Tip Praktis NLP#77: Maaf + Ikhlas “Terapi Lenyapkan Pening Stres yang Cespleng”

Keinginan kuat untuk sembuhlah, yang menyembuhkan.

Seorang ibu peserta pelatihan kami “Executive Camp” dari Lampung, terbengong-bengong bingung, bagaimana mungkin sakit pening berat di leher kanan, yang cukup lama dideritanya mendadak lenyap begitu saja, setelah melakukan terapi “Maaf + Ikhlas” yang saya pandu.

Apakah saya yang menyembuhkannya? Tentu saja tidak. Keyakinan ibu tersebutlah yang menyembuhkan sakit yang dideritanya. Keinginan kuat dari ibu tersebut, untuk sembuhlah yang menyembuhkannya. Saya hanyalah berbagi ide saja. Ya, hanya sebuah ide yang bisa cocok untuk ibu tersebut, yang semoga juga bisa cocok untuk Anda.

Kita tidak tahu pesan Alam Bawah Sadar kita

Tubuh kita sering mengkomunikasikan sesuatu pada kita, namun kita tidak tahu. Alam bawah sadar kita mengirimkan pesan untuk kita dalam rupa rasa sakit, tapi kita obati rasa sakit tersebut, kita “paksa” untuk hilangkan rasa sakit itu dengan berbagai obat. Padahal alam bawah sadar kita memunculkan rasa sakit, karena berawal dari rasa marah yang belum terselesaikan, tapi kita “save” di ulu hati. Rasa benci kita “simpan” di pencernaan.

Karena kita “tidak atau belum” pernah belajar cara alam bawah sadar kita berkomunikasi dengan kita, yaaa makin bingunglah kita saat mengalami sebuah rasa yang nggak nyaman dalam diri kita ini. Strategi yang kita miliki, hanyalah menelan obat pereda rasa sakit atau Pain Killer, yang akhirnya kitapun ikut jadi “Killer” atau pembunuh untuk diri kita sendiri he he he…

Rasa Sakit adalah Pesan Alam Bawah Sadar

Jika kita setuju dan meyakini bahwa rasa sakit adalah pesan dari alam bawah sadar kita, maka jauh lebih baik kita intropeksi ke dalam diri dan bertanya ke dalam diri, apa maksud alam bawah sadar kita dengan adanya sakit tersebut.

Ini akan sangat membantu penyembuhan dari dalam diri, dari pada kita mencari penyebab rasa sakit yang kita alami tersebut, di luar diri kita. Karena memang alam bawah sadar manusia sangat jenius, sangat pandai, sangat pintar, sangat kreatif. Tuhan sungguh telah memberikan rahmat yang luar biasa dalam tubuh manusia ini.

Baiklah, saya akan berbagi ide yang sangat sederhana, bagaimana kita “menyembuhkan” diri sendiri dari berbagai rasa sakit, dengan cara berkomunikasi langsung ke alam bawah sadar kita.

Berikut ini tahapan Terapi Diri Maaf + Ikhlas:

Sebelum Anda melakukan teknik terapi “Maaf + Ikhlas” ini, yakinkan diri Anda bahwa begitu mudahnya teknik ini, sehingga Anda sendiri bisa melakukannya, bahkan sangat mudah juga Anda ajarkan ke orang lain yang sekiranya membutuhkan.

1. Sentuh dengan telunjuk + jari tengah

Pada bagian tubuh yang sedang dirasa sakit, mungkin kepala bagian belakang, leher, dada, perut, kaki atau bagian manapun, sentuhlah dengan jari telunjuk dan jari tengah Anda, boleh gunakan tangan kiri, boleh gunakan tangan kanan. Bebas saja, ikuti pilihan hati Anda, karena itu tangan Anda sendiri he he…

Mengapa harus dengan 2 jari ini?

Nah, kalau ini sungguh saya juga tidak tahu he he, sungguh. Namun, seringkali tiba-tiba ide muncul begitu saja dalam benak saya, saat menghadapi sebuah situasi di lapangan. Mungkin karena niat saya yang kuat untuk membantu, mungkin… Sungguh saya “belum” tahu mengapa sentuhan paling jitu, “harus” dengan jari telunjuk dan jari tengah. Jadi, maaf saya belum punya jawaban yang “ilmiah”, yang menurut saya tidaklah terlalu penting mengapa.

