Tip Praktis NLP#78: Diam “Biar Makin Akrab dengan sang Batin”

“Pak Krishna, bagaimana bapak membuat diri bapak selalu semangat?”

Demikian pertanyaan yang kerap muncul saat saya berbagi motivasi. Menurut saya ini pertanyaan yang aneh dan tidak masuk akal. Bagaimana mungkin saya selalu termotivasi, bagaimana mungkin saya bisa selalu semangat, bagaimana mungkin saya selalu percaya diri? Ya, tidak mungkinlah. Kalau saya selalu termotivasi, kapan saya tidurnya ha ha ha…

Jawaban canda yang selalu saya berikan adalah berikut ini: “Kuncinya agar kita selalu termotivasi dan bersemangat adalah dengan berdiam diri…”,si penanyapun makin bingung dan saya sangat menikmati wajah melongoh mereka he he… Serius, jawaban yang benar adalah…

Berdiam

Saya tentu perlu waktu untuk sendiri, saya perlu jedah, saya perlu refleksi diri, saya perlu introspeksi, saya perlu bicara dengan diri sendiri. Saya perlu waktu untuk itu. Saya perlu waktu untuk berdiam. Kapan? Ya, kapan saja saat saya perlukan. Dimana? Ya, dimana saja saat saya perlukan. Seperti saat saya sedang berada di dalam sebuah bus malam, di kegelapan jalan dari kota Pontianak menuju kota Sintang, dalam berdiam diri saat itu saya berdialog dengan diri saya, mengalirlah syair ini bahwa Krishnamurti juga perlu:

Ruang bicara diri

Saat serahkan diri

Saat serahkan nafas

Ada saja cara Allah

Mengatur langkah ini

Menuju tempat sunyi

Ruang waktu yg gelap

Berjalan namun duduk diam

Hanya peluang bicara diri

Ada tapi tiada

Diam tapi bicara

Itulah cara Dia berkata

Saat kita ikut percaya

Saat kita ikut saja

Saat kita percaya saja

Ada saja cara yang indah

Itulah ruang bicara diri

Ruang indah guna terus tumbuih

Kuat dan besar untuk diri

Ikuti saja

Ya, aku ikuti…

Pontianak, 20 Agustus 2009

Krishnamurti – sedang di bus malam menuju Sintang

Berdiam memberikan peluang untuk kita mendengar suara dari dalam diri kita, bisa suara hati, bisa suara perasaan, bisa juga suara “setan”, bisa juga “suara-suaraan” he he… Serem ya? Ya, bisa suara apa saja, kok. Makanya perlu berdiam untuk mengenali mana suara kita sendiri. Mana suara batin ini, mana suara hati ini

Adakah teknik NLP khusus untuk berdiam?

Nah, ini pertanyaan wong edan. Saya sering ditanya tentang hal ini. Mengapa edan? Wong, diam kok perlu teknik. Perlu cara yang benar, perlu teknik NLP. Ya, aneh banget. Diam ya diam saja. Diam membisu, nggak ngomong beberapa waktu karena memang sedang mau ngomong dengan diri. Diam selama sehari, tapa bicara. Boleh pilih, diam beberapa hari. Ya, diam saja. Hanya diam saja, gitu lho!

Memang baik juga, pejamkan mata. Namun, tetap ide yang baik, berdiam diri sambil beraktifitas seperti berkebun, membereskan rumah, beraktifitas sosial, asal tetap berdiam. Mulutnya diplester he he… Mengamati sesuatu, memotret, melukis atau apa saja, yang penting idenya adalah berdiam diri, tapa bicara. Namun, maaf yang saya sampaikan di atas tadi, adalah ide saya, strategi saya, jika mau berdiam diri. Belum tentu pas untuk Anda.

Beberapa pengalaman yang saya dapatkan saat berdiam diri ini, salah satunya:

Perubahan Sikap

Karena suatu peristiwa, saya seringkali mengambil jedah untuk berdiam diri. Sebagai pembicara publik, suka tidak suka, banyak baik pujian atau makian yang diberikan kepada saya. Bila makian, saat diterima bisa menjadi motivasi untuk perbaikan diri, untuk berkarya lebih luas, bisa untuk kebangkitan diri. Nah, yang bahaya adalah pujian. Jika salah terima, bisa menghancurkan, bisa membunuh.

