June 30th, 2009 at 2:58 pm)
Baca2 artikel nlp sungguh asik.tapi bolehkah numpang tanya apakah disekitar pakan baru sudah ada tempat belajar nlp.Trims
(On June 30th, 2009 at 8:42 pm)
Pak Hartoyo,
Pekanbaru mengingatkan saya pada RM Haji Yunus dekat Bandara, RM Ikan Baung di tengah kota, Pasar Bawah dengan barang impor murah serbaneka, Istana sultan Siak Indrapura dan Lenggok Zapin Melayu.
Kelas-kelas NLP yang bersifat inhouse training untuk perusahaan sepengetahuan saya sudah dilakukan sejak lama oleh antara lain para kontributor portal. Untuk kelas public, biarlah Kang Mas Ronny menjawab pertanyaan Anda dengan membuka kelas Licence NLP Practitioner di sana.
Bila Anda memiliki komunitas dan ingin belajar NLP dengan gaya lesehan, nyantai dan fun, saya niatkan kunjungi komunitas Anda dan berbagi mengenai NLP,Ericksonian Hypnotherapy dan Self Relation Psychotherapy. Ketertarikan Anda atas ajakan ini silahan ditindaklanjuti dengan kontak melalui pontren.hypnotherapy@gmail.com atau 081932258583.
Salam sukses selalu.
Asep Haerul Gani
(On July 1st, 2009 at 4:31 am)
Salam tuk Bapa…
Terimakasih untuk kiriman artikelnya. Mohon diijinkan untuk membagikan artikelnya ke keluarga dekat ya Pa.
Terimakasih,
Ananda Yeyen
(On July 1st, 2009 at 5:05 am)
Silakan Ananda Yeyen dimanfaatkan untuk keluarga dekat atau keluarga jauh,untuk orang yang Anda sudah kenal atau akan Anda kenal.
Terima kasih
Asep Haerul Gani
(On July 2nd, 2009 at 7:09 am)
Alhamdulillah bagus.
(On July 2nd, 2009 at 7:30 am)
Alhamdulillah, Pak Adi,
Semoga bermanfaat bagi Anda dan memberikan Manfaat kepada orang lain sekitar Anda.
Terima kasih
Asep Haerul Gani
(On July 8th, 2009 at 6:47 am)
Kang Asep..?!…kok acara sharing Humor yang pertama di Jakarta ‘gak dibahas??…hehehhe…..
SUKSES Kang!!….; Hidup DHE..Hidup Submodality…
Wassalam
kun
(On July 9th, 2009 at 1:10 am)
Mas Kun Mukarom,
Insya Allah dibahas mas,lagi mencari anggel penulisannya. Bila dibuat verbatim, malah gawat bikin penasaran pembaca lainnya, perlu ada dipasangi filter yang berlapis. Hehehe.
Sukses juga bagi Anda,
Wassalam
Asep Haerul Gani
(On July 11th, 2009 at 3:28 am)
kang Asep, sejak terapkan keluwesan memilih respon dan memperbarui persepsi terhadap kehidupan ‘gara-gara’ humorTherapy… saya jadi makin pahami bahwa ada bagian dari diri kita yang tersimpan di setiap diri orang lain dan juga di setiap penggalan kejadian (bahkan yg menimpa orang jauh sekalipun). Ini gejala apa ya? Kadang saya alami kepekaan perasaan yang tak tak terduga, sangat perasa dan seolah-olah bisa ngeliat dan berbicara pada diri sendiri di 3 penggalan waktu (kemarin, saat ini, dan besok) di saat yang bersamaan…
btw, editan humorTherapy di surabaya udah beres lho. Kalo’ ada yang berminat, silakan hubungi saya ya (0858.1531.1207)… Salam GUYU
(On July 13th, 2009 at 4:41 pm)
Salam Guyu juga Mas Rio Purboyo,
Semoga apapun pengalaman dan hikmah yang Anda peroleh dapat Anda manfaatkan untuk mencapai outcome Anda dan membantu orang-orang lain mencapai outcome mereka.
Mengenai hasil editan, silakan Anda beritahukan ke seluruh peserta via email address dan atau hp.
Terima kasih, Salam buat Mbak Wulan.
Asep Haerul Gani
(On July 29th, 2009 at 3:40 pm)
Assalamualaikum Kanjeng Guru….
