Tip Praktis NLP#71: Hari Terakhir “Pertanyaan Membangkitkan Jiwa”
Saya ingin bangkit dari semua ini…
“Saya jomblo, jobless & merasa pesimis meraih cita2 karena hidup saya penuh dengan keterbatasan”
Demikian SMS dari Si, Tangerang. Lainnya dari Gun, Jakarta: “Saya merasa galau dgn masa depan saya”
Wa, Cilacap: “Mas,kenapa saya sangat takut menghadapi kenyataan yang saya alami..?”
Di, Yogya: “Saya kok masih sulit ya melupakan kata2 orang yang telah menyakiti hati saya.. Masih terngiang-ngiang ditelinga..”
Ne, Bandung: “Mas Sudah 1 tahun ini saya mengalami kekecewaan, 6 bln terahir saya sangat tertekan dgn keadaanku, hidupku terasa hampa. Saya ingin bangkit dr semua ini”
Demikian sebagian SMS dari puluhan SMS, yang masuk ke redaksi Radio Sonora, pada sebuah acara Terapi Musik yang saya pandu setiap Minggu malam jam 22:00-24:00. Kebetulan malam itu, saya membebaskan para pendengar untuk mengirimkan keluhan atau masalah apa saja yang ingin disampaikan.
Saya ingin mengajak para pendengar untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri, mereka hanya sedang keluar fokus dari tujuan utama dalam hidup ini saja. Makanya, saya mengajak para pendengar untuk…
Kembali Fokus pada tujuan hidup di dunia ini
Jika kita fokus pada masalah, maka hidup kita akan menghasilkan masalah. Jika kita fokus pada kesedihan, maka energi kesedihan akan terus membesar dalam diri kita. Salah satu pembimbing saya, Bapak Col. Haji Izaidin dari ABC Malaysia selalu menasehati saya dengan kalimat demikian:
Anything you give energy to, will grow…
Nah, jika kita fokus pada tujuan hidup, maka masalah hiduppun akan menjadi kecil. Atau, mungkin kita abaikan saja karena ada tugas yang lebih besar menanti diri kita. Mungkin Anda pernah bertanya ke dalam diri dengan kalimat reflektif berikut ini:
“Bila hari ini adalah hari terakhirku di dunia ini,
sebagai apa aku ingin dikenang dalam hidup ini?”
Pertanyaan yang sama pula, yang saya tanyakan kepada seluruh peserta pelatihan Quantum TranceFormation pada malam ke 3 dengan cara silentium (tapa bicara) sampai esok pagi. Lucunya, dipagi hari banyak peserta senyum-senyum sendiri, wajah berseri-seri, tertawa lepas dan sangat rileks. Seperti ada sesuatu yang terlepas dalam diri ini, tapi tidak tahu apa yang terlepas he he… Ya, memang Alam Bawah Sadar Manusia…
Bekerja dengan cara yang unik
Kita tidaklah terlalu perlu memahami cara kerjanya, karena memang luar biasa mengagumkan. Yang perlu kita kuasai adalah cara berkomunikasi yang terbaik dengan Alam Bawah sadar anda sendiri, seperti memberikan pertanyaan yang pas untuk diri kita sendiri, lalu merasakan hasilnya yang luar biasa dalam diri kita. Ya, sungguh mengagumkan hasilnya.
Nah, berikut ini adalah salah satu ide yang saya sudah lakukan sendiri selama bertahun-tahun, yakni hanya dengan teknik sederhana yaitu…
Kalimat pertanyaan refleksi diri
Sebuah kalimat yang bisa menimbulkan SEMANGAT yang besar, energi yang BOOM, suara yang menggelegar, tenaga yang tiada habisnya untuk terus berkarya, berbagi, bergerak, berjalan, berlari bahkan terbang kemanapun yang saya inginkan. Semoga bisa pas juga untuk Anda…
Ide ini sangatlah sederhana, bahkan sangatlah mudah. Namun, perlu waktu untuk mendengarkan jawabannya, perlu keheningan untuk memahaminya, perlu kepekaan untuk menangkapnya. Ide ini adalah bertanya ke dalam diri dengan pertanyaan yang juga sangatlah sederhana, yakni:
“Bila hari ini adalah hari terakhirku di dunia ini,
sebagai apa aku ingin dikenang dalam hidup ini?”
