Sahabat pembaca portal NLP yang mengagumkan.
Pengalaman menakjubkan yang saya alami ini tak mampu saya rahasiakan. Saya tidak sanggup menyimpannya sendiri saja dalam ingatan saya . Saya pikir begitu juga yang dialami peserta HUMOR GROUP THERAPY di Surabaya, Sabtu 6 Juni 2009.
Semakin terlibat dalam kegiatan memandu sebuah proses pembelajaran, membuat saya yakin bahwa sebenarnya sayalah muridnya, dan para peserta adalah Guru-Guru terbaik yang selalu memperkaya khasanah ilmu.
***
“Karena saya trainer pada training-training motivasi, saya ingin mempunyai kemampuan humor dan membuat kelas training saya hidup penuh gelak tawa dan semangat” kata Mas Doblang.
“Lho, saat Anda mengungkapkan kalimat barusan, dengan nada tersebut, apakah ada gelora yang membuat Anda tergerak ?” . Tanya saya.
“ Tidak, pak datar-datar saja”.
“Humor Anda ini sungguh hebat, Mas. Anda punya keinginan membangkitkan motivasi orang lain, namun Anda sendiri tak termotivasi” Peserta lainnya tertawa.
“Bisa jadi Anda lupa bahwa memotivasi orang itu hanya dapat Anda lakukan bila Anda sendiri pun tergerak oleh kalimat Anda!” . Peserta lainnya tertawa.
***
Sungguh ! Mas Doblang ini mencuri perhatian saya. Caranya menggerakkan badan nyaris seperti robot. Langkahnya, bicaranya, bahkan mimik wajahnya nyaris datar-datar saja.. Saat berbicara cenderung pelan, monoton dan wajahnya hanya memperagakan sedikit ekspresi.
Usai menjelaskan konsep SUBMODALITY, saya mengundang 2 peserta untuk duduk di kursi HUMOR. Maju ke depan Mas Doblang si wajah robot dan Mas Guyu, yang kerap membanyol dan membangkitkan tawa. Lalu saya meminta kepada keduanya untuk memasuki pengalaman yang dalam benak mereka adalah pengalaman HUMOR.
Saya takjub. Mas Guyu dengan mudah masuk ke dalam pengalaman Humor. Kalibrasi wajahnya sudah berubah. Mesem-mesem, perutnya bergerak-gerak, bahkan mulutnya ditutup mencoba menahan agar tawa meledak.
Saya kagum. Mas Doblang perlu waktu lebih lama memasuki pengalaman Humor. Kalibrasi wajahnya tetap saja seperti pada saat perkenalan. Wajah tegang, ekspresi datar, pipi tak berona, bibir melengkung ke atas tanpa senyum.
Setelah itu, saya menggali submodality mereka dan menuliskan hasil perbandingan submodalitynya di kertas flipchart.
VISUAL Guyu Doblang
Jumlah citra banyak Satu
Bergerak/diam bergerak Diam
Ukuran besar Kecil
Bentuk jelas Hablur
Warna/hitam-putih warna hitam-putih
Fokus/tidak focus focus tidak focus
Terang/gelap terang gelap/samar
Lokasi di depan di belakang
Bingkai/tidak bingkai indah tak berbingkai
Datar/3 Dimensi 3 dimensi Datar
Pelaku/Penonton pelaku Penonton
Dekat/jauh dekat Jauh
AUDITORY Guyu Doblang
Volume sedang Sunyi
Tinggi nada sedang Rendah
Timbre - -
Tempo aneka Lambat
Nada melodi Monoton
Irama Riang Datar
Waktu sebentar Lama
Arah suara stereo Mono
Harmoni - harmoni
KINESTETIK Guyu Doblang
Lokasi pada tubuh menyebar tidak jelas
Sensasi raba menyebar tidak tahu
Suhu hangat Dingin
Detak jantung ragam Lambat
Tarikan nafas ragam Lambat
Tekanan tidak ada ada tekanan
Berat ringan Berat
Intensitas - -
Gerak/arah gerak Diam
OLFACTORY/
GUSTATORY Guyu Doblang
Manis - -
Asin - -
Asam - -
Pahit - -
Pedas - -
Kecut - -
Gurih gurih -
Aroma ada aroma -
Fragrance - -
Ketajaman bau - -
“Wow,…. Masya Allah, ternyata beda!”. Demikian komentar peserta lainnya. “ Seperti peserta lainnya, saya juga takjub kepada kawan dari Doblang yang menguraikan pengalaman Humor dengan submodality seperti itu.
