Sahabat pembaca portal NLP yang mengagumkan.

Pengalaman menakjubkan yang saya alami ini tak mampu saya rahasiakan. Saya tidak sanggup menyimpannya sendiri saja dalam ingatan saya . Saya pikir begitu juga yang dialami peserta HUMOR GROUP THERAPY di Surabaya, Sabtu 6 Juni 2009.

Semakin terlibat dalam kegiatan memandu sebuah proses pembelajaran, membuat saya yakin bahwa sebenarnya sayalah muridnya, dan para peserta adalah Guru-Guru terbaik yang selalu memperkaya khasanah ilmu.

*** 

“Karena saya trainer pada training-training motivasi, saya ingin mempunyai kemampuan humor dan membuat kelas training saya hidup penuh gelak tawa dan semangat” kata Mas Doblang.

“Lho, saat Anda mengungkapkan kalimat barusan, dengan nada tersebut, apakah ada gelora yang membuat Anda tergerak ?” . Tanya saya.

“ Tidak, pak datar-datar saja”.

“Humor Anda ini sungguh hebat, Mas. Anda punya keinginan membangkitkan motivasi orang lain, namun Anda sendiri tak termotivasi” Peserta lainnya tertawa.

“Bisa jadi Anda lupa bahwa memotivasi orang itu hanya dapat Anda lakukan bila Anda sendiri pun tergerak oleh kalimat Anda!” . Peserta lainnya tertawa.

 ***

Sungguh ! Mas Doblang ini mencuri perhatian saya. Caranya menggerakkan badan nyaris seperti robot. Langkahnya, bicaranya, bahkan mimik wajahnya nyaris datar-datar saja.. Saat berbicara cenderung pelan, monoton dan wajahnya hanya memperagakan sedikit ekspresi.

Usai menjelaskan konsep SUBMODALITY, saya mengundang 2 peserta untuk duduk di kursi HUMOR. Maju ke depan Mas Doblang si wajah robot dan Mas Guyu, yang kerap membanyol dan membangkitkan tawa. Lalu saya meminta kepada keduanya untuk memasuki pengalaman yang dalam benak mereka adalah pengalaman HUMOR.

Saya takjub. Mas Guyu dengan mudah masuk ke dalam pengalaman Humor. Kalibrasi wajahnya sudah berubah. Mesem-mesem, perutnya bergerak-gerak, bahkan mulutnya ditutup mencoba menahan agar tawa meledak.

Saya kagum. Mas Doblang perlu waktu lebih lama memasuki pengalaman Humor. Kalibrasi wajahnya tetap saja seperti pada saat perkenalan. Wajah tegang, ekspresi datar, pipi tak berona, bibir melengkung ke atas tanpa senyum.

Setelah itu, saya menggali submodality mereka dan menuliskan hasil perbandingan submodalitynya di kertas flipchart.

VISUAL                 Guyu                   Doblang

Jumlah citra           banyak                 Satu

Bergerak/diam       bergerak               Diam

Ukuran                   besar                    Kecil

Bentuk                    jelas                      Hablur

Warna/hitam-putih warna                   hitam-putih

Fokus/tidak focus  focus                    tidak focus

Terang/gelap          terang                   gelap/samar

Lokasi                    di depan               di belakang

Bingkai/tidak         bingkai indah         tak berbingkai

Datar/3 Dimensi    3 dimensi              Datar

Pelaku/Penonton    pelaku                  Penonton

Dekat/jauh             dekat                    Jauh

AUDITORY           Guyu                   Doblang

Volume                   sedang                  Sunyi

Tinggi nada            sedang                  Rendah

Timbre                    -                           -

Tempo                    aneka                   Lambat

Nada                       melodi                  Monoton

Irama                      Riang                    Datar

Waktu                     sebentar                Lama

Arah suara             stereo                   Mono

Harmoni                 -                           harmoni

KINESTETIK        Guyu                   Doblang

Lokasi pada tubuh menyebar              tidak jelas

Sensasi raba           menyebar              tidak tahu

Suhu                        hangat                   Dingin

Detak jantung        ragam                   Lambat

Tarikan nafas         ragam                   Lambat

Tekanan                 tidak ada              ada tekanan

Berat                      ringan                   Berat

Intensitas               -                           -

Gerak/arah             gerak                    Diam

OLFACTORY/

GUSTATORY        Guyu                   Doblang

Manis                     -                           -

Asin                        -                           -

Asam                      -                           -

Pahit                       -                           -

Pedas                      -                           -

Kecut                      -                           -

Gurih                      gurih                     -

Aroma                     ada aroma            -

Fragrance               -                           -

Ketajaman bau       -                           -

 

“Wow,…. Masya Allah, ternyata beda!”. Demikian komentar peserta lainnya. “ Seperti peserta lainnya, saya juga takjub kepada kawan dari Doblang yang menguraikan pengalaman Humor dengan submodality seperti itu.

“Mas Guyu, apa value Anda tentang Humor sebelum Anda hadir dalam pembelajaran ini? “ tanya saya.

“Bagi saya humor itu ibadah, humor itu keseharian saya dan humor itu dimodelkan oleh Nabi bahkan oleh Tuhan”. Katanya sambil menahan gelak.

*** 

“OK, nah, mas Doblang, apa value Anda tentang Humor sebelum ikut pembelajaran ini? ”Bagi saya humor itu membuat kita bisa turun derajat, dipandang kurang serius bahkan kehilangan kharisma dan kewibawaan”. Katanya dengan nada datar.

 “OK, mas Guyu, terima kasih, silakan kembali ke kursi Anda. Sementara mas Doblang, tetap duduk di kursi humor ini.” . Peserta lainnya tertawa.

 ***

“Mas Doblang, apakah benar panjenengan menginginkan mempunyai kemampuan humor, agar antara lain, kelas-kelas training motivasi Anda lebih hidup dan bergairah? “

“ Benar, kang…!

“Tapi ada resikonya lho mas, seperti value yang Anda miliki saat ini, kalau anda punya kemampuan humor, anda malah  bisa turun derajat, dipandang kurang serius bahkan kehilangan charisma dan kewibawaan. Apa benar anda siap dengan resikonya?”.

“ Sampai detik ini, melihat peserta-peserta lain yang lebih sukses, value saya bisa saja saya ubah. Kayaknya mereka ok-ok saja tuh. Punya kemampuan untuk serius. Bahkan Mbak Seuri yang leluconnya saru saja saya pandang lebih memiliki wibawa dan harisma, bahkan mereka lebih menikmati hidup. Lebih nyantai. ”

 ***

“ Bener nih pengen punya kemampuan humor?, apapun resikonya.“

“Bener, kang !!! . Saya iri, ingin dapat merasakan humor seperti Mas Guyu merasakan Humor. Saya ingin merasakan humor seperti Mbak Seuri mudah melepas tawa”.

“ Memang menurut Anda, apa yang dirasakan Mas Guyu tentang humor..?

“ Kayaknya menyenangkan … Ya…!”

 ***

“ Baiklah kalau begitu, nah pengalaman apa dalam hidup Anda yang anda pandang menyenangkan? Ada sebagian orang yang mengatakan pengalaman saat pertama kali jatuh cinta, ada pengalaman malam pertama, saya tak tahu pengalaman Anda…?”

“ Pengalaman jatuh cinta aja deh Kang…” katanya. Pipinya merona merah, senyum mengembang, Ada gerakan mata cepat dan berbinar.

 ***

“ OK baik, prosesnya sama seperti tadi, perlahan saja kembangkan senyuman Anda, santai saja, perlahan-lahan tutup mata Anda, dan biarkan diri Anda berwisata ke kejadian saat Anda pertama kali merasakan Jatuh Cinta! Saat anda datang di gerbang pengalaman Jatuh Cinta, Cobalah berbagi pengalaman itu kepada kita.  Tidak perlu mengatakannya.  Cukup memberi tanda dengan menggerakkan salah satu jari tangan kanan Anda. Ini  memberitahukan kepada saya dan peserta lain  bahwa Anda sudah berada di pengalaman jatuh Cinta”. Setelah beberapa detik, jari telunjuk tangan kanan Mas Doblang bergerak kencang”.

“OK Baik, hadirkan kembali seluruh pengalaman indrawi Anda pada saat itu. Apa yang Anda lihat ?! Apa yang anda dengar ?! Apa yang anda hirup ?!  Apa yang anda kecap ?! apa yang anda sentuh ?! Beranikanlah dan ijinkanlah diri Anda untuk alami kembali pengalaman indah saat Jatuh Cinta. Kapanpun menurut Anda, anda sudah mengalami kembali saat ini Jatuh Cinta dengan utuh, silakan Anda buka mata, cukup tersenyum dan tak perlu bocorkan rahasia kepada peserta lainnya”. Peserta lainnya tertawa.

Beberapa detik kemudian Mas Doblang membuka mata, senyum berkembang, dan tangan kanannya diarahkan ke depan muka, menutup mulutnya menahan tawa.

“Baik, menurut Pak Wiwoho dan kang Mas Ronny, mentor-mentor NLP saya. NLP itu content free. Jadi tidak perlu diungkap,tidak perlu bocorkan baik sedikit atau banyak, saya khawatir peserta lain terangsang oleh cerita Anda” . Peserta lain tertawa.

Nah, kembali ke SUBMODALITY pengalaman menyenangkan Anda, saat jatuh cinta. Saya akan mengajukan pertanyaan rinci dari daftar SUBMODALITY, urutan prosesnya seperti tadi.

Berikut adalah data hasil elisitasi SUBMODALITY Mas Doblang saat jatuh cinta.

 VISUAL                    

Jumlah citra              Banyak

Bergerak/diam          Bergerak

Ukuran                      Besar

Bentuk                       Jelas

Warna/hitam-putih    Warna

Fokus/tidak focus     Focus

Terang/gelap             Terang

Lokasi                       di depan

Bingkai/tidak            bingkai indah

Datar/3 Dimensi       3 dimensi

Pelaku/Penonton       Pelaku

Dekat/jauh                Dekat

AUDITORY

Volume                       sedang 

Tinggi nada                 Sedang

Timbre                        -          

Tempo                         Aneka

Nada                           Melodi

Irama                          Riang   

Waktu                         Sebentar

Arah suara                  stereo  

Harmoni                    HarmonI

KINESTETIK

Lokasi pada tubuh    menyebar

Sensasi raba              menyebar

Suhu                           hangat

Detak jantung           cepat

Tarikan nafas            ragam cenderung cepat

Tekanan                    tidak ada

Berat                         ringan melayang

Intensitas                  -

Gerak/arah                gerak

OLFACTORY/GUSTATORY

Manis                        -

Asin                           -

Asam                         -

Pahit                          -

Pedas                         -

Kecut                         -

Gurih                         Gurih,

Aroma                        ada aroma

Fragrance                  ada fragrance tertentu duh masih terasa di hidung

Ketajaman bau          sedang lembut

 

“Terima kasih, Mas Doblang, Anda benar-benar GURU bagi saya dan peserta lainnya”

“ Sama-sama, kang…!”

“ Apakah submodality Anda saat merasakan Humor sama dengan saat anda mengalami jatuh Cinta?

“Beda pak…

“ Bila anda bandingkan antara submodality Anda mengalami jatuh cinta dan submodality mas Guyu alami humor, apa pendapat Anda?

“ Kayaknya hampir banyak sama, Ya…

“ Jadi Humor versi submodality siapa sih yang Anda inginkan? Versi Anda atau versi Mas Guyu? “

“ Versi Mas Guyu campur versi Jatuh Cinta saya mas… Hahaha

“ Anda ini kok senyum-senyum terus, Apa sudah ketemu jawabannya menemukan Humor melalui SUBMODALITY?

“ Saya dapat insight aja Kang”

“Apa insightnya?”

“ Saya hanya perlu mengotak-atik submodality saat saya mengindrai pengalaman HUMOR sebelumnya, dan mengalaminya  seperti submodality saat mengindrai pengalaman Jatuh Cinta”

“ Baik, mari saya pandu, sambil melihat kembali apa yang sudah kita tulis di flipchart.

*** 

“ OK dapatkan gambaran HUMOR anda sebelumnya,…

“Ya sudah dapat…

“ Mulailah anda coba ubah citra gambarnya menjadi banyak…

“ Baik pak….saya bisa…
” lalu, buatlah pelan-pelan saja gambar yang Anda lihat diam pelan-pelan saja , perlahan menjadi bergerak…”

“ OK….ya …!

“ kemudian, ukurannya yang tadinya kecil biarkan perlahan dan pasti seperti zoom membesar…!

“ Lanjut…

“ Apa perlu saya pandu terus….

“ OK kang , bisa sendiri…..

 

VISUAL                 HUMOR            JATUH CINTA

Jumlah citra           satu              banyak

Bergerak/diam       diam              bergerak

Ukuran                   kecil              besar

Bentuk                    hablur            jelas

Warna/hitam-putih hitam-putih    warna

Fokus/tidak focus  tidak focus     Focus

Terang/gelap          gelap/samar   terang

Lokasi                    di belakang    di depan

Bingkai/tidak         Tak berbingkai      bingkai indah

Datar/3 Dimensi    datar             3 dimensi

Pelaku/Penonton    penonton       pelaku

Dekat/jauh                                  jauh dekat

 

“Selanjutnya, silakan ubah submodality auditory”

“Baik….!”

 

AUDITORY           HUMOR     JATUH CINTA

Volume                   sunyi              sedang        

Tinggi nada            rendah           Sedang       

Timbre                    -                    -     

Tempo                    lambat           Aneka

Nada                       monoton        Melodi

Irama                      datar             Riang          

Waktu                     lama              Sebentar

Arah suara             mono             stereo         

Harmoni                 harmoni         HarmonI

 

“Nah, sekarang, ciptakan submodality Kinestetik”

“ Semakin mudah aja nih…”

 

KINESTETIK        HUMOR     JATUH CINTA

Lokasi pada tubuh tidak jelas      menyebar

Sensasi raba           tidak tahu      menyebar

Suhu                        Dingin            hangat

Detak jantung        Lambat          cepat

Tarikan nafas         Lambat          ragam cenderung cepat

Tekanan                 ada tekanan   tidak ada

Berat                      Berat             ringan melayang

Intensitas               -                    -

Gerak/arah             Diam             gerak

 

“OK ini terakhir, saat ini alihkan semua submodality Olfactory/Gustatory”.

“ Siap, laksanakan…!”

 

OLFACTORY/

GUSTATORY        HUMOR     JATUH CINTA

Manis                     -                    -

Asin                        -                    -

Asam                      -                    -

Pahit                       -                    -

Pedas                      -                    -

Kecut                      -                    -

Gurih                      -                    Gurih,

Aroma                     -                    ada aroma

Fragrance               -                    ada fragrance tertentu duh masih terasa di hidung

Ketajaman bau       -                    sedang lembut

 

“ So jadinya gimana nih HUMOR  anda…saat ini”

“ Amboiiiii, seperti Jatuh Cinta rasanya….enak tenan kang…hahahaha. Akhirnya saya bisa menikmati apa yang selama ini orang lain nikmati melalui humor. Hahaha. ”.

***

 “ So, sekarang sambil Anda tetap duduk di kursi humor ini, dan mendengar gemuruh tawa rekan-rekan serta merasakan rona merah di wajah Anda, perlahan tutup mata Anda dan rasakan kembali HUMOR dalam seluruh submodalitynya. Alirkan state humor ke seluruh tubuh Anda. Perbesar dan silakan buat saklar pemicu (anchor).”

“ Sekarang, silakan Anda ciptakan gambaran yang Anda inginkan saat Anda mempunyai kelas pembalajaran. Ciptakan saat Anda menyiapkan diri dari rumah, saat Anda mengecek ruangan, saat peserta datang dan duduk di kursi, saat Anda memulai kegiatan training dan menutup kegiatan training. Buatlah dalam gambaran lengkap meliputi seluruh submodality, dan indrailah pengalaman itu seperti terjadi sekarang!”

“ Saat anda telah mengindrai apa yang Anda inginkan sekarang, dan state itu anda rasakan kuat sekarang, amplify state tersebut dan buatlah anchor. Setelah Anda merasakan bahwa Anda mantap sebagai trainer yang penuh humor dan mampu memunculkan motivasi dari diri sendiri dan menggerakkan motivasi peserta, anda dipersilakan perlahan membuka mata dan mengucapkan hamdalah”.

Tak lama kemudian Mas Doblang perlahan membuka mata dan berkata lirih “ Alhamdulillah…”.

***

“ Mas Doblang, apakah maksud kedatangan Anda hari ini ke pembelajaran ini sudah tercapai?

“ Alhamdulillah…. Saya termotivasi, saya jadi terpikir cara-cara menciptakan humor , dan ternyata cukup mudah. Hanya dengan mendaur ulang dan mengemas SUBMODALITY…!

 “ Apa iya mudah…?

“ Ya mudah lah…. Setelah tahu caranya.!!!”

“ Hahaha

“ Hahaha

***

Pun Sapun Ampun Paralun

Pakena Gawe Rahayu, Sangkan Nanjung di Juritan Nanjeur di Buana.

Asep Haerul Gani

CATATAN :

Sebagai ungkapan humor atas komentar terhadap artikel ini, panduan latihan humor group therapy.pdf akan dikirimkan kepada Anda.

