Artikel ini mungkin mengangkat kembali tema lama, yaitu mengenai relasi antara NLP dan Hypnosis. Akan tetapi saya tetap beranggapan tidak ada salahnya untuk diulas kembali, untuk memperkaya wawasan dari para pembelajar NLP. Minimal akan membantu mereka yang masih berkutat di ranah teorititis, dan masih gamang untuk meng-aplikasi-kan NLP.

Sebelumnya saya paparkan sedikit, sekadar sebagai latar belakang. Saya adalah praktisi Hypnotherapy, dan juga pernah sedikit mempelajari NLP dengan metode belajar gado-gado, alias campur-sari dari berbagai sumber. Mulai dari seminar resmi, membaca buku secara otodidak, surfing di dunia maya, diskusi dengan teman-teman para pakar yang ada di portal ini, juga ditambah dengan sedikit ngarang-ngarang teori sendiri …. he he …..! Pokoknya NLP Rock ‘n Roll !

Lha kalau saya yang Rock ‘n Roll saja nekad-nekad saja mengaplikasikan NLP, maka seharusnya anda-anda yang lebih NLP-er, apa lagi yang sudah digodok mas Ronny FR selama tujuh hari, harusnya lebih josss lagi …….! Ok ?!

***

Dalam Hypnotherapy, terutama dalam praktek profesional, kita akan menghadapi Client dengan tanggung-jawab profesional pula, karena Client telah mengeluarkan sejumlah biaya dan tentu saja menyisihkan waktu secara khusus.

Pada prakteknya seorang Hypnotherapist akhirnya akan “bermain” dalam ruang yang fleksibel, termasuk penggunaan berbagai metode yang “agak bukan hypnotherapy”, yang terpenting pokoknya Client “dapat menjadi lebih baik” !

Juga akhirnya seorang Hypnotherapist menjadi wajib untuk melengkapi berbagai pengetahuan lain, mulai dari ranah manajemen, sains populer, psikiatri umum, bahkan mungkin perlu memahami prinsip-prinsip Taoism, sedikit-sedikit istilah Tareqat, dan mungkin mengerti perbedaan antara Zoroaster, Kong Hu Cu, dan Buddhism. Mengapa ? Karena salah satu hal yang akan menunjang keberhasilan dari Hypnotherapy, adalah Client “percaya” bahwa kita benar-benar serba-tahu !

***

Secara teknis proses Hypnotherapy yang saya lakukan selalu melibatkan 3 teknik utama, yaitu : (1). Hypnosis & Hypnotherapy konvensional (2). NLP (3). Ericksonian. Saya sengaja membedakan antara Hypnosis & Hypnotherapy konvensional dengan Ericksonian, yang dalam hal ini adalah Ericksonian yang lebih dekat dengan versi Stephen Giligan. Kenapa ? Karena memang saya memandang Ericksonian sebagai suatu seni yang agak berbeda dengan Hypnosis konvensional, dan menurut saya Ericksonian adalah suatu seni yang “tidak terlihat” tetapi “terasakan” !

Artikel ini akan lebih banyak membahas penggunaan prinsip-prinsip NLP dalam proses Hypnotherapy. Dan maaf sebelumnya jika terdapat istilah-istilah yang mungkin tidak standar, karena memang pengetahuan NLP saya benar-benar acak-adul …. alias hajar bleh ……!

***

Building Rapport

Dalam proses Hypnosis, “kenyamanan pikiran bawah sadar” menempati peranan yang teramat sangat penting. Pada umumnya kegagalan proses Hypnosis (baik di panggung atau di ruang therapy) hanya dikarenakan sang Hypnotist tidak piawai untuk men-setup “pikiran bawah sadar” Subyek agar “nyaman” dan “terelasi” dengan sang Hypnotist.

Pengetahuan NLP di seputar bagaimana membangun “Rapport” akan sangat membantu. Seorang Hypnotherapist harus piawai dalam menerapkan teknik Calibration, Matching, Mirroring, dll, sejak awal bertatap muka dengan Client.