“Mas Guyu, apa value Anda tentang Humor sebelum Anda hadir dalam pembelajaran ini? “ tanya saya.
“Bagi saya humor itu ibadah, humor itu keseharian saya dan humor itu dimodelkan oleh Nabi bahkan oleh Tuhan”. Katanya sambil menahan gelak.
***
“OK, nah, mas Doblang, apa value Anda tentang Humor sebelum ikut pembelajaran ini? ”Bagi saya humor itu membuat kita bisa turun derajat, dipandang kurang serius bahkan kehilangan kharisma dan kewibawaan”. Katanya dengan nada datar.
“OK, mas Guyu, terima kasih, silakan kembali ke kursi Anda. Sementara mas Doblang, tetap duduk di kursi humor ini.” . Peserta lainnya tertawa.
***
“Mas Doblang, apakah benar panjenengan menginginkan mempunyai kemampuan humor, agar antara lain, kelas-kelas training motivasi Anda lebih hidup dan bergairah? “
“ Benar, kang…!
“Tapi ada resikonya lho mas, seperti value yang Anda miliki saat ini, kalau anda punya kemampuan humor, anda malah bisa turun derajat, dipandang kurang serius bahkan kehilangan charisma dan kewibawaan. Apa benar anda siap dengan resikonya?”.
“ Sampai detik ini, melihat peserta-peserta lain yang lebih sukses, value saya bisa saja saya ubah. Kayaknya mereka ok-ok saja tuh. Punya kemampuan untuk serius. Bahkan Mbak Seuri yang leluconnya saru saja saya pandang lebih memiliki wibawa dan harisma, bahkan mereka lebih menikmati hidup. Lebih nyantai. ”
***
“ Bener nih pengen punya kemampuan humor?, apapun resikonya.“
“Bener, kang !!! . Saya iri, ingin dapat merasakan humor seperti Mas Guyu merasakan Humor. Saya ingin merasakan humor seperti Mbak Seuri mudah melepas tawa”.
“ Memang menurut Anda, apa yang dirasakan Mas Guyu tentang humor..?
“ Kayaknya menyenangkan … Ya…!”
***
“ Baiklah kalau begitu, nah pengalaman apa dalam hidup Anda yang anda pandang menyenangkan? Ada sebagian orang yang mengatakan pengalaman saat pertama kali jatuh cinta, ada pengalaman malam pertama, saya tak tahu pengalaman Anda…?”
“ Pengalaman jatuh cinta aja deh Kang…” katanya. Pipinya merona merah, senyum mengembang, Ada gerakan mata cepat dan berbinar.
***
“ OK baik, prosesnya sama seperti tadi, perlahan saja kembangkan senyuman Anda, santai saja, perlahan-lahan tutup mata Anda, dan biarkan diri Anda berwisata ke kejadian saat Anda pertama kali merasakan Jatuh Cinta! Saat anda datang di gerbang pengalaman Jatuh Cinta, Cobalah berbagi pengalaman itu kepada kita. Tidak perlu mengatakannya. Cukup memberi tanda dengan menggerakkan salah satu jari tangan kanan Anda. Ini memberitahukan kepada saya dan peserta lain bahwa Anda sudah berada di pengalaman jatuh Cinta”. Setelah beberapa detik, jari telunjuk tangan kanan Mas Doblang bergerak kencang”.
