Author Archive

Posted by Yan Nurindra On December - 30 - 2008 32 Comments

Di salah satu hari di ramadhan 2008, saya terlibat diskusi dengan Mas Ronny FR, yang mana beliau ini menurut saya termasuk orang yang agak langka, karena benar-benar memiliki attitude NLP yang sangat luar biasa ! Kami mendiskusikan beberapa tema-tema sederhana di sekitar materi Hypnotherapy, yang dikupas berdasarkan “map” NLP. Salah satunya adalah “perbedaan” filosofi dari teknik “Theater Method of Dissociation”, yang mungkin di NLP lebih dikenal dengan istilah “Fast Phobia Cure”. Jika di Hypnotherapy teknik ini bertujuan untuk memperoleh efek desensitization (berkurangnya sensitivitas) dengan pengulangan-pengulangan “film kejadian” melalui teknik dissociate dan associate, maka menurut Mas Ronny FR di NLP filosofinya  [ Read More ]

Posted by Yan Nurindra On December - 3 - 2008 17 Comments

Seri NLP Untuk Awam (Seperti Saya) Ups … apa pula ini ? Apakah Yan Nurindra akan menjelaskan Modelling di sarangnya jago-jago NLP ? He .. he … tentu tidak ….! Mana berani …..! Saya benar-benar hanya akan menjelaskan arti dan makna “Modelling” secara umum. Kenapa ? Karena pengunjung portal ini kan beragam, dan tidak semuanya punya otak “encer” seperti anda ….! Ada juga yang seperti saya, yang sampai lama sekali nggak paham-paham bahwa “NLP itu Modelling”, walaupun sudah ratusan kali membaca definisi NLP berikut ini yang mengandung kata “model” : A model of communication that focuses on identifying and using  [ Read More ]

Posted by Yan Nurindra On December - 2 - 2008 21 Comments

Lho apa ini ? Jangan terburu mengernyitkan dahi, karena yang dimaksudkan dengan Re-Mapping adalah memetakan ulang pengertian saya terhadap NLP itu sendiri. Karena untuk saya ternyata NLP dan NLP itu menjadi berbeda dari waktu ke waktu ! Sekedar ilustrasi, saya mempelajari NLP untuk pertama kalinya pada tahun 2000 sampai dengan tingkat Master, tetapi tanpa sertifikat, karena belajarnya sistem “sorogan” seperti di pondok pesantren, dengan tante saya sendiri yang merupakan Instruktur NLP, tetapi justru tidak memanfaatkan ke-Instrukturan-nya untuk melatih NLP secara pro, karena beliau terlanjur “terjebak” di kesibukan akademis untuk mengejar gelar Doktor. Nah pada periode ini saya mengenal NLP sebagai  [ Read More ]

Posted by Yan Nurindra On November - 15 - 2008 22 Comments

Artikel ini mungkin mengangkat kembali tema lama, yaitu mengenai relasi antara NLP dan Hypnosis. Akan tetapi saya tetap beranggapan tidak ada salahnya untuk diulas kembali, untuk memperkaya wawasan dari para pembelajar NLP. Minimal akan membantu mereka yang masih berkutat di ranah teorititis, dan masih gamang untuk meng-aplikasi-kan NLP. Sebelumnya saya paparkan sedikit, sekadar sebagai latar belakang. Saya adalah praktisi Hypnotherapy, dan juga pernah sedikit mempelajari NLP dengan metode belajar gado-gado, alias campur-sari dari berbagai sumber. Mulai dari seminar resmi, membaca buku secara otodidak, surfing di dunia maya, diskusi dengan teman-teman para pakar yang ada di portal ini, juga ditambah dengan  [ Read More ]

Posted by Yan Nurindra On August - 17 - 2008 11 Comments

Ringkasan Artikel Sebelumnya : Prinsip “Living at The Present” dimaksudkan untuk melahirkan reaksi-reaksi cerdas yang dapat membimbing kita untuk “menemukan” atau “merasakan” sinyal-sinyal dari alam semesta yang akan “menarik” kita menuju hal-hal yang kita ingin capai. Prinsip “Living at The Present” yang dipahami secara benar tidak akan menjerumuskan kita ke sikap hidup “pasrah” dan “apatis”, sebaliknya “Living at The Present” akan membimbing kita untuk selalu merevisi setiap planning kita agar selalu uptodate.