Atau pertanyaan temannya boleh juga demikian:
“Bila hari ini adalah hari terakhirku di dunia ini,
Apakah aku sudah melakukan yang terbaik dalam hidup ini?”
Artinya, Anda boleh bertanya dengan pertanyaan lainnya sesuai keperluan Anda sendiri. Amati hasilnya, bisa lompatan, bisa konflik, bisa bingung, bisa makin hebaaaat… Sekarang Anda mungkin bertanya, pertanyaan itu kan biasa saja, lalu…
Lalu, apanya yang berbeda?
Nah, yang ingin saya bagikan adalah teknik bertanyanya yang berbeda, yakni demikian:
Coba rasakan sendiri “akibat” dari pertanyaan yang sederhana ini, dengan cara yang sedikit berbeda…
1. Siapkan diri Anda setenang mungkin, sehening mungkin, sediam mungkin, sesunyi mungkin. Boleh dengan cara apapun, yang penting pas untuk situasi Anda, seusai dengan diri Anda, sehingga mudah melakukannya… Misalnya:
a. Anda tidur dulu, lalu bangun pada tengah malam. Hati-hati kebablasan “ngorok”-nya he he…
b. Duduk berdiam diri, memandang cahaya bulan, melihat cahaya lilin yang diletakkan di depan Anda.
c. Menikmati musik, mendengarkan bunyi-bunyian tertentu.
2. Setelah suasana hening tercipta, barulah Anda mulai ke tahap selanjutnya, yakni mengatakan kalimat berikut ini dengan bersuara.
“Bila hari ini adalah hari terakhirku di dunia ini,
sebagai apa aku ingin dikenang dalam hidup ini?”
Dibunyikan… dengan lambat, sekitar 1/3 dari kecepatan bicara normal Anda, dengan bunyi yang perlahan saja, boleh hampir nyaris terdengar. Baik juga, kegiatan ini di rekam, agar mudah untuk dievaluasi dan diputar ulang saat mau tidur, di kemudian hari.
Jumlah pengucapan kalimat pengulangan tersebut, boleh diatur sesuai kebutuhan Anda, boleh 1.000 kali, boleh 100 kali, boleh 50 kali, boleh 30 kali, namun tidak boleh 10 kali ha ha ha… diskon melulu, kayak beli baju aja…
3. Anda boleh menekan diri Anda dengan pernyataan negative lanjutan, misalnya (juga dibaca dengan sangat perlahan dan lambat):
- Apakah aku ingin dikenang sebagai orang yang gagal?
- Apakah aku ingin dikenang sebagai seorang pecundang?
- Apakah aku ingin dikenang sebagai orang yang menyusahkan orang lain?
- Apakah aku ingin dikenang sebagai mengesalkan orang banyak?
- Apakah aku ingin dikenang sebagai sampah masyarakat?
- (boleh tambahkan contoh negative lainnya…)
- Jika bukan, lalu sebagai apa aku ingin dikenang dalam hidup ini? (lalu, biarkan Alam Bawah Sadar Anda yang menjawabnya…)
4. Terus lakukan kapanpun Anda membutuhkan. Baik juga dilakukan malam hari, sampai Anda tertidur nyenyaaak…
Nah, bagaimana menguji “program instalasi” kalimat tersebut sudah masuk dalam pikiran Anda?
Semoga (ya semoga) ada rasa yang muncul dan terbangkitkan dalam diri Anda…
Saat teknik ini dipandu di Radio Sonora malam itu, sekitar 2 sampai 3 kali, demikian respon beberapa pendengar:
Cing, Angke: “Saya jadi bisa menerima diri sendiri apa adanya dan berdamai, memaafkan diri saya atas perceraian yg terjadi dan bisa buat saya kembali menata masa depan..thx u”
Djoko Sunter: “Aku malah merasa sedih karena aku belum dapat memberikan kebahagiaan kepada orang tuaku, sebelum aku meninggalkan dunia ini”
Si, Tangerang: “Saya sedikit merasa optimis. Meskipun cuma sedikit, tapi sangat berarti. Semoga aq bisa menjalani hidup lebih baik.”
