Author Archive

Posted by Achmad Sjahid On May - 26 - 2008 7 Comments

Atasi Stage Fright menjelang Sesi 1 Bahkan setelah sekian kali melakukan training, kadang-kadang masih pernah terjadi jantung berdebar dan keringat dingin keluar menjelang sesi 1 dimulai. Berikut adalah cara yang saya pakai…<br> Ambil daftar hadir peserta Visualisasikan daftar hadir  sebagai deretan peserta Ucapkan salam dan sampaikan niat baik sebagai trainer Ulurkan tangan dan sapukan kepada semua “peserta”

Posted by Achmad Sjahid On May - 26 - 2008 8 Comments

Beginner’s Quick NLP: Metafora untuk Marketing Mix Menerangkan marketing mix hanya dengan 1 slide? Bisa! Caranya..  Cari foto projek apartemen yang belum selesai dibangun, scan dan paste ke PowerPoint. Ukuran foto kira-kira 67% dari ukuran slide, letakkan di tengah-tengah. Tambahkan text PRODUCT, PRICE, PROMOTION dan PLACE di sisi kiri, sisi atas dan sisi kanan foto. Di sisi bawah tambahkan text “urutan bisa bermacam-macam”. Ketika tiba saatnya harus menerangkan marketing mix, tampilkan slide ini lalu terangkan:

Posted by Achmad Sjahid On December - 11 - 2007 4 Comments

Squash Pattern akan mudah dipahami dan dipraktekkan oleh mereka yang punya preferensi visual. Bagaimana dengan mereka yang preferensinya auditory? Apakah mereka tidak dapat mencicipi manfaat pattern ini? Atau sudah ada pattern serupa yang dirancang untuk preferensi auditory? Sambil menunggu, mungkin kita bisa coba jurus adaptasi ini. Saya sudah uji coba dalam pelatihan in-house di suatu BUMN. Ketika menginjak session pattern, ternyata separuh kelas punya preferensi auditory. Maka setelah dibagi menjadi dua, saya ajarkan dulu Squash Pattern untuk visual. Mereka yang auditory tetap ikut mendengarkan sehingga secara overall mereka sudah menangkap prosedurnya.

Posted by Achmad Sjahid On March - 7 - 2007 8 Comments

Anda mungkin sudah mengenal konsep “time line”. Atau mungkin sudah pernah mencoba menerapkannya. Dan mungkin beberapa di antara anda merasa gagal. Atau menganggapnya sebagai mustahil. Jangan keburu putus asa. Saya sendiri gagal ketika mencobanya pertama kali. Dan tetap gagal beberapa kali sesudahnya. Baru ketika mengikuti sertifikasi NLP, saya belajar tips & trick tentang konsep “time line”. Di situ saya belajar mengenai salah satu penerapan konsep “time line” yang dikemas dalam paket Sequential Mind Therapy. Teknik ini memungkinkan saya menelusuri masa lalu saya dan bila diperlukan “menulis ulang sejarah”. Apa yang sudah terjadi tetap tidak akan berubah. Yang berubah adalah cara  [ Read More ]

Posted by Achmad Sjahid On February - 19 - 2007 6 Comments

Catatan sejarah NLP (Neuro Linguistic Programming) bermula di California pada awal 1972 ketika Richard Bandler, mahasiswa University of Santa Cruz bersepakat dengan John Grinder, profesor bahasa, untuk mempelajari kesempurnaan keterampilan berkomunikasi. Kesempurnaan ini ditampilkan oleh beberapa orang yang terbukti mampu menyembuhkan klien yang tergolong “orang sulit” (atau bagi kebanyakan orang sudah layak disebut sebagai “mustahil”). Orang-orang yang terbukti mampu dan kemudian dijadikan model adalah: