Portal NLP ™

Membebaskan Belenggu Pikiran Dengan Neuro-Linguistic Programming

Posted by Asep Haerul Gani On July - 1 - 2010 19 Comments

Mr . Han , tokoh yang diperankan Jackie Chan dalam The Karate Kid menyatakan “Semua kegiatan manusia itu Kungfu”. Dengan analogi yang sama dapat dinyatakan bahwa “Semua kegiatan yang dilakukan manusia adalah Terapi termasuk Mandi”.

Apa itu Mandi

Mandi berdasarkan makna kata adalah kegiatan manusia dan hewan dengan mengalirkan air ke seluruh tubuh.

Ragam Cara Mandi

Ada 3 ragam cara mandi , yaitu :

a. Menyiuk. Seseorang mengambil air dari wadah, bak, sungai, telaga atau laut dengan cara menyiuki air baik dengan menggunakantelapak tangan ataupun gayung dan mengalirkannya ke tubunya.

b. Pancuran. Seseorang memanfaatkan air yang keluar alamiah dari tempat yang tinggi atau menggunakan saluran berupa buluh dan membiarkan tubuhnya terguyuri air yang datang dari atas.

c. Berendam. Seseorang memasuki air baik dalam sebuah bejana, tangki, kolam, telaga, laut.

Mandi dalam Tradisi

a. Tradisi Agama

Tradisi Agama mengaitkan perilaku MANDI dengan perilaku seorang hamba yang akan melakukan ritus penghambaan. Dalam ajaran Hindu dikenal tradisi Mandi termasuk Mandi di Sungai Gangga dan Yamuna. Dalam tradisi Budha dikenal upacara Mandi dalam pentasbihan sebagai murid atau petapa. Dalam tradisi Nasrani dikenal upacara pembaptisan yang memanfaatkan mandi sebagai ritusnya. Dalam tradisi Islam, Mandi menjadi bagian dari ibadah.

b. Tradisi Budaya

Tradisi budaya pun sama menariknya. Sebagian ritus peralihan (Rites de pasages) di sebagian besar budaya kita ditandai dengan perilaku Mandi. Kelahiran ditandai dengan Mandi. Pemberian Nama ditandai dengan mandi. Dikhitan diawali dengan mandi. Akil baligh dibersihkan dengan mandi. Menjelang nikah ditandai dengan mandi. Hamil besar ditandai dengan mandi. Melahirkan ditandai dengan mandi. Meninggal dunia ditandai dengan mandi. Ibarat Air yang mengALIR demikian pula hidup. Mandi adalah penanda perjalanan hidup manusia.

Upaya-upaya untuk memperoleh kemakmuran, kecantikan, ketampanan, kewaskitaan, kesaktian, kemampuan mempesona dilakukan melalui ritus mandi. Tak jarang untuk kepentingan ini selain digunakan air sebagai media utama, digunakan pula wewangian baik dari dupa, bunga atau pun aroma dari minyak tertentu. Untuk upaya-upaya ini, kata-kata afirmasi yang kerap disebut sebagai Mantra adalah keniscayaan. Air pada kegiatan ini berfungsi untuk menyerap agar sesuatu itu masuk dan meresap. Mandi adalah penanda upaya manusia menyerap dan memasukkan unsur-unsur baru yang diciptakan oleh kehendak sang manusia.

Upaya TULAK BALA (mencegah keburukan) seperti yang dilakukan pada tradisi Ruwatan pun dilakukan dengan mandi pula. Air dalam tradisi ini berfungsi mencahar, melarut, membersihkan, mengalirkan dan membuatnya semua kembali normal. Mandi adalah penanda upaya manusia untuk membuang dan membersihkan manusia dari unsur-unsur yang ada pada diri manusia baik baru atau pun lama yang dipandang akan merugikan manusia.

Mandi untuk Terapi

a. Terapi Raga

Mandi sebagai terapi Jismani (Fisik) bermanfaat untuk membuat tubuh anda menjadi bersih, sel-sel kulit mati menjadi terbersihkan, daki-daki dari sekujur tubuh menghilang, rambut-rambut di sekujur tubuh yang selama ini memerangkap keringat dan menimbulkan bau menjadi lepas dan kembali bernafas, dan polutan berupa asap, debu dan zat-zat mikro yang menempel pada tubuh menjadi terbersihkan.

Untuk terapi Fisik, ini 3 gerakan-gerakan akan sangat membantu untuk mendapatkan efek rileks:

1) Gerakan menggosok : Tradisi di berbagai daerah menggunakan kulit buah labu tertentu, menggunakan batu sungai atau menggunakan batu apung. Suasana modern telah menyediakan alat penggosok khusus, yang tentu saja efeknya tetap lebih baik yang dari alam.

2) Gerakan mengurut : Gerakan mengurut ini dilakukan dengan menekan bagian tubuh menggunakan satu jari atau beberapa jari sambil menggerakkannya . Gerakan ini akan sangat bermanfaat apabila dilakukan pada bagian-bagian tubuh yang terasa menegang. Dengan gerakan ini baik urat, otot bahkan syaraf yang tegang menjadi rileks.

3) Gerakan menggaruk : Gerakan menggaruk dilakukan dengan cara menekan satu atau lebih jari pada bagian tubuh tertentu sambil menariknya bolak balik. Gerakan ini bertujuan untuk membersihkan kulit-kulit yang sudah mati, mengeluarkan ketombe dan melakukan pijatan pada seluruh tubuh.

b. Terapi Jiwa

Terapi Nafsani (Jiwa /Diri) dapat dilakukan dengan melakukan metafora kegiatan Mandi Jismani. Terapi Nafsani ini dapat dilakukan sesuai dengan 3 jenis keperluan sebagai berikut :

1) Menginstall sesuatu kepada diri Anda.

Caranya adalah sebagai berikut :

(1) Sebelum mandi , tentukan terlebih dahulu apa persisnya Outcome Anda

(2) Sapa seluruh indra. Berterima kasihlah. Memohon maaf kepada indra. Meminta seluruh indra tersebut mendukung Anda.

(3) Hadirkan keadaan yang Anda Inginkan itu dalam bentuk multi sensori (menggunakan kelima indra).

(4) Berdo’alah kepada Tuhan Maha Pencipta dengan menyentuh air, dan sapalah air tersebut , Sampaikan bahwa Engkau Air membantuku dalam memasukkan keinginanku dalam ….. (sebutkan keinginan Anda) . Imajinasikan bahwa air menerima sapaan Anda dan siap mendukung keinginan Anda.

(5) Bayangkan bahwa hal yang ingin anda install (apapun itu) bersama air yang mengalir menyerap pada tubuh Anda. Imajinasikan setiap gosokan, pijatan, garukan tangan Anda sedang memasukkan hal yang anda inginkan pada diri Anda.

(6) Siapkan kata-kata afirmasi yang pendek, metaforik dan ritmik (Mantra) yang menggambarkan outcome Anda telah tercapai. Katakan mantra anda berulang-ulang sambil pada saat yang sama indra lainnya menyaksikan bahwa outcome tersebut pelan-pelan menjadi berproses pada diri Anda.

(7) Saat anda merasakan bahwa tubuh anda berespon terhadap kata-kata Anda. Anda dapat mengakhiri mandi Anda.

(8) Berterima kasih kepada seluruh panca indra Anda dan kepada diri Anda.

(9) Tutup dengan doa kepada sang pencipta dengan rumusan do’a “Wahai Tuhan yang Maha Pengasih, Aku berterima kasih kepada Engkau yang telah mengaruniakanku ……. (sebutkan keadaan yang Anda inginkan). Amiin

2) Membuang sesuatu dari diri Anda.

Misalnya anda ingin membuang rasa yang tidak nyaman, pobia, ketakutan, kecemasan yang mengganggu, dll.

Caranya adalah sebagai berikut :

(1) Sebelum mandi , tentukan terlebih dahulu apa persisnya Outcome Anda

(2) Sapa seluruh indra. Berterima kasihlah. Memohon maaf kepada indra. Meminta seluruh indra tersebut mendukung Anda.

(3) Hadirkan keadaan yang Anda Inginkan itu dalam bentuk multi sensori (menggunakan kelima indra).

(4) Berdo’alah kepada Tuhan Maha Pencipta dengan menyentuh air, dan sapalah air tersebut , Sampaikan bahwa Engkau Air membantuku dalam memasukkan keinginanku dalam ….. (sebutkan keinginan Anda) . Imajinasikan bahwa air menerima sapaan Anda dan siap mendukung keinginan Anda.

(5) Bayangkan bahwa hal yang ingin anda buang (apapun itu) mengalir dan berubah bentuk menjadi daki-daki di tubuh Anda. Imajinasikan setiap gosokan, pijatan, garukan tangan Anda sedang membersihkan hal yang anda ingin buang.

(6) Sambil merasakan air yang menggelontor kepada tubuh anda dan membersihkan daki anda , ungkapkan kata-kata afirmasi “Seperti aku ikhlaskan daki ini pergi, aku ikhlaskan pula ……. (sebutkan keadaan yang ingin anda buang) pergi “. Katakan pula “Sebagaimana air ini mampu membersihkan daki, maka air ini pun mampu membersihkan ….. (sebutkan keadaan yang ingin anda buang).

(7) Saat anda merasakan bahwa tubuh anda berespon terhadap kata-kata Anda. Anda dapat mengakhiri mandi Anda.

(8) Berterima kasih kepada seluruh panca indra Anda dan kepada diri Anda.