Al, Wangon: “Andai aku dah gak ada, aku ingin jadi org yang bisa di kenang sebagai orang yang berharga buat keluarga,dan aku tak menyesal bilang jadi saat terakhirku, karena aku dah mengabdikan diriku kpd Tuhan”
Ya, Palembang: “Jika hidup aku berakhir hari ini, aku ingin dikenang sebagai orang yang suka menolong sesama”
Ibu Ti, Magelang: “Jika hari ini adalah hari terakhirku, aku ingin dikenang sebagai seorang ibu biasa yang dengan cintanya mengantar anak2 menjadi orang-orang luar biasa dalam hidupku”
Saya bersyukur SMS setelah panduan latihan ini di Radio Sonora malam itu, berakhir dengan pernyataan positip yang lebih besar jumlahnya dibanding SMS keluhan yang masuk di awal acara Terapi Musik tersebut.
Dan, yakinlah semakin sering Anda lakukan teknik di atas, semakin dahsyat dampaknya dalam diri Anda. Seperti ada energi besar muncul dari dalam diri, yang tidak bisa dihentikan. Ini pengalaman pribadi saya sendiri, semoga juga demikian dampaknya untuk Anda.
Ada sebuah SMS yang sangat memotivasi dan menjadi inspirasi orang banyak, yang dikirimkan oleh:
Ari, Jakarta: “Saya adalah pasien cuci darah, saya harus bertahan hidup dengan sebuah mesin cuci darah, buat saya setiap hari mungkin adalah hari terakhir saya hidup, pesan saya buat setiap kita yang masih bisa melakukan sesuatu untuk orang lain, berikanlah hal terbaik yang bisa anda berikan..”
Thanks Ari, saya kagum dengan Anda!
Jika kita fokus pada masalah, maka hidup kita akan menghasilkan masalah. Yang mana yang selalu Anda fokuskan dalam diri Anda?
Krishnamurti




















(On July 24th, 2009 at 8:59 am)
Pak Kris… Kalau saya bentuk pertanyaan sedikit berbeda pak… “Apakah yang kamu lakukan saat ini, akan mengantarkan ketujuan yang kau inginkan?” “Apakah sikap menunda ide-ide dan pelaksanaan impian besar akan mendekatkan atau menjauhkan kepada TUJUAN hidup mu?”
Pertanyaan diatas alhamdulillah membuat saya lebih bijak dalam mengambil keputusan dan bertindak. Dan pertanyaan seeprti Pak Kris buat tahun lalu sudah saya tetapkan pak. Dampak hasilnya, Isntalasi tujuan hidup menjadi sangat jelas…
Terima kasih artikel inspirasinya
(On July 25th, 2009 at 12:42 am)
Thanks atas sharing yg menguatkan ini, semoga menambah khasanah pembaca lainnya juga. Maju terus yooo
(On July 25th, 2009 at 6:18 am)
Pak Kris ….
Sungguh artikel anda ini sangat memberikan inspirasi. Mohon ijin untuk saya bacakan / sharingkan kepada teman-teman kantor pada acara 17 Agustusan nanti.
Semoga pak Kris selalu berkelimpahan.
(On July 25th, 2009 at 9:46 am)
Dear Budi,
Silakan artikel ini di-sharing ke org banyak, sy ikut senang jika artikel sederhana ini bisa berhikmah.
(On July 26th, 2009 at 3:52 pm)
Benar-benar kalimat motivasi yg memberdayakan unconscius sendiri. Semoga artikel ini memberi inspirasi bagi saya utk lebih meningkatkan kualitas hidup yg lebih baik. Semoga bpk diberi kesehatan , kelimpahan, dan kemampuan utk selalu memberi manfaat pd org lain
(On July 27th, 2009 at 1:39 am)
Pak kris. Inspirasi anda sungguh luar biasa. Saya siap menginstalnya. Karna saya ingin dikenang sebgai orang yg mempunyai penghasilan 2juta ato lebh perharinya dan sangat dermawan.do’akan ya pak.
(On July 28th, 2009 at 1:15 am)
Siip….semakin kita tahu hari terakhir mau menjadi seperti apa? Membuat kita semakin sadar bahwa hidup itu hanya satu kali….Jadi lakukan dan berikan yang terbaik…
(On July 28th, 2009 at 3:13 am)
sebuah artikel yang sangat mengena.saat membacanya suasana hati sedang kacau.semoga dg mambaca artikel ini hati jadi terang.amin.
(On July 28th, 2009 at 12:29 pm)
Dear Andri,
Thanks atas doanya, semoga berhikmah utk Anda, juga org lain yg membutuhkan…
(On July 28th, 2009 at 12:30 pm)
Hepi Hermanto,
Bagus sekali, saat sebuah ide terinstall dg sangat kuat, maka akan sangat mudah utk mewujudkannya…
(On July 28th, 2009 at 12:31 pm)
Dear Daniel,
Ya, dg respon dlm diri utk melakukan yg terbaik, maka otomatis kita setiap hari akan berkarya yg terbaik pula… Lanjuuuut!
(On July 28th, 2009 at 12:32 pm)
Dear Hartoyo,
Syukurlah bisa bisa menenangkan, krn memang dampak setiap pembaca bisa berbeda2 sesuai misi hidup kita sendiri di dunia ini…
(On July 28th, 2009 at 11:47 pm)
Terima kasih Pak Krishnamurti,
Mengingatkan kembali saya kepada ayat “Wal Akhirotu Khoyrul laka Minal Uwla”. “… dan akhir itu lebih baik dari awal”. Ajakan untuk bersemangat selalu hidup dalam kesuksesan dan saat ajal datang menjemput pun berada dalam state terbaik.
Pertanyaan-pertanyaan ini pula yang dalam sesi terapi membantu klien untuk menata ulang dan menemukan makna hidupnya.
Salam hangat dari Ciwandan, Cilegon
Asep Haerul Gani
NB : Kapan ziarah lagi ke Garut?
(On July 29th, 2009 at 12:45 am)
Dear Kang Asep,
Thanks atas sharing yg melengkapi ini, sungguh kalimat suci yg sangat indah & damai:
“Wal Akhirotu Khoyrul laka Minal Uwla”. “…
dan akhir itu lebih baik dari awal”
NB: Msh sering, krn Kang Aceng tinggal disana, kayaknya awal puasa diajak lagi ke Garut
(On July 29th, 2009 at 3:44 am)
Yok Opo Kabare Ca/u K….,he3x
Beginilah kalo MALAIKAT KEHIDUPAN masih bergentayangan cari jiwa yang bersedih/bergembira..,he3x.
Sekali buat pertanyaan maka JAWABAN begitu megelegar,kayak PETIR yang sedang menyambar hati umatNya…,
Siapa MALAIKAT itu…,Bp.KRisHNamurti
salam sukses selalu
Matur-suwun
D1Q-Arek Suroboyo
(On July 29th, 2009 at 4:17 am)
Dicky,
Sehat2 aja Mas, thanks atas doanya. Semoga PETIR itu terus bergerak maju melesat mencapai sukses yg lebih besaaaar. Salam utk semua teman2 disana…
(On July 29th, 2009 at 4:59 am)
Thank you Mas Kris…
sebuah kalimat yang sederhana tetapi penuh makna.
menjadikan diri untuk terus berbuat lebih baik dan lebih bermakna bagi diri sendiri dan orang lain…
thanks again Mas
Bambang
(On July 29th, 2009 at 6:01 am)
Dear Bambang,
Syukurlah jika demikian, saat kita terus berbuat kebaikan, yakinlah hanya buah kebaikan pula yg kita akan terima…
(On July 29th, 2009 at 6:34 am)
terima kasih pak krishna, jadi adem baca tulisan ini…
(On July 29th, 2009 at 6:37 am)
Dear Yahya,
Syukurlah jika demikian, krn salah satu tujuan artikel ini utk membuat adem he he…
Adem yg membangkitkan Jiwa!