Saya pernah hancur, saya pernah sombong, saya pernah lupa diri, saya pernah ngaco, saya pernah ngawur, saya pernah macem-macemlah… Begitu banyak pujian yang saya terima sejak saya kecil, otak saya sangatlah cemerlang. Saya hanya perlu beberapa waktu saja untuk membaca buku pelajaran, saya bisa melakukan apa saja yang saya inginkan, saya sering disebut teman-teman sebagai anak yang serba bisa. Kepandaian ini bisa membuahkan pujian, juga bisa menghancurkan. Sayangnya, dalam banyak hal saya malah menghancurkan diri saya sendiri, dengan kepandaian yang telah dipercayakan oleh Tuhan.

Perenungan demiki perenungan telah saya lewati, telah saya jalani, sampai suatu saat juga di tengah perjalanan menuju pedalaman Kalimantan Barat, mungkin karena takut tidak bsia kembali dengan selamat ke Jakarta ha ha ha… Muncullah syair ini dalam benak saya.

Hanyalah titik

Sering aku bertanya

Siapakah diriku ini?

Buat apa aku ke bumi?

Sulit kutemu jawabnya

Kadang aku merenung

Mengapa aku tercipta?

Apa rencana ciptaan ini?

Sulit kutemu jawabnya

Kehembus nafas panjang

Kubuang semua tanya

Kulepas semua asa cita

Kupilih diam sajalah

Kupilih terus melangkah

Kupilih diam sajalah

Kupilih terus lanjut saja

Aha, malah kutemu cahaya

Aku hanyalah bulatan kecil

Aku hanyalah titik

Ha ha ha ha….

Ternyata hanyalah titik.

Sosok, Kalbar, 20 Agustus 2009

Krishnamurti

Demikian sahabatku, sungguh saya tidak atau belum punya resep dan strategi bagaimana membuat batin ini bertumbuh. Menurut saya, kuncinya hanyalah perenungan. Dan, penerenungan memerlukan waktu untuk berdiam. Jadi kuncinya hanyalah berdiam. Bukan NLP, bukan Hypnotherapy, bukan juga ilmu-ilmu lain, karena Tuhan menyimpan kunci sukses Anda bukan di Surga, namun di hati Anda, ditempat yang paling dekat dengan diri ini.

Dan, cara membukanya hanya perlu berdiam diri dan masuk ke dalam hati itu. Hati itu milik Anda sendiri, bukan milik orang lain. Teruslah berdiam diri dan berdiam diri, agar…

Kesadaran Diri Meningkat (Self Awareness)

Ya, inilah buah yang indah dalam proses berdiam diri. Saat kesadaran diri meningkat, kitapun akan termotivasi, kitapun akan percaya diri, kitapun akan lebih baik, lebih maju, lebih sukses, ilmu NLP-pun akan menjadi makin dashyat, karena diterapkan dengan kesadaran yang benar.

Saat kesadaran diri ini meningkat, maka teknik NLP yang sangat sederhanapun akan menjadi luar biasa. Bukan NLP yang hebat, namun ditangan siapalah yang membuat NLP hebat. Suksespun bisa dirancang dengan baik dan benar. Pencapaian suksespun akan sangat cepat, lebih cepat yang pernah Anda bayangkan sebelumnya.

Saya sudah melewati jalan ini dan akan terus berjalan, karena tidak akan pernah selesai sampai nafas ini dihentikan oleh DIA. Semoga Andapun termotivasi untuk melewatinya. Hanya satu jalan menuju sukses yang damai itu yakni hati… Sepotong “daging merah” yang ada di dalam diri kita…Masuklah… Masuklah…

Malampun semakin larut, perjalanan panjang bus malam menuju Sintang seperti sangat pendek, karena syair demi syair tercipta dengan sendirinya. Ini adalah salah satunya dari pengalaman batin saya sendiri, bahwa…

Engkau tidak pernah tinggalkan aku

Ibu awanku… Bunda jiwaku…

Saat batin ini berkeluh

Saat sedih sepi memelukku

Saat semua rasa beradu-adu

Saat anakmu ini berpejam diam

Engkau selalu menyentuh halus

Mengusap wajahku dengan lembut

Menarik selimut agar badanku hangat

Biar nyenyaklah tidurku di alam

Karena memang tidak ada jawab

Hanya cinta yang tercanang

Agar anak-anak terus tangguh

Untuk menyelesaikan cerita

Kisah kehidupan anak manusia

Berpuluh tahun kualami

Beribu masalah kudaki

Berjuta langkah kujalani

Kusimpulkan sebuah yang pasti

Engkau sungguh tidak pernah

Tidak pernah tinggalkan aku…

Karena Engkau satu di hatiku

Terima kasih Ibuku di awan.