2. Katakan “Maaf”

Bernafaslah lebih perlahan, makin perlahan sampai sangat perlahan, sebelum melakukan tahap ke dua ini. Lalu, lanjutkan dengan mengatakan maaf.

Ya, katakan maaf pada bagian tubuh yang dirasa sakit, yang Anda sentuh dengan jari telunjuk dan jari tengah tadi. Sampaikan dengan sungguh-sungguh. Boleh diucapkan, boleh dalam hati. Jangan keras-keras, nanti disangka “edan” oleh tetangga he he…

Katakan maaf, karena selama ini kita tidak memahami apa maksud pesan yang ingin disampaikan oleh alam bawah sadar kita sendiri, melalui rasa sakit itu. Sehingga pesan itu terabaikan. Sekali lagi katakan maaf dengan sungguh-sungguh. Contoh:

“Maaf ya leher yang sakit, saya mengabaikanmu selama ini”

“Maaf ya pundak yang sakit, saya tidak memahami maksud rasamu selama ini”

“Maaf ya mata yang perih, saya tidak memahami pesanmu selama ini”

“Maaf ya perut, saya salah makan yang tidak sesuai dengan kebutuhanmu hari ini atau selama ini”

“Maaf ya kaki, saya bekerja terlalu keras hari ini”

Boleh gunakan kalimat lain yang bergaya bahasa Anda sendiri, seperti bicara dengan teman saat kecil, seperti bicara dengan seorang sahabat.

Lalu, amati bagian tubuh yang Anda sentuh tersebut, bagaimana rasanya sekarang? Amati dan amati saja. Setelah itu, lanjutkan ke langkah berikutnya…

3. Bertanggung Jawablah

Sambil terus menyentuh bagian tubuh yang sakit, katakan pada bagian yang sakit tersebut bahwa: “Aku bertanggung jawab atas rasa sakit kamu”.

Bukanlah tidak akan ada asap, jika tidak ada api. Bagaimana bisa ada buah, jika kita tidak menanam sebuah bibit. Di dunia ini ada hukum sebab-akibat.  Bertanggungjawablah pada “Sebab”-nya. Mungkin sebuah keputusan yang keliru di masa lalu, mungkin sebuah marah yang belum terselesaikan. Mungkin, sebuah kekecewaan yang tersimpan.

Kuncinya adalah mengambil tanggung jawab dari rasa sakit tersebut. Bahwa kita pernah salah, bahwa kita pernah keliru, bahwa kita pernah kotor di masa lalu…

Lalu, amati bagian tubuh yang Anda sentuh tersebut, bagaimana rasanya sekarang? Amati dan amati saja. Setelah itu, lanjutkan ke langkah berikutnya…

4. Terima atau lepaskan dengan ikhlas

Nah, sekarang ada 2 pilihan. Tanya ke alam bawah sadar Anda apakah sakit ini adalah bagian yang harus diterima, cukup seperti bertanya: “Apakah rasa sakit ini adalah bagian yang harus aku jalani?”. Jika terasa ada jawaban “ya” dari dalam diri Anda, maka:

Tariklah nafas panjang yang dalam, sebagai sarana menerima rasa sakit yang Anda sentuh tadi dengan ikhlaaas… Lakukan beberapa kali sampai benar-benar terasa ikhlas. Tahapan ini dikombinasikan dengan doa-doa yang sesuai dengan iman keyakinan Anda, tentulah sangat membantu.