(On July 29th, 2009 at 8:49 am)
seminggu yg lalu sahabat saya meninggal dunia, pertanyaan serupa jg saya ajukan di fb: “bagagimana kita ingin dikenang ketika meninggal nanti?” karena alm dikenang sebagai orang yg suka memberi dan telah membahagiakan orang2 yg dicintainya. Lalu bgmn dgn kita yg masih hidup?
Sungguh, pertanyaan ini sangat membantu kita semua untuk merenung makna kehidupan ini. terima kasih pak krishna, Gbu.
(On July 29th, 2009 at 9:00 am)
Dear Michael Milan,
Thanks atas sharing yg menguatkan ini, sungguh sangat menguatkan dan menyadarkan. Sekali lagi thanks…
(On July 29th, 2009 at 3:35 pm)
2 tahun lebih saya pernah tinggal di Papua dan mengajar di kolese Le Cocq d’Armandville Nabire..Sungguh pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya, setelah saya membaca buku bapak Share the Key, ada tertulis mengenai berbagi…berbagi dan berbagi, saya kemudian jadi teringat saat di Papua, dengan segala daya upaya saya belajar untuk berbagi apa yang saya miliki, saya bisa buat mereka, serta berbagi dalam hidup komunitas..sungguh berbagi adalah sesuatu yang membahagiakan Pak..ini semua juga karena didikan para Jesuit, karena saya tinggal dengan mereka….Makasih Pak jadi ingat Papua..Thx Matur Nuwun
(On July 29th, 2009 at 4:24 pm)
Dear Adolf,
Syukurlah jika demikian, krn mindset dari para Jawara Jesuit sungguhlah luar biasa, sy sungguh sangat terinspirasi oleh para Jawara Jesuit ini…
Teruslah berkarya…
(On July 30th, 2009 at 10:49 pm)
luarbiasa pak Krisna terimakasih..semoga ini jadi pelecut semangat saya…sederhana tapi mantap….
(On July 31st, 2009 at 2:34 am)
Terima kasih pak, sungguh menenangkan hati yang beberapa saat ini agak rusuh, karena fokus pada hal2 sepele, masalah yang sebenarnya bukan masalah. Maka bagian yang paling menginspirasi dari tulisan bapak adalah: “jangan fokus pada masalah”. Tulisan ini mengingatkan pada hal hal yang seharusnya lebih penting untuk kita persiapkan, yaitu kematian, karena bisa jadi ia begitu ‘dekat’ dengan kita, mengintai setiap saat. Lalu ngapain sibuk mikirin kesalahan orang lain? Benar sekali sabda Rosulullah: Orang yang cerdas adalah orang yang selalu mengingat kematian, dan memikirkan bekal untuk hari ‘esok’ (Akhirat)
(On August 3rd, 2009 at 12:51 pm)
Dear Rohendi,
Ya, semoga ini bisa jadi pelecut semangat. Krn jika sdh jadi pelecut, kebangkitkan karya akan terjadi…
(On August 3rd, 2009 at 12:53 pm)
Dear Eliyati,
Sungguh sabda yg sangat memotivasi:
Orang yang cerdas adalah orang yang selalu mengingat kematian, dan memikirkan bekal untuk hari ‘esok’ (Akhirat)
(On August 10th, 2009 at 4:45 pm)
Kita memberikan energi kepada sesuatu yang kita fokuskan. kalau fokus ke titik hitam maka yang berkembang hitam. kalau fokus di titik putih, yang berkembang adalah putih. pertanyaan introspeksi sederhana namun berdampak besar di dalam kehidupan. sering pertanyaan tersebut pastor pakai untuk retret. makasih mengingatkan tentang pengalaman masa masa di rumah retret.
(On August 11th, 2009 at 3:42 am)
Dear Pastor Titus,
Sangat setuju sekali, bahwa kita memberikan energi kepada sesuatu yg kita fokuskan…
Thanks banget atas sharing yg menguatkan ini,
(On September 4th, 2009 at 1:34 pm)
Salam kenal,
Baru kali ini saya beranikan diri “ikutan ngobrol” ( sebetulnya udah lama pengen nimbrung).