Bahkan salah satu motto dalam Hypnotherapy adalah : “Buatlah Client menjadi jatuh cinta dengan anda !”. Tentu yang dimaksudkan adalah jatuh cinta dalam makna kontekstual therapy, yang akan membuat mudahnya proses therapy ! Bagaimana cara tercepat untuk membuat orang jatuh cinta kepada anda ? Ya apa lagi kalau bukan teknik-teknik NLP untuk Building Rapport ?

Hal yang perlu diingat, bahwa teknik-teknik tersebut harus benar-benar dibawakan secara alamiah dengan kompetensi yang tinggi. Karena jika anda terlihat menjadi artificial dalam menerapkannya, maka yang terjadi akan sebaliknya, karena pikiran bawah sadar sangat peka dan dapat “melihat” apakah sesuatu berlangsung alami atau bukan alami. Hati-hati !

***

Meta-Model, Milton-Model, dan Reframing

Tahapan berikutnya dari proses Hypnotherapy adalah : “Intake Interview”, yaitu wawancara untuk mengetahui permasalahan Client.

Pada tahapan ini seorang Hypnotherapist harus meletakkan “belief” dan “subjective experience”-nya terlebih dahulu untuk sementara, bahkan juga meletakkan sesaat prinsip “benar” dan “salah”.

Seorang Hypnotherapist harus memiliki kejelian dan kenetralan dalam mengeksplorasi permasalahan dari Client.

Nah untuk inilah pengetahuan mengenai Meta Model akan sangat membantu Hypnotherapist untuk “menggali” dan menyimpulkan “apakah yang sebenarnya terjadi” !

Sekali lagi semuanya harus dilakukan secara mengalir. Hypnotherapist harus menguasai teknik Chunk-Up & Down, juga berpindah dari Meta-Model ke Milton Model atau sebaliknya.

Ada yang mengatakan bahwa sesungguhnya tugas seorang Hypnotherapist adalah melakukan “Reframing”, baik secara harafiah dalam makna teknis (misal content & context), ataupun reframing yang dibawakan pada tahapan “Suggestion Therapy”.

Tidak jarang proses Reframing ini justru terjadi pada saat proses “Intake Interview”, saat penerapan Meta-Model yang tepat yang akan membuat Client menemukan sendiri “aha …”-nya.

***

Representational Systems

Tahapan berikutnya dari Hypnotherapy adalah : “Exporing Client Modalities”. Dimana tahap ini Hypnotherapist meng-collect berbagai hal yang nantinya diperlukan pada saat proses therapy, antara lain untuk penyusunan script yang sesuai, mulai Induction Script, Deepening Script, termasuk juga Therapeutic Script yang akan diterapkan.

Pengenalan VAK Client, dan bila mungkin juga “strategi berpikir” Client akan sangat membantu penyusunan Script yang efektif.

Nah, tentu semua telah memahami, ini adalah pengetahuan di bagian-bagian awal NLP.

Ini akan membuat Hypnotherapist dapat memilih kira-kira Script manakah di bawah ini yang paling tepat bagi Client :

“Bayangkan cahaya berwarna terang memasuki diri anda ….”

Atau

“Rasakan getaran energi dari alam semesta memasuki diri anda …..”

***

Meta-Program

Secara umum pengenalan terhadap Meta-Program dari Client akan sangat membantu dalam proses diskusi, maupun saat penyusunan Script. Menyusun motivational-script untuk Client dari tipe “Towards” tentu 180 derajat berbeda dengan Client dari tipe “Away From”.

Nah disini lagi-lagi pengetahuan Meta-Model kembali berperan dalam interview untuk “memotret” meta-program dari Client.