Posted by Yan Nurindra On August - 15 - 2008 10 Comments

Ringkasan Artikel Sebelumnya : Living at The Present atau kemampuan untuk merasakan dan memahami bahwa kehidupan riel sesungguhnya ada di saat ini dan disini merupakan salah satu dari “Life Style & Mindset” yang diperlukan dalam “LoA”. Living at The Present merupakan salah satu gerbang untuk memasuki rasa syukur, dimana kemampuan untuk selalu bersyukur pada setiap saat akan “menarik” rasa syukur yang lebih besar, dan rasa syukur yang lebih besar seringkali dikarenakan oleh karunia yang lebih besar pula.

Posted by Yan Nurindra On July - 24 - 2008 11 Comments

Mohon maaf, karena tulisan seri LoA ini baru dapat terbit kembali, dan kelihatannya saya masih agak gagap, karena format dari Blog ini ternyata baru dan yang pasti sangat bagus dan rapih …! Oke banget buat mas Ronny ! Sampai dimana ya waktu itu ? Ringkasan Artikel Sebelumnya : C.R.A.F.T. merupakan suatu teknik sederhana untuk mencapai kompetensi. Tetapi seperti halnya berbagai teknik Self-Programming lainnya, maka teknik-teknik yang ada tidak akan bekerja secara efektif jika kita tidak memahami dengan benar aspek-aspek dan filosofi dari apa yang akan kita “program”-kan. Oleh karena itu dalam menerapkan CRAFT untuk LoA, maka kita perlu mengkaji beberapa  [ Read More ]

Posted by Yan Nurindra On May - 11 - 2008 9 Comments

Ringkasan Artikel Sebelumnya : C.R.A.F.T. merupakan salah satu teknik sederhana untuk merubah Self-Image sehingga mencapai tahap kompetensi tertinggi, yaitu “Tidak Sadar Mampu” atau “Sub-Conscious Competence”. C.R.A.F.T. merupakan akronim dari Cancel, Replace, Affirm, dan Training, dimana teknik ini walaupun sederhana, tetapi memiliki efektifitas yang bagus, dengan catatan bahwa Self-Image yang ingin dicapai benar-benar didukung oleh konsep dan pengertian yang baik. ***

Posted by Yan Nurindra On May - 7 - 2008 11 Comments

Ringkasan Artikel Lalu : Konsep untuk memasuki gaya hidup “LoA” adalah holistik atau menyeluruh. Secara sederhana terdapat 3 pilar penting, yaitu : (1). New Paradigm (2). Basic Technique (3) Mindset & Lifestyle. Gaya hidup “LoA” adalah “mempercepat diri untuk memasuki pemahaman hukum kesemestaan”, bukan sekedar gaya hidup “kaget-kagetan” karena memperoleh sesuatu yang “ajaib”. Keajaiban harus dijadikan sebagai “katalisator” untuk mempercepat kompetensi. Self-Image merupakan salah satu obyek penting yang harus ditangani melalui berbagai teknik dasar (Basic Technique) yang sesuai untuk kita dalam rangka melakukan “Programming” maupun “De-Programming”. ***

Posted by Yan Nurindra On May - 5 - 2008 12 Comments

3 Pilar Dasar Ringkasan artikel yang lalu : Pada akhirnya, “kompetensi” merupakan dasar dari implementasi “LoA”. Tanpa upaya untuk mencapai kompetensi, maka “LoA” tidak ubahnya seperti permainan “Roulette”, terkadang kita menang, terkadang kita “apes”, dan tentu saja menjadi tidak ada artinya lagi, sama halnya dengan konsep “sial” dan “untung” yang telah kita kenal selama ini, walaupun kini dengan bahasa yang lebih “halus”, yaitu “apapun, semuanya merupakan hasil dari upaya kita” ! Sebaliknya, dengan spirit menuju kompetensi, maka permainan “Roulette” ini pasti akan “lebih sering” kita menangkan, soal bahwa itu “taruhan kecil” atau “taruhan besar”, adalah juga soal kompetensi ! ***