“OK Baik, hadirkan kembali seluruh pengalaman indrawi Anda pada saat itu. Apa yang Anda lihat ?! Apa yang anda dengar ?! Apa yang anda hirup ?! Apa yang anda kecap ?! apa yang anda sentuh ?! Beranikanlah dan ijinkanlah diri Anda untuk alami kembali pengalaman indah saat Jatuh Cinta. Kapanpun menurut Anda, anda sudah mengalami kembali saat ini Jatuh Cinta dengan utuh, silakan Anda buka mata, cukup tersenyum dan tak perlu bocorkan rahasia kepada peserta lainnya”. Peserta lainnya tertawa.
Beberapa detik kemudian Mas Doblang membuka mata, senyum berkembang, dan tangan kanannya diarahkan ke depan muka, menutup mulutnya menahan tawa.
“Baik, menurut Pak Wiwoho dan kang Mas Ronny, mentor-mentor NLP saya. NLP itu content free. Jadi tidak perlu diungkap,tidak perlu bocorkan baik sedikit atau banyak, saya khawatir peserta lain terangsang oleh cerita Anda” . Peserta lain tertawa.
Nah, kembali ke SUBMODALITY pengalaman menyenangkan Anda, saat jatuh cinta. Saya akan mengajukan pertanyaan rinci dari daftar SUBMODALITY, urutan prosesnya seperti tadi.
Berikut adalah data hasil elisitasi SUBMODALITY Mas Doblang saat jatuh cinta.
VISUAL
Jumlah citra Banyak
Bergerak/diam Bergerak
Ukuran Besar
Bentuk Jelas
Warna/hitam-putih Warna
Fokus/tidak focus Focus
Terang/gelap Terang
Lokasi di depan
Bingkai/tidak bingkai indah
Datar/3 Dimensi 3 dimensi
Pelaku/Penonton Pelaku
Dekat/jauh Dekat
AUDITORY
Volume sedang
Tinggi nada Sedang
Timbre -
Tempo Aneka
Nada Melodi
Irama Riang
Waktu Sebentar
Arah suara stereo
Harmoni HarmonI
KINESTETIK
Lokasi pada tubuh menyebar
Sensasi raba menyebar
Suhu hangat
Detak jantung cepat
Tarikan nafas ragam cenderung cepat
Tekanan tidak ada
Berat ringan melayang
Intensitas -
Gerak/arah gerak
OLFACTORY/GUSTATORY
Manis -
Asin -
Asam -
Pahit -
Pedas -
Kecut -
Gurih Gurih,
Aroma ada aroma
Fragrance ada fragrance tertentu duh masih terasa di hidung
Ketajaman bau sedang lembut
“Terima kasih, Mas Doblang, Anda benar-benar GURU bagi saya dan peserta lainnya”
“ Sama-sama, kang…!”
“ Apakah submodality Anda saat merasakan Humor sama dengan saat anda mengalami jatuh Cinta?
“Beda pak…
“ Bila anda bandingkan antara submodality Anda mengalami jatuh cinta dan submodality mas Guyu alami humor, apa pendapat Anda?
“ Kayaknya hampir banyak sama, Ya…
“ Jadi Humor versi submodality siapa sih yang Anda inginkan? Versi Anda atau versi Mas Guyu? “
“ Versi Mas Guyu campur versi Jatuh Cinta saya mas… Hahaha
“ Anda ini kok senyum-senyum terus, Apa sudah ketemu jawabannya menemukan Humor melalui SUBMODALITY?
“ Saya dapat insight aja Kang”
“Apa insightnya?”
“ Saya hanya perlu mengotak-atik submodality saat saya mengindrai pengalaman HUMOR sebelumnya, dan mengalaminya seperti submodality saat mengindrai pengalaman Jatuh Cinta”
“ Baik, mari saya pandu, sambil melihat kembali apa yang sudah kita tulis di flipchart.
***
“ OK dapatkan gambaran HUMOR anda sebelumnya,…
“Ya sudah dapat…
“ Mulailah anda coba ubah citra gambarnya menjadi banyak…
“ Baik pak….saya bisa…
” lalu, buatlah pelan-pelan saja gambar yang Anda lihat diam pelan-pelan saja , perlahan menjadi bergerak…”
“ OK….ya …!
“ kemudian, ukurannya yang tadinya kecil biarkan perlahan dan pasti seperti zoom membesar…!