***

Perceptional Positions

Dalam Hypnotherapy dikenal istilah “mencari akar permasalahan di masa lalu”, dimana mungkin ini merupakan salah satu teknik propietary Hypnotherapy, karena menggunakan teknik “Regression” yang harus dilakukan dalam kondisi “Deep Trance”, dan harus menempatkan Client dalam kondisi “Revivication” atau “mengalami kembali secara nyata”. Teknik ini hanya dapat dilakukan oleh Hypnotherapist yang benar-benar terlatih, karena jika terjadi kesalahan teknis, justru akan membangkitkan traumatik.

Nah, katakanlah Hypnotherapist telah berhasil menemukan “akar permasalahan” yang di Hypnotherapy disebut dengan “Initial Sensitizing Event” & “Subsequent Sensitizing Event”, maka apa yang harus dilakukan ?

Pada intinya Hypnotherapy memandang bahwa manusia memiliki “path” yang berasal dari masa silam (masa kecil) yang berhubungan dengan apa yang “dirasakan” pada hari ini. Sehingga salah satu teknik Hypnotherapy adalah “mendamaikan” atau “menyelaraskan” kembali hal-hal yang “tidak selaras” di masa silam.

Pada kasus dimana “Initial Sensitizing Event” berupa suatu kejadian yang menyakitkan yang melibatkan beberapa pihak, maka NLP, khususnya teknik “Perceptual Positions” dapat dipergunakan, tentu dengan modifikasi sedikit disana-sini jika diperlukan. Mungkin jadi NLP versi Gestalt, atau Gestalt versi NLP ya ?

***

 Milton Model

Dan tentu saja teknik-teknik yang terdapat dalam “Milton Model” dapat dipergunakan secara luas, mulai dari menerapkan “Waking Hypnosis” yang terkadang sangat efektif untuk me-release depresi & stress. Menerapkan Chunk-Up saat induksi atau saat “Suggestion Therapy”. Sampai dengan penerapan metafora yang merupakan salah satu kekuatan dari teknik Ericksonian.

Saya pribadi sangat favorit dengan Milton-Model, dan tentu saja Ericksonian.  Terutama untuk kasus Stress dan Depresi, saya nyaris selalu menggunakan teknik Ericksonian yang dapat menghasilkan  “Shifting Consciousness” atau Trance dalam posisi membuka mata, tetapi berbeda dengan yang dimaksud di Davis-Husband pada “Ability To Open Eyes Without Affecting The Trance”. Hampir seluruh Script inti saya juga mengandung “plesetan” atau “metafora” ala Erickson. Karena gaya semacam ini nyaris anti “salah”, karena “nggak jelas-jelas amat” ….. he he …..

***

Masih banyak sekali contoh-contoh dari penerapan NLP di bidang Hypnotherapy yang kalau ditulis seluruhnya mungkin justru membuat anda semua menjadi bosan. Misalkan penerapan “Creating Change With Sub-Modalities” yang dapat diimplementasikan secara kreatif dalam Hypnotherapy, penerapan “Six Step Reframming” dalam kondisi Trance, dsb.

Baiklah, kiranya contoh-contoh sederhana yang dicuplik dari praktek riel ini dapat mengilhami para NLP-er untuk dapat mentransformasikan jurus-jurus NLP secara kreatif pula dalam bidang-bidang lainnya.

Kata Mas Ronny FR, NLP itu bak Transistor, Resistor, Capasitor, Induktor, Transformator, dll. Tinggal kita mau membuat apa ? Tinggal dirangkai ! Mau membuat Power Supply ya boleh, mau membuat Amplifier ya silakan disusun sendiri ! Bener ora Mas …..? Nak salah .. tulung di-koreksi …!  He .. he … soalnya  pakar yang satu ini adalah salah satu referensi penting saya untuk NLP. Paling tidak kalau saya bingung soal NLP, saya tinggal tanya ke beliau ini. Enak kan ? Nggak usah ikut mikir ! Langsung ngerti ! He … he …..