 

 

 

 

 

 

 

99 Comments

  1. dermawan says:

    selamat siang (saya nulisny di siang hari,!)
    saya adalh pemula dalam nlp,
    dan kebetulan agak terbantu dalam atikel ini,

    yang say ingin tanyakan apakah ada seminar seminra yang terdekat yang akan diadakan di surabaya, karena kebetulan saya berdomilsil di surabaya,?

  2. Asep Haerul Gani says:

    Selamat siang pula mas Dermawan,saya pun pemula dalam NLP, saya bersyukur bila artikel ini membantu Anda dalam hal tertentu.

    Tanggal 15 Agustus 2009 bertempat di Hotel Clarion Makassar kami menyelenggarakan Workshop Humor Group Therapy. Tanggal 16 Agustus 2009 di tempat yang sama akan menggelar Ericksonian Hypnotherapy (fundamental level). Bila bapak berminat untuk ikut serta silakan kontak Ibu Ismarli Muis, Psikolog di 0811443937

    Rekan saya di Jombang berencana mengadakan workshop dan mengundang saya sebagai pemandu untuk kalangan pendidik dengan memanfaatkan ide-ide dari NLP dan Ericksonian Hypnotherapy pada tanggal 29-30 Agustus 2009.

    Lebih lanjut saya akan kontak Anda via japri.

    Terima kasih

    Asep Haerul Gani

  3. Hasan Mukti says:

    Mantafff, emang jadi mudah semuanya kalo tahu ilmunya :-)
    Jadi bisa bandingin dg ajaran quantum ikhlas-nya Kang Erbe Sentanu, dg teknik me’rasa’kannya dan visualisasinya serta ikhlas dan pasrahnya :-)
    Jaya selalu NLP, smoga bisa lebih banyak orang yg mempelajarinya…amiiin

    Salam,
    HasMuk

  4. Asep Haerul Gani says:

    Pak Hasan Mukti,

    Terima kasih,Anda benar,dengan ilmu,kehidupan menjadi mudah. Apa yang disampaikan mas Erbe Sentanu,sahabat saya, hormat untuk beliau bila dikaji dari sudut pandang NLP memanfaatkan keseluruhan sistem representasi dan submodalities, sehingga Ikhlas pun melalui pengalaman panca indra, lihat, dengar, kecap, hirup dan raba-rasa.

    Amiin,
    Salam , Asep Haerul Gani

  5. rahmi utami says:

    setelah membaca tulisan kyai Asep Haerul Gani tentang submodalitis…keingginan rahmi untuk nyantern di tempat kyai makin bertambah…sekalilagi rahmi meminta..terimalah rahmi jadi murid kyai…
    rahmi menunggu undangan untuk berguru dengan kyai..

  6. Asep Haerul Gani says:

    Ananda Rahmi,

    Seperti saya pun menjadi murid kehidupan,Anda pun sama. Dalam tradisi pesantren tidak ada Kyai yang mengundang calon santri untuk belajar. Santrilah yang datang mencari dan melewati seluruh ujian untuk diterima dan masuk di sebuah pesantren.

    Sukses untuk Anda

    Asep Haerul Gani

  7. jonson hp says:

    saya, belum paham antara humor dan nlp ?

  8. Asep Haerul Gani says:

    Pak Jonson,

    Teknik NLP yang digunakan adalah mengkodifikasi state humor menggunakan edit submodalities dan memakai kode tersebut pada pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan, dengan cara tersebut maka peristiwa setidak menyenangkan apapun dikodekan dalam state humor.

    Akan semakin paham bila Anda mengikuti workshop HUMOR GROUP THERAPY.

    Terima kasih

    Asep Haerul Gani

  9. Slamet says:

    Kira-kira Worshop Humor Group Terapi ini manfaatnya apa ya Mas buat pribadi? Apakah saya jadi lebih tinggi sense of umornya? atau saya bisa mensetting kapan saya ingin tertawa karena sesuatu jadi lucu meskipun dalam keadaan biasa tidak lucu? atau gimana?

    Tks

  10. Slamet says:

    Kira-kira Workshop Humor Group Terapi ini manfaatnya apa ya Mas buat pribadi? Apakah saya jadi lebih tinggi sense of umornya? atau saya bisa mensetting kapan saya ingin tertawa karena sesuatu jadi lucu meskipun dalam keadaan biasa tidak lucu? atau gimana?

    Tks

  11. jojo says:

    suatu pengalaman menarik belajar NLP!! ^^
    tak disangka, dengan mengatur submodality yang kita punya, akan dengan mudah mengubah penampilan kita di depan audience.. hehe

  12. haryadi says:

    sebagai anak bau bawang merasa binggung sedikit binggung dengan tulisan ini, maklum ngk tau banyak tentang NLP. Pernah belajar hypnotherapy cuman belum maksimal…. semoga mendapat pencerahan dari baca2 di web ini… maturnuhun

  13. haryadi says:

    sebagai anak bau bawang merasa sedikit binggung dengan tulisan ini, maklum ngk tau banyak tentang NLP. Pernah belajar hypnotherapy cuman belum maksimal…. semoga mendapat pencerahan dari baca2 di web ini… maturnuhun

  14. Asep Haerul Gani says:

    Bung Jojo,

    Anda benar, bahkan tidak perlu utak-atik masa lalu pun Anda mampu menyelesaikan masalah Anda dan mendapatkan apa yang anda inginkan. Selamat berlatih terus Bung!!!

    Semoga Anda bahagia.

    Asep haerul Gani

  15. Asep Haerul Gani says:

    Mas Haryadi, cukup belajar seperti anak kecil, mengunakan kecerdasan tubuhnya (bukan hanya kecerdasan otaknya) sehingga semuanya meresap ke dalam diri Anda,dan kesadaran yang paling canggih dari dalam diri Anda akan mengirimkannya menjadi mudah.Mengikuti kegiatan training belum dinyatakan sebagai belajar yang utuh. Agar utuh, anda perlu melatihnya, bereksperimen dan menemukan keunikan dan teori dari hasil eksperimentasi Anda.

    Pencerahan itu langkah seperti Pramuka membuat api dengan menggesek-gesekkan 2 kayu kering di atas tumpukan jerami kering,sehingga perlahan keluarlah titik api. Perlu usaha yang serius untuk mendapatkannya. Anda mampu bila Anda memang benar-benar mau.

    Salam hangat.

    Asep Haerul Gani

  16. Asep Haerul Gani says:

    Mas Slamet,

    Manfaatnya buat diri pribadi 1) mampu memilih sikap yang kreatif dan tepat sehingga Anda menjadi Subyek bukan Objek, 2) Melatih sense of humornya, 3) mampu mensetting kapan saya ingin tertawa karena sesuatu jadi lucu meskipun dalam keadaan biasa tidak lucu dan 4) Mampu memanfaatkan energi riang dan tawa sebagai resources untuk kehidupan.

    Salam Humor

    Asep Haerul Gani

    Tks

  17. Danu says:

    sepakat kang, humor bisa mencairkan ‘menara es’ antara diri kita dengan orang yang kita benci -begitu terekam kuat dalam alam bawah sadar kita- meski kita kadang berusaha ‘memoles’ diri untuk menutupi hal itu. namun ke-kaku-an antara diri kita dengan orang tersebut tetap saja akan dimunculkan oleh bahasa tubuh kita. semoga dengan kita bisa berhumor dengan orang tersebut kita mulai bisa mengikis kebencian kita dan lama kelamaan akan mengjacurkan ‘menara es’ yang kita bangun dalam pikiran alam bawah sadar kita.

    salam nlp…………………………………….

  18. Adithia says:

    Luar biasa.. Siiipp.. Maknyuss.. Manakala membacanya saja SMD saya dah ikut ter-map accross… hehe.. :) )

  19. Azzam says:

    Luar biasa kang..

    Saya justru jadi belajar banyak dari artikel ini yang penuh dengan ilmu, terimakasih banyak kang.. Semoga menjadi amal sholeh yang berlimpah.

    Salam,

  20. Asep Haerul Gani says:

    Mas Danu, humor itu memanaskan hingga kekakuan yang dingin dan beku mampu mencair sehingga hubungan antar insan menjadi lebih akrab.

    Salam NLP

  21. Asep Haerul Gani says:

    Mas Adithia, Selamat ber-SMD dan ber-map accross terus untuk memperoleh kehidupan yang Anda inginkan.

    Asep Haerul Gani

  22. Asep Haerul Gani says:

    Bung Azzam,

    Selamat mempelajari,bereksperimentasi, menyempurnakan dan menyebarkan, sehingga amal sholeh Anda berlimpah ruah.

    Salam,
    Asep Haerul Gani

  23. Aryandi says:

    Kang Asep,

    Alhamdulillah mantepp pisan artikelnya, kemaren sy reunian sama teman2 kuliah dulu, ada satu teman yg selalu bikin suasana jadi seru dan penuh gelak tawa, saya selalu kagum dgn karakternya ini dan kalo dulu bahkan suka ngiri sama dia, humor memang bikin hidup lebih indah, seru, dan ringan :) .

    Nahh setelah membaca artikel kang asep saya jadi tersadar dan terpacu semangat untuk mulai selalu menjalani hidup selalu dgn humor dan keceriaan, menyadari bahwa kemampuan humor ini memang sudah ada didalam diri kita, bahwa dengan mudahnya kita tinggal memutuskan saja untuk menyalakannya… lalu…ya mulai ber- hehehe hahaha hwahahaha hihihihi …

    Salam,
    Aryandi

  24. Arif Kamaluddin says:

    Wah… wah… wah…
    Berarti sifat dasar itu bisa berubah lewat NLP ya? (maklum baru kenal NLP)

  25. Asep Haerul Gani says:

    Bung Aryandi, silakan dimodel sang sahabat, sehingga kebahagiaan selalu dihadirkan dalam kehidupan Anda. Sukses!!!

  26. Asep Haerul Gani says:

    Bang Arif,

    Humor, berdiam diri, serius adalah sebuah keterampilan bukan sifat dasar. Karena itu dapat diubah, diedit dan dipelajari.

    Sukses!!!

  27. Yoel Alan Mangiwa says:

    Saya sangat terkesan dengan metode humor ini, saya memang sering membuat orang tertawa.

    namun, terkadang itu terasa hambar bagi diri sendiri.

    setelah membaca artikel Bapak, saya pikir saya harus mencobanya agar saya dapat menikmati humor2 yang saya dapatkan dalam pengalaman hidup saya.

  28. Asep Haerul Gani Asep Haerul Gani says:

    Sahabat Yoel,

    Niatkanlah dari rumah setiap hari untuk membangkitkan rasa bahagia dan ingin berbagi kebahagiaan kepada orang lain. Munculkan rasa riang tersebut dan alirkan kepada seluruh tubuh Anda, dengan demikian akan terasa riang terus sepanjang hari. Sahabat anda riang, anda pun riang.

    Salam Humor.

    Lamper Tengah Semarang, 2 Desember 2009
    Asep Haerul Ganu

  29. tresa says:

    tulisan2 dari kang asep memang mantaf dan men insfirasi saya..ditunggu tulisan2 lainya kan…

  30. Asep Haerul Gani says:

    Kang Tressa,

    Cing atuh kang meni stereotip pisan pahili antara p,f sareng v teh. Haturnuhun sudah mampir di portal. Silakan simak tulisan berikut.

    Asep Haerul Gani

  31. Melly Puspita Sari says:

    Asw. Salam kenal kang..
    Saya mendapat pencerahan banyak dari artikel akang… ini membantu saya memahami NLP dengan lebih baik..
    maklum saya sedang belajar mengenal NLP, kang… jika ada training NLP, saya juga ingin ikut kang.. biar orang awam kayak saya bisa melek NLP kang..
    Nuhun pencerahannya kang..
    Salam
    Melly Puspita Sari
    0819-9099-9899

  32. Asep Haerul Gani Asep Haerul Gani says:

    Wassalamu’alaykum Wr Wb

    Salam kenal pula.

    Saya hampir jarang menyelenggarakan training NLP, lebih banyak applied NLP.

    Untuk training2 Ericksonian Hypnotherapy hingga ahir tahun 2009 dengan jadual sbb.

    1) Ericksonian Hypnotherapy – Fundamental level, 12-13 Des 09, Tasikmalaya. Hubungi Adam Nova 081802037981

    2) Islamic Hypnotherapy di UII Yogyakarta. Hubungi Ardie Adami 085228862765

    Terima kasih

    Salam
    Asep Haerul Gani

  33. Salamun says:

    Kang Asep,

    Mugia sing tambih di jagjagwaringkaskeun kunu kagungan jagjag ameh tiasa nambih mangpaat kanu sanes.
    Anchor ??? hmmm, kata yang sering saya baca 2 minggu belakangan ini. Salam kanggo kang Asep sakulawargi ti abdi di Purwakarta. Cag.

    Salam
    AST

  34. Asep Haerul Gani Asep Haerul Gani says:

    Kang Salamun,

    Amiin Ya Robbal Alamin.
    Salam oge kangge kulawarga Akang di Purwakarta.
    Jagjag sapaneja Inya.

    Asep Haerul Gani

  35. sunarso says:

    Ketemu Lagi sama Kang Asep tambah menyenangkan..artikel kang Asep bisa jadi Obat.

    saya termasuk orang yang kurang bisa humor..jadi sering hambar jadinya suasana gak mood nyebelin kalau ngomong sama orang .

