Idealnya semua pihak saling menghargai, saling menghormati, saling menolong satu sama lain. Namun, di jaman tekno edan ini dimana anak kampungpun dengan mudah membuka situs porno walau sudah di-blokir oleh Pemerintah, membuat sopan santun hidup di ruang terbukapun menjadi asal terabas.
Di Jakarta, mudah saja menemukan cewek berlenggak lenggok di Mal, berpakaian tertutup dari kepala sampai ujung kaki. Nah, yang membuat mata jadi terang adalah baju kaus dan celana panjang kaus yang melekat di tubuhnya sangat ketat, sehingga terpamer jelas lekuk tubuh yang belum tentu seksi ha ha ha…
Ah, tapi itu bukan urusan kitalah. Saya lebih tertarik bagaimana kita menyikapinya. Berikut ini sharing sederhana yang juga saya posting di akun twitter saya @AndaHebat yang silakan saja Anda follow.
- “Untung, gua puasa! Kalo gak, gua tempeleng elo, tauk!” – Jiaaah, gubrak!!! Ya, kadang tanpa disadari kita jadikan puasa untuk memaklumi emosi diri ini. Padahal indah sekali bila kita jadikan…
- Puasa adalah kesempatan untuk menahan diri, bukan alasan untuk menahan diri he he… Kesempatan memberikan banyak peluang, sedangkan alasan hanya untuk memaklumi kekeliruan, keterbatasan, bahkan kesalahan yang diperbuat. Malah, bisa-bisa makin ngawur yaaa… Jadi, jangan sampai kita bilang…
- “Neh orang nguji puasa gua aje!”. Buset, elo pikir sumber salah tuh dari org lain apa? Karena orang lain yang menguji emosi kita, itu urusan orang itu. Makanya…
- Jika ada orang menguji emosi Anda dan Anda ikut terbawa emosi, berarti orang itu Jago banget & Anda tolol banget ha ha ha… Begitu bukan? Harus dipisah mana bagian orang lain, mana bagian yang saya bisa kendalikan. Bila ada teman yang tidak puasa dan makan depan Anda, jangan hadapi seperti ini dong!
- “Elo kan gak puasa, Jangan makan depan gua dunk. Gak hormati gua tuh, namanya”. Emang, tujuan puasa supaya elo dihormati wkwkwk… Nanti disangka gila hormat ya? Tentu, yang tidak berpuasa juga harus bisa menghargai saudara yang sedang berpuasa. Idealnya semua pihak saling menghargailah… Sehingga…
- Walau org lain tidak menghormati diri kita, namun tetaplah hormati orang lain. Agar suatu saat terjadi saling menghormati… Hiduppun jadi lebih enak. Jadi gak perlu emosi lihat orang merokok di tempat umum dan malahan memakinya demikian:
- “Oiii!!! Bulan puasa neh, jangan ngepul di depan umum. Gak ada otak elo!”. Jiaaah, yg maki jadi ikut keluarin otak-otak duuunk… Karena bila kita ikut kesal, itu malah awal jadi masalah lainnya. Walau, saya setuju merokok di tempat umum saat bulan puasa, sungguh perbuatan orang “gak ada otak” ha ha ha… Tapi,
- Dari pada memaki orang merokok ditempat umum di bln puasa ini, lebih baik rame2 lihatin orang itu dengan senyum mesra ha ha… Masalahpun jadi lebih mudah diatasi dan semua pihak gak sampai emosi. Baiklah, guyon sejenak yaaa…
- Udin: “Bang, gimana puasanya di luar negeri?”. Nazar: “Gak enak, gak nemu kolak” ha ha ha… Nah, terbukti kan tinggal berlama-lama diluar negeri tuh ternyata gak enak, gak ada kolak kayak di kampung. Makanya, siang-siang jangan jalan-jalan ke Mal, nanti kalo lihat cewek sliweran malah jadi komentar gini deh…
- “Yeee, nih cewek geblek puasa2 napsuin”. Yeee, yang geblek tuh otak elo kotooor he he… Tentu, bukan berarti kita mengijinkan cewek-cewek boleh semaunya berpakaian mini sliweran seenaknya di bulan puasa ini. Namun, yang lebih penting adalah mengendalikan pikiran kita sendiri. Masak, bila saya terangsang karena saya buka situs porno itu bukan salah saya, itu salah orang yang menaruh gambar porno di situs tersebut. Tentu tidak demikian. Sayalah pemilik pikiran saya, bukan orang lain. Jadi, sayalah orang yang paling bertanggung jawab atas pikiran saya sendiri, bukan?
Baiklah, semoga saat ini sudah malam hari. Sebelum tidur boleh juga untuk merenung sejenak, biar tidurnya enak. Jadi, biarlah…
Lepaskan apa yang harus dilepaskan.
Ikhlaskan apa yang harus diikhlaskan.
Sesederhana itulah untuk hidup damai, tenang & ngoroook he he…
Dan, esok hari siapkan sebuah situasi yang lebih menantang guna menguji diri Anda agar makin lebih baik dan lebih baik lagi. Setuju?
Teruslah uji diri Anda, guna mengenali siapa diri Anda… (Bidadari Words)Bandung, 3 Agustus 2011
Krishnamurti, yang juga masih terus menguji diri ini…



















kereeeeeeeeeeeeeeeennnn
sungguh mantaaappppp wejangannya walaupun sekarang udah gak bulan puasa lagi tapi sangat berguna utk melatihnya