***

Btw …. bagi yang senang dengan Sulap ….. silakan membuat pertunjukkan yang menarik dengan menggabungkan teknik sulap kartu, dengan teknik forcing yang didasari oleh Milton-Model ! Jauh lebih joss dibanding dengan teknik forcing konvensional ! Anak-anak muda pesulap Bali saya kenalkan teknik ini ….! He .. he ….. (Note : di dunia Sulap dikenal istilah “Forcing”, yaitu teknik untuk “memaksa” agar seseorang berpikir sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Sang Pesulap).

Sekian.

Maap jika ada salah-salah kata ! Tabik !

Yan Nurindra
Praktisi Hypnotherapy

 

24 Comments

  1. kun says:

    hhhmm..selalu komplit pake’ telor!..

    Bravo Pak Yan..

  2. Yan Nurindra says:

    Weleh .. weleh Mas Kun …

    Silakan nikmati untuk cemilan sore sambil ngopi …
    Ok sukses selalu !

    Thanks
    Yan Nurindra

  3. herdi says:

    Pak Yan. Saya juga peserta seminar Life Revolution TDW di kemayoran, saya duduk di deretan no 3. Kebetulan saya sudah pernah ikut kelas hipnoterapi sampai tingkat lanjut, tetapi bukan dengan pak Yan.

    Terus terang saya kemarin benar-benar bengong melihat kecepatan pak Yan melakukan hipnotis, terutama ke mbak yg bajunya merah kemarin, dan ke mas yang dari banjarmasin. Benar-benar hanya komunikasi atau ada energi lain pak ? Soalnya saya benar2 tidak bisa menangkap tekniknya. Saya jadi penasaran ingin ikut kelas Bapak. Diskon masih berlaku nggak Pak ?

    Saya sangat setuju dengan Pak Tung Desem yang komentar berkali-kali bahwa Bp adalah the best of the best. Dua jempol untuk Bapak.

  4. Iman says:

    Suhu,

    saya makin ‘terangsang’ untuk “ngangsu ilmune” hehehe…, Saya pengen ikutan yang Life Reborn tanggal 23 November ini.

    regards,
    Iman
    ~better life experience is my life choice & right~

  5. Yan Nurindra says:

    Halo Mas Iman,

    Wah sms belum sempat dibalas, malahan ketemunya disini !

    “Reborn” adalah pelatihan untuk membangkitkan kesadaran kita sebagai co-creator untuk kehidupan kita, ada 3 aspek, yaitu : (1). New Paradigm (2). Transformation Technique, dan (3). Lifestyle & Mindset. Ya kira-kira gampangnya Integrated LOA deh !

    Yup semoga membuat anda lebih berkibar di bidang Network !

    Sukses selalu !

    Yan Nurindra

  6. Yan Nurindra says:

    Mas Herdi,

    Ok, semoga 2 jam sesi saya kemarin benar-benar memperkaya wawasan anda, terutama untuk menjaga momentum seperti yang dipaparkan oleh pak TDW.

    Hypnosis yang saya praktekkan tekniknya biasa-biasa saja, karena memang pada dasarnya Hypnosis adalah sesuatu yang sederhana. Apalagi jika anda mengatakan sudah pernah ikut pelatihan sd tingkat lanjutan, saya yakin bahwa Trainer anda pasti sudah memberikan berbagai konsep dan teknik yang benar.

    Yang perlu disadari, bahwa Hypnosis adalah “Art” alias seni. Jadi ya seperti “menari” ….., kita sendiri harus benar-benar “masuk” dalam “tarian” tersebut ! Hypnosis adalah pola “Trusting Mindset” bukan “Training Mindset”, ketika kita melakukannya … saat yang sama kita harus melupakan seluruh teori …. dan mempercayakannya kepada “insting” kita !

    Memang terkadang saya menggunakan pola ericksonian, yang mungkin agak sulit untuk “diterima” oleh mata praktisi Hypnosis klasik ! Tetapi percayalah, itu benar-benar murni utilisasi perilaku manusia, tidak terkait dengan faktor lain, termasuk faktor energi.