“ Lanjut…
“ Apa perlu saya pandu terus….
“ OK kang , bisa sendiri…..
VISUAL HUMOR JATUH CINTA
Jumlah citra satu banyak
Bergerak/diam diam bergerak
Ukuran kecil besar
Bentuk hablur jelas
Warna/hitam-putih hitam-putih warna
Fokus/tidak focus tidak focus Focus
Terang/gelap gelap/samar terang
Lokasi di belakang di depan
Bingkai/tidak Tak berbingkai bingkai indah
Datar/3 Dimensi datar 3 dimensi
Pelaku/Penonton penonton pelaku
Dekat/jauh jauh dekat
“Selanjutnya, silakan ubah submodality auditory”
“Baik….!”
AUDITORY HUMOR JATUH CINTA
Volume sunyi sedang
Tinggi nada rendah Sedang
Timbre - -
Tempo lambat Aneka
Nada monoton Melodi
Irama datar Riang
Waktu lama Sebentar
Arah suara mono stereo
Harmoni harmoni HarmonI
“Nah, sekarang, ciptakan submodality Kinestetik”
“ Semakin mudah aja nih…”
KINESTETIK HUMOR JATUH CINTA
Lokasi pada tubuh tidak jelas menyebar
Sensasi raba tidak tahu menyebar
Suhu Dingin hangat
Detak jantung Lambat cepat
Tarikan nafas Lambat ragam cenderung cepat
Tekanan ada tekanan tidak ada
Berat Berat ringan melayang
Intensitas - -
Gerak/arah Diam gerak
“OK ini terakhir, saat ini alihkan semua submodality Olfactory/Gustatory”.
“ Siap, laksanakan…!”
OLFACTORY/
GUSTATORY HUMOR JATUH CINTA
Manis - -
Asin - -
Asam - -
Pahit - -
Pedas - -
Kecut - -
Gurih - Gurih,
Aroma - ada aroma
Fragrance - ada fragrance tertentu duh masih terasa di hidung
Ketajaman bau - sedang lembut
“ So jadinya gimana nih HUMOR anda…saat ini”
“ Amboiiiii, seperti Jatuh Cinta rasanya….enak tenan kang…hahahaha. Akhirnya saya bisa menikmati apa yang selama ini orang lain nikmati melalui humor. Hahaha. ”.
***
“ So, sekarang sambil Anda tetap duduk di kursi humor ini, dan mendengar gemuruh tawa rekan-rekan serta merasakan rona merah di wajah Anda, perlahan tutup mata Anda dan rasakan kembali HUMOR dalam seluruh submodalitynya. Alirkan state humor ke seluruh tubuh Anda. Perbesar dan silakan buat saklar pemicu (anchor).”
“ Sekarang, silakan Anda ciptakan gambaran yang Anda inginkan saat Anda mempunyai kelas pembalajaran. Ciptakan saat Anda menyiapkan diri dari rumah, saat Anda mengecek ruangan, saat peserta datang dan duduk di kursi, saat Anda memulai kegiatan training dan menutup kegiatan training. Buatlah dalam gambaran lengkap meliputi seluruh submodality, dan indrailah pengalaman itu seperti terjadi sekarang!”
“ Saat anda telah mengindrai apa yang Anda inginkan sekarang, dan state itu anda rasakan kuat sekarang, amplify state tersebut dan buatlah anchor. Setelah Anda merasakan bahwa Anda mantap sebagai trainer yang penuh humor dan mampu memunculkan motivasi dari diri sendiri dan menggerakkan motivasi peserta, anda dipersilakan perlahan membuka mata dan mengucapkan hamdalah”.
Tak lama kemudian Mas Doblang perlahan membuka mata dan berkata lirih “ Alhamdulillah…”.
***
“ Mas Doblang, apakah maksud kedatangan Anda hari ini ke pembelajaran ini sudah tercapai?
“ Alhamdulillah…. Saya termotivasi, saya jadi terpikir cara-cara menciptakan humor , dan ternyata cukup mudah. Hanya dengan mendaur ulang dan mengemas SUBMODALITY…!