Pak Krishna yang baik, percobaan bapak luar biasa bagi saya, karena saya pernah baca hadist berbunyi kurang lebih seperti ini : bekerjalah kamu seolah-olah kau akan hidup selamanya, dan sholatlah seolah-olah kau mati besok,
apa yang pak Krishna paparkan itu membuat fikiran saya masuk ke dalam cari-cari info.. dan syuuutt aja keluar ingatan hadis ini.
sepertinya gak beda dengan koment pak rahmadsyah,
sholat seperti ini, atau latihan yang bapak tawarkan seperti ini jelas akan memotivasi bagi orang yang melakukannya untuk secara teliti mencermati setiap kata yang keluar dan memahaminya dengan penuh perasaan, lalu saya yakin akan ada jawaban yang membuat seluruh tubuh terpacu untuk melakukan sesuatu dengan diliputi perasaan yang penuh gairah.
terima kasih pak Krish,
Salam sejahtera,
(On September 5th, 2009 at 12:13 am)
Dear Bang Nazarudin,
Terima kasih atas sharingnya, sungguh menguatkan. Kalimat Hadist yg sungguh luar biasa saat dibaca dengan ikhlas:
“bekerjalah kamu seolah-olah kau akan hidup selamanya, dan sholatlah seolah-olah kau mati besok”
Sekali lagi terima kasih banyak,
(On September 21st, 2009 at 6:30 am)
Saya sepakat mas Kris. Seseorang yang hidup dalam visi dan misi hidupnya akan menjalani proses hidup ini dengan keceriaan hidup apapun situasi yang di hadapinya.
Salam
ab
(On November 13th, 2009 at 4:02 am)
Dear Bapak Krisna….seperti yg bapak tulis…saya mencoba untuk selalu tidak berfokus di masalah…tpi fokus di solusi setiap ada masalah…krn sdh banyak masalah yg dijalani jd kl mmg focus disitu “nanti kurang 1 ons”..:> bahaya..tp namanya manusia yg ga lepas dr masalah..saat ini ada masalah yg cukup mengganggu pikiran juga…SAYA TAKUT KEHILANGAN LAGI…beberapa tahun sudah kehilangan kedua orang tua & sy melihatnya scr langsg(kebetulan dua2nya sakit dan sy yg merawat).Kakak saya 2, satu Down Sindrom yg sudah berumur,saat ini tinggal di asrama. Secara teori & banyak org bilang usia tidak bisa lama.Meski hidup mati di tangan Tuhan, sy takut untuk kehilangan yg kesekian kalinya..Bagamana sy sebaiknya bersikap?Apakah satu sy harus berserah/berpasrah dan mulai sekarang memberikan yg terbaik?…Terima kasih.
(On November 18th, 2009 at 8:41 am)
salam kenal pak krisna ,
makasih pak krisna atas artikel-artikel anda yang luar biasa,banyak memberi solusi dan pencerahan pada setiap permasalahan hidup,semoga anda terus membuat artikel yang memberikan semangat,dan bisa membantu banyak orang yang membacanya,semoga pak krisna semakin sukses.
(On November 19th, 2009 at 5:18 am)
Dear Andre Birowo,
Ya, betul saat kita sdh sangat jelas tahu mau kemana, maka menjalankannyapun jadi enaaaak…
(On November 22nd, 2009 at 11:45 pm)
Dear Monica,
Memang tdk mudah hanya dg menjawab bhw semua kejadian ini adalah kehendak Tuhan. Krn saat situasi ini terjawab, akan muncul pertanyaan lainnya.
Yg bisa sy sharingkan adalah agar tdk terikat secara berlebihan dg siapapun dlm kehidupan ini. Tetap kita hrs sangat bertanggung jawab, namun melepaskan keterikatan, akan sangat membantu…
Yakinlah juga, semua ada hikmahnya…
(On November 22nd, 2009 at 11:46 pm)
Dear Ferry,
Salam kenal juga, thanks atas doanya. Sy hanya ingin berbagi & berbagi saja… Syukurlah jika bisa berhikmah.