    Saya jadi ingat kelas saya sekitar 1 bulan silam, salah seorang peserta yang berasal dari Kuala Lumpur, yang notabene sudah berlatih ber-jam-jam, tetap curiga ketika saya mendemokan Hypnosis dengan cara yang berbeda, dan melontarkan pertanyaan yang sama : “Pak apakah benar Bp tidak menggunakan energi apapun juga ?”.

    Silakan terus berlatih, temukan dan rasakan aliran-nya ! Anda pasti mampu juga melakukannya !

    Salam dahsyat

    Yan Nurindra

    Btw untuk diskon, anda dapat langsung kontak dengan EO di http://www.Hipnotisme.Net

  7. Yan Nurindra says:

    Rekan-rekan di Portal NLP,

    Saya sampaikan informasi, bagi mereka yang tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai Hypnosis & Hypnotherapy, tetapi mungkin belum punya waktu untuk mengikuti pelatihan, atau belum punya waktu untuk ke toko buku, silakan men-download berbagai E-Book mengenai Hypnosis & Hypnotherapy yang khusus saya susun untuk dibagikan secara gratis !

    Mudah-mudahan saya dapat terus melengkapi sehingga seluruh pengetahuan mengenai Hypnosis & Hypnotherapy dapat lebih menyebar ke seluruh lapisan masyarakat.

    E-Book ini benar-benar gratis ! Tetapi saya mohon kerelaan anda untuk dapat turut membagikan copy-nya ke rekan & sejawat di lingkungan anda yang kira-kira membutuhkannya, terutama mereka yang berprofesi sebagai : dokter, psikiater, psikolog, healer, dan pendidik.

    Alamat Download : http://www.Hipnotis.Net

    Terima kasih.

    Yan Nurindra

  8. Pak Yan,

    Mantab betul…asli street smart hypnosis.

    He.he..

  9. Yan Nurindra says:

    Mas Teddi,

    Kapan nih kita ngobrol2 juga !
    Agar NLP saya juga tambah mantab ….
    Banyak yang bilang bahwa Mas Teddi adalah “anak muda NLP” yang sangat luar biasa ! The Next Rising Star !

    Thanks & Sukses Selalu !

    Yan Nurindra

  10. wibowo says:

    Yth Pak Yan,

    Kebetulan sama dengan Pak Herdi yang nulis komentar di atas, saya juga saksi mata “ulah” pak Yan di seminarnya TDW jumat kemarin. Luar biasa! Kemana aja selama ini Pak ? Mungkin tepatnya kemana aja saya selama ini ? ha3x.. Saya sudah beberapa kali ikut pelatihan hypnosis dari trainer lain. Dari semua pengajar yang pernah sy ikuti, cuma pak Yan yang bisa membuat saya terjaga selama 2 jam penuh ! Bukan cuma demo nya yang mbuat sy terperangah, tapi penjelasan pak Yan yg membuat saya menemukan “ooooo” saya. Ngga aneh kalo TDW sampe harus bilang (lbh dr 3 kali seingat saya) pak Yan “mbah buyut’-nya hypnosis di Indonesia. Bravo Pak.. Sampai ketemu tgl 29 & 30!. Terima kasih pak Yan. Terima kasih juga portalNLP (dan mas Ronny-nya juga) yang telah menjadi tempat main baru saya untuk menemukan tulisan2 berharga…

    Salam,
    Wibowo

  11. Luar Biasa Pak Yan…
    Salut…, komprehensif!
    Mas Yan ini terbukti emang Embahnya Hypnosis di Indonesia!

    Ohya Mas..,
    Januari nanti saya undang lagi, mampir lagi sebentar ke kelas NLP Pract batch 2…

    BTW,
    Saya sedang terinspirasi menulis artikel “Jawaban Artikel ini…”
    Persis kayak jawaban Mas pada Artikel saya dulu

    Hehehehe
    Tetap Merdeka!