Pilihan ke 2, bila sakit itu bukanlah milik kita, mungkin dapat “kiriman kado” he he… Ya, sudah lakukan saja:

Buanglah nafas yang panjang, sebagai sarana melepaskan rasa sakit yang Anda sentuh tadi ke alam semesta yang demikian luasnya. Kata alam semesta bisa Anda ganti menjadi: Tuhan, Allah atau sebutan lainnya yang selaras dengan iman keyakinan Anda. Terus lakukan beberapa kali sampai benar-benar terasa ikhlas untuk dilepaskan. Diiringi dengan doa akan makin mantaaap…

Sekarang, amati lagi bagian tubuh yang Anda sentuh tersebut, bagaimana rasanya sekarang? Amati dan amati saja. Setelah itu, lanjutkan ke langkah berikutnya…

5. Berterimakasih

Nah, ini bagian yang terpenting dalam teknik terapi diri ini yaitu berterimakasih pada alam bawah sadar Anda. Ya, berterimakasihlah dengan sangat sungguh-sungguh. Lakukan seperti Anda ngomong: “Terima kasih ya, terima kasih…” pada bagian tubuh yang Anda sentuh tadi. Boleh dilanjutkan dengan berdoa sesuai iman Anda.

Baik juga setelah sesi terapi “Maaf + Ikhlas” ini selesai dilakukan, Anda tidur sejenak, tidurlah jika tubuh Anda ingin Anda tidur. Tidurlah…

Oh ya, jangan lupa untuk melepaskan sentuhan jari Anda dari bagian rasa sakit di tubuh Anda tadi, setelah terapi ini  he he…

Sakit bagian tubuh apa saja yang bisa sembuh dengan teknik terapi ini?

Sungguh sangat banyak cerita tentang keberhasilan ide sederhana ini. Saya agak sungkan untuk membagikannya karena seperti “Kok, bisa ya?”. Biarlah Anda sendiri yang memetik manfaatnya. Rasakan sendiri saja. Buktikan sendiri saja.

Semoga ide terapi “Maaf + Ikhlas” ini dapat melengkapi koleksi terapi diri untuk Anda sendiri, maupun untuk orang lain. Mungkin saja, ide terapi ini belum pas untuk sebuah situasi sakit tertentu, tidak apa-apa juga. Anda bisa kombinasikan dengan ide terapi diri lainnya. Ini hanyalah salah satu ide pelengkap saja. Yang siapa tahu berguna dan berhikmah…

Harapan Akhir Cerita

Karena seringkali saya mendapat ilham dengan tiba-tiba dan gratis dari DIA, maka artiklel inipun bebas untuk di-copy dan disebarluaskan, agar makin banyak orang yang bisa mendapat manfaatnya.

Ya, Allah terima kasih atas begitu banyaknya berkah yang saya terima selama hidup ini, semoga dengan tulisan ini, berkah itu terus tersebarkan…

Jakarta, 4 september 2009

Krishnamurti – Di atas pesawat Palembang menuju Jakarta, lanjut ke Medan.

Nb:

Teknik ini bisa menjadi salah satu ide terapi yang cepat, untuk membantu saudara-saudara kita korban gempa di Jawa Barat, dalam hal meringankan rasa sakit.

Tentunya, tahapan berikutnya adalah medis. Ini sebagai tahap awal saja. Silakan dikombinasi dengan Joget Sumo, artikel terdahulu.

Jika ada relawan gempa Jawa Barat yang perlu bantuan, masukan atau panduan untuk gunakan terapi ini, silakan hubungi saya di: krishnamurti@indo.net.id

This article has 45 comments so far!

  1. andri says —

    ini cocok sekali kalau pas lagi “kepepet kahanan”.
    kadang setelah berusaha sekeras mungkin tetapi belum berhasil kadang timbul itu penyakit.
    terima kasih banyak Mas
    GBU

  2. Krishnamurti says —

    Dear Andri,
    Thanks banget atas sharing yg menguatkan ini, semoga berhimah yooo. Thanks..

  3. Isywara Mahendratto says —

    Mas Kris, menurut saya pribadi, kontak fisik menimbulkan sensasi kinestetik sama seperti pada tehnik tapping, pijat, usapan, dsb. sehingga mempercepat ke fase “trance”.

    Selalu sukses ya mas Kris !

  4. arya says —

    pak kris, mohon maaf ini pertanyaan bodoh tapi apa terapi ini juga bisa di terapkan untuk sakit hati?