(9) Tutup dengan doa kepada sang pencipta dengan rumusan do’a “Wahai Tuhan yang Maha Pengasih, Aku berterima kasih kepada Engkau yang telah membersihkanku dari ……. (sebutkan keadaan yang Anda ingin buang). Amiin

c. Terapi Sukma

Sukma (Ruhani) pun bisa kotor, bisa berdaki, bahkan saking dakinya sudah mengerak sukma ini menjadi tertutupi dari kebenaran dan akhirnya hanya mampu melakukan kezaliman. Agar kembali menjadi Sukma yang tercerahkan (Nurani) maka ia pun perlu dibersihkan.

Karena Sukma ini diciptakan berasal dari SUKMA PENCIPTA, maka cara yang dapat kita lakukan adalah dengan “Mandi” seperti yang disampaikan dalam kisah berikut dari tradisi Islam (Tradisi Agama lain , saya yakin mempunyai kisah metafor yang mempunyai makna sama).

Suatu kali Al Musthofa ditanya oleh para sahabat yang mengelilinginya. “Wahai Al Musthafa, apa gunanya laku do’a yang dilakukan 5 kali dalam 1 hari itu bagi kami?”. Al Musthafa sambil tersenyum menjawab, “Wahai sahabatku, andaikan kalian punya sebuah sumur yang airnya sangat bersih dan jernih, dan engkau mandi melalui sumur itu dalam sehari 5 kali, bagaimana dengan keadaan ragamu?”. Sahabat yang mengelilingi menjawab, “Tentu saja badan kami akan semakin bersih dan raga kami semakin sehat”. Al Musthafa sambil mengembangkan senyum berkata “Itulah keadaan yang akan dicapai oleh sukma kalian para sahabatku”.

Pun Sapun Ampun Paralun

Pakena Gawe Rahayu, Pakeun Nanjung di Juritan, Nanjeur di Buana

Ciputat, Jumat, 2 Juli 2010

Asep Haerul Gani

Categories: Dasar NLP

19 Responses

  1. BALIAN BALI says:

    salam HANGAT kang asep, yang benar2 “MENGINSPIRASIKAN”

    dalam tradisi BALIAN (tradisi BALI) pun mandi merupakan sebuah lelaku yang amat sangat PENTING, BAHKAN saking pentingnya ritual Mandi yang sering disebut MALUKAT, wajib dilakukan bagi orng yang akan mulai belajar ataupun mulai mempraktekan ajaran BALIAN (tradisi kebhatinan BALI). malukat dilakukan di beberapa sumber air yang memliki kekuatan magis, namun malukat bisa juga dilakukan ditempat BALIAN. MALUKAT juga merupakan salahsatu metoda yang digunakan untuk melakukan penyembuhan, baik penyakit medis atau nonmedis. biasanya diawali dengan sembhyang kehadapan dewa wisnu (pnguasa air), bhatara BAyu (pnguasa prana, energi)yang berada didalam air, setelah itu mulai melakukan pembersihan diawali dari kepala sambil meniatkan air membersihkan semua kekotoran (mala), penyakit (lara), masalah (rogha),hingga keseluruh tubuh.

    MALUKAT dilakuakn hanya pada hari tertentu saja, misalnya hari PURNAMA, konon saat bulan purnama para dewa sedang amat berkenan memberi angurah bagi pemujanya.
    secara logis pada saat bulan purnama, jarak antara bulan dengan bumi sangat dekat sehingga daya grafitasi bulan sangat mempengaruhi bumi. bahkan permukaan air lautpun cenderung naik akibt grafitasi bulan. manusia terpengaruh oleh grafitasi bulan karena 70% tubuh manusia tersusun atas air, sehinga saat purnama sistem hormonal manusia juga terpengaruhi, hinga menyebabkan gampang stres, marah. maka dri itu oleh para BALIAN dianjurkan untuk MALUKAT pd saat PURNAMA untuk mendapat hasil maksimal.

    pada saat mandi ataupun malukat, ada doa mantra yang digunakan :

    OM GANGGA SHINDU SARASWATI SUKSMA SARIRA NIRMALA, SARIRA SUDAMAM SWAHA.POMA POMA POMA

    ARTINYA : YA TUHAN DALAM WUJUD AIR, BERSIHKAN TUBUH HALUS (EMOSI,PIKIRAN), TUBUH FISIK HAMBA HINGGA BENAR-BENAR BERSIH, TERJADILAH.

    wow luar biasa efekna sambil anda membaca doa tersebut, sambil meNIKMATi, meRASAkan, meLIHAT, atapun menDENGAR kembali pengalaman mandi yang paling “MENYEGARAKAN” bagi anda, entah bagaimanapun caranya, entah apapun keyakinan, entah anda sadar atau tidak, SEKETIKA andapun MULAI merasakan KESEGARAAAAAAAN, KETENANGAAAAAAN, RASA NYAMAAAAAAN,LEGAAAAA,
    SEKARANG!!!!

    matur suksma
    BALIAN BALI

  2. Asep Haerul Gani says:

    Sahabatku, Balian Bali.

    Dengan komentar Anda, tulisan ini mendapatkan tambahan ilustrasi yang bernas dari tradisi yang masih dijalankan oleh kalangan penyembuh (Balian). Ijinkan saya pula agar komentar Anda ini menjadi bagian dari tulisan saya berikutnya dalam bentuk naskah penelitian ataupun buku.

    Nyanggakeun hatur lumayan.

    Asep Haerul Gani

  3. Hasto says:

    Subhanallah.
    Indah sekali apabila kita bisa melakukan semua aktivitas keseharian kita ini dengan kesadaran ya Kang.

    Pantas dalam Islam ada ‘inna mal a’malu bin niyah’ (amal itu bergantung pada niatnya). Bisa di analogikan niat sebagai kesadaran dalam berbuat sesuatu. Ketika mandi diniatkan sebagai prosesi terapi, maka jadilah ia terapi. Begitu ya Kang?

    Hatur nuhun.

  4. Noery says:

    Ha ha ha..terbongkar sudah salah satu rahasia hidupku, melalui tulisan ini..salam

  5. Asep Haerul Gani says:

    Mas Hasto, SubhanalLah.

    Benar , mas Hasto. Andaikan keSADARan itu selalu ada pada setiap aktifitas kita, hidup ini lebih HIDUP.

    Tanpa keSADARan, bisa jadi kita ini seperti ZOMBI saja.

    Salam untuk keluarga, Dokter .

    Asep Haerul Gani

  6. Asep Haerul Gani says:

    Syeikh Noery,

    Sungguh bila tulisan ini adalah bagian dari rahasia Anda, maka sudah saatnya untuk dibuka untuk umum dan kemaslahatan ummat.

    Terima kasih Syeikh,
    Asep

  7. balian bali says:

    KAng asep yang budiman

    wah dengan amat senang HATI, kalopun SEDIKIT commet saya bisa menjadi tambahan pengetahuan, walaupun “ibarat setetes embun yang jatuh kesamudra luas”.

    matur suksma mursyid
    BALIAN BALI

  8. Asep Haerul Gani says:

    Sahabatku, Balian Bali

    Samudra Luas itu pun adalah kumpulan dari tetesan-tetesan embun.

    Saya ini MURID bukan MURSYID.

    Selamat memperkenalkan kembali ke BALIan ke orang BALI.

    Saya sedang menantikan tulisan-tulisan mengenai penyembuhan yang digali justru dari tradisi BALI dan ditulis oleh BALIan Bali.

    Semoga Tuhan memberikan saya kesempatan sebelum ajal membaca tulisan itu.

    Salam hangat,
    Asep

  9. heru says:

    Benar kang Asep aktifitas tanpa kesadaran bisa seperti ZOMBI. Semua aktifitas dimaknai dengan pikiran dan jiwa. Dahsyat dan aplikatif kang, saatnya kita meniatkan perilaku holistik, soul, mind dan body dalam setiap aktifitas kang.

  10. heru says:

    thanks sharingnya kang Asep

  11. Asep Haerul Gani says:

    Mas Heru,

    KeSADARan itulah yang perlu dilatih setiap saat seiring terjaganya diri dari tidur.

    Terima kasih
    Asep

  12. roman says:

    luar biasa….. sy semakin tercerahkan

  13. roman says:

    saya orang baru di dunia NLP, mohon informasi lebih lanjut bagaimana sebenarnaya NLP bekerja terhadap keinginan kita (manusia)…

  14. angga p adhi baskoro says:

    trapi ala mas krisna sungguh mantep,euuuuuuiiiiii.

  15. andi suharto says:

    Pak Asep, anda dikarunia ilmu hikmah (sebagaian)hasil dari tafakur dan tadabur, ini benar2 pencerahan, terimakasih saya ikut menikmatinya

  16. Asep Haerul Gani says:

    Sahabat ROMAN, terima kasih.

    NLP itu ada unsur N (Neuro). Saat anda membuat afirmasi (Linguistic), maka afirmasi itu akan menjadi pemrograman (Programming) pada persyarafan (Neuro) manusia.

  17. Asep Haerul Gani says:

    Angga, lha kok Mas KRISNA, ini mah kang Asep mas. hahaha

  18. Asep Haerul Gani says:

    Pak Andi Suharto,

    Malah saya baru tahu bahwa ini dinamakan ilmu hikmah. Terima kasih sudah mampir memberi komentar.

  1. [...] Mandi untuk terapi Raga, Jiwa dan Sukma. [...]

Leave a Reply