“ Apa iya mudah…?
“ Ya mudah lah…. Setelah tahu caranya.!!!”
“ Hahaha
“ Hahaha
***
Pun Sapun Ampun Paralun
Pakena Gawe Rahayu, Sangkan Nanjung di Juritan Nanjeur di Buana.
Asep Haerul Gani
CATATAN :
Sebagai ungkapan humor atas komentar terhadap artikel ini, panduan latihan humor group therapy.pdf akan dikirimkan kepada Anda.



99 Comments
selamat siang (saya nulisny di siang hari,!)
saya adalh pemula dalam nlp,
dan kebetulan agak terbantu dalam atikel ini,
yang say ingin tanyakan apakah ada seminar seminra yang terdekat yang akan diadakan di surabaya, karena kebetulan saya berdomilsil di surabaya,?
Selamat siang pula mas Dermawan,saya pun pemula dalam NLP, saya bersyukur bila artikel ini membantu Anda dalam hal tertentu.
Tanggal 15 Agustus 2009 bertempat di Hotel Clarion Makassar kami menyelenggarakan Workshop Humor Group Therapy. Tanggal 16 Agustus 2009 di tempat yang sama akan menggelar Ericksonian Hypnotherapy (fundamental level). Bila bapak berminat untuk ikut serta silakan kontak Ibu Ismarli Muis, Psikolog di 0811443937
Rekan saya di Jombang berencana mengadakan workshop dan mengundang saya sebagai pemandu untuk kalangan pendidik dengan memanfaatkan ide-ide dari NLP dan Ericksonian Hypnotherapy pada tanggal 29-30 Agustus 2009.
Lebih lanjut saya akan kontak Anda via japri.
Terima kasih
Asep Haerul Gani
Mantafff, emang jadi mudah semuanya kalo tahu ilmunya

Jadi bisa bandingin dg ajaran quantum ikhlas-nya Kang Erbe Sentanu, dg teknik me’rasa’kannya dan visualisasinya serta ikhlas dan pasrahnya
Jaya selalu NLP, smoga bisa lebih banyak orang yg mempelajarinya…amiiin
Salam,
HasMuk
Pak Hasan Mukti,
Terima kasih,Anda benar,dengan ilmu,kehidupan menjadi mudah. Apa yang disampaikan mas Erbe Sentanu,sahabat saya, hormat untuk beliau bila dikaji dari sudut pandang NLP memanfaatkan keseluruhan sistem representasi dan submodalities, sehingga Ikhlas pun melalui pengalaman panca indra, lihat, dengar, kecap, hirup dan raba-rasa.
Amiin,
Salam , Asep Haerul Gani
setelah membaca tulisan kyai Asep Haerul Gani tentang submodalitis…keingginan rahmi untuk nyantern di tempat kyai makin bertambah…sekalilagi rahmi meminta..terimalah rahmi jadi murid kyai…
rahmi menunggu undangan untuk berguru dengan kyai..
Ananda Rahmi,
Seperti saya pun menjadi murid kehidupan,Anda pun sama. Dalam tradisi pesantren tidak ada Kyai yang mengundang calon santri untuk belajar. Santrilah yang datang mencari dan melewati seluruh ujian untuk diterima dan masuk di sebuah pesantren.
Sukses untuk Anda
Asep Haerul Gani
saya, belum paham antara humor dan nlp ?
Pak Jonson,
Teknik NLP yang digunakan adalah mengkodifikasi state humor menggunakan edit submodalities dan memakai kode tersebut pada pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan, dengan cara tersebut maka peristiwa setidak menyenangkan apapun dikodekan dalam state humor.
Akan semakin paham bila Anda mengikuti workshop HUMOR GROUP THERAPY.
Terima kasih
Asep Haerul Gani
Kira-kira Worshop Humor Group Terapi ini manfaatnya apa ya Mas buat pribadi? Apakah saya jadi lebih tinggi sense of umornya? atau saya bisa mensetting kapan saya ingin tertawa karena sesuatu jadi lucu meskipun dalam keadaan biasa tidak lucu? atau gimana?