Beberapa teknik hypnoterapi pernah saya terapkan kepada anak asuh saya, alhamdulillah jadi lebih mudah “mendidik dan membimbing mereka”. Ada yang sangat down kalau diledek atau bertanya terus disorakin temennya. Dia anak 1 smp dan tanya bagimana caranya supaya ga gampang down. . Saya agak bingung, tapi setelah baca metode “ngutak Ngatik” submodality ini, yang juga sebetulnya pernah dilatih di pesantren hypnoterapi, saya pikir ini adalah jurus yang efektif. Thanks pa…
(On July 29th, 2009 at 4:19 pm)
Wassalamu’alaykum Ustadzah,
Agar apa yang Anda pikirkan menjadi terbukti, silakan dilatihkan kepada siswa tersebut dan ditularkan kepada siswa-siswa yang lain, sehingga mereka sedari remaja mampu menata dan memilih hidup yang bahagia.
Terima kasih ustadzah bersedia mampir di PortalNLP.
Asep Haerul Gani
(On August 4th, 2009 at 1:08 am)
Asssalamualaikum
Apa kabar Kang Asep? masih ingat saya yo kang…
Smoga sukses selalu untuk kang Asep sekeluarga. Terimakasih untuk ilmu yang sangat manfaat, yang telah kang Asep berikan pada kami.
Salam saya untuk sahabat-sahabat semua.
(On August 4th, 2009 at 2:07 am)
Wa’Alaykum salam Mas Helmy.
Di bulan Agustus seperti ini, saya semakin mudah mengingat Anda mas,sebab kita pernah berlatih bersama di Eramedia Malang pada bulan Agustus.
Alhamdulillah sesuai dengan do’a Anda Saya dan sekeluarga mampu meraih sukses-sukses kecil setiap hari.
Terimakasih pula untuk pembelajaran dari Anda saat berlatih dulu, sangat bermanfaat,dan memberikan keluasan khasanah ilmu kepada kami.
Salam untuk Anda beserta keluarga.
Salam humor
Asep Haerul Gani
(On August 12th, 2009 at 5:19 am)
selamat siang (saya nulisny di siang hari,!)
saya adalh pemula dalam nlp,
dan kebetulan agak terbantu dalam atikel ini,
yang say ingin tanyakan apakah ada seminar seminra yang terdekat yang akan diadakan di surabaya, karena kebetulan saya berdomilsil di surabaya,?
(On August 12th, 2009 at 5:29 am)
Selamat siang pula mas Dermawan,saya pun pemula dalam NLP, saya bersyukur bila artikel ini membantu Anda dalam hal tertentu.
Tanggal 15 Agustus 2009 bertempat di Hotel Clarion Makassar kami menyelenggarakan Workshop Humor Group Therapy. Tanggal 16 Agustus 2009 di tempat yang sama akan menggelar Ericksonian Hypnotherapy (fundamental level). Bila bapak berminat untuk ikut serta silakan kontak Ibu Ismarli Muis, Psikolog di 0811443937
Rekan saya di Jombang berencana mengadakan workshop dan mengundang saya sebagai pemandu untuk kalangan pendidik dengan memanfaatkan ide-ide dari NLP dan Ericksonian Hypnotherapy pada tanggal 29-30 Agustus 2009.
Lebih lanjut saya akan kontak Anda via japri.
Terima kasih
Asep Haerul Gani
(On August 14th, 2009 at 10:41 am)
Mantafff, emang jadi mudah semuanya kalo tahu ilmunya

Jadi bisa bandingin dg ajaran quantum ikhlas-nya Kang Erbe Sentanu, dg teknik me’rasa’kannya dan visualisasinya serta ikhlas dan pasrahnya
Jaya selalu NLP, smoga bisa lebih banyak orang yg mempelajarinya…amiiin
Salam,
HasMuk
(On August 18th, 2009 at 1:26 am)
Pak Hasan Mukti,
Terima kasih,Anda benar,dengan ilmu,kehidupan menjadi mudah. Apa yang disampaikan mas Erbe Sentanu,sahabat saya, hormat untuk beliau bila dikaji dari sudut pandang NLP memanfaatkan keseluruhan sistem representasi dan submodalities, sehingga Ikhlas pun melalui pengalaman panca indra, lihat, dengar, kecap, hirup dan raba-rasa.