  12. Yan Nurindra says:

    Dear Mas Wibowo,

    He .. he … ternyata Portal NLP ini muara dari berbagai praktisi pemberdayaan diri ya ? Jadi ketemu disini semua …..

    Senang sekali jika anda dapat menemukan “ooo”-nya …! The Lost Chain yang akan menyatukan semua pengertian yang sudah ada …

    Silakan terus ikuti Portal NLP, silakan ikuti tulisan dari teman-teman disini, yang notabene saling “berbeda” tapi saling melengkapi ….

    Sekali lagi Hypnosis itu harus dipahami dengan “kesederhanaan” ….. seperti tari “Bedhoyo Ketawang” yang bergerak lembut “begitu-begitu” saja, tetapi memiliki “rasa” yang selalu berbeda bagi mereka yang menarikannya.

    Bravo dan sukses !

    Yan Nurindra

  13. Yan Nurindra says:

    Mas Ronny,

    Lha ini yang ditunggu …..! Pasti akan lebih memperkaya kita-kita …..
    Dan, saya tunggu juga sms-nya untuk main-main di NLP Class Batch-2 …

    Kapan2 juga tak undang untuk kongkow di kelas-ku …. walaupun kelas kecil-kecil saja …. tapi biasanya full “ngakak” ….!

    Merdeka !

    Yan Nurindra

  14. ayu says:

    Guru…

    TOP BGT deh… knp ga ngasih info kalo mau demo ditempat lain??? Infoin dong ke alumni supaya bisa jadi supporter :) kapan http://www.hipnotis.net dibuka fasilitas komentarnya? Saya udah gemes pengen celetak celetuk hihhihi… kalo diforum orang kan saya sungkan jadinya.. nanti dipelotin yang punya situs (maaf ya mas ronny..)

    NLP for Hypnotherapy nya kenapa ga dibikin pelatihan aja pak? Kalo ditambah story telling ala pak Yan + demo2, tulisan di atas bisa jadi materi pelatihan 1 hari penuh tuh hehehe…

    Oya btw-OOT, dulu ta pikir pak Yan berbeda aliran sama TDW. Ternyata ngga ya… baru tau saya…

    Hidup portalNLP ! Jaya Selalu !

    Salam,
    ayu

  15. Yan Nurindra says:

    Mbak Ayu,

    Ini pasti mbak Ayu yang juga “ayu” …. yang namanya waktu itu kalau nggak salah berubah jadi “Krisdayanti Tukulwati” ya ? He .. he …

    Saya juga surprise, karena belakangan ini saya agak jarang Login ke Portal NLP, tetapi sekalinya masuk, eh pas banyak juga yang berkunjung …..

    ***

    Lha masak saya halo-halo kalau mo ngajar, emang pertunjukkan “topeng monyet” … hi hi ….! Nanti saya dimarahi oleh yang punya Seminar ….

    Siapa bilang saya “beda” aliran dengan TDW ? Tapi juga siapa bilang saya “sama” alirannya dengan TDW ? Bagi saya aspek pemberdayaan diri itu memiliki format yang sangat beragam, dan setiap Trainer memiliki ciri dan kekuatan tersendiri ….. dan, paling tidak bagi saya, semua Trainer adalah sahabat baik saya … dan dengan “map” yang saling berbeda inilah kita saling memperkaya !

    Seperti yang pernah Mas Ronny lontarkan, bahwa terkadang saya dengan mas Ronny FR membahas suatu “wilayah” yang sama, tetapi justru asyik karena melalui “map” kita masing-masing !

    Demikian juga dengan Pak TDW, saya banyak belajar terhadap kekuatan beliau untuk memainkan “Yes-Set”, dan “Pacing-Leading-Leading-Leading” yang sangat diperlukan bagi para pebisnis !