Tks
Kira-kira Workshop Humor Group Terapi ini manfaatnya apa ya Mas buat pribadi? Apakah saya jadi lebih tinggi sense of umornya? atau saya bisa mensetting kapan saya ingin tertawa karena sesuatu jadi lucu meskipun dalam keadaan biasa tidak lucu? atau gimana?
Tks
suatu pengalaman menarik belajar NLP!! ^^
tak disangka, dengan mengatur submodality yang kita punya, akan dengan mudah mengubah penampilan kita di depan audience.. hehe
sebagai anak bau bawang merasa binggung sedikit binggung dengan tulisan ini, maklum ngk tau banyak tentang NLP. Pernah belajar hypnotherapy cuman belum maksimal…. semoga mendapat pencerahan dari baca2 di web ini… maturnuhun
sebagai anak bau bawang merasa sedikit binggung dengan tulisan ini, maklum ngk tau banyak tentang NLP. Pernah belajar hypnotherapy cuman belum maksimal…. semoga mendapat pencerahan dari baca2 di web ini… maturnuhun
Bung Jojo,
Anda benar, bahkan tidak perlu utak-atik masa lalu pun Anda mampu menyelesaikan masalah Anda dan mendapatkan apa yang anda inginkan. Selamat berlatih terus Bung!!!
Semoga Anda bahagia.
Asep haerul Gani
Mas Haryadi, cukup belajar seperti anak kecil, mengunakan kecerdasan tubuhnya (bukan hanya kecerdasan otaknya) sehingga semuanya meresap ke dalam diri Anda,dan kesadaran yang paling canggih dari dalam diri Anda akan mengirimkannya menjadi mudah.Mengikuti kegiatan training belum dinyatakan sebagai belajar yang utuh. Agar utuh, anda perlu melatihnya, bereksperimen dan menemukan keunikan dan teori dari hasil eksperimentasi Anda.
Pencerahan itu langkah seperti Pramuka membuat api dengan menggesek-gesekkan 2 kayu kering di atas tumpukan jerami kering,sehingga perlahan keluarlah titik api. Perlu usaha yang serius untuk mendapatkannya. Anda mampu bila Anda memang benar-benar mau.
Salam hangat.
Asep Haerul Gani
Mas Slamet,
Manfaatnya buat diri pribadi 1) mampu memilih sikap yang kreatif dan tepat sehingga Anda menjadi Subyek bukan Objek, 2) Melatih sense of humornya, 3) mampu mensetting kapan saya ingin tertawa karena sesuatu jadi lucu meskipun dalam keadaan biasa tidak lucu dan 4) Mampu memanfaatkan energi riang dan tawa sebagai resources untuk kehidupan.
Salam Humor
Asep Haerul Gani
Tks
sepakat kang, humor bisa mencairkan ‘menara es’ antara diri kita dengan orang yang kita benci -begitu terekam kuat dalam alam bawah sadar kita- meski kita kadang berusaha ‘memoles’ diri untuk menutupi hal itu. namun ke-kaku-an antara diri kita dengan orang tersebut tetap saja akan dimunculkan oleh bahasa tubuh kita. semoga dengan kita bisa berhumor dengan orang tersebut kita mulai bisa mengikis kebencian kita dan lama kelamaan akan mengjacurkan ‘menara es’ yang kita bangun dalam pikiran alam bawah sadar kita.
salam nlp…………………………………….
Luar biasa.. Siiipp.. Maknyuss.. Manakala membacanya saja SMD saya dah ikut ter-map accross… hehe..
)
Luar biasa kang..
Saya justru jadi belajar banyak dari artikel ini yang penuh dengan ilmu, terimakasih banyak kang.. Semoga menjadi amal sholeh yang berlimpah.
Salam,
Mas Danu, humor itu memanaskan hingga kekakuan yang dingin dan beku mampu mencair sehingga hubungan antar insan menjadi lebih akrab.
Salam NLP
Mas Adithia, Selamat ber-SMD dan ber-map accross terus untuk memperoleh kehidupan yang Anda inginkan.