Amiin,
Salam , Asep Haerul Gani
(On August 28th, 2009 at 11:34 am)
setelah membaca tulisan kyai Asep Haerul Gani tentang submodalitis…keingginan rahmi untuk nyantern di tempat kyai makin bertambah…sekalilagi rahmi meminta..terimalah rahmi jadi murid kyai…
rahmi menunggu undangan untuk berguru dengan kyai..
(On August 28th, 2009 at 12:20 pm)
Ananda Rahmi,
Seperti saya pun menjadi murid kehidupan,Anda pun sama. Dalam tradisi pesantren tidak ada Kyai yang mengundang calon santri untuk belajar. Santrilah yang datang mencari dan melewati seluruh ujian untuk diterima dan masuk di sebuah pesantren.
Sukses untuk Anda
Asep Haerul Gani
(On August 30th, 2009 at 4:42 pm)
saya, belum paham antara humor dan nlp ?
(On August 31st, 2009 at 12:45 pm)
Pak Jonson,
Teknik NLP yang digunakan adalah mengkodifikasi state humor menggunakan edit submodalities dan memakai kode tersebut pada pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan, dengan cara tersebut maka peristiwa setidak menyenangkan apapun dikodekan dalam state humor.
Akan semakin paham bila Anda mengikuti workshop HUMOR GROUP THERAPY.
Terima kasih
Asep Haerul Gani
(On September 9th, 2009 at 3:16 am)
Kira-kira Worshop Humor Group Terapi ini manfaatnya apa ya Mas buat pribadi? Apakah saya jadi lebih tinggi sense of umornya? atau saya bisa mensetting kapan saya ingin tertawa karena sesuatu jadi lucu meskipun dalam keadaan biasa tidak lucu? atau gimana?
Tks
(On September 9th, 2009 at 3:17 am)
Kira-kira Workshop Humor Group Terapi ini manfaatnya apa ya Mas buat pribadi? Apakah saya jadi lebih tinggi sense of umornya? atau saya bisa mensetting kapan saya ingin tertawa karena sesuatu jadi lucu meskipun dalam keadaan biasa tidak lucu? atau gimana?
Tks
(On September 9th, 2009 at 9:35 am)
suatu pengalaman menarik belajar NLP!! ^^
tak disangka, dengan mengatur submodality yang kita punya, akan dengan mudah mengubah penampilan kita di depan audience.. hehe
(On September 11th, 2009 at 8:50 am)
sebagai anak bau bawang merasa binggung sedikit binggung dengan tulisan ini, maklum ngk tau banyak tentang NLP. Pernah belajar hypnotherapy cuman belum maksimal…. semoga mendapat pencerahan dari baca2 di web ini… maturnuhun
(On September 11th, 2009 at 8:51 am)
sebagai anak bau bawang merasa sedikit binggung dengan tulisan ini, maklum ngk tau banyak tentang NLP. Pernah belajar hypnotherapy cuman belum maksimal…. semoga mendapat pencerahan dari baca2 di web ini… maturnuhun
(On September 24th, 2009 at 7:43 am)
Bung Jojo,
Anda benar, bahkan tidak perlu utak-atik masa lalu pun Anda mampu menyelesaikan masalah Anda dan mendapatkan apa yang anda inginkan. Selamat berlatih terus Bung!!!
Semoga Anda bahagia.
Asep haerul Gani
(On September 24th, 2009 at 7:48 am)
Mas Haryadi, cukup belajar seperti anak kecil, mengunakan kecerdasan tubuhnya (bukan hanya kecerdasan otaknya) sehingga semuanya meresap ke dalam diri Anda,dan kesadaran yang paling canggih dari dalam diri Anda akan mengirimkannya menjadi mudah.Mengikuti kegiatan training belum dinyatakan sebagai belajar yang utuh. Agar utuh, anda perlu melatihnya, bereksperimen dan menemukan keunikan dan teori dari hasil eksperimentasi Anda.
Pencerahan itu langkah seperti Pramuka membuat api dengan menggesek-gesekkan 2 kayu kering di atas tumpukan jerami kering,sehingga perlahan keluarlah titik api. Perlu usaha yang serius untuk mendapatkannya. Anda mampu bila Anda memang benar-benar mau.