Engkau tidak pernah tinggalkan aku

Hanya karya hikmah yang bisa kubawa

Semoga aku bisa menjumpaiMu…

Krishnamurti – Tiga pagi di Bus malam menuju Sintang, 20.08.09

Demikian akhir dari tulisan ini, semoga Anda memahami bahwa saya sebagai Motivator tidaklah selalu termotivasi, tidaklah selalu percaya diri, tidaklah selalu semangat, tidaklah selalu tertawa, tidaklah selalu hebat, tidaklah selalu benar…

Sayapun perlu merenung, sayapun perlu berdiam diri, sayapun perlu lelah…

Sayapun perlu salah…

Krishnamurti – Sedang di awan dari Aceh ke Jakarta, 11 September 2009

NB:

Bila berkenan, mohon Anda berbagi pengalaman batin Anda di bagian komentar ini yooo. Biar batin kita saling menguatkan dan makin akrab he he…

This article has 44 comments so far!

  1. fransisca seisminarti says —

    thanks ya pak udah di add, yang jelas perjalanan hiduplah yang telah membuat kita berpikir dan mencoba memperbaiki hidup bukan saja perenungan tapi segala sesuatu yang kita alami dalam hidup menjadi bahan untuk motivasi diri agar lebih baik lagi. Mungkin saya bukan orang yang pandai berkata-kata tapi setiap kali saya selalu bertanya dalam diri mau kemanakah arah hidupku ini……
    apakah kebahagiaan hanya di capai dengan memiliki keluarga saja?

  2. darmawi says —

    mantep too

  3. Lies Sudianti says —

    Pa terima kasih atas semua pelajaran hidupnya

  4. andisup says —

    Alhamdulillah, mas Krishna thank
    diingatkan kembali akan penting
    mengaca diri dengan berdialog hati tentang kedirian.
    point pentingnya adalah waktu berdiam.
    yang tidak mengenal ruang dan waktu, kapan saja dan
    dimana saja diperlukan sebagai kunci ( key ) termotivasi setiap saat ( tidak mengenal ruang dan waktu ).

    Semoga moment khusus ramadhan ini ( khusus I’tikaf ) untuk berdiam sejenak dan lebih mantap melangkah dalam perjalanan hidup dalam 11 bulan berikutnya.

  5. dicky says —

    Met pagi Bp.Krish,
    Itulah kaca mata peserta,dimana klo ada seorang pembicara,baik motivator,sales,dlsb,disangka selalu termotivasi & terjual sekian…,
    Padahal,sesuai dengan lagu nya SERIUS,Bpk.Krish juga MANUSIA dimana dalam kehidupan,ada saja masalah,namun kunci nya gimana menyikapi & solusi hal tsb yach…,

    salam sukses selalu
    D1Q-Arek Suroboyo

  6. tatangpoetrapradja says —

    apa yang bapak ungkapkan memang begitu adanya seorang manusia.yang lemah dan nista.tapi tuhan memberikan nur illahi yang ditiupkan pada jiwa ini dalam fitrahnya manusia terdapat kekuatan2 manusia yang perlu di gali adanya

  7. Krishnamurti says —

    Dear Fransisca Seisminarti,

    Ya, betul sekali apapun cara & metodenya, selama membuat batin ini bertumbuh, baik utk terus dilaksanakan… Thanks atas sharingnya.

  8. Krishnamurti says —

    Dear Darmawi,

    Oke, semoga menjadikan makin mantaaap utk terus berkarya yooo…

  9. Krishnamurti says —

    Dear Bu Lies,

    Sama2 Bu, semoga berhikmah. Perjalanan hidup adalah pelajaran yg baik utk kita terus bertumbuh…

  10. Krishnamurti says —

    Dear Andisup,

    Ya, semoga moment khusus ramadhan ini jadi momentum indah utk perubahan diri kita semua, menjadi lebih BESAR utk sesama umat manusia dan DIA…

  11. Krishnamurti says —

    Dear Dicky,

    Betul sekali, untuk itulah sy ingin menyampaikan kejujuran hati sy melalui artikel ini bahwa Krishnamurti juga manusia he he….