    ***

    Soal celetak-celetuk saya pikir disini juga bolah-boleh saja ! Ini adalah Portal kita bersama, yang membuat hidup adalah kita ….! http://www.Hipnotis.Net lebih ke arah informasi searah, dan forumnya lebih ke arah teknis. Sedangkan Portal NLP lebih menekankan kepada aspek keragaman yang dimiliki oleh para kontributornya. Jadi silakan untuk surfing sesuai dengan minat dan kebutuhan ….! Pokoknya semua asyik !

    ***

    NLP For Hypnotherapy ?

    Dulu tahun 2005 saya pernah menyelenggarakan kelas dengan nuansa ini, yaitu penerapan NLP dalam Hypnotherapy, mulai dari NLP saat Pre-Induction, sampai dengan NLP untuk Therapy, antara lain pemanfaatan teknik-teknik seperti : Circle of Excellence, Outcome Based Therapy, Symbol Empowerment, dsb. (alumni 2005 pati ingat hal ini).

    Akan tetapi sayangnya society Hypnosis Indonesia saat itu masih sangat “gemar” dengan nuansa Hypnosis klasik yang instant, dan penuh dengan “keanehan” !

    Ok, mungkin suatu saat kalau society Hypnosis sudah lebih “matang”, saya akan mencoba memperkenalkannya lagi …. atau mungkin Mas Ronny FR yang justru lebih siip kalau membuat “NLP For Hypnotherapy” ? Piye ki Mas Ronny …..?

    Salam hangat,

    Yan Nurindra

  16. Pak Yan,

    Wah, sebuah sebutan yang masih terlalu berat untuk disandang. He..he..

    Iya Pak, saya berencana untuk undang Pak Yan sharing di NLP Talks bulanan Indonesia NLP Society. Nanti saya kontak langsung untuk waktunya ya Pak.

    He..he..

    Sukses terus Pak!

  17. Yan Nurindra says:

    Mas Teddi,

    Ok dengan senang hati, dengan catatan semoga waktunya bisa “pas” ya ……!
    Silakan kontak ke 021-7994248, kalau nggak ada saya boleh dengan Mas Agung, seksi sibuk kita yang selalu siap untuk “dibuat sibuk” ….

    Sukses selalu …

    Yan Nurindra

  18. fafa says:

    Tks berat Pak Yan,….ditunggu untaian Rock ‘n Roll lagi…!
    Purwokerto telah dimulai Fundamental hypnosis…(kan terima tantangan dari Pak Yan,…he..hee..hee). Pengestune dapat kita gulirkan terus sehingga stigma masyarakat terbuka tentang hypnosis….
    Sukses slalu…
    Arif/mendoan. Pwt
    salam Mas Iman kompak & sukses slalu…

  19. Yan Nurindra says:

    Mas Arif,

    Nah gitu lho …. senang sekali mendengar di PWK sdh mulai bergulir Hypnosis. Apalagi jika bisa “menembus” profesi medis … bagus sekali …..

    Ok sukses untuk Mas Arif dan rekan-rekan PWK lainnya !

    Yan Nurindra

  20. marwoto adi says:

    pak YN, karena saya sudah ikutan Hypnotherapy Fundamental Workshop dengan muridnya pak YN, apa saya bole ikutan Advanced Hypnotherapy
    yang tgl 30 Nov’08

    Salam Sukses !
    Marwoto Adi

  21. agung says:

    Halo Pak Marwoto,

    Maaf saya balas komentar a/n pak Yan. Jawabannya boleh saja. Silahkan hubungi pihak manajemen pak Yan di 021-7994248 atau email management@hipnotis.net untuk info lebih lanjut / persyaratannya.

    Salam,
    Agung

  22. karsy says:

    btw,artikel the secret nya kok gak ada lgi ya? pak yan gimana dunk..

  23. “bapak-Bapak sekalian tolong ajarin saya menjadi seles yang baik and menjadi yang terbaik dalam penjualan.

  24. “Bapak-bapak sekalian
    tolong ajari andre menjadi seles yang frevisonal
    dalam memasarkan produk
    Thanks…..

Leave a Comment