Salam hangat.
Asep Haerul Gani
(On September 24th, 2009 at 7:51 am)
Mas Slamet,
Manfaatnya buat diri pribadi 1) mampu memilih sikap yang kreatif dan tepat sehingga Anda menjadi Subyek bukan Objek, 2) Melatih sense of humornya, 3) mampu mensetting kapan saya ingin tertawa karena sesuatu jadi lucu meskipun dalam keadaan biasa tidak lucu dan 4) Mampu memanfaatkan energi riang dan tawa sebagai resources untuk kehidupan.
Salam Humor
Asep Haerul Gani
Tks
(On October 6th, 2009 at 5:06 am)
sepakat kang, humor bisa mencairkan ‘menara es’ antara diri kita dengan orang yang kita benci -begitu terekam kuat dalam alam bawah sadar kita- meski kita kadang berusaha ‘memoles’ diri untuk menutupi hal itu. namun ke-kaku-an antara diri kita dengan orang tersebut tetap saja akan dimunculkan oleh bahasa tubuh kita. semoga dengan kita bisa berhumor dengan orang tersebut kita mulai bisa mengikis kebencian kita dan lama kelamaan akan mengjacurkan ‘menara es’ yang kita bangun dalam pikiran alam bawah sadar kita.
salam nlp…………………………………….
(On October 6th, 2009 at 9:46 am)
Luar biasa.. Siiipp.. Maknyuss.. Manakala membacanya saja SMD saya dah ikut ter-map accross… hehe..
)
(On October 8th, 2009 at 10:48 pm)
Luar biasa kang..
Saya justru jadi belajar banyak dari artikel ini yang penuh dengan ilmu, terimakasih banyak kang.. Semoga menjadi amal sholeh yang berlimpah.
Salam,
(On October 12th, 2009 at 9:32 pm)
Mas Danu, humor itu memanaskan hingga kekakuan yang dingin dan beku mampu mencair sehingga hubungan antar insan menjadi lebih akrab.
Salam NLP
(On October 12th, 2009 at 9:37 pm)
Mas Adithia, Selamat ber-SMD dan ber-map accross terus untuk memperoleh kehidupan yang Anda inginkan.
Asep Haerul Gani
(On October 12th, 2009 at 9:40 pm)
Bung Azzam,
Selamat mempelajari,bereksperimentasi, menyempurnakan dan menyebarkan, sehingga amal sholeh Anda berlimpah ruah.
Salam,
Asep Haerul Gani
(On October 15th, 2009 at 10:41 am)
Kang Asep,
Alhamdulillah mantepp pisan artikelnya, kemaren sy reunian sama teman2 kuliah dulu, ada satu teman yg selalu bikin suasana jadi seru dan penuh gelak tawa, saya selalu kagum dgn karakternya ini dan kalo dulu bahkan suka ngiri sama dia, humor memang bikin hidup lebih indah, seru, dan ringan
.
Nahh setelah membaca artikel kang asep saya jadi tersadar dan terpacu semangat untuk mulai selalu menjalani hidup selalu dgn humor dan keceriaan, menyadari bahwa kemampuan humor ini memang sudah ada didalam diri kita, bahwa dengan mudahnya kita tinggal memutuskan saja untuk menyalakannya… lalu…ya mulai ber- hehehe hahaha hwahahaha hihihihi …
Salam,
Aryandi
(On October 17th, 2009 at 7:11 am)
Wah… wah… wah…
Berarti sifat dasar itu bisa berubah lewat NLP ya? (maklum baru kenal NLP)
(On October 26th, 2009 at 3:11 am)
Bung Aryandi, silakan dimodel sang sahabat, sehingga kebahagiaan selalu dihadirkan dalam kehidupan Anda. Sukses!!!
(On October 26th, 2009 at 3:14 am)
Bang Arif,
Humor, berdiam diri, serius adalah sebuah keterampilan bukan sifat dasar. Karena itu dapat diubah, diedit dan dipelajari.
Sukses!!!
(On November 16th, 2009 at 3:51 am)
Saya sangat terkesan dengan metode humor ini, saya memang sering membuat orang tertawa.
namun, terkadang itu terasa hambar bagi diri sendiri.
setelah membaca artikel Bapak, saya pikir saya harus mencobanya agar saya dapat menikmati humor2 yang saya dapatkan dalam pengalaman hidup saya.
