Portal NLP ™

Membebaskan Belenggu Pikiran Dengan Neuro-Linguistic Programming

Posted by Asep Haerul Gani On December - 4 - 2009 12 Comments

Forgiveness therapy dan EFT kok nggak manjur sih? Harus pake apa nih kang?

Pertanyaan ini diajukan oleh seorang sahabat praktisi Hypnotherapy yang mengeluh ” bila berbicara serasa kurang lepas dan ada yang mengganjal dan menahan”. Hasil hypnoanalisa yang dilakukannya menyatakan bahwa ada peritiwa yang mengganjal dan memicu keadaannya.

Sambil ngobrol saya bilang “ Coba panggil kembali ke dalam kesadaran peristiwanya, mari kita amati apa yang terjadi pada dirimu”. Tak lama kemudian wajah sang kawan yang berkulit kuning itu memerah dan menghitam, bibir terkatup, gigi gemeletuk dan leher ada tanda-tanda ketegangan. Nafas tertahan dan kemudian “Wuh… sialan tuh orang, padahal aku sudah lakukan Forgiveness Therapy dan EFT nih “katanya “ Ehhh masih muncul dan memicu emosi juga” uijarnya lagi.

“Hai bung, forgiveness therapy yang engkau lakukan itu gimana sih caranya? “ . Ia menjelaskan teknik-teknik Forgiveness therapy yang dimanfaatkan dalam konteks Hypnotherapy. Saya lalu ketawa , “Pantas saja teknik itu tidak mangkus! Lha wong kemarahanmu masih ada, dendammu masih besar dan rasa sakitmu masih nyesek di dada”. Dia bengong dan menoleh melihat wajah saya. “Emang ada teknik yang lebih manjur kang? “ katanya.

“Aku sih nggak tahu ini manjur atau efektif untukmu. Namun kuduga saat engkau mengalami peristiwa-peristiwa yang kau persepsikan UNFAIR , engkau tidak pernah menyampaikan hal yang tidak kausukai dengan cara langsung, baik assertif ataupun agressif”. Jawab saya. “Loh kok akang tahu sih?” . “ Itu sih gampang, dada kamu aja tegang gitu kok, suara kamu tercekik, itu ada hambatan di area menyatakan kehendakmu. Benar nggak selama ini kamu lebih banyak menahan marah dan dendam dengan alasan tertentu?” . Dia senyum dan ketawa “ emang iya kang!”

“Kawan, memaafkan itu tiada MUDAH, meskipun Engkau bukan Muslim aku kasih tahu di dalam ajaran Islam ada 3 tahapan saat kita merasakan pengalaman Unfair. Pertama . membalasnya dengan yang setimpal; Kedua , Memberi Maaf ; Ketiga , Mengasihi orang yang mendzalimi “. Dia menyahut, “Wahh boro-boro dah mengasihi, memaafkan aja susah buat saya!” .

Saya ketawa lalu bicara “Emang, makanya Forgiveness Therapy dan EFT bisa jadi kurang cocok buatmu!” . Dia menepuk pundak saya dan berbisik “Udah deh kang kasih tahu aja tekniknya, saya akan praktekkan nih sekarang juga!”

“Nama teknik ini adalah BALAS DENGAN YANG SETIMPAL!” . Caranya, lakukan trance in sekarangngng !” Sahabat saya menyadari masuk dan keluarnya nafas kemudian menandai bahwa ia sudah masuk ke keadaan trance. “Lalu masuk kembali kepada peristiwa yang kau persepsikan unfair tadi. Masuk dan associativelah. Lihat, dengar, kecap, hirup, dan rasakan kembali semua rangsangan indrawi saat itu”. Saya amati tubuhnya bergetar, wajahnya memerah lalu menghitam, nafasnya tertahan dan giginya gemeletuk.

“Baik, sadari perasaanmu, kenali di area tubuh mana saja adanya, lalu dalam imajinasimu ungkapkan apa yang engkau ingin sampaikan kepada orang tersebut. Salurkan kemarahanmu. Silakan lakukan apapun yang menurut engkau SETIMPAL dalam imajinasimu!” . Saya amati , dalam mata ditutup ia melakukan gerakan menghantam, memukul, menggampar, mengernyitkan wajah, menyumpah-nyumpah sekalipun terdengar lirih dan mendenguskan nafas berkali-kali. “Lakukan terus menerus, hingga engkau rasakan perasaan yang menyesaki dadamu dan tubuhmu keluar, mengalir dan menghilang..!” . Saya lihat gerakannya sudah mulai terkendali, nafasnya mulai teratur dan lebih rileks.