  12. Krishnamurti says —

    Bu Inggrid, thanks atas doanya…

  13. Krishnamurti says —

    Dear Tatang Poetrapradja,

    Betul sekali, sebagai manusia kita baiknya terus menyadari kelemahan diri ini, agar bisa terus bertumbuh & menjadi pribadi yg lebih baik…

  14. bunga says —

    om … bunga juga percaya banget kalau bintang di langit terdekat itu masih ada dan ngga akan ninggalin bunga
    cuma terkadang bunga ngga bisa menghandle hidup ini
    semua kejadian yang datang silih berganti menimpa bunga … membuat bunga semakin rapuh dan mudah menangis
    tapi dengan merenung dan mencari cahaya itu , bunga pun berhasil melewatinya lagi dan lagi
    bunga setuju kalau berdiam diri adalah satu2nya cara menuju cahaya kita

  15. Krishnamurti says —

    Dear Bunga,
    Yakinlah bahwa semua perjalanan kehidupan yg kamu lalui, akan memberi hikmah yg luar biasa utk kamu. Yg penting terus berpegang pd DIA yg AKBAR agar kita tidak sampai tersesat jauh & cepat kembali ke jalur lagi…

    Yakinlah kamu akan menjadi kuat. Yakinlah…

  16. ingriddjuliawatiagusirwanhuber says —

    mas apakah aku boleh tanya,

    kantormu dimana sekarang??

  17. ingriddjuliawatiagusirwanhuber says —

    should written

    but we born as the happiness of God offered to us

  18. fransisca seisminarti says —

    hallo pak Kris, semenjak saya bertemu di seminar, suatu anugerah yang besar dapat berteman dan berkomunikasi dengan bapak, pikiran semakin berkembang karena ide-ide yang bapak berikan selama ini…..kalo ada kesempatan lagi bertemu dengan bapak aja banyak hal yang ingin kutanyakan pak terutama membangun motivasi seorang suami agar memiliki semangat untuk mencari pekerjaan dan betah. karena yang saya alami berkali-kali suami selalu terbentur dengan pekerjaan. bisa karena kesempatan yang belum ada, bisa juga karena kurang gigih untuk mencarinya.terkadang saya harus pontang panting sendiri untuk memenuhi kehidupan. tapi saya terima kondisi ini pak,coba dech pak saya diberi penguatan untuk memberi motivasi pada suami saya. yang jelas emang suami dieman-eman oleh ibunya dan kami masih tinggal dengan mertua. sementara ibu kandung saya terkadang sering menangis pak karena saya harus bekerja sendirian dan berjuaang.saya sampai titip dengan adik2 saya tapi belum ada kesempatan untuk lulusan arsitek.thanks atas masukannya

  19. Krishnamurti says —

    Dear Fransisca Seisminarti,
    Sy juga sangat senang bisa berkenalan dg para peserta seminar yg sy berikan. Krn wadah ini salah satu sarana follow up after training.

    Utk suami, coba sarannya utk melakukan apa saja yg sifatnya produktif, walau belum sesuai pilihan kita.

    Saat belum punya pilihan, menikmati yg ada, sungguhlah bijaksana, sampai ada pilihan lain…

  20. fransisca seisminarti says —

    terima kasih pak atas sarannya…untuk sementara memang keinginan dari ibunya supaya bisa jadi pegawai negeri tapi belum ada kesempatan nah… sekarang juga sedang magang dulu di perpustakaan SD tempatkerja ibu meskipun tidak dibayar. Pak barangkali ada kesempatan seminar di pekalongan saya di kabari ya??? barangkali bisa ikutan.terkadang saya berpikir mungkin karena ibunya terlalu kawatir terus dengan anaknya jadi kalo kerja jauhpun digondeli.sementara saya memberi kesempatan mana saja asal kerja tidak pindah2 terus.motivasi apapun juga sudah diberikan sampai saya siapkan modal bila memang itu mau ditekuni dan serius.hanya kekuatan dari diri saya sendiri yang selalu mempush supaya bisa mengidupi semuanya.pasrah…pasrah pada Yesus dan Bunda Maria dan yakin bahwa kehidupanku kelak akan lebih baik lagi daripada sekarang.sayapun menikmati dulu keadaan yang sekarang.yang penting kebutuhan untuk anak bisa terpenuhi semua.