(On December 2nd, 2009 at 2:31 pm)
Sahabat Yoel,
Niatkanlah dari rumah setiap hari untuk membangkitkan rasa bahagia dan ingin berbagi kebahagiaan kepada orang lain. Munculkan rasa riang tersebut dan alirkan kepada seluruh tubuh Anda, dengan demikian akan terasa riang terus sepanjang hari. Sahabat anda riang, anda pun riang.
Salam Humor.
Lamper Tengah Semarang, 2 Desember 2009
Asep Haerul Ganu
(On December 3rd, 2009 at 11:37 pm)
tulisan2 dari kang asep memang mantaf dan men insfirasi saya..ditunggu tulisan2 lainya kan…
(On December 4th, 2009 at 4:29 pm)
Kang Tressa,
Cing atuh kang meni stereotip pisan pahili antara p,f sareng v teh. Haturnuhun sudah mampir di portal. Silakan simak tulisan berikut.
Asep Haerul Gani
(On December 7th, 2009 at 7:22 am)
Asw. Salam kenal kang..
Saya mendapat pencerahan banyak dari artikel akang… ini membantu saya memahami NLP dengan lebih baik..
maklum saya sedang belajar mengenal NLP, kang… jika ada training NLP, saya juga ingin ikut kang.. biar orang awam kayak saya bisa melek NLP kang..
Nuhun pencerahannya kang..
Salam
Melly Puspita Sari
0819-9099-9899
(On December 7th, 2009 at 4:13 pm)
Wassalamu’alaykum Wr Wb
Salam kenal pula.
Saya hampir jarang menyelenggarakan training NLP, lebih banyak applied NLP.
Untuk training2 Ericksonian Hypnotherapy hingga ahir tahun 2009 dengan jadual sbb.
1) Ericksonian Hypnotherapy – Fundamental level, 12-13 Des 09, Tasikmalaya. Hubungi Adam Nova 081802037981
2) Islamic Hypnotherapy di UII Yogyakarta. Hubungi Ardie Adami 085228862765
Terima kasih
Salam
Asep Haerul Gani
(On December 20th, 2009 at 7:35 am)
Kang Asep,
Mugia sing tambih di jagjagwaringkaskeun kunu kagungan jagjag ameh tiasa nambih mangpaat kanu sanes.
Anchor ??? hmmm, kata yang sering saya baca 2 minggu belakangan ini. Salam kanggo kang Asep sakulawargi ti abdi di Purwakarta. Cag.
Salam
AST
(On December 20th, 2009 at 4:43 pm)
Kang Salamun,
Amiin Ya Robbal Alamin.
Salam oge kangge kulawarga Akang di Purwakarta.
Jagjag sapaneja Inya.
Asep Haerul Gani
(On January 9th, 2010 at 3:20 am)
Ketemu Lagi sama Kang Asep tambah menyenangkan..artikel kang Asep bisa jadi Obat.
saya termasuk orang yang kurang bisa humor..jadi sering hambar jadinya suasana gak mood nyebelin kalau ngomong sama orang .
Semua penjelasan kang Asep telah menambah ilmu baru buat saya
Matur nuwun kang
Sunarso
Lean Change Agent – PT. Ecco Indonesia
E- Mail : snr@ecco.com
Office Phone : 031-8964555 – Ext : 2525
Mobile : +6281331980594
(On January 13th, 2010 at 12:54 pm)
Pak Sunarso,
Ibarat keterampilan humor perlu dilatih sehingga Anda lebih nyaman memilih sikap yang membahagiakan diri sendiri dan karena itu mampu membangkitkan energi kebahagiaan pada orang lain.
Terima kasih,
Asep Haerul Gani
(On January 25th, 2010 at 9:28 am)
apakah itu tergantung value seseorang tentang guyon itu sendiri ya pak?
soalnya saya sering salah juga kalau humor pada orang yang salah..
trims sharingnya kang:p
tajib
(On January 26th, 2010 at 1:04 pm)
Pak Tajib Muholis,
Anda benar.
Humor tidak selamanya komedi.
Humor seringkali justru adalah menemukan makna lain dibalik tragedi.
Terima kasih
Asep Haerul Gani