Posted by Yan Nurindra On May - 2 - 2008 4 Comments

Servomechanism & Kompetensi Ringkasan artikel lalu : Pada akhirnya seluruh yang kita peroleh atau kita dapatkan lebih dikarenakan “kecenderungan-kecenderungan” yang telah melekat dan telah menjadi “pola permanen”, atau disebut dengan “Servomechanism”. Sehingga fokus kita kini relatif lebih menyempit, yaitu bagaimana “menciptakan” Servomechanism yang “memberdayakan”, dalam arti dapat menciptakan gerakan-gerakan yang membawa kita ke berbagai obsesi dan tujuan dalam kehidupan kita. ***  

Posted by Yan Nurindra On May - 1 - 2008 4 Comments

Servomechanism Mari kita lanjut perbincangan mengenai “LoA”, dimana khusus untuk pembahasan “LoA” ini saya memang bertujuan “menyuguhkan”-nya melalui sudut pandang yang berbeda, yang mudah-mudahan dapat “memperkaya” siapapun para peminat teori “LoA”. Konsep terpenting dari “LoA” adalah “Hukum Ketertarikan” atau “Tarik Menarik”, dan kini saya akan mencoba membahasnya berdasarkan sudut pandang Psychocybernetic-nya Dr. Maxwell. ***

Posted by Yan Nurindra On April - 28 - 2008 7 Comments

Ericksonian mungkin seperti hal-nya NLP, menjadi amat sulit dipahami terutama jika kita tidak menyiapkan “sudut pandang” yang “benar” sebelum mempelajarinya. Belum lagi berbagai teknik yang bermain dengan “plesetan linguistic” yang aslinya diperuntukkan bagi mereka yang berbahasa dan berpikir dalam “bahasa inggris”. Terutama bagi praktisi “Classic Hypnosis” yang sudah “terbiasa” dengan memilah-milah kesadaran ke istilah-istilah “Conscious”, “UnConscious”, “Sub-Conscious”, “Pre-Conscious”, dll. dsb. dst., serta terbiasa dengan tahapan standar dalam “meng-hipnotis” (Pre-Induction, Induction, Deepening, Suggestion, Termination), maka Ericksonian menjadi “kurang asyik”, karena tidak langsung “to-the-point” ……. “klik” tidur …… lelap …. dalam …… ! ***

Posted by Yan Nurindra On April - 28 - 2008 2 Comments

Lho ? Kok “Ngericksonian” ? He … he … saya sedang membuat “sub-genre” baru …., agar nanti saya tidak diprotes kalau salah-salah dikit memaparkan Ericksonian ! Soalnya disini banyak pakar Ericksonian …. mendingan cari aman ajah …! Jadi jika pada artikel ini jika saya menjelaskannya “kebetulan benar” …. maka itu pasti “Ericksonian” ! Tetapi, jika penjelasan saya “kurang benar” atau “tidak standar” ….. ya sudah pasti itu adalah “Ngericksonian” …! Clear ….?! Ok ! Soalnya saya pikir Hypnosis itu seni …. sama seperti musik …. jadi pantas untuk bertumbuh dan berkembang … termasuk mengadopsi “local content” …! Dulu di ranah  [ Read More ]

Posted by Yan Nurindra On April - 25 - 2008 10 Comments

“Barang lama kemasan baru !” Katanya :  “pikiran berlimpah” akan “menarik keberlimpahan dalam bentuk riel”. Katanya :  “pikiran sehat” akan “menarik hal-hal yang akan menciptakan kondisi tubuh yang sehat”. Katanya :  “pikiran khawatir” akan “menarik realita yang benar-benar memperkuat kekhawatiran dimaksud”. Dsb ….. Dikatakan secara sederhana bahwa hal ini dikarenakan pikiran manusia dapat “memancarkan magnet” yang akan menarik kondisi yang bersifat selaras dengan “apa yang dipikirkan”, terlepas pikiran yang dimaksud adalah “baik” atau “buruk” ! Nah disini saya akan memulai …….. melalui teori empiris lainnya yang semoga dapat memperkaya wacana para peminat “Gaya Hidup LoA” ! ***