  5. Liliana says —

    Mas Krish, tq bgt nih terapinya. Akan sy coba, nda pernah terpikir sebelumnya, drpd ke dokter buang duit nda sembuh2 mending yg ini gratis he.. Sukses slalu.
    gbu

  6. muhamad mahmudi says —

    terapi yang bagus, dan patut dicoba,..
    memang merubah pikiran yang sakit itu yang paling sulit pak…
    apalagi kalau pikiran orang-orang disekitar kita selalu negatif,…sehingga mau nggak mau pikiran kita sendiri jadi mudah tertular da mudah menjadi sakit.
    terima kasih banget,…

  7. Krishnamurti says —

    Dear Isywara Mahendratto,

    Ya, betul sekali. Jadi ide terapi ini kayak kroyokan, kinestetik, audio (jika ngomongnya dibunyikan), juga ROSO, ROSO, ROSO he he…

    Thanks atas sharingnya

  8. Krishnamurti says —

    Dear Arya,

    Boleh dicoba, baik juga Anda ketahui dulu saat kembali merasakan sakit hati itu, rasa yg muncul ada dimana? Di ulu hati? Atau ada dimana?

    Lalu, lalukan teknik di atas. Semoga berhasil…

  9. Krishnamurti says —

    Dear Liliana,

    Silakan banget, banayk sekali sharing dr teman2 ttg keampuhan teknik sederhana ini. Nanti inform ya hasilnya, juga kalo perlu panduan, telp aja…

  10. Krishnamurti says —

    Dear Muhamad Mahmudi,

    Selamat mencoba, lingkungan memang bisa mempengaruhi, namun saat pikiran bisa kita bentengi, maka pengaruh dr luarpun akan menjadi tdk ada lagi…

    Bentengi, bentengi pikiran Anda!

  11. Henri Lois says —

    Mas Krishnamurti, sahabat dan kakak yang inspiratif…
    Terima kasih banyak atas sharing mas Krishna yang jujur sangat positif.. Istri, ibu dan semua murid Louis telah memperoleh berkat melimpah berkat ide dan sharing mas Krishna..

    Terapi Musik dan siara motivasi pagi di SONORA FM juga sangat membantu…

    Di dunia ini hanya ada satu Krishnamurti, mind set motivator, tapi hati ikhlas dan kejernihan berbagi dari Mas Krishna menyebar ke seluruh pelosok Indonesia..

    Terima kasih, mas Krishna..

    Oya, tips dari mas Krishna ini akan Louis terapkan kepada sahabat saya JOHN EYNON yang terkenan dementia (lupa, pikun) di Singapura..

    Beliau tidak bisa mengenal teman dan keluarganya lagi
    Usianya 73 tahun

    Mohon doa dari mas Krishna dan teman-teman agar John Eynon bisa sembuh dan mengenali temannya lagi..

    Salam
    Henri Lois, S. Psi
    Terapis anak tuna rungu, autis dan berkebutuhan khusus
    Asteros School Jakarta
    Telpon 021 9870 32 77

    superlois9@yahoo.com

  12. dicky says —

    Met pagi Bp.Krish,
    Q sebarkan virus2 positif ini guna penanganan ke masyarakat yang mengalami persoalan sama.

    salam sukses selalu
    D1Q-Arek Suroboyo

  13. Krishnamurti says —

    Dear Henri Lois,

    Sy ikut berdoa atas kesembuhan beliau, silakan coba beberapa ide2 yg ada, sekali lagi semoga membantu…

  14. Krishnamurti says —

    Dear Dicky,

    Monggo virus terapi ini disebar luaskan, seluas-luasnya yoooo…

  15. widi says —

    Mantab mas… aplikasi “You Can Heal Your Life” nya Louse Hay, saya temukan disini… trims

  16. Krishnamurti says —

    Dear Widi,

    Syukurlah jika demikian, semoga ide sederhana ini bisa sangat membantu… Salam sukses selalu.

  17. tatangpoetrapradja says —

    wah mas kris ada-ada ya tekniknya.tp boleh juga tuh di coba mas.

  18. Krishnamurti says —

    Dear Mas Tatang,

    Ya, begitulah pekerjaan org NLP, gak pernah habis utk riset & studi, cari ide2 baru he he…

    Semoga berguna,

  19. Irene says —

    Mas,trm kasih ya..sy betul2 ga pernah terpikirkan u. Meminta maaf dan berterimakasih utk tubuh sy sndr yg bahkan sdh ada sblm sy trbntuk..sy trmasuk org yg sulit tidur,aplg semlm,maag sy jg perih bgt.iseng2 sy coba tips dr mas,eh maagx asli adem loh! Iseng2 lg sy cb sentuh mata sy yg bandel smbl di’bujuk’ utk jd ngantuk eeh betulan loh.akhrx sy sentuh smua anggota tubuh sy kaki,tangan dll smbl minta maaf kl slm ini kurang perhatian,eeh badan sy jd rileeks bgtt,pegalx ilang pak..tp sy g ngikutin smua langkah per langkah bpk,tp sy adaptasi scr sy sndri,gpp ya pak? Oya,bs ga ya artikel2 bpk sy copy di fb u. Dibagiin??

  20. Krishnamurti says —

    Dear Irene,
    Wah, sy ikut senang mendengar hasilnya. Teruslah latih, shg Anda bisa mendengar suara tubuh sebelum terjadi sakit.

    Oh ya, silakan juga utk dibagikan di FB artikel2 yg sy tuliskan ini. Semoga berguna yoooo

  21. Yuzak says —

    Mas Kris,
    Harus diakui saya termasuk orang yang suka lupa minta maaf atas segala nikmat dikala sehat. Terima kasih atas pencerahannya.
    Mohon izin agar semua yang telah Mas Krisna berikan dapat saya sampaikan ke teman2 yang lain.

  22. Krishnamurti says —

    Dear Yuzak,
    Silakan inspirasi sederhana ini disampaikan ke teman2 lainnya, semoa berhikmah juga utk org banyak…

  23. ingrid djuliawati.agusirwan huber says —

    Jangan lagi berhenti melayani di radio….
    jangan lagi berhenti memadu semua yang lara….
    jangan lagi beralasan jauh dari tempat kau berada….

    Adakah kau tahu betapa merdunya suaramu,
    merasuk sukma,
    merasuk jiwa,
    merasuk sehingga mampu menutup luka,
    jangan berhenti …jangan berhenti manisku….

    ach….mungkinkah kau meyamar bagai rahib yang duduk
    di sebelahku?
    dengan kesederhanaan,
    dengan wajah bening yang kualami waktu baru baru ini,
    wajah penuh damai,
    meski kau meyamar dalam segala warna yang tak berupa,
    meski demikian
    cintaku yang bersemayam dalam dada
    tak pernah berhenti bagimu….

    jangan berhenti mengudara….
    jangan berhenti melayani dengan nada nada cintamu
    pada bangsa Indonesia….
    jangan ..jangan…
    jangan …jangan….
    karena suaramu adalah hadiah surgawi yang paling
    indah yang telah DIA berikan padamu…..

    oleh Djuliawati Agusirwan,
    bagi Mas Krishnamurti mindset motivator,
    pejuang jiwa jiwa lara

  24. krishnamurti says —

    Thanks djuliawati atas puisi dan doanya…

  25. antogesek says —

    Terimakasih Ilmunya, terasa manfaatnya, aku makin tahu kalau aku tidak tahu. Selamat Lebaran, Maaf lahir dan Batin

  26. Krishnamurti says —

    Dear Antogesek,
    Syukurlah jika demikian. Dan, kalimat Anda “aku makin tahu kalau aku tidak tahu” sungguh kalimat yg rendah hati & bijaksana, dan akan membuat kemajuan dalam diri Anda…

    Teruslah…

  27. ingriddjuliawatiagusirwanhuber says —

    “DIA bukan aku”

    Kalau aku murah hati bukan karena aku,
    tapi karena DIA yang murah hati…..

    Kalau aku baik hati bukan karena aku,
    tapi karena DIA yang baik …

    Kalau aku suka mengampuni bukan karena aku
    tapi karena DIA yang Maha pengampun……

    Kalau aku suka memeluk mereka yang lemah
    bukan aku tapi karena DIA yang Maha kasih….

    Kalau aku suka peduli dengan yang kekuragan
    bukan aku tapi karena DIA yang Maha peduli…

    aku dari debu dan kembali jadi debu,
    jiwaku milikNYA

  28. ingriddjuliawatiagusirwanhuber says —

    “Semua biaya perjalannan ku bukan karena mintaminta”

    Ku bersyukur padaNYA….
    di berikan seluruh asuransi almarhum padaku,
    aku merenungkan akan kubelikan apa ….

    ku pikir akan kubagi bagikan pada semua yang kucinta,
    keluargaku….
    sahabat sahabat ku….
    sahabat almarhum suamiku….
    namun,
    aku pikirikan lagi……akan jadi seberapa ….

    ku renungkan lagi…..
    kuputuskan ku tapaki ziarah ziarah suci,
    ku lantunkan doa doa bagi semua
    bagi keluargaku….
    bagi sahabat sahabat ku….
    bagi sahabat almarhum suamiku
    bagi tanah airku….
    bagi semua …..

    tanah suci ku tapaki….
    tempat tempat suci ku ziarahi…..
    semua menjadi cukup ….telah ku saksikan
    berlimpah ruah…..berlimpah ruah……
    doa doa yang kulantunkan …..ku saksikan berkatNYA

    kejujuranku
    berbuah ……
    kejujuranku
    menguatkan langkahku…..
    dimanapun ku bekerja,
    uang logam seratus pun ku kembalikan kalau itu bukan hak ku,

    oleh Djuliawati Agusirwan

  29. ingriddjuliawatiagusirwanhuber says —

    “Kuputuskan akan menggembalikan yang kuterima namun….”

    Airmataku bercucuran…..
    ketika ku membalik buku tabunganku,
    uang transfer sejumlah besar di tujukan padaku
    dari keluarga almarhum suamiku…..
    namun,
    suamiku sudah tak membutuhkan …..
    aku pun tak membutuhkan…..

    aku berpkir pikir…..
    akhirnya ku terbang ke tempat mereka,
    maksudku adalah menggembalikan semua yang mereka transrfer
    aku kuatir mereka akan kekurangan…….
    namun,
    aku mendapat seluruh asuransi almarhum,
    aku terperangah…..
    akan segala yang kuterima…..

    ku pakai seluruhnya……
    untuk menapaki tempat tempat suci,
    doa doa yang membubung bagi keluarga almarhum suamiku….
    bagi keluargaku….
    bagi suamiku…..
    bagi semua……

    sekarang ku mulai lagi dari pundi pundi yang kosong
    namun akan di isi oleh NYA
    dan aku percaya
    suatu saat pundi pundiku terisi kembali
    dan akan kupakai dengan cara yang tidak sama
    karena aku percaya
    DIA Maha Kaya

    oleh Djuliawati Agusirwan

  30. ingriddjuliawatiagusirwanhuber says —

    “Beli dong….dong….beli dong”

    Beli dong
    buku share the key dari mas Krishnamurti,
    beli dong….

    kalau membeli membantu kehidupan mereka yang membutuhkan….
    ayo dong……
    beli dong……
    di baca sambil tiduran…..
    di baca bab hari ini……
    dan besok bab lain…..

    di baca
    boleh di ulang ulang…..
    dan harganya pantas untuk memperkaya ilmu
    ilmu kehidupan
    dan cara mandi spa hemat….

    beli dong…..
    beli dong….
    kalau mau di jadikan hadiah bagus pula…
    ayo dong
    asal jangan minta gendong sama aku

    oleh Djuliawati Agusirwan

  31. ingriddjuliawatiagusirwanhuber says —

    kau pandu aku…..
    bicara pada nya
    padahal itu engkau sendiri…..

    ku bayangkan kau hadir,
    dan ku katakan padamu,
    aku ingin ketemu kau lagi,
    dan kau minta aku memeluk mu,
    kupeluk engkau.

    dan
    tak kulepaskan
    kau
    menjadi kebingungan…..

