Author Archive

Posted by Waidi Akbar On April - 10 - 2012 2 Comments

Hampir semua orang, apalagi seorang motivator, menganjurkan untuk tetap optimis dan hindari pesimis. Masuk akal memang, bila kebanyakan dari kita lebih suka optimis dari pada pesimis. Optimisme lebih membuka peluang untuk sukses dari pada pesimisme. Melalui optimisme, seseorang bisa merubah tantangan menjadi peluang. Bahkan melalui optimisme, masalah besar bisa menjadi kecil karena melalui optimisme akan muncul sejumlah alternatif penyelesaian masalah. Sebaliknya, pesimisme bisa menutup sejumlah peluang dan bahkan mematikan semangat. Dengan kata lain, ”Seorang pesimis melihat kesulitan pada setiap kesempatan tapi seorang optimis melihat kesempatan pada setiap kesulitan” (Andrie Wongso). Benarkah demikian? Tergantung bagaimana kita menempatkan keduanya secara tepat. Tidak  [ Read More ]

Posted by Waidi Akbar On April - 26 - 2011 1 Comment
waidi

”Sepandai-pandainya kita mengemas bahasa kebohongan, dengan kalimat dan susunan logika kuat dan mantap, tetap saja suara kejujuran menyeruak ke permukaan wajah.” Kejujuran tetaplah kejujuran, ia harus muncul ke permukaan untuk dikomunikasikan kepada orang lain. Kejujuran yang bersumber dari lubuk hati yang paling dalam, sang pengontrol mana benar mana batil, akan terus menuntut Anda sebagai pemilik alat komunikasi (mulut, lidah, bibir, pikiran, wajah dan tubuh) untuk menyampaikan pesan-pesannya secara otentik dan benar. Kita memang berkuasa untuk membungkamnya, bisa saja kita menahan kuat-kuat agar suara kejujuran itu tertahan. Apabila kita menahannya kuat-kuat suara kejujuran itu, artinya sama dengan kita sedang berbohong. Maksud  [ Read More ]

Posted by Waidi Akbar On November - 30 - 2010 6 Comments
waidi

Keseimbangan antara mental dan fisik perlu dijaga. Bahkan filsul Plato mengatakan bahwa pendidikan adalah mengharmonikan seluruh potensi diri, spiritual, emosional, mental (pikiran) dan fisik. Ada baiknya memang di tengah kesibukan kita menyisakan waktu untuk berolah raga Dalam NLP dikenal asumsi dasar bahwa ada harmoni antara pikiran dan tubuh. Pikiran mempengaruhi tubuh dan sebaliknya. Apabila kondisi pikiran seseorang lagi sedih atau katakanlah sedang mengalami depresi, maka kondisi tubuhnya pun jadi terlihat tidak semangat, jalan amat pelan, loyo, tidak begairah. Begitu pula bila kondisi pikiran lagi senang, wajahnya terlihat cerah, berseri-seri, bersemangat, jalannya pun mantap. Bukan hanya itu,  kondisi pikiran juga sangat  [ Read More ]

Posted by Waidi Akbar On November - 26 - 2010 5 Comments
waidi

SYUKUR PANGKAL SUKSES “Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku” (QS: Al-Baqarah ,152), ”Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa yang kufur (tidak bersyukur), maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya (tidak membutuhkan sesuatu) lagi Mahamulia” (QS: An-Naml, 40) Sering saya tanyakan kepada audience seminar atau training dengan sebuah pertanyaan: sukses dulu baru senang atau sebaliknya, senang dulu baru sukses? Hampir seluruh peserta memilih jawaban sukses dulu baru senang. Jawaban ini jelas keliru! Mestinya senang dulu baru sukses! Kapan senangnya bila harus nunggu sukses dulu? Boleh jadi tidak akan pernah merasa seang bila harus menunggu sukses  [ Read More ]

Posted by Waidi Akbar On July - 26 - 2010 8 Comments
waidi

Modeling secara harfiah berartti meniru, yakni meniru-pola-pola tindakan orang lain atau lebih tepatnya meniru tokoh yang diidolakan. Bila Anda memodel seorang juara tennis misalnya, itu artinya sedang meniru pola-pola perilaku dari pola pikir dan pola tindakan khususnya teknik-teknik memukul dan menerima bola tenis dan seterusnya. Memodel secara serius sesungguhnya, seseorang sedang memahami dan memvisualisikan dalam pikirannya dan setelah jelas gambaran pola-polanya, ia mengendapkannya dalam alam bawah sadar menjadi file (program). Sebenarnya teori yang mendasari modeling sangat sederhana: siapa saja meniru tindakan orang-orang sukses cenderung sukses; sebaliknya meniru orang gagal atau tepat meniru perilaku negatif ia cenderung menjadi gagal. Meski sesimpel  [ Read More ]

Posted by Waidi Akbar On June - 11 - 2009 6 Comments

Tulisan ini merupakan catatan kecil selama mengikuti Training Hypnotherapy Fundamental di Yanurindra School of Hypnotism di Jakarta, 6 Juni 2009. Saya beruntung mendapat kesempatan untuk duduk mengikuti kelas Hypnotherapy Fundamentalnya Pak Yan. Catatan saya yang pertama, bahwa training ini simple, mendasar dan cukup membekali peserta untuk menjadi seorang terapis atau seorang hipnotis panggung atau hypno stage. Metodenya dengan banyak praktik (workshop) sehingga peserta tidak terjebak dalam metode belajar verbalistik. Belajar yang baik adalah dengan cara melakukannya, bukan hanya sekedar melihat dan mendengarkannya. Catatan saya yang kedua, setelah menyimak, memperhatikan demo-demo yang diberikan oleh Pak Yan dan sekaligus mencoba mempratikannya, saya  [ Read More ]

Posted by Waidi Akbar On April - 24 - 2009 10 Comments

Setiap manusia pada dasarnya dikaruniai potensi kecerdasan agar dirinya sebagai individu bisa beradaptasi dengan lingkungan. Setiap manusia memiliki keunikan dan kecerdasan yang berbeda yang siap dikembangkan untuk disumbangkan dalam bentuk keterampilan kepada kehidupan. Perbedaan keunikan inilah yang menjadikan manusia saling belajar dan memberi keterampilan agar kehidupan ini menjadi dinamis dan bermakna. Kelebihan pada satu orang tidak dimiliki oleh orang lainnya dan sebaliknya. Hanya saja, potensi kecerdasan atau keunikan itu sering kali tidak teraktualisasikan seiring dengan waktu dan tempat di mana seseorang itu tinggal. Lingkungan keluarga dan sekolah dengan metode pembelajarannya justru sering sekali ”membenamkan” potensi seorang siswa. Tidak jarang, pembelajaran  [ Read More ]

Posted by Waidi Akbar On December - 23 - 2008 7 Comments

Seorang sahabat pembaca portalnlp.com bertanya, bagaimana agar dapat membedakan sistem representasi seseorang? Sebab dengan memahami sistem representasi seseorang akan memudahkan kita dalam menjalin komunikasi efektif. Apakah sistem representasi itu? Sistem representasi kalau diterjemahkan secara harfiah adalah sistem keterwakilan. Keterwakilan dalam hal apa? Keterwakilan seseorang dalam hal mengekpresikan triyunan informasi yang tersimpan dalam pikiran bawah sadarnya melalui pola mata dan pilihan kata yang ekspesikannya. Dengan gerakan-gerakan ekspresif tertentu, gerak bola mata, dan pilihan kata yang digunakan dalam mengungkapkan isi hati atau ide-ide tertentu, dapat dibaca atau dikalibarsikan ke dalam makna tertentu. Semisal, seseorang ketika ditanya: “Apa yang pertama kali kamu lakukan  [ Read More ]

Posted by Waidi Akbar On December - 10 - 2008 20 Comments

Ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya, sebab saya dikenal sebagai praktisi NLP dan dosen entrepreneurship di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto. Sebagai praktisi dan penulis buku NLP tentunya saya belajar bagaimana mempengaruhi atau memprogram pikiran orang lain; sebagai dosen entrepreneurship saya belajar teori bisnis berikut teori-teori penjualan (selling). Mestinya saya mampu menjual produk tertentu dengan mudah. Suatu hari saya mendapat tugas dari kantor untuk mengikuti pameran pembangunan, Teknologi Tepat Guna di Semarang. UNSOED mengikuti program ini dengan membuka satu stand di sana. Berapa produk unggulannya diantaranya adalah: pupuk organik ramah lingkungan, gula kelapa, bibit unggul padi gogo aromatik, mikroba efektif  [ Read More ]

Posted by Waidi Akbar On August - 18 - 2008 8 Comments

Ada pepatah yang mengatakan bahwa apabila seseorang menghendaki perubahan kecil maka rubahlah perilakunya, namun bila menghendaki perubahan besar rubahlah mental kita atau pikiran kita. Mental yang meyakini bahwa dirinya tidak mampu atau tidak berbakat untuk bisnis itulah yang saya maksud dengan mental block (bisnis). Tentunya masih banyak jenis mental block lainnya, namun dalam hal ini adalah mental block bisnis. Mental block ini terjadi karena salah program dari background dan masyarakat kita sendiri yang lebih memilih menjadi bangsa karyawan. Selama mental block ini belum bisa dirubah, sulit sekali merubah seseorang dari mental karyawan menjadi mental entrepreneur. Meski pun kita telah mendapatkan  [ Read More ]

Posted by Waidi Akbar On July - 3 - 2008 7 Comments

Sebagaimana  layaknya sebuah antenna radio atau televisi, fungsinya adalah untuk menangkap sinyal listrik atau gelombang agar kualitas suara/gambar lebih bagus. Biasanya semakin bagus antenna dan semakin tinggi antenna itu, maka semakin bagus daya tangkapnya. Jangakauan sudut tangkapnya lebih besar. Antena merupakan alat bantu untuk menerima dan meneruskan sinyal atau gelombang ke sebuah pesawat penerima yang dalam menerima sinyal itu juga menggunakan antenna penerima. Antenna perannya bisa sebagai pemancar (penerus) dan penerima sinyal atau gelombang. Tanpa bantuan antenna, sebuah gelombang elektomagnetis sulit terpancarkan dan sulit juga diterima oleh pesawat penerima.

Posted by Waidi Akbar On June - 25 - 2008 8 Comments

“Bila Anda fokus pada masalah, yang Anda peroleh adalah berbgai kemungkinan negatif; bila fokus pada penyelesaian masalah, yang Anda peroleh adalah berbagai peluang” (Stepphen Covey) Pikiran itu energi dan satu sifat dasar dari energi adalah membentuk.  Energi membentuk,  seperti energi listrik, energi ini tdak terlihat namun dapat dirasakan, dan merupakan sumber untuk membentuk energi lain, yakni dari setrum (arus) listrik dapat menggerakkan mesin atau menjalankan komputer. Saya katakan bahwa pikiran itu energi, karena pikiran kitalah yang akan menggerakkan aktifitas kita dan bahkan membentuk nasib kita. Apa pun aktifitas Anda hari ini dan bahkan nasib Anda hari ini merupakan hasil dari  [ Read More ]

Posted by Waidi Akbar On May - 25 - 2008 10 Comments

Modeling adalah teknik meniru atau memodel orang lain yakni tokoh yang dikagumi/diidolakan. Setiap orang yang sukses –idola katakanlah– pasti memiliki sebuah pola tindakan (pattern) yang bisa ditiru atau diduplikasi oleh orang lain. Seorang petenis unggulan misalnya, ia memiliki pola tindakan (pattern) baku yang dapat dipelajari oleh orang lain. Tindakan terpola itu misalnya: dimulai latihan-latihan rutin sebelum bertanding, persiapan di lapangan, cara serve yang bagus, cara menangkis bola lawan, hingga cara menyemes yang mematikan. Tahapan seperti itu dapat dikodifikasikan (ditulis) secara jelas sehingga dapat dipelajari oleh orang lain. Demikian halnya dengan seorang tokoh bisnis terkenal. Ia memiliki pola tindakan yang

Posted by Waidi Akbar On April - 12 - 2008 1 Comment

Pikiran itu energi. Sesuai dengan salah satu sifat dasar energi adalah membentuk. Energi membentuk, seperti energi listrik, energi ini tdak terlihat namun dapat dirasakan, dan merupakan sumber untuk membentuk energi lain, yakni dari setrum (arus) listrik dapat menggerakkan mesin atau menjalankan komputer. Saya katakan bahwa pikiran itu energi, karena pikiran kitalah yang akan menggerakkan aktifitas kita dan bahkan membentuk nasib kita. Apa pun aktifitas Anda hari ini dan bahkan nasib Anda hari ini merupakan hasil dari aktifitas energi pikiran kita. Pikiran –bekerja sama dengan niat (spirit)– menentukan aktifitas kita hari ini. Bermanfaat atau tidaknya sebuah energi sangat tergantung pada bagaimana  [ Read More ]

Posted by Waidi Akbar On March - 1 - 2008 11 Comments

Pikiran bawah sadar (PBS) bisa dikatakan cerdas bisa pula dikatakan bodoh. Dikatakan cerdas karena merekam semua informasi di sekitar kita baik yang kita sadari atau pun yang tidak disadari. Jadi pada saat Anda mengikuti sebuah training di sebuah ruangan ber-AC, pikiran sadar (PS) berkonsentrasi pada materi training, PBS tetap saja mencatat informasi yang dikirim oleh tubuh Anda tentang dinginnya ruangan. Sementara PBS dikatakan bodoh, karena salah satu sifatnya adalah tidak menganalisis, menerima apa adanya setiap informasi. PBS tidak bisa membedakan antara sebuah kejadian itu beneran atau kejadian itu bohongan. Ingin contoh, bila Anda suatu malam bermimpi dikejar-kejar orang gila, atau  [ Read More ]