  21. ingrid djuliawatiagusirwan huber says —

    oleh Djuliawati Agusirwan
    ku tulis untukmu mas ku yang manis,
    mas Krishnamurti mindset motivator

    “BILAKAH ”

    bilakah,
    kita bertemu lagi…..lagi….lagi….
    kala kita bertemu akan ku peluk kau sesuai pintamu,
    dan hilanglah bingungmu….

    bilakah,
    kita tertawa bersama lagi…lagi…lagi…
    kala kita tetawa bersama ,
    hllanglah rasa bingungmu….

    bilakah,
    kita saling menatap lagi….lagi…lagi…
    kala kita saling menatap,
    kan kulihat senyum mu lagi….

  22. Zeklexz Nugroho says —

    Sekedar sharing pak…

    Seringkali saya berdiam diri melakukan permenungan. Dan sesaat saya masuk kepada pikiran-pikiran negatif yang justru melemahkan diri saya. Saya teringat akan kegagalan-kegagalan yang pernah saya alami. Saya teringat akan kondisi yang belum sesuai dengan harapan saya. Yang saya lakukan adalah melakukan chunking terhadap pikiran saya. bahkan saya meta-model pikiran negatif itu hingga muncul pertanyaan “apakah pikiran tersebut layak hinggap di pikiran saya?” dan “apa yang harus saya lakukan selanjutnya?”. Dan akhirnya saya pun kembali termotivasi. termotivasi untuk membenahi lagi diri saya. termotivasi untuk berbuat sesuatu agar menjadi pribadi yang saya inginkan.

  23. Krishnamurti says —

    Dear Mas Nugroho,

    Terimalah kegagalan-2 masa lalu tsb dg ikhlas, sbg bgn proses pertumbuhan batin. sbg pengalaman yg memperkaya diri ini, utk merancang sukses berikutnya.

    Terimalah dg ikhlaaas… Maka kita akan menjadi lebih kuat, bukan menolaknya.

  24. nazarudin says —

    Trims pak kiayi,
    Mengingatkan diri saya untuk jangan lupa zikir setiap saat, ternyata dengan aktivitas diam dan bergerak atau dengan berkata saya tidak selalu termotivasi, tidak selalu hebat dan tidak selalu yang lainnya, pada hakikatnya itulah keadaan selalu termotivasi, baik termotivasi menerima saat diam atau termotivasi bergerak saat umpan baliknya,
    Memang benar pak Krisna selalu semangat dan selalu termotivasi.

    salam semangat

  25. Krishnamurti says —

    Dear Nazarudin,

    Syukurlah jika demikian, indah sekali mendengar tuturan Anda. Itulah nafas, itulah Dzikir, itulah batin…

    Selamat menyelam ke dalam diri he he he…

  26. Zeklexz Nugroho says —

    terimakasih pak Krishna….

    benar sekali pak, saya ikhlaskan kegagalan tersebut. saya berterimakasih atas pengalaman tersebut. ternyata lebih menyenangkan. lebih tenang. dan lebih rileks.

    Terimakasih

  27. Krishnamurti says —

    Dear Nugroho,
    Syukurlah jika demikian, sy ikut senang mendengarnya. Teruslah berjalan maju ke depan yg lebih cerah…

  28. hikmat says —

    salam guru.
    thanks atas artikelnya, tambah faham ni… :) kemarin saat ama teman2 tarawih di alam terbuka malam 27 ramadhan, jiwa ini tertunduk dalam keheningan Nya, merasakan hening diri yang sangat, terasa luas luas bersama alam yang diam hening dalam ketundukanNya. terbawa suasana jiwa menyambut “i’tikaf” diam dalam pengawasanNya yang ada hanya kekaguman padaNya.
    terimaksih berbagi rasa “diam” yang penuh keindahan tiada tara.
    salam hormat
    hikmat surabaya

  29. tovic says —

    asslm..
    kmrn ke sintang dlm rangka apa pak?
    coba kmrn saya tahu klo pak krishna ke pontianak..
    kapan rencana ke pontianak lg pak?

  30. sumitro says —

    maturnuwun pak krish,
    thanks banget ilmunya… selama ini tak pikir kita harus selalu kelihatan prima dan hebat dengan selelu tmapil bersemangat, bicara dengan lantang dan selalu sibuk,,, sy jd dapet tambahan faham baru ni pa…, “diam” ternyata memiliki kekuatan yang dahsyaat… thanks jg berbagi teknik diam nya, karena dengan dmikian saya bisa meningkatkan kualitas diam saya untuk mengeluarkan potensi diri yang lebih dahsyat..karn dengan diam kita merasa lebih dekat dg YANG MAHA KUAT….

  31. Surya says —

    Dear Mr. Krishna
    Saya kenal Bpk lewat buku yang sy beli di Gramedia Solo : Share the key.Sangat inspiratif & menggugah (Semoga tdk GR ya…pak..!)Saya juga punya prinsip sprt Bapak :Hidup untuk berbagi. Kalau bahasa Saya: Menjalani hidup utk sesama, walaupun belum optimal. Bila berkenan mohon bila bapak ada isi training atau seminar di wilayah Solo, saya diundang Pak. Maksudnya diberitahu. Saya jadi latah mengikuti pejabat sekarang, maunya minta diundang, diservice segala kebutuhan, padahal merepotkan orang.Saya sudah pernah praktek teknik diam sprt yang bpk sampaikan, tapi diam karena jengkel, diam marah, diam ingin membalas dendam. Sepertinya ini negatif, saya akan coba diam yang introspektif, diam yang positif dan membangun. Salam untuk Bpk, semoga selalu diberikan keselamatan dariNYA. Oh ya… Bulan ini saya coba tekhnik GO DOB untuk jadi miliarder spt buku saku bapak.mulai tgl 16 oktober inbi mulai dari yang Rp 5,000. Sesuai kemampuan pak….he..he..he…!
    Selamat berjuang.

  32. Tito Santana says —

    thank q very GOOD, Pak Krish…Anda benar2 sebuah titik dalam hatiku saat ini. saat hatiku sedang dilanda “serangan negatif” bertubih2…jadi pengen pasrah…
    well,kurasa sudah kutemukan hal simpel yang perlu kulakukan…
    sekali lagi…terima kasih PAk Krishn

  33. pastor titus budiyanto says —

    “Saya tentu perlu waktu untuk sendiri, saya perlu jedah, saya perlu refleksi diri, saya perlu introspeksi, saya perlu bicara dengan diri sendiri. Saya perlu waktu untuk itu. Saya perlu waktu untuk berdiam” Orang jawa bilang tapa mbisu. Di saat mbisu, di sini awarness meningkat deh, makasih pencerahannya mas krisna. salam dan doa dari keuskupan pangkalpinang bangka

  34. bambang j says —

    salam sukses pak. buku,cerita2 bahkan puisi bapak banyak memotivasi saya untuk terus maju(bersemangat) menjalani hidup ini. terima kasih pak krish.. mau tanya pak, pertama bagaimana menghilangkan rasa kurang pede, tidak bisa mengungkapkan perasaan(uneg-uneg) sampe saya rasa mengganggu kondisi fisik . yang kedua bagaimana caranya menjadi orang yg berani meminta maaf sama orang lain. terima kasih

  35. Krishnamurti says —

    Dear Mas Hikmat,
    Syukurlah jika ini bisa menambah kefahaman akan sang diri ini. Teruslah berkarya…

  36. Krishnamurti says —

    Dear Tovic,
    Waktu itu ke Sintang dlm rangka mentraining anak2 Dayak yg di pedalaman. Kalo jadi, akhir thn ini ke Pontianak lagi…

  37. budhianto kho says —

    Salam Damai Pak Murti.

    Saya setuju, untuk bisa akrab dengan batin dan berbicara dengan batin ,ya dengan diam. saya sendiri juga suka dengan berdiam dan merenung untuk bisa berbicara dengan Sang batin… cuma kadang sukar untuk membedakan saya berbicara dengan Sang Batin ,Sang Aku Sejati atau Sang Pikiran/Logika….

    Diam merenung, diam berpikir, diam meditasi, diam hanya diam tok, Atau mencontoh
    diamnya malam, diamnya hutan, diamnya langit, diamnya telaga…….. diamnya hati……

    Bagaimana Pak untuk membedakannya ?

    Salam damai….