Posted by Yan Nurindra On April - 24 - 2008 11 Comments

Tulisan dari mas Ronny FR, yaitu “NLP Itu (Seharusnya) Mudah” menurut saya memiliki “makna” yang “dalam” untuk membangkitkan “kesadaran” NLP. Oleh karena itu, saya jadi “gatel” untuk menulis “jawaban” dari artikel tersebut ! Persis seperti lagu jaman 80-an, kalau ada yang ngetop, maka langsung dibuat jawabannya …. mudah2an ikut ngetop juga ! Ya anggap saja ini semacam lagu “Jawaban Hati Yang Luka” dari Betharia Sonatha ! Tetapi sebelumnya saya mohon maaf, karena sekali lagi karena saya ini hanya NLPer model “Rock ‘n Roll”, jadi mungkin akan banyak terminologi NLP yang “keserimpet”, walaupun saya yakin bahwa anda-anda-pun akhirnya akan faham walaupun  [ Read More ]

Posted by Yan Nurindra On April - 22 - 2008 15 Comments

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih terhadap rekan-rekan yang telah memberikan respon, baik secara terbuka, maupun yang langsung mengirimnya melalui email saya, karena mungkin dianggap berisikan hal-hal yang relatif sensitif. “Gaya Hidup LoA (Law of Attraction)” adalah salah satu pilihan diantara “sekian banyak” pilihan “gaya hidup” lainnya ! Tidak penting lagi dia “benar” atau “salah”, karena memang tidak seorangpun yang dapat “menjamin” kebenarannya ! Yang lebih penting adalah apakah masing-masing “gaya hidup” tersebut dapat “memberdayakan” kita ? Seringkali bukanlah “gaya hidup”-nya yang “salah” atau “benar”, tetapi konsistensi dalam sikap bathin kita yang seringkali justru menimbulkan masalah besar ! ***

Posted by Yan Nurindra On April - 22 - 2008 3 Comments

Dalam dunia Hypnotherapy, modifikasi dari satu metode ke metode lain merupakan hal yang biasa, karena sekali lagi bahwa kita tengah berhadapan dengan superkomputer tercanggih di jagad semesta, yaitu “otak manusia” ! Berikut ini saya akan “sharing” suatu metode Hypnotherapy, yang saya sendiri tidak yakin apakah metode ini pernah dibahas atau belum pernah sama sekali di bahas di buku-buku atau jurnal-jurnal Hypnotherapy ?. Karena metode ini merupakan hasil penalaran dari pengalaman empiris saya dalam menangani Client di TranzCare, dimana secara rata-rata saya melakukan treatment sebanyak 4-5 session per-hari (durasi 1.5 jam per-session). Sekaligus saya mohon comment dari para pakar NLP dan  [ Read More ]

Posted by Yan Nurindra On April - 19 - 2008 4 Comments

Berikut ini saya ingin berbagi satu hal yang mungkin sangat “remeh-temeh”, tetapi mungkin dapat bermanfaat untuk menambah perbendaharaan bunga-rampai “A-Z” bagi rekan-rekan yang juga berprofesi sebagai Trainer. Saya lebih banyak melakukan pelatihan berupa “Public Training” dibanding dengan “In-House Training” ataupun “Corporate Training”, sehingga tips ini berguna terutama bagi anda yang juga sering tampil dalam “Public Training”, walaupun dengan sedikit modifikasi, rasanya dapat juga diterapkan secara efektif pada “In-House & Corporate Training”.

Posted by Yan Nurindra On April - 18 - 2008 12 Comments

Saya coba menimpali saja tulisan rekan “Gim Hok” yang ditulis sebelum ini, kerena memang “The Secret” adalah suatu fenomena “luar biasa” ….. “booming” “gempar” pokoknya sekali lagi “rrrrruar biasa” ! Dalam kancah atas nama “motivasi” atau “pemberdayaan diri” …. akhirnya terpolarisasi 2 kubu … antara yang “setuju” dengan fenomena “the secret” … ada pula yang komentar-nya “ah ember aja tuh The Secret” … yang berkelimpahan cuma Rhonda Byrne dengan konco-konco-nya ! Emang nasib orang cuma sekedar “dirasa-rasakan” trus benar bisa “menarik” realita ? Kehidupan kok dianggap “lemper” ..? Penyet sana penyet sini … trus jadi ! He … he …  [ Read More ]