    Semua penjelasan kang Asep telah menambah ilmu baru buat saya

    Matur nuwun kang

    Sunarso
    Lean Change Agent – PT. Ecco Indonesia
    E- Mail : snr@ecco.com
    Office Phone : 031-8964555 – Ext : 2525
    Mobile : +6281331980594

  36. Asep Haerul Gani Asep Haerul Gani says:

    Pak Sunarso,

    Ibarat keterampilan humor perlu dilatih sehingga Anda lebih nyaman memilih sikap yang membahagiakan diri sendiri dan karena itu mampu membangkitkan energi kebahagiaan pada orang lain.

    Terima kasih,
    Asep Haerul Gani

  37. Tajib Muholis says:

    apakah itu tergantung value seseorang tentang guyon itu sendiri ya pak?
    soalnya saya sering salah juga kalau humor pada orang yang salah..

    trims sharingnya kang:p
    tajib

  38. Asep Haerul Gani Asep Haerul Gani says:

    Pak Tajib Muholis,

    Anda benar.

    Humor tidak selamanya komedi.
    Humor seringkali justru adalah menemukan makna lain dibalik tragedi.

    Terima kasih

    Asep Haerul Gani

  39. zein says:

    humor berarti tidak selalu tertawa ya pak..?

  40. Asep Haerul Gani Asep Haerul Gani says:

    Sahabat Zein, BENAR. Kadang HUMOR ITU TERTAWA, kadang humor itu merenung dan bahkan bisa membuat menangis.

  41. Taroom says:

    Humor is art. maka siapa saja yang mempelajari humor tidak akan pernah lekas tua.. karena humor bagaikan kuas yang menghapus noda pada canvas(wajah)

  42. Andra Hanindyo says:

    Wow mantap kang

    Saya msh newbie di NLP, artikelnya sgt membantu

    Meningkatkan kemampuan berbicara lewat humor, sy cb future pacing dan mendapatkan ternyata fokus ketakutan berubah menjadi humor dan lama2 takutnya hilang, skill improvisasi tiba2 meningkat, mantap kang

    Mau tanya 2 hal;
    1. saya terbayang takut humornya tidak lucu, krn dlm posisi sy sbg pembicara terkadang di kelas ada berbagai usia, ini memunculkan kekhawatiran ada yg suka dg humornya ada yg tdk suka, kembali peta setiap org berbeda2.
    Bagaimana cara menghilangkan ketakutan itu yg kang?

    2.Maksud submodality citra gbr byk atau sedikit gmn ya kang? sy blm pnh menggunakan unsur citra dlm submdl??

    Mohon pencerahannya ^^

  43. Aminudin says:

    Luar biasa kang artikelnya…, saya masih belum memahami NLP, tapi saya semakin tertarik untuk mempelajari NLP, Modality dll, kelihatannya enak tuh dipelajari, sepele kelihatannya tapi luar biasa efeknya….

    Sukses Kang…, mohon bimbingan…

  44. rudy says:

    wih keren bang,,….

  45. stan says:

    super sekali artikelnya…ternyata lebih mudah kalau penyampaiannya seperti dialog dibandingkan teks book :)
    terutama submodality…

    aku juga ingin belajar jadi orang yang humoris.. :)

    tolong ebooknya dikirim ke email saya ya :)

  46. Asep Haerul Gani Asep Haerul Gani says:

    @ Taroom : Anda benar, makanya Kabayan tetap muda. Nggak percaya, lihat saja di Indosiar> hehehe
    @ Andra : 1. Saya lebih banyak mengHUMORkan diri sendiri, pengalaman sendiri, sehingga resikonya pun adalah bagi diri sendiri. Jadi siap saja dengan respons apapun dari audiense, dan nikmati serta siap, meskipun dilempari audiense dengan …. uang, dan bunga bank. Mengenai submodality, anda dapat bertanya kepada Buya Teddi
    @ Aminuddin : Tepat sekali
    @ STAN : Banyak komentar seperti apa yang anda tulis. Mari mengubah dunia dengan senyum.

  47. edo says:

    boleh juga pdf.nya :)

  48. Diecasters says:

    Saya juga ingin jadi penyuka humor Mas, terima kasih sudah membuat artikel dari kaku menjadi humoris :D

  49. Hatib says:

    mantap kang asep…ingin ikut trainingnya nih…

Leave a Comment