  38. yudi says —

    salam super pak khrisna. hehehe
    saya setuju dengan perkataan bahwa kulaitas hidup kita itu sejatinya ditentukan oleh berkualitasnya pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri. berdiam diri merupakan upaya kita untuk berkonsultasi dengan hati kita sendiri atas berbagai pertanyaan-pertanyaan kita. Pak Khrisna yang saya hormati, apakah jawaban hati itu merupakan jawaban yang sederhana atau sebaliknya? mohon penjelasan lebih lanjut Pak. Terima kasih atas jawabannya

  39. Novel Abdul Latief says —

    Selamat pagi pak Krisna,
    Dalam diam aku coba bicara,
    Dalam hening ku dengar suara-suara,
    Terkadang dia memarahiku,
    Terkadang dia menudingku,
    Terkadang dia mengasihaniku,
    Terkadang dia memujiku,
    Namun aku tetap coba diam,

    Dalam sepi ku selalu menanti,
    Dalam sunyi kuingin temukan arti,
    Dalam hening kuingin temukan cling,
    Memberi asa setiap rasa,
    Memberi makna setiap rupa,
    Memberi naga setiap upaya,
    Dalam diam kutemukan ADA.

    Terima kasih inspirasinya,
    Salam.

  40. abdurrasyid muslim says —

    terima kasih. betul-betul perenungan yang dalam

  41. hade says —

    Lama gak mampir, Mas Krishna masih aktif ternyata…

  42. De Van JoeL says —

    Weh pak…!,, sumpe dech g bo’ong se ju2r’a bner2 sma kya ak…maap sya hny s org rmaja jdi ngomong’a agk nglantur ‘n mngkin sok2′an…tp ju2r ap yg anda lkukan sma tp mngkin ampir sma…,, ttg syair anda “Sering aku bertanya Siapakah diriku ini? Buat apa aku ke bumi? Sulit kutemu jawabnya Kadang aku merenung Mengapa aku tercipta? Apa rencana ciptaan ini?…dst” sumpe dech ak jg pnah kya gtu,, dri kata mngapa ak tcipta, ak jalani sj, ampe’ ak hnylah titik…,, bner dech sma persis..,, ak pun taw arti dri “ak hnyalah titik” klo mnrutku mksud dri titik adlh stu d antara byk org kan pak..?! ‘n arti lain’a adlh smua org itu sma sj..,, ap yg pnah ak alami psti mreka jg alami ‘n sbalik’a…,, ak pun hampir stiap sore berdiam d atas genteng…smpe kta ayahku ak ini kya org klainan,, tp mngkin ksus’a beda..,, klo ak jdi suka bdiam kya gitu biasa’a gara2 cinta…krn masih remaja..he he..,, tp ak maw tnya pak…”ap bner ak bs baca pikiran org?” mmang seh ak pnah mngerti ‘n mampu mengartikan ekspresi mreka yg pnah bicara atau sma skali tak bicara atau pun bahkan tak sma skali tak mengenal..seolah2 diriku berpindah kpd diri org itu ‘n sbalik’a, tp apkah spti itu yg nama’a mmbaca pikiran..??,, ap bkn spti suara yg tiba2 datang d pikiran kita…??,, mohon pnjelasan’a donk pak…

  43. Vira says —

    Terima kasih Pak sharingnya..

    Ada tapi tiada
    Diam tapi bicara
    Itulah cara Dia berkata

    Di dalam diam Dia menasehatiku
    Di dalam diam Dia menyadarkanku
    Di dalam diam ku temukan kekuatan
    Di dalam diam ku temukan kebahagiaan
    Di dalam diam ku temukan solusi
    Karena ku yakin Dia selalu bersamaku

    Semoga batin ini terus tumbuh dan kuat

  44. Agus Iwan says —

    Saya sepaham dengan apa yg pak Krishnamurti tulis, tapi sedikit saya akan berbagi mengenI hakikat kita sebagai manusia yg sempurna, yg memiliki jiwa, raga, rasa serta energy/kekuatan.

    Saat saya berdiam diri, saya selalu bertanya siapa sih saya ini? kemudian saya menjawab sendiri” saya Agus Iwan” …Agus Iwan?? itukan cuma nama, tapi siapa Agus Iwan itu?????? Mungkin pertanyaan seperti ini sering muncul bukan hanya di benak saya, tapi juga bapak2 / ibu sekalian. Pertanyaan yg wajar…yg harus kita cari tahu jawabannya, agar kita tahu siapa diri kita ini secara seutuhnya…..tak kenal maka tak sayang!! kita kenal maka kita akan lebih dekat dan akrab dengan apapun yg ada dalam diri kita, sehingga kita mampu menguasai diri kita serta kehidupan kita sendiri.
    Kita bisa menguasai kehidupan, bukan dikuasai kehidupan.

    Mohon maaf, saya masih perlu pembelajaran hidup dari semua.

    Salam hangat.

    Agus Iwan

Leave a Comment