Portal NLP ™

Membebaskan Belenggu Pikiran Dengan Neuro-Linguistic Programming

Posted by Krishnamurti On September - 13 - 2009 53 Comments

“Pak Krishna, bagaimana bapak membuat diri bapak selalu semangat?”

Demikian pertanyaan yang kerap muncul saat saya berbagi motivasi. Menurut saya ini pertanyaan yang aneh dan tidak masuk akal. Bagaimana mungkin saya selalu termotivasi, bagaimana mungkin saya bisa selalu semangat, bagaimana mungkin saya selalu percaya diri? Ya, tidak mungkinlah. Kalau saya selalu termotivasi, kapan saya tidurnya ha ha ha…

Jawaban canda yang selalu saya berikan adalah berikut ini: “Kuncinya agar kita selalu termotivasi dan bersemangat adalah dengan berdiam diri…”,si penanyapun makin bingung dan saya sangat menikmati wajah melongoh mereka he he… Serius, jawaban yang benar adalah…

Berdiam

Saya tentu perlu waktu untuk sendiri, saya perlu jedah, saya perlu refleksi diri, saya perlu introspeksi, saya perlu bicara dengan diri sendiri. Saya perlu waktu untuk itu. Saya perlu waktu untuk berdiam. Kapan? Ya, kapan saja saat saya perlukan. Dimana? Ya, dimana saja saat saya perlukan. Seperti saat saya sedang berada di dalam sebuah bus malam, di kegelapan jalan dari kota Pontianak menuju kota Sintang, dalam berdiam diri saat itu saya berdialog dengan diri saya, mengalirlah syair ini bahwa Krishnamurti juga perlu:

Ruang bicara diri

Saat serahkan diri

Saat serahkan nafas

Ada saja cara Allah

Mengatur langkah ini

Menuju tempat sunyi

Ruang waktu yg gelap

Berjalan namun duduk diam

Hanya peluang bicara diri

Ada tapi tiada

Diam tapi bicara

Itulah cara Dia berkata

Saat kita ikut percaya

Saat kita ikut saja

Saat kita percaya saja

Ada saja cara yang indah

Itulah ruang bicara diri

Ruang indah guna terus tumbuih

Kuat dan besar untuk diri

Ikuti saja

Ya, aku ikuti…

Pontianak, 20 Agustus 2009

Krishnamurti – sedang di bus malam menuju Sintang

Berdiam memberikan peluang untuk kita mendengar suara dari dalam diri kita, bisa suara hati, bisa suara perasaan, bisa juga suara “setan”, bisa juga “suara-suaraan” he he… Serem ya? Ya, bisa suara apa saja, kok. Makanya perlu berdiam untuk mengenali mana suara kita sendiri. Mana suara batin ini, mana suara hati ini

Adakah teknik NLP khusus untuk berdiam?

Nah, ini pertanyaan wong edan. Saya sering ditanya tentang hal ini. Mengapa edan? Wong, diam kok perlu teknik. Perlu cara yang benar, perlu teknik NLP. Ya, aneh banget. Diam ya diam saja. Diam membisu, nggak ngomong beberapa waktu karena memang sedang mau ngomong dengan diri. Diam selama sehari, tapa bicara. Boleh pilih, diam beberapa hari. Ya, diam saja. Hanya diam saja, gitu lho!

Memang baik juga, pejamkan mata. Namun, tetap ide yang baik, berdiam diri sambil beraktifitas seperti berkebun, membereskan rumah, beraktifitas sosial, asal tetap berdiam. Mulutnya diplester he he… Mengamati sesuatu, memotret, melukis atau apa saja, yang penting idenya adalah berdiam diri, tapa bicara. Namun, maaf yang saya sampaikan di atas tadi, adalah ide saya, strategi saya, jika mau berdiam diri. Belum tentu pas untuk Anda.

Beberapa pengalaman yang saya dapatkan saat berdiam diri ini, salah satunya:

Perubahan Sikap

Karena suatu peristiwa, saya seringkali mengambil jedah untuk berdiam diri. Sebagai pembicara publik, suka tidak suka, banyak baik pujian atau makian yang diberikan kepada saya. Bila makian, saat diterima bisa menjadi motivasi untuk perbaikan diri, untuk berkarya lebih luas, bisa untuk kebangkitan diri. Nah, yang bahaya adalah pujian. Jika salah terima, bisa menghancurkan, bisa membunuh.

Saya pernah hancur, saya pernah sombong, saya pernah lupa diri, saya pernah ngaco, saya pernah ngawur, saya pernah macem-macemlah… Begitu banyak pujian yang saya terima sejak saya kecil, otak saya sangatlah cemerlang. Saya hanya perlu beberapa waktu saja untuk membaca buku pelajaran, saya bisa melakukan apa saja yang saya inginkan, saya sering disebut teman-teman sebagai anak yang serba bisa. Kepandaian ini bisa membuahkan pujian, juga bisa menghancurkan. Sayangnya, dalam banyak hal saya malah menghancurkan diri saya sendiri, dengan kepandaian yang telah dipercayakan oleh Tuhan.

Perenungan demiki perenungan telah saya lewati, telah saya jalani, sampai suatu saat juga di tengah perjalanan menuju pedalaman Kalimantan Barat, mungkin karena takut tidak bsia kembali dengan selamat ke Jakarta ha ha ha… Muncullah syair ini dalam benak saya.

Hanyalah titik

Sering aku bertanya

Siapakah diriku ini?

Buat apa aku ke bumi?

Sulit kutemu jawabnya

Kadang aku merenung

Mengapa aku tercipta?

Apa rencana ciptaan ini?

Sulit kutemu jawabnya

Kehembus nafas panjang

Kubuang semua tanya

Kulepas semua asa cita

Kupilih diam sajalah

Kupilih terus melangkah

Kupilih diam sajalah

Kupilih terus lanjut saja

Aha, malah kutemu cahaya

Aku hanyalah bulatan kecil

Aku hanyalah titik

Ha ha ha ha….

Ternyata hanyalah titik.

Sosok, Kalbar, 20 Agustus 2009

Krishnamurti

Demikian sahabatku, sungguh saya tidak atau belum punya resep dan strategi bagaimana membuat batin ini bertumbuh. Menurut saya, kuncinya hanyalah perenungan. Dan, penerenungan memerlukan waktu untuk berdiam. Jadi kuncinya hanyalah berdiam. Bukan NLP, bukan Hypnotherapy, bukan juga ilmu-ilmu lain, karena Tuhan menyimpan kunci sukses Anda bukan di Surga, namun di hati Anda, ditempat yang paling dekat dengan diri ini.

Dan, cara membukanya hanya perlu berdiam diri dan masuk ke dalam hati itu. Hati itu milik Anda sendiri, bukan milik orang lain. Teruslah berdiam diri dan berdiam diri, agar…

Kesadaran Diri Meningkat (Self Awareness)

Ya, inilah buah yang indah dalam proses berdiam diri. Saat kesadaran diri meningkat, kitapun akan termotivasi, kitapun akan percaya diri, kitapun akan lebih baik, lebih maju, lebih sukses, ilmu NLP-pun akan menjadi makin dashyat, karena diterapkan dengan kesadaran yang benar.

Saat kesadaran diri ini meningkat, maka teknik NLP yang sangat sederhanapun akan menjadi luar biasa. Bukan NLP yang hebat, namun ditangan siapalah yang membuat NLP hebat. Suksespun bisa dirancang dengan baik dan benar. Pencapaian suksespun akan sangat cepat, lebih cepat yang pernah Anda bayangkan sebelumnya.

Saya sudah melewati jalan ini dan akan terus berjalan, karena tidak akan pernah selesai sampai nafas ini dihentikan oleh DIA. Semoga Andapun termotivasi untuk melewatinya. Hanya satu jalan menuju sukses yang damai itu yakni hati… Sepotong “daging merah” yang ada di dalam diri kita…Masuklah… Masuklah…

Malampun semakin larut, perjalanan panjang bus malam menuju Sintang seperti sangat pendek, karena syair demi syair tercipta dengan sendirinya. Ini adalah salah satunya dari pengalaman batin saya sendiri, bahwa…

Engkau tidak pernah tinggalkan aku

Ibu awanku… Bunda jiwaku…

Saat batin ini berkeluh

Saat sedih sepi memelukku

Saat semua rasa beradu-adu

Saat anakmu ini berpejam diam

Engkau selalu menyentuh halus

Mengusap wajahku dengan lembut

Menarik selimut agar badanku hangat

Biar nyenyaklah tidurku di alam

Karena memang tidak ada jawab

Hanya cinta yang tercanang

Agar anak-anak terus tangguh

Untuk menyelesaikan cerita

Kisah kehidupan anak manusia

Berpuluh tahun kualami

Beribu masalah kudaki

Berjuta langkah kujalani

Kusimpulkan sebuah yang pasti

Engkau sungguh tidak pernah

Tidak pernah tinggalkan aku…

Karena Engkau satu di hatiku

Terima kasih Ibuku di awan.

Engkau tidak pernah tinggalkan aku

Hanya karya hikmah yang bisa kubawa

Semoga aku bisa menjumpaiMu…

Krishnamurti – Tiga pagi di Bus malam menuju Sintang, 20.08.09

Demikian akhir dari tulisan ini, semoga Anda memahami bahwa saya sebagai Motivator tidaklah selalu termotivasi, tidaklah selalu percaya diri, tidaklah selalu semangat, tidaklah selalu tertawa, tidaklah selalu hebat, tidaklah selalu benar…

Sayapun perlu merenung, sayapun perlu berdiam diri, sayapun perlu lelah…

Sayapun perlu salah…

Krishnamurti – Sedang di awan dari Aceh ke Jakarta, 11 September 2009

NB:

Bila berkenan, mohon Anda berbagi pengalaman batin Anda di bagian komentar ini yooo. Biar batin kita saling menguatkan dan makin akrab he he…

Categories: NLP & Motivasi

53 Responses

  1. eko agus says:

    mungkin ini jawaban yang aku cari… diam…!!!
    selama ini aku terkenal temperament sebagai teman, atasan atau apapun aku sering dikritik karena suka marah2….. mungkin denngan dia aku bisa mengurangi semua bahkan merubah energi yang negatif menjadi energi positif

    terimakasih pak krishnamurti

    salam
    eko

  2. Terima kasih mas Khris, penuh kesederhanaan dan kontekstual.

  3. Yunus Kurniawan says:

    Terima kasih buat sharingnya pengalamannya pak.Memang kata pepatah “Silent is Golden” alias diam itu emas…..tul nggak pak?Jadi memang dengan berdiam kita dapat merefleksikan diri kita kembali untuk menjadi lebih baik lagi >>> Semangat dan maju terus buat bangsa ini pak.

Leave a Reply