Asep Haerul Gani
Bung Azzam,
Selamat mempelajari,bereksperimentasi, menyempurnakan dan menyebarkan, sehingga amal sholeh Anda berlimpah ruah.
Salam,
Asep Haerul Gani
Kang Asep,
Alhamdulillah mantepp pisan artikelnya, kemaren sy reunian sama teman2 kuliah dulu, ada satu teman yg selalu bikin suasana jadi seru dan penuh gelak tawa, saya selalu kagum dgn karakternya ini dan kalo dulu bahkan suka ngiri sama dia, humor memang bikin hidup lebih indah, seru, dan ringan
.
Nahh setelah membaca artikel kang asep saya jadi tersadar dan terpacu semangat untuk mulai selalu menjalani hidup selalu dgn humor dan keceriaan, menyadari bahwa kemampuan humor ini memang sudah ada didalam diri kita, bahwa dengan mudahnya kita tinggal memutuskan saja untuk menyalakannya… lalu…ya mulai ber- hehehe hahaha hwahahaha hihihihi …
Salam,
Aryandi
Wah… wah… wah…
Berarti sifat dasar itu bisa berubah lewat NLP ya? (maklum baru kenal NLP)
Bung Aryandi, silakan dimodel sang sahabat, sehingga kebahagiaan selalu dihadirkan dalam kehidupan Anda. Sukses!!!
Bang Arif,
Humor, berdiam diri, serius adalah sebuah keterampilan bukan sifat dasar. Karena itu dapat diubah, diedit dan dipelajari.
Sukses!!!
Saya sangat terkesan dengan metode humor ini, saya memang sering membuat orang tertawa.
namun, terkadang itu terasa hambar bagi diri sendiri.
setelah membaca artikel Bapak, saya pikir saya harus mencobanya agar saya dapat menikmati humor2 yang saya dapatkan dalam pengalaman hidup saya.
Sahabat Yoel,
Niatkanlah dari rumah setiap hari untuk membangkitkan rasa bahagia dan ingin berbagi kebahagiaan kepada orang lain. Munculkan rasa riang tersebut dan alirkan kepada seluruh tubuh Anda, dengan demikian akan terasa riang terus sepanjang hari. Sahabat anda riang, anda pun riang.
Salam Humor.
Lamper Tengah Semarang, 2 Desember 2009
Asep Haerul Ganu
tulisan2 dari kang asep memang mantaf dan men insfirasi saya..ditunggu tulisan2 lainya kan…
Kang Tressa,
Cing atuh kang meni stereotip pisan pahili antara p,f sareng v teh. Haturnuhun sudah mampir di portal. Silakan simak tulisan berikut.
Asep Haerul Gani
Asw. Salam kenal kang..
Saya mendapat pencerahan banyak dari artikel akang… ini membantu saya memahami NLP dengan lebih baik..
maklum saya sedang belajar mengenal NLP, kang… jika ada training NLP, saya juga ingin ikut kang.. biar orang awam kayak saya bisa melek NLP kang..
Nuhun pencerahannya kang..
Salam
Melly Puspita Sari
0819-9099-9899
Wassalamu’alaykum Wr Wb
Salam kenal pula.
Saya hampir jarang menyelenggarakan training NLP, lebih banyak applied NLP.
Untuk training2 Ericksonian Hypnotherapy hingga ahir tahun 2009 dengan jadual sbb.
1) Ericksonian Hypnotherapy – Fundamental level, 12-13 Des 09, Tasikmalaya. Hubungi Adam Nova 081802037981
2) Islamic Hypnotherapy di UII Yogyakarta. Hubungi Ardie Adami 085228862765
Terima kasih
Salam
Asep Haerul Gani
Kang Asep,
Mugia sing tambih di jagjagwaringkaskeun kunu kagungan jagjag ameh tiasa nambih mangpaat kanu sanes.
Anchor ??? hmmm, kata yang sering saya baca 2 minggu belakangan ini. Salam kanggo kang Asep sakulawargi ti abdi di Purwakarta. Cag.
Salam
AST
Kang Salamun,
Amiin Ya Robbal Alamin.