  32. fransisca seisminarti says —

    kepala pusing sering di alami banyak orang tapi mungkin untuk terapinya mereka belum tahu……bagaimana untuk yang vertigo pak kris, karena pusing yang satu ini agak berbeda dengan pusing pada umumnya. orang memiliki sakit vertigo karena ada ketidak seimbangan. apa terapinya juga sama. teman-teman kantor dan bahkan saya sering mengalami vertigo. sampai saya kalo naik motor harus berhenti dulu karena pusingnya minta ampun.posisinya serba salah.mungkn ada terapi yang ok pak kris….

  33. ingriddjuliawatiagusirwanhuber says —

    “kecebong”

    kecebong….
    hitam kecil berenang renang dengan riang,
    kecebong hitam ….
    berlari lari kian kemari ,
    ach lucunya…..

    dan
    suatu saat berubah menjadi
    kodok burik…..
    berubah menjadi kodok dengan bunyi
    ngok…ngok…ngok….
    ributnya,
    mata kodok berkelip kelip,
    ih……
    kasihan kodok di makan .
    ih….
    kodok dari kecebong….
    ih….
    kodok ngok…ngok….ngok…cipataan Nya

  34. ingriddjuliawatiagusirwanhuber says —

    oleh :D juliawati Agusirwan
    untaian tentang kakek ibuku

    “nenek moyangku”

    malam malam ku bertanya pada ibuku,
    “mengapa ibu berkulit hitam, tak bekulit putih sekali?”
    aku mendesak….
    diceritakan tentang nenek moyangku,
    kata beliau :

    “kakek adalah pribumi asli….
    jatuh cinta dengan puteri bangsawan cina
    dari daratan cina,
    kakinya sangat kecil
    tanda kebangsawanan nya”

    ach…begitulah cerita nenek moyangku,
    barulah ku mengerti,
    mengapa ibuku seperti pribumi kulitnya,
    mengapa tak putih seperti salju???
    kakek moyangku ….
    seorang pribumi yang terpikat dengan bangsawan puteri cina,
    maka aku ada karena …..cinta mereka yang di persatukan
    hm…..asimilasi

  35. ingriddjuliawatiagusirwanhuber says —

    oleh :D juliawati Agusirwan
    untaian tentang kakek ibuku

    “nenek moyangku”

    malam malam ku bertanya pada ibuku,
    “mengapa ibu berkulit hitam, tak bekulit putih sekali?”
    aku mendesak….
    diceritakan tentang nenek moyangku,
    kata beliau :

    “kakek adalah pribumi asli….
    jatuh cinta dengan puteri bangsawan cina
    dari daratan cina,
    kakinya sangat kecil
    tanda kebangsawanan nya”

    ach…begitulah cerita nenek moyangku,
    barulah ku mengerti,
    mengapa ibuku seperti pribumi kulitnya,
    mengapa tak putih seperti salju???
    kakek moyangku ….
    seorang pribumi yang terpikat dengan bangsawan puteri cina,
    maka aku ada karena …..cinta mereka yang di persatukan
    hm…..asimilasi

  36. ingrid djuliawati agusirwah huber says —

    oleh Djuliawati Agusirwan

    “pemulung”

    seorang ibu setengah baya
    menarik gerobak kecil,
    dipenuhi botol botol kosong…..

    bila ia melewatiku,
    tersenyum dan menyapaku,
    berbibir merah dan selalu rapih….

    suatu ketika,
    aku bertemu lagi di saat lebaran,
    ku jabat tangan nya….
    ia tak pulang ke kampung ….
    kehidupan nya sendiri sudah menyulitkan nya.

    aku bertemu kembali,
    ketika aku mau ke misa,
    rupa rupanya ia tinggal di gubuk kecil,
    sendiri menghidupinya….

    pemulung rapih dan selalu berlipstic..
    tak pernah kalah dalam kehidupan

  37. ingrid djuliawati agusirwah huber says —

    oleh Djuliawati Agusirwan

    “Pertemuan presiden SBY dan presiden Barack Obama”

    Pertemuan tingkat tinggi G20 di gelar,
    bertemulah presiden SBY dan presiden Barack Obama,
    membawa suatu nuansa dunia,
    memikirkan yang terjadi di bumi ini,
    meyelesaikan segala yang ada…..

    Pertemuan ke dua kepala negara,
    membawa nuansa bagi dunia,
    semua mata tertuju …..
    dan membawa suatu pesan,
    bahwa dalam perbedaan tak perlu di besarkan,
    dalam dunia kita bersama menciptakan damai….

    Semoga sang Khalik memberkati,
    semua yang hadir dan bekerja keras ….
    memikirkan dunia yang di tempati,
    membawa damai dan sejahtera….
    dan kasih terus di dengungkan ,
    berjalan bergandengan tangan,
    menatap visi yang indah bersama

  38. ingrid djuliawatiagusirwan huber says —

    oleh Djuliawati Agusirwan
    ku tulis untukmu mas ku yang manis,
    mas Krishnamurti mindset motivator

    “BILAKAH ”

    bilakah,
    kita bertemu lagi…..lagi….lagi….
    kala kita bertemu akan ku peluk kau sesuai pintamu,
    dan hilanglah bingungmu….

    bilakah,
    kita tertawa bersama lagi…lagi…lagi…
    kala kita tetawa bersama ,
    hllanglah rasa bingungmu….

    bilakah,
    kita saling menatap lagi….lagi…lagi…
    kala kita saling menatap,
    kan kulihat senyum mu lagi….

  39. Ambro says —

    Mas……Kian Top markotop :-bd
    thx untuk tekniknya ……bisa disharekan ke yang lain juga kan?

  40. Krishnamurti says —

    Dear Fransisca,

    Sy ada beberapa klien yg vertigo, coba juga saja gunakan teknik ini.

    Lalu, sy pernah coba dg teknik TV Kuno, juga ada di artikel2 awal sy.

    Ide lain, sy pernah install mistar secara imajiner, nanti sy cek dulu ya hasilnya. Juga inform sy, kalo ada yg pas dg ide2 tertentu yg sy tuliskan disini…

  41. Krishnamurti says —

    Dear Ambro,
    Ah… ini hanya sedikit mengambil pengalaman kita bersama saat melayani di Sby waktu itu he he…

    Monggo, di-share-kan ke yg lain, monggo… monggo…

  42. ingrid djuliawati agusirwanhuber says —

    “airmata ku tak terbendung….”

    oleh Djuliawati Agusirwan

    airmata ini tak terbendung lagi….
    melihat derita saudara saudara setanah air kita,
    betapa mengiris hati …bagai sembilu melukai raga kita,
    cepatlah berakhir bencana alam ini….

    airmataku ini mengalir deras kala ku sambutNYA,
    seakan DIA mengerti penderitaan kita….
    dan DIA tetap mengasihi kita walaupun derita menyelimuti raga,
    ach..cepatlah berakhir bencana di bumi pertiwi ini….

    airmata saudara saudara setanah air,
    adalah airmata kita juga,
    karena kita berbangsa Indonesia,
    ach….cepatlah usai derita bangsa kita ini….

    airmata ku ….
    airmata mu..
    airmata kita…
    airmata yang kita persembahkan
    ke hadiratNYA

  43. Arif Kamaluddin says —

    Hebat!!!
    Saya bahkan bisa menggunakan metode ini untuk mengobati kekecewaan dan depresi yang terjadi pada diri saya dengan beberapa modifikasi.

    Terimakasih pak khrisna

  44. Krishnamurti says —

    Dear Arief,

    Betul sekali, jika sdh memahami esensi dasarnya, maka akan sangat mudah utk dikembangkan ke hal lainnya…

    Teruskan!!!

  45. pastor titus budiyanto says —

    “Jika kita setuju dan meyakini bahwa rasa sakit adalah pesan dari alam bawah sadar kita, maka jauh lebih baik kita intropeksi ke dalam diri dan bertanya ke dalam diri, apa maksud alam bawah sadar kita dengan adanya sakit tersebut.” Komunikasi dengan alam bawah sadar memperlukan kepekaan hati dan latihan terus menerus. Ketika sudah menemukan maksud alam bawah sadar, rasa iklas memang manjur menjadi obat. makasih pencerahannya. salam dari wisma keuskupan pangkalpinang bangka

Leave a Comment