Posted by Waidi Akbar On January - 4 - 2008 6 Comments

Fenomena apa yang terjadi di dalam dan di luar pikiran kita? Jawabannya adalah bahasa. Semua hal di luar diri kita, hanya dilambangkan dengan bahasa, baik bahasa yang berupa simbol-simbol tertentu maupun dalam bentuk huruf, kata dan kalimat hingga bahasa dalam bentuk isyarat dan musik. Semua benda asbrak dan benda kongkrit dilambangkan dengan kata-kata (bahasa). Pikiran tidak akan mampu mengenali dunia relaitas tanpa disimbolkan lebih dulu dalam bentuk bahasa. Penemuan huruf, mesin cetak dan revolusi industri di Eropa ditambah logika gramatikal bahasa dalam penyusunan kata-kata menjadi kalimat logis merupakan tonggak peradaban manusia di muka bumi. Bayangkan alam semesta dan seisinya dapat  [ Read More ]

Posted by Waidi Akbar On November - 24 - 2007 7 Comments

Meskipun para pakar kadang berbeda dalam menentukan jumlah prinsipdasar, namun beberapa prinsip berikut ini dapat mewakilinya. Prinsip ini sudah saya “dialogkan” dengan beberapa literatur sehingga –diharapkan— dapat mempertajam pemahaman NLP pada umumnya. 1. Map is not territory Asumsi ini paling sering digunakan oleh para pakar dan praktisi NLP. Bahwa peta bukanlah wilayah. Istilah ini gunakan oleh ahli matematika berkebangsaan Polandia Alfred Corzibski untuk menekan bahwa persepsi bukanlah wilayah realitas itu sendiri. Bahwa realitas eksternal (RE) berdebda dengan realitas internal (RI).

Posted by Waidi Akbar On July - 25 - 2007 5 Comments

Pertanyaan seorang mahasiswa terlontar pada suatu kesempatan. Ia sulit sekali untuk bisa menjadi serius dalam belajar. Mudah berubah pikiran dan goyah dalam konsentrasi belajar. Pertanyaan itu mengingatkan saya pada waktu masih kuliah di Universitas Terbuka. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)yang saya perolehpada semenster pertama model belajar jarak jauh kuliah ini hanya 1,5 (satu koma lima). Prestasi buruk ini tidak menjadikan saya patah arang. Tetapi sebaliknya, saya malah meningkatkan komitmen untuk belajar lebih serius. Saya berjanji pada diri sendiri untuk meningkatkan intensitas, kuantitas dan kualitas belajar.

Posted by Waidi Akbar On June - 14 - 2007 4 Comments

Dalam NLP dikatakan bahwa segala sesuatu di luar kita (realitas eksternal) netral. Kondisi pikiran kitalah (realitas internal) yang menjadikan seuatu yang netral itu bisa bisa berubah menjadi tetap netral, bahkan menjadi negatif atau positif. Bisa sebagai pemicu senang-sedih, sukses-gagal, atau loyo-semangat. Diri kita adalah penguasa kondisi pikiran tersebut. Oleh karenanya, kita harus pandai mengelolanya, agar kondisi pikiran susah bisa jadi senang, pikiran loyo pun bisa jadi semangat lagi. Kita tahu, bila pikiran loyo, maka badan juga loyo; bila pikiran cerah, kehidupan juga cerah. Pandai-pandailah mengelola pikiran. Jangan sampai pikiran terjebak dalam suasana yang meloyokan diri. Meskipun secara kodrati, secara alami  [ Read More ]

Posted by Waidi Akbar On May - 4 - 2007 20 Comments

Seorang mahasiswa peminat NLP bertanya bagaimana cara mengatasi rasa kantuk pada saat membaca/belajar? Adakah tip-nya? Khususnya saat-saat menghadapi ujian semester. Terserang kantuk saat membaca/belajar merupakan hal yang sangat umum dialami oleh banyak orang. Sepengetahuan saya, belum ada tip yang cespleng untuk mengatasi problem rasa kantuk saat membaca/belajar. Kalau pun ada, tip-tip juga masih subjektif sifatnya. Artinya, hanya pengalaman individual yang belum tentu cocok untuk orang lain. Di dunia terapi NLP pun belum ada yang secara khusus membahas masalah ini. Terdorong untuk sharing dengan pembaca, saya mencoba meracik tip ini. Kritik dan saran saya harapkan. Racikan tip ini tentunya dalam perspektif  [ Read More ]