Salam oge kangge kulawarga Akang di Purwakarta.
Jagjag sapaneja Inya.
Asep Haerul Gani
Ketemu Lagi sama Kang Asep tambah menyenangkan..artikel kang Asep bisa jadi Obat.
saya termasuk orang yang kurang bisa humor..jadi sering hambar jadinya suasana gak mood nyebelin kalau ngomong sama orang .
Semua penjelasan kang Asep telah menambah ilmu baru buat saya
Matur nuwun kang
Sunarso
Lean Change Agent – PT. Ecco Indonesia
E- Mail : snr@ecco.com
Office Phone : 031-8964555 – Ext : 2525
Mobile : +6281331980594
Pak Sunarso,
Ibarat keterampilan humor perlu dilatih sehingga Anda lebih nyaman memilih sikap yang membahagiakan diri sendiri dan karena itu mampu membangkitkan energi kebahagiaan pada orang lain.
Terima kasih,
Asep Haerul Gani
apakah itu tergantung value seseorang tentang guyon itu sendiri ya pak?
soalnya saya sering salah juga kalau humor pada orang yang salah..
trims sharingnya kang:p
tajib
Pak Tajib Muholis,
Anda benar.
Humor tidak selamanya komedi.
Humor seringkali justru adalah menemukan makna lain dibalik tragedi.
Terima kasih
Asep Haerul Gani
humor berarti tidak selalu tertawa ya pak..?
Sahabat Zein, BENAR. Kadang HUMOR ITU TERTAWA, kadang humor itu merenung dan bahkan bisa membuat menangis.
Humor is art. maka siapa saja yang mempelajari humor tidak akan pernah lekas tua.. karena humor bagaikan kuas yang menghapus noda pada canvas(wajah)
Wow mantap kang
Saya msh newbie di NLP, artikelnya sgt membantu
Meningkatkan kemampuan berbicara lewat humor, sy cb future pacing dan mendapatkan ternyata fokus ketakutan berubah menjadi humor dan lama2 takutnya hilang, skill improvisasi tiba2 meningkat, mantap kang
Mau tanya 2 hal;
1. saya terbayang takut humornya tidak lucu, krn dlm posisi sy sbg pembicara terkadang di kelas ada berbagai usia, ini memunculkan kekhawatiran ada yg suka dg humornya ada yg tdk suka, kembali peta setiap org berbeda2.
Bagaimana cara menghilangkan ketakutan itu yg kang?
2.Maksud submodality citra gbr byk atau sedikit gmn ya kang? sy blm pnh menggunakan unsur citra dlm submdl??
Mohon pencerahannya ^^
Luar biasa kang artikelnya…, saya masih belum memahami NLP, tapi saya semakin tertarik untuk mempelajari NLP, Modality dll, kelihatannya enak tuh dipelajari, sepele kelihatannya tapi luar biasa efeknya….
Sukses Kang…, mohon bimbingan…
wih keren bang,,….
super sekali artikelnya…ternyata lebih mudah kalau penyampaiannya seperti dialog dibandingkan teks book
terutama submodality…
aku juga ingin belajar jadi orang yang humoris..
tolong ebooknya dikirim ke email saya ya
@ Taroom : Anda benar, makanya Kabayan tetap muda. Nggak percaya, lihat saja di Indosiar> hehehe
@ Andra : 1. Saya lebih banyak mengHUMORkan diri sendiri, pengalaman sendiri, sehingga resikonya pun adalah bagi diri sendiri. Jadi siap saja dengan respons apapun dari audiense, dan nikmati serta siap, meskipun dilempari audiense dengan …. uang, dan bunga bank. Mengenai submodality, anda dapat bertanya kepada Buya Teddi
@ Aminuddin : Tepat sekali
@ STAN : Banyak komentar seperti apa yang anda tulis. Mari mengubah dunia dengan senyum.
boleh juga pdf.nya
Saya juga ingin jadi penyuka humor Mas, terima kasih sudah membuat artikel dari kaku menjadi humoris
mantap kang asep…ingin ikut trainingnya nih…