“Sambil matamu terpejam, mohon jawab pertanyaan saya. Apakah perasaanmu sekarang menjadi lega? . Sambil tersenyum , ia menjawab “Ya!”. “Baik, mari kita cek apakah teknik ini sudah efektif, Ingat kembali peristiwa itu dan rasakan kembali, bagaimana perasaanmu?” . Jawabnya “ada perasaan tidak nyaman, hanya sangat kecil tidak separah tadi” sambil tersenyum. “Kalu begitu lakukan kembali BALASAN YANG SETIMPAL. Dan lakukan terus hingga perasaanmu saat mengingat peristiwa itu menjadi netral. Saat perasaanmu sudah netral, tandai dengan membuka kelopak mata” kata saya. Setelah menunggu sekitar 3 menit, ia membuka kelopak mata.

“Nah sekarang saatnya kau gunakan teknik forgiveness therapy. Sama seperti tadi lakukan hingga ada rasa damai dan nyaman pada dirimu. Lakukan terus menerus. Saat rasa damai ada pada dirimu, tandai kembali dengan membuka kelopak mata”. Beberapa menit kemudian ia membuka kelopak mata.

“Nah sekarang saatnya kita tuntaskan dengan menggunakan teknik IHSAN terapy” . Ia menoleh ke saya dan bertanya, “Apaan tuh Kang? . Saya bilang “udah lakukan saja apa yang saya katakan. Saat ini panggil kembali ke dalam kesadaran orang yang menurutmu telah menzalimimu, kemudian saat wajahnya ada di hadapanmu, do’akan menurut cara berdo’a imanmu. Misalnya ‘Ya Tuhan kasihinilah si X , berikan kemurahanmu kepadanya, berikanlah kebaikan kepadanya’. Lakukan dengan sepenuh hati hingga hatimu hanya diliputi kedamaian. Seperti latihan-latihan sebelumnya, lakukan berulang-ulang, dan silakan buka mata bila engkau telah mendapatkan apa yang engkau inginkan”.

Beberapa menit kemudian, sang kawan membuka mata dan berkata lirih “ It’s work kang! Thanks!”

Apakah hal yang dilakukan di atas Hypnotherapy? Entahlah, struktur healingnya bisa jadi Hypnotherapy. Konsep yang digunakannya bisa apa saja, selama memanfaatkan kekuatan pemikiran dan bank ingatan.

Pun Sapun Ampun Paralun,

Pakena Gawe Rahayu Sangkan Nanjung di Juritan, Nanjeur di Buana

Lamper Tengah Semarang, Hari Aids 2009
Asep Haerul Gani

12 Responses

  1. zenu says:

    masya allah pak, asep, baca ini saja saya langsung dapat mengedit pengalaman buruk saya..!

    tanpa harus meditasi,trance, eft, dll…!

    memang bener pak, kata kuncinya balas dengan setimpal…!

    ha ha ha ha..!

    masya allah, saya bahkan tidak perlu membalasnya dalam mental saya, perasaan dendam yang dulunya pernah diskitin seorang sahabat, wuiiih… sekarang rasanya plonggg banget..! (padahal juga belum minum sprite ne, he he)

    lagi-lagi kata kuncinya:

    BALAS DENGAN YANG SETIMPAL..!

    membaca kalimat itu saja, rasa-rasanya hati jadi ploongg banget!

    pencarian kata kunci akhirnya ketemu juga! ha ha!

    matur nuhun pak Asep!

    salam

  2. Asep Haerul Gani says:

    Bung Zenu,

    Terima kasih sudah mampir dan memberi tahukan efek yang Anda rasakan pada diri Anda selagi dan usai membaca artikel ini.

    Semoga Anda pun bersedia membagikan pengalaman Anda kepada sahabat2 Anda yang dibebani masa lalu yang kebetulan sesuai dengan tema ini.

    Salam sukses untuk Anda.
    Asep Haerul Gani

  3. Mastono says:

    pernah coba dan cespleng …

    semakin banyak cara untuk memberdayakan diri

  4. Asep Haerul Gani says:

    Mastono,

    Terima kasih telah memberikan testimoni

    Asep Haerul Gani

  5. widia says:

    Bp. Asep Yth,

    pak, bagaimana menghilang rasa ketidakpercayaan thd suami..terkadang saya sama sekali tidak mempercayainya, ingin saya bisa percaya dan enjoy membawa diri..masa lalu selalu membawa saya seperti ini … sulit melepaskannya …
    mohon petunjuk bapak …
    terima kasih

  6. Asep Haerul Gani says:

    Yth. Ibu Widia,

    Tentunya ada prosesnya hingga ibu menjadi TIDAK PERCAYA.

    Pertanyaannya barangkali bukanlah bagaimana menghilangkan ketidakpercayaan, tetapi bagaimana Ibu bersama Suami berperilaku yang disepakati bersama dalam mencapai Tujuan-Tujuan keluarga mulia.

    Silakan duduk bersama, tentukan kembali tujuan dan sasaran keluarga anda, rinci menjadi hal-hal yang dapat dilakukan saat ini.

    Demikian Ibu

    Asep Haerul Gani

  7. didi says:

    Pak,ada konflik nih belief saya melarang mengungkapkan kemarahan dan benci. sy merasa bersalah melakukan terapy ini. padahal sy sndiri muslim jadi saya menerima juga teknik -balas dengan yang setimpal- itu. apalagi ini emosinya terhadap org tua pak, sy merasa bersalah.

  8. Asep Haerul Gani says:

    Bung Didi,

    Cara sederhananya adalah : INGAT PERISTIWA, dan EMOSI YANG MENGIRINGI PERISTIWA anda MUNCULKAN, dan BILA TERASA MENYESAKKAN, imajinasikan Anda sedang mengalirkan perasaan tersebut bahkan mengeluarkan perasaan tersebut dari dada Anda. Bantu mencabut perasaan tersebut dengan kedua tangan Anda. Lakukan terus menerus hingga bila anda ingat peristiwa itu , emosinya netral saja. Bila Anda nyaman untuk berteriak dan menangis, lakukan saja.

    Hal yang paling baik melakukannya bila Anda lakukan usai Shalat dan Dzikir.

    Meski tidak nyaman, lakukanlah latihan ini untuk kelapangan dada Anda.

    Selamat berjuang untuk kemerdekaan diri Anda.
    Asep Haerul Gani

  9. sawad says:

    “Gimana sich supaya jadi org gak mudah menangis dan sensi banget.., kalo ada yg ngomongnya jutek / judes/ kasar/ nadanya tinggi piyo rasanya air matanya udah mau mencuat keluar sampe piyo tahan2 karena malu dong udah gede nangis.. gimana biar kuat mentalnya, gak sensi dan cuek?? kasih tau tipsnya ya..piyo pengen bisa punya mental kuat da setegar baja.”

    Assalamualaikum.

    Pak Asep Abdul Gani yang dimuliakan Alloh, komentar diatas saya dapat dari seseorang bernama piyo-piyo dari http://forumm.wgaul.com/showthread.php?p=1780601

    ternyata itu persis seperti yang saya rasakan selama ini pak (ketakutan dan rahsia yang saya pendam selama ini), saya seorang pemuda yang sudah berusia 28 Tahun, memang waktu kecil saya pernah beberapa kali menangis ketika Ada seorang Guru yang saya hormati mengeluarkan komentar kasar, saya nangis waktu itu dan jujur saya malu . . . sejak itu saya merasa Diri saya ini cengeng, mentalnya lemah dll Entah kenapa sampai sekarang Perasaan ini, Saya Takut Nangis dan Takut Marah menjadikan saya Seorang yang Bermental Lemah, tidak bisa tegas, setengah-setengah, takut penolakan dan sangat sensitif, Padahal saya ingin menjadi orang yang bermanfaat dengan mengoptimalkan segala potensi yang Alloh berikan, Mendirikan usaha dan memiliki ratusan karyawan, tapi bagaimana saya bisa menjadi seorang pemimpin kalau mental saya lemah seperti saat ini.

    Saya ingiiiiinn sekali pak berubah menjadi orang yang lebih tanang, tegar, sabar, tegas, berani dan bijaksana. Ingin bisa mengendalikan Emosi tidak sebaliknya, Inginmenjadi Hamba Alloh yang bermanfaat untuk sebanyak mungkin orang, sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih…Jazakalloh khoiron katsiiroo

  10. Pilihan tools disesuaikan dengan klien kang Asep (tools-client fit)….luar biasa. Sukses selalu kang….

  11. Asep Haerul Gani says:

    Pak Sawad, wa’alaykum salam.

    Kelemahan yang ada pada diri, potensi keunggulan pun ada pada diri. Bila bapak memerlukan terapi, silakan hadiri kegiatan HYPNOTHERAPY UNTUK NEGERI (bebas bea) yang akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 10 Juli 2010, jam 17.30 di Ruang Mawar, Hotel Santika Premiere, Jl. AIPDA KS Tubun, Slipi Jakarta Barat. Silakan bapak kirimkan SMS ke 081510770666 dan tulis REG/NAMA LENGKAP/USIA/JENIS KELAMIN/STATUS PERNIKAHAN/PEKERJAAN/MASALAH.

    Semoga kami dapat membantu Bapak membangkitkan daya penyembuh yang sudah diberikan Allah kepada diri bapak.

    Terima kasih
    Asep

  12. Asep Haerul Gani says:

    Mas Heru, demikianlah sehingga efektif karena sumber pemecahan masalah ada pada diri klien.

    Terima kasih
    